Deklarasi menolak keberadaan ISIS di Indonesia (foto: Klara Verencia)
KBR, Jakarta
- Papua mengancam akan melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia jika pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tegas menindak
kelompok negara Islam Irak dan Suriah ISIS di Indonesia.
Ketua
Majelis Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, Phill Erari mengatakan
pemerintah harus dapat menjamin dan melindungi hak hidup masyarakat
Indonesia.
"Kami tidak percaya dgn pemerintah apabila
pemerintah tak mampu melindungi rakyat.Kami (Papua) mau lepas kalau
tidak dijaga dan dilindungi oleh negara ini,” tegasnya.
Phill
mengatakan selama ini ia melihat aparat penegak hukum tidak tegas dalam
menindak ISIS di Indonesia. Ia menilai bahwa penegakan hukum pada ISIS
tidak sebanding dengan penegakan hukum pada Organisasi Papua Merdeka.
Penegak hukum cenderung membiarkan operasi ISIS di Indonesia.
"Di
papua, orang yang mengibarkan bendera Bintang kejora Ditembak mati.
Saya betul- betul tidak mengerti melihat polisi, kejaksaan, dan tentara
diam, membiarkan ISIS beroperasi di Indonesia.”
Phill
dengan tegas menolak keberadaan institusi agama yang mengkhianati
Pancasila. Penolakan terhadap ISIS juga disampaikan para tokoh agama dan
kepercayaan lainnya. Perwakilan yang hadir yakni dari Kelompok Islam
Ahmadiyah, Vihara Mahavira Graha Pusat, Persatuan Gereja Indonesia,
Gereja Bethel Indonesia, Forum Masyarakat Kristiani Indonesia, dan Badan
Kerjasama Organisasi-organisasi kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha
Esa ( BKOK).
ISIS merupakan gerakan yang bertujuan
untuk mendirikan negara kekhalifaan Islam di kawasan Timur Tengah.
Gerakan ini dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi. ISIS dikenal menggunakan cara
kekerasan dalam melakukan misinya seperti pembunuhan massal dan bom
bunuh diri. Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebutkan
ISIS termasuk dalam kelompok terorisme.
Editor: Antonius Eko