Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Informasi Cewek Model Bokingan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Informasi Cewek Model Bokingan. Tampilkan semua postingan

    Operator telepon seks juga bisa diajak kencan plus


    Operator telepon seks juga bisa diajak kencan plus 
     
    Merdeka.com - Para wanita operator telepon seks tak hanya jago berbicara mesum lewat telepon. Selain pintar membuai pria berlama-lama menelepon, sebagian besar mengaku bisa diajak bertemu di luar dan diajak berkencan.

    Selesai mengobrol lewat layanan premium, biasanya mereka langsung menawari konsumennya untuk berkenalan lebih jauh.

    "Kalau mau ngobrol lagi. Abang telepon aja HP saya. Nanti kita ketemu di mal. Terus nanti, ya nanti abang tahulah," kata Selvi, seorang operator telepon seks saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (23/3).

    Selvi menyebutkan nomor teleponnya dan tempat dia biasa bertemu klien. Sebuah mal di Jakarta Barat. Tapi dia mengaku pilih-pilih teman, tak cuma mencari uang.

    "Kalau orangnya bersih, terus enak diajak ngobrol sama sopan, saya baru mau. Nggak jarang juga saya tolak, pura-pura ke toilet padahal saya tinggal pergi," kata lajang berusia 22 tahun ini.

    Selvi mengaku memasang tarif Rp 500 ribu sekali main, di luar biaya hotel. Dia juga mengaku bukan pekerja seks komersial, karena tak semata-mata mencari uang.

    "Kalo aku gak asal dikasih uang mau. Lihat-lihat dulu. Kalau PSK kan asal ada uang sikat aja," kilahnya.

    Menurutnya kencan plus ini lumayan untuk menambah penghasilan. Selvi bercerita sebagai operator telepon seks premium, gajinya hanya Rp 1 juta. Tentu jumlah ini tak cukup. Dia mengaku bisa melakukan kencan plus dua atau tiga kali sepekan.

    "Ya lumayan buat nongkrong atau beli lipstick," katanya.

    Operator di tempat lain, Sari (31), mengaku melakukan hal serupa. Sari lebih terang-terangan soal kencan plus itu. Menurutnya daripada lama-lama mengobrol di telepon, dia pilih untuk menemui kliennya di luar.

    "Sekarang kita kerja jadi operator, orang nelepon lama yang untung bos-bos kita. Kita nggak dapet apa-apa. Bonus juga kecil. Kalau main di luar kan lumayan untuk tambah-tambah. Gitu sayang," katanya setengah merayu.

    Sari mengaku sudah hampir setahun bekerja sebagai operator telepon seks. Seperti layanan telepon premium lain, tarif telepon seks ini membuat kantong jebol. Untuk mendengar rayuan dan desahan mereka, tarif telepon Rp 1.700 per 30 detik. Silakan kalikan jika mengobrol 20 menit.

    "Tapi gaji aku cuma Rp 800 ribu. Bonus juga kadang cuma Rp 100 ribu. Ada kesempatan kenalan sama cowok ganteng udah gitu enak dan dapet uang. Ya jalanin aja," katanya.

    Sari mengaku memasang tarif Rp 1 juta sekali berkencan. Tapi menurutnya jumlah itu masih bisa ditawar.

    "Ya pokoknya ketemu dulu aja. Nanti sekalian ngobrolin harga biar lebih enak," kata wanita yang mengaku janda ini.
    [war]

    Berapa gaji wanita operator telepon seks?


    Berapa gaji wanita operator telepon seks?

    Berapa gaji wanita operator telepon seks?
    Merdeka.com - Premium call merupakan salah satu istilah yang lazim untuk menyebut telepon seks berbayar. Tarif untuk mendengarkan godaan libido dari wanita di ujung telepon tergolong fantastis, penelepon dikenakan biaya Rp 1.700 per 30 detik.

    "Halo sayang. Kamu lagi kesepian ya?" sapa hangat perempuan yang mengaku bernama Adel tersebut ketika mengangkat telepon dari konsumen.

    Dia mendeskripsikan dirinya pada fantasi yang ada dalam pikiran pria kebanyakan dan selalu mengaku sebagai mahasiswi. "Kata orang aku cantik, rambutku panjang dan aku seksi loh," ujar Adel genit.

    Ketika pria yang menjadi konsumennya mulai menggoda, itulah kesempatan bagi Adel untuk melancarkan jurus-jurus untuk mengeruk keuntungan dengan durasi telepon itu. Kepada merdeka.com, Adel mengaku biasanya pria yang meneleponnya selalu disuruh untuk membayangkan ketika wanita sedang mandi.

    "Aku lagi mau mandi. Kamu lagi apa? Kamu mau temenin aku mandi ya. Kamu coba bayangin deh," tiru Adel.

    Dia mengatakan saat pria tersebut sudah diburu nafsu, maka durasi telepon semakin lama dan otomatis tarif premium call itu membengkak. Menurut Adel, setiap hari selama melayani puluhan penelepon cabul bila masuk pada shift malam 22.00-06.00 WIB.

    Walaupun menjaring penelpon hingga puluhan, Adel mengaku hanya dibayar Rp 800 ribu per bulan.

    Dalam hitungan kasar, bila 20 kali telepon dikali 10 operator dikali per telepon 20 menit, dengan tarif Rp 1.700 per 30 detik. Lalu dikali tiga shift. Maka angka yang muncul adalah sekitar Rp 40 juta per hari. Kalikan 30 hari, maka rata-rata pengusaha bisnis ini mendapat penghasilan Rp 1,2 miliar. Sangat menggiurkan.

    Operator telepon seks ini punya dua sasaran. Yang pertama mereka yang awam dan tertarik menelepon karena penasaran dengan iklan sensual di koran, ataupun sms yang menggoda. Yang kedua, mereka yang memang sudah kecanduan telepon seks. Tak cuma ABG, orang dewasa dan tua pun menjadi pelanggannya.

    Keperawanan ABG cewek dijual kepada om-om Rp 200 ribu

    Keperawanan ABG cewek dijual kepada om-om Rp 200 ribu

    Merdeka.com - Meski kasus penjualan ABG yang dilakukan tetangganya sendiri sempat diselesaikan secara damai, tetap tidak terima. Rury kembali melaporkan Diana (21) ke Mapolres Jakarta Barat. Sebab, wanita yang tinggal bersebelahan itu menjual sepupunya, AOP alias B (13).

    Rury mengatakan, kasus penjualan sepupunya itu diketahui keluarga B karena remaja yang duduk di bangku kelas VII SMP itu diketahui sudah tidak perawan. Ketika itu, B mengaku mengalami sakit di bagian perutnya.

    Rury menuturkan, kasus prostitusi di bawah umur ini diketahui setelah pihak keluarga AOP mengetahui kalau remaja putri yang masih duduk di kelas VII ini sudah tidak perawan.

    "Awalnya, Senin (18/3) lalu dia mengeluh sakit di perutnya. Awalnya dikira maag, tapi pas dikasih obat maag, enggak mempan juga. Tapi setelah dibawa ke tukang urut, baru ketahuan kalau sepupu saya sudah tidak perawan," tutur Rury di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (26/3).

    Dari pernyataan tukang urut tersebut, pihak keluarga lalu melakukan pemeriksaan visum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dari hasil visum, diketahui kalau alat kelamin AOP sudah robek.

    Setelah didesak, lanjut Rury, sepupunya akhirnya bercerita diajak tetangganya, Diana untuk melayani nafsu bejat pria-pria paruh baya. "Sekali berhubungan, sepupu saya itu dikasih Rp 200 ribu. Dan itu sudah berlangsung tiga kali sejak Juni 2012 sampai Januari 2013," ujarnya.

    Mengenai surat damai yang sudah ditandatangani oleh orang tua korban di atas materai, Rury menyayangkan penandatangan yang dilakukan pada Selasa (19/3) malam itu. Alasannya, karena kedua orang tua korban AOP yang tinggal di daerah Tomang, Jakarta Barat buta huruf.

    Rury menjelaskan, setelah melakukan penandatangan surat damai, pihak keluarga menerima uang damai sebesar Rp 1,5 juta dari Diana. "Penandatangan surat damai dilakukan setelah Diana ditangkap warga, dan dibawa ke polisi," jelasnya.

     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif