TNI/POLRI MENEMBAK 5 WARGA SIPIL, SATU DIANTARANYA PENDETA
![]() |
Ev. Epinus Magal, S.PAK di kamar Jenazah Karitas |
DUA
YANG DITEMBAK MATI, TIGA YANG LUKA BERAT KENAH PELURUH DAN DI RAWAT DI KLINIK
KUALA KENCANA
Anak
dari Pdt. Sem Magal Gembala Sidang Gereja Kemah (KINGMI) Jemaat Imanuel Waa,
Tembagapura dan anaknya Ev. Epinus Magal, S.PAK ialah Gembala Sidang Gereja
Kemah Injil (KINGMI) Jemaat Sinai Jl. Hasanudin Irigasi-Timika, Papua Barat.
Alumi STT Medan, di tembak mati oleh Militer Republik Indonesia (TNI/POLRI) di
Timika, sedangkan Yoen Wandagau adalah seorang anggota jemaatnya.
Kepada
KNPBNews ini Pdt. Hengki Magal Sekertaris Gereja Kemah Injil (KINGMI) Klasis
Tembagapura juga yang adalah bapak adiknya, menjelaskan kronologis singkatnya
adalah sebagai berikut: Sekitar jam, 08.00 armarhum Ev. Epinus Magal, S.PAK
naik ke Iwaka untuk mengunjugi beberapa anggota Jemaatnya Gereja Kemah Injil
(KINGMI) Jemaat Sinai Irigasi-Timika yang sedang berperang di sekitar lokasi
pertikaian di Iwaka, Pertikaian antara beberapa masyarakat Moni/Amungme dan
Dani tentang senketa tanah di Iwaka.
Lanjut
Pdt. Hengki, “ Tadi pagi jam, 07.00 sekelompok Dani bunuh Kwein Yawame jadi
masyarakat Moni/Amungme juga turun menyerang kelompok Suku Dani tapi masyarakat
Dani mereka posisi mundur yang berhadapan adalah Polisi dengan Brimob, jadi
mereka (polisi/brimob) mereka tembak kearah mereka.” Terangnya.
Tambahnya
juga bahwa, “yang kenah tembak ini ada 5 (lima) orang diantaranya ialah 2 (dua)
ditembak mati dan 3 (tiga) yang luka-luka berat kenah tembakan. 3 (tiga) yang
ditembak ialah 1.Nokolek Abugau 2.Okto Dimpau dan yang ketiga masih lupa
namanya.” Katanya.
Hengki
Magal alummi Sekolah Teologi Atas Kejuruan (STAK) Levinus Rumaseb Moanemani,
Kab. Dogiyai ini juga menceriterakan bahwa, “Jenazah kedua korban yang
mati ditembak di larikan di Rumah Sakit Karitas dan ketiga orang yang kenah
tembakan dan luka-luka berat ini dilarikan ke Klinik Kuala Kencana untuk
mendapat perawatan.” Dengan nada sedih.
Pantauan
KNPBNews, bahwa sekitar jam, 3.00 WTP (Waktu Timika Papua) kedua jenazah korban
atas nama Ev. Epinus Tabuni dan Yoen Wandagau tiba di Rumah Sakit Karitas dan
mereka amankan jenazahnya di kamar Jenazah untuk tunggu proses operasi agar
mengeluarkan peluruh yang tersarang dalam masing-masing tubuh mereka berdua.
Sekitar
jam, 15.00 WTP (Waktu Timika Papua) Pantauan KNPBNews, Pdt. Deserius Adii,
S.Th, muncul dengan muka sedih dan setelah itu beliau memberikan penghormatan
terakhir kepada kawannya sekalipun segala gabungan Militer kawal jenazah. Menurut
Pdt. Deserius Adii, S.Th, alasan memberikan penghormatan terakhir karena perang
suku yang biasa terjadi disekitar Irigasi-Timika dengan kasus tanah itu biasa
komunikasi dengan armarhum “saya sangat kehilangan kawan sekerja Allah,
diladang Tuhan, kami biasa komunikasi kalau ada apa-apa dengan umat dia
(armarhum) dengan umat saya.” Dengan nada bijak dan sedih.
Setelah
itu Pdt. Deserius Adii, S.Th. ketemu dengan Kapolres Mimika, AKBP. Yeremias
Romtini, M.Si. didepan kamar pintu jenazah dan Pdt. Adii Tanya ke kapolres
bahwa, selamat malam pak kapolres, pak apakah peluruh masih ada dalam tubuh
atau tidak? Jawab Kapolres, “ iya ada jadi kita kasih pindah jenazah ke UGD
untuk foto untuk dokter pastikan peluruh bersarang dimana, agar dokter operasi
untuk dikeluarkan peluruhnya.” Kata kapolres Rontini dengan nada tenang.
Selanjutnya
sekitar 7.15. jenazah di bawa keluar ke UGD untuk di foto dan setelah di foto
itu sekitar jam, 7.55 untuk dibawa kembali ke kamar jenazah untuk proses
Operasi dilakukan, selanjutnya pukul 8.00 pihak keluarga korban dan beberapa
Hamba Tuhan rapat untuk masuk mengawasi selama operasi dan keluarga putuskan
akan masuk mewakili keluarga 2 (dua) orang dan mewakili pelaku 1 (satu) orang
dan mewakili Pimpinan Gereja 1 (satu) orang dan mewakili keluarga Pdt. Hengki
Magal yang masuk dan bapak Yulian dengan mama satu dan mewakili gereja
Pdt.Deserius Adii,S.Th mewakili gereja.
Setelah
itu tim medis dengan keempat orang saksi masuk dalam kamar jenazah untuk
operasi tapi dengan alasan apa tidak tahu kepolisian dan para medis menyuruh
Pdt.Deserius Adii,S.Th disuruh keluar dari ruangan operasi itu.
Media
Online KNPBNews ini menemui Pdt.Adii dan bertanya kenapa pa keluar Adii
menjawab dengan wajah menyesal berkata “tidak papa, polisi dan medis
suruh keluar. Dan lanjutnya “Saya datang dan masuk untuk menyaksikan kawan
seperjuangan dalam pelayanan ini ditembak dan saya mau saksikan proses
pengeluaran peluruh itu tetapi mereka suruh keluar.” Ucapnya.
Pantauan
KNPBNews juga bahwa yang melakukan proses pengeluaran adalah dokter yang
berpakaian polisi dan polisi itu juga mengaku dia ini biasa ditugaskan diWamena
dan baru dia tugas di Rumah Sakit Karitas. Masyarakat Papua Waspada ke Karitas
karena dokter militer yang jaga juga di Rumah Sakit Karitas. Kalau begitu
setiap hari orang Papua di Karitas mati terus itu ada apa dibalik itu? Ada apa
dibalik mama-mama yang mengandung anak belum waktunya untuk melahirkan disuruh
operasi? Ketahuan kelakuan Ruma Sakit Karitas.
Sekitar
Jam, 10.00 (WTP) Waktu Timika Papua berhasil mengeluarkan peluruh yang
bersarang dalam tunuh Arm. Ev. Epinus Magal, S.PAK yang terkenah di tulang
rusuk kanan dan bersarang didalam jantung hati, sedangkan Arm. Yoen Wandagau
terkenah peluruh di otak dan tembus keluar peluruhnya. Dan jenazahnya mala mini
akan dibawa naik ke tempat Iwaka.