Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label ULMWP. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label ULMWP. Tampilkan semua postingan

    Pidato 1 Desembe 2016 “Dari pasifik kita melangkah kedunia Internasional”

    Pidato 1 Desembe 2016 “Dari pasifik kita melangkah kedunia Internasional”
    Papua……Merdeka Merdeka Merdeka…!!! 
    
    Seluruh rakyat bangsa Papua Barat yang tersebar di seluruh dunia,  dan di West Papua, yang merakayakan 1 Desember 2016 . Saya atas nama pribadi dan keluarga serta seluruh pengurus United Liberation Movement for West Papua | ulmwp baik yang diluar negeri maupun di tanah air saya hendak menyambut dengan salam khas west papua yang kini popular di seluruh dunia, waa….waa… waaa….. waaaa. 
    Hari ini, sebagaimana biasa setiap tanggal 1 December kita berkumpul untuk rayakan peristiwa yang terjadi 54 tahun lalu di Holandia Baru. Yakni saat bendera bintang kejora di kibarkan untuk pertama kali dan lagu kebangsaan Hai Tanahku Papua dinyanyikan serta symbol nasional lainya seperti nama bangsa dengan wilayahnya di umumkan. Peristiwa ini dilihat pula sebagai saat lahirnya sebuah bangsa baru bernama Papua Barat. Tentu saja pandangan demikian itu ada benarnya, karena kalau saja Belanda dan bangsa barat tidak menghianati apa yang merekawartakan, Bangsa Papua semestinya merupakan Negara pertama yang merdeka dari berbagai colonial eropa yang menguasai bangsa bangsa di wilayah Melanesia, Polinesia dan Micronesia. 
    Sayang, sejarah berputar kearah yang berbeda. Negara Kolonial Belanda keluar dengan watak aslinya sebagai bangsa pedagang, mereka sama sekali tidak perdulikan dengan nasib dan masa depan bangsa Papua. Mereka sama sekali tidak melibatkan pemimpin resmi bangsa Papua yang sudah mereka siapkan selama kurang lebih 10 tahun sebelumnya. Belanda dan Amerika sama sekongkol untuk jual bangsa Papua kepada colonial baru bernama Indonesia melalui perjanyian New York yang di tandatangani di markasbesar PBB di kota New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Perjanjian ini merupakan lebih dari sebuah transaksi perbudakkan.  Karena yang di jual adalah bukan saja kebebasan dari 1025 orang yang di ditodong dengan moncong senjata melainkan yang mereka perdagangkan adalah nasib dan masa depan sebuah bangsa: bangsa Papua. Sebagai imbalannya, Belanda menik mati keuntugan ekonomi dari berbagai perdagangan hingga hari ini dan Indonesia membayar Amerika dengan menyerahkan gunung emas Nemang kawi dari tanah papua yang di tambang oleh perusahaan raksasa Freeport Mac MoRan. 
    Saudara saudari rakyat bangsa Papua yang saya hormati. Setiap kali kita memandang bintang kejora dalam apapun bentuknya senantiasa memperkuat sentiment kebangsaan kita. Setiap kali kita menyanyikan lagu Hai TanahkuPapua, membakar rasa cinta akan tanahair kita, Tanah Papua.  Semua itu merupakan darah yang mengalir dalam diri setiap anak negeri yang terus bahu membahahu berupaya mewujudkan negara Papua Barat. Kemerdekaan itu diperjuangkan silih berganti oleh berbagai kepemimpinan nasional melalui aneka wadah nasional yang diawali oleh Komite Nasional Papua Barat (1961), Kongres Rakyat Papua II (2000) hingga United Liberation Movement for West Papua (2014). 
    Sekali lagi kalau dalam Kongres Papua I menghasilkan symbol symbol nasional maka dalam kongres Papua kedua, rakyat papua melalui resolusinya memutuskan bahwa sejarah integrasi Papua kedalam wilayah Republik Indonesia di luruskan. Yakni bahwa(aa) rakyat Papua Barat adalah berdaulat sebagai sebuah bang sasejak 1 Desember 1961, bahwa (bb) rakyat bangsa Papua menolak perjanjian new York baik dari sisi moral maupun hukum karena di susun tanpa melibatkan perwakilan bangsa papua dan bahwa (cc) rakyat bangsa Papua melaluiKongres II menolak hasil pepera (hak penentuan nasib sendiri) karena di laksanakan secara paksa, penuh intimidasi dan pembunuhan secara sadis, disertai aneka kejahatan militer dan berbagai macam perilaku tidak bermoral yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Dan karena itu melalui Kongres II ini rakyat bangsa Papua menuntut PBB untuk membatalkan resolusi 2504, 19 November 1969.  
    Dalam perjalanan sejarah bangsa Papua yang demikianini, ULMWP sadar akan tugasnya dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Tantangannya adalah bagaimana bisa memastikandukungan dari (paling tidak) 1 per tiga jumlah anggota Negara Anggota PBB. Untuk itu, ULMWP merobah pola diplomasi, tidak seperti di tahun 60an dan sesudahnya yakni lobbynya tidak lagi bertolak dari Papua kedunia barat dan Africa. ULMWP focuskan dukungan dari Negara negara di kawasan Pasifik. Dalam dua tahun pertama, ULMWP memperkuat basis dukungan di seluruh kawasan ini melalui jaringan adat, NGO, Gerejaa dan kalangan terdidik serta politisi. Secara kelembagaan, ULMWP menjadi anggota oberserver dan kini dalam proses menjadi anggota penuh MSG. Dalam tahun kedua dukungan itu meningkat dari wilayah Melanesia kepada polinesia dan Micronesia melalui wadah baru bernama Pasifik Island Coalition on West Papua atau PICWP yang dibentuk atas inisiative dari Perdana Menteri Solomon Island, Manase Sogovare yang juga adalahKetua MSG.  
    Dari sisi dukungan politik, Lobby ULMWP berhasil memasukan masalah Papua menjadi salah satu masalah utama di kawasan pasifik. Dalam siding tahunan(2015) Negara NegaraAnggota Forum Pasifik |PIF memutuskan untuk mengirim tim pencari fakta kepapua. Indonesia menolak dan keputusan ini tidak bisa di wujudkan tetapi secara politik kita menang. Dalam sidang tahun ini (2016) pimpinan Negara anggota PIF dalam Komuni ke kembali memutuskan bahwa masalah papua akan selalu menjadi agenda pimpinan dalam setiap pertemuan tahunan. Selain itu, tidak kurang dari 7 Negara bersama sama mengangkat masalah Papua. Isinya bukan saja mempersoalkan aneka masalah pelanggaran hakasasi Manusia. Lebih dari pada itu mereka minta tanggung jawab PBB untuk intervensi termasuk menggugat tanggung jawab dalam membuka kembali menguji keabsahaan dari pada perjanjian new York and pelaksanaannya. Saudara saudari rakyat bangsa Papua. Kerja keras anggota ULMWP pun tidak hanya terbatas di kawasan pasifik tetapi juga terjadi di Indonesia. Rakyat Indonesi terutama di kalangan terdidik sudah mulai akui aneka kejahatan yang dilakukan pemerintah dan militer Indonesia terhadap rakyat papua barat. Lebih dari pada itu dalam minggu ini kita baru menyaksikan dideklarasikannya Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-West Papua). Gerakan rakyat Indonesia ini pun kini meningkat kepada dukungan terhadap hak bangsa Papua Barat untuk merdeka sebagai bangsa berdaulat. Sementara itu, rakyat berbagai kelompok orang Papua di Belanda pun bangkit untuk menuntut dalamsebuah gugatan hokum tanggung jawab Belanda yang lalai dalam melindungi kepentingan rakyat Papua. Dalam proses gugatan secara hukumtersebut, sejak awal melakukan konsultasi dengan United Liberation Movement for West Papua. Dan akhirnya perlu dipahami bahwa kebangkitan Negara negara di pasifik ini membuat tidak sedikit Negara anggota PBB dari berbagai belahan bumi lainnya yang terpukau dan mengikuti secara serius setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia dan Papua. 
    Kita patut bersyukur dan berterimakasih kepadaTuhan atas semua kemajuan diatas. Karena semua terjadi sebagai buah dari kasih karuniaNya. Selain itu, dibalik kemajuan diatas kini kita dihadapkan pada tantangan yang semakin hari semakin berat. Karena itu ULMWP memerlukan dukungan doa dan dana dalam menunjang aneka lobby politik di berbagai belahan bumi. Karena sejak bulan September 2016 focus lobby sudah bergeser dari Pasifik kepada dunia. Focus utama ULMWP bukan lagi semata mata memastikan keanggotaanya di MSG melainkan bagaimana membentuk Kualisi Pendukung Papua Barat di berbagai belahan bumi lainnya. Dukungan ini bukan sekedar dalam bentuk sekali dua kali pernyataan politik tetapi dukungan yang konsisten termasuk ikut mencari dukungan anggota PBB lainnya. Semua orang Papua perlu bangkit untuk melobby dengan caranya sendiri di bergabai negara di dunia dari mana pun kita berada. Kasih tahu kepada mereka bahwa kami mohon suara dukungan mereka dalam ketika anggota PBB bersama sama membatalkan resolusi 2504 tahun 1969 dan membiarkan bangsa papua hidup berdaulat secara damai.
    Allah Bangsa Papua dan leluhur moyang kita, seluruh darah dari pejuang terdahulu kita memberkati kita sekalian. 
    Papua…..Merdeka Merdeka Merdeka…!!!   Secretary General of United Liberation Movement for West Papua -ULMWP Octovianus Mote      33 Nassau A33 Nassau Ave, 2ndfloor unit 87, Brooklyn, New York, 11222.  Phone: + 1 917 7203641.  Mobile: + 1 203 520 3055.  Email: tuarek61@gmail.com     
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Partai Kemerdekaan West Papua Dibentuk di Perth Australia

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    Partai Kemerdekaan West Papua Dibentuk di Perth Australia

    Kabar gembira bagi pendukung dan pemerhati Kampanya Papua Merdeka di manapun Anda berada.
    Telah tersiar berita bahwa sebuah Partai Politik bernam “Partai Kemerdekaan West Papua” (Free West Papua Party), berkantor Pusat di Perth, Australia.

    Paul Madden sebagai Ketua Partai Politik Kemerdekaan West Papua mendorong sebuah dukungan terbuka dari Australia secara politik untuk kemerdekaan West Papua karena diyakini bahwa kemerdekaan Timor Leste terwujud dengan dukungan Australia dan oleh karena itu Australia harus bangkit dan berbicara secara terbuka untuk kemerdekaan West Papua.

    Para pemimpin ULMWP Oktovianus Motte sebagai Sekretaris Jenderal dan Benny Wenda sebagai Jurubicara dikabarkan telah mendoakan pembentukan Partai Politik ini.
    Seperti pemberitaan yang telah diterjemahkan PMNews, Partai Politik Kemerdekaan Wset Papua bermaksud mengikuti Pemilihan Umum Federal yang akan diselenggarakan dalam waktu mendatang.
    Sumbangan sebesar AUS$1 dikenakan sebagai biaya pendaftaran menjadi anggota partai baru ini. Dalam formulir ini dinyatakan bahwa siapa saja yang mau bergabung dengan partai baru ini harus mengakhiri keanggotaannya dengan partai politik lain.

    Apa artinya dukungan ini?

    Tentu saja semua ornag Papua, semua organisasi perjuangan orang Papua, semua orang Papua yang kini berada di Pemerintahan NKRI dan semua yang ada di gereja/ LMS, para tokoh agama dan tokoh adat, semua haruslah bersatu.

    Dukungan untuk Papua Merdeka sudah bergulir sejak akhir tahun 2014 dan sampai saat ini masih terus mengalir. Banjir dukungan ini tidak akan bakalan terhenti, sampai tujuan dukungan terwujud: West Papua yang Merdeka dan Berdaulat di luar NKRI!
    PMNews mengajak semua pihak yang memperjuangkan Papua Merdeka, pihak yang mendoakan, dan pihak yang tidak senang melihat pertumpahan darah terus terjadi di Tanah Papua.

    Orang Papua harus menentukan Sikap yang Jelas saat ini

    Entah kita sebagai pejabat negara Indonesia, rakyat biasa, pengurus di dalam LSM atau gereja, tokoh adat sudah saatnya untuk menunjukkan warna pikirannya, warna politiknya dengan baik.
    Ada banyak pejabat NKRI di Tanah Papua berpikiran bahwa apa yang sedang mereka lakukan selama ini untuk membela kepentingan rakyat sehingga pada saat kemerdekaan West Papua turun, mereka-lah yang akan memegang peran penting dalam West Papua yang merdeka. Padahal tidak-lah demikian. Masa para pengurus NKRI secara otomatis menjadi pejabat negara West Papua? Di mana logika politiknya? Kalau Presiden NKRI orang Demokrat, maka calon gubernur dan Bupati dan Walikota dari Demokrat-lah yang menjadi tuan tanah dalam Pemilukada, kalau Jokowi menjadi Persiden, maka PDIP-lah yang duluan mencalonkan Bakal Calon-nya ke muka publik. Dalam NKRI saja partai politik penguasa menentukan siapa yang menjabat. Apalagi kalau bukan sekedar partai politik, tetapi konstelasi politik dan negara berubah, “Apakah Gubernur sekarang otomatis menjadi Presiden West Papua?”
    Tunggu dulu.

    Makanya sekarang-lah saatnya kita bergandengan tangan mendukung perjuangan ini, karena perjuangan ini kita semua, perjuangan orang Papua, perjuangan untuk melepaskan diri dari NKRI.
    Para pejabat NKRI seperti Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah, Kepala Desa, sudah harus berpikir apa yang yang menimpa kita begitu dukungan Australia dan rakyat Australia menjadi nyata dan akhirnya NKRI angkat kaki dari Bumi Cenderawasih.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    United Liberation Movement for West Papua

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    United Liberation Movement for West Papua

    - Selanjutnya besok akan dipilih Sekretaris-Jenderal dan Jurubicara
    United Liberation Movement for West Papua adalah organisasi yang telah disepakati tadi malam, 03 Desember 2014 setelah pertengkaran alot bahkan sampai nyaris perkelahian terjadi di dalam persidangan yang diselenggarakan oleh Gereja di Vanuatu, dilindungi dan di-backup oleh Tentara Repbulik Vanuatu. Dalam kondisi siap-siaga di Port Vila, pertemuan dilakukan dari pagi pukul 09:00 waktu setempat sampai selesai pukul 01:00 pagi haru berikutnya, yaitu tanggal 04 Desember 2014.

    Dalam wawancara dengan PMNews dikatakan oleh salah satu peserta di Workshop ini bahwa pertemuan ini akhirnya telah menyekatati nama payung yang menyatukan perjuangan bangsa Papua, terutama untuk mendaftarkan diri ke MSG (Melanesia Spearhead Group).

    Dijelaskan pula bahwa pertengkaran berlangsung berlarut karena masing-masing organisasi perjuangan Papua Merdeka mempertahankan posisi mereka, mengkleim diri sebagia perwakilan menyeluruh, organisasi terlama, perjuangan nyata atau negara resmi yang didirikan bangsa Papua. Setelah hampir terjadi pertengkaran fisik, maka muncul para penengah untuk menenangkan situasi dan akhirnya disepakati nama "United Liberation Movement for West Papua".

    Demikian laporan singkat.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Forkorus Tolak Berdirinya ULMWP

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    Forkorus Tolak Berdirinya ULMWP

    by Papua Post
    SENTANI – Forkorus Yoboisembut, S.Pd., yang disebut-sebut sebagai ‘Presiden Negara Federal Republik Papua Barat’ (NFRPB) merasa kecewa dan kesal terhadap beberapa orang pejabat NFRPB yang ikut memberikan persetujuan terhadap pembentukan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Kekecewaan dan kekesalan itu terasa setelah menerima laporan tentang hasil akhir dari Simposium Papua Barat yang diselenggarakan di…
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Jubir ULMWP: Kami Turut Belasungkawa!

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    Jubir ULMWP: Kami Turut Belasungkawa!

    by Papua Post
    SYDNEY, SUARAPAPUA.com --- Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Rabu (25/2/2015), mengatakan, ia sangat kecewa karena upaya terbaru untuk menyelamatkan nyawa dua warga Australia yang jadi terpidana mati di Indonesia telah gagal. Desakan pemerintah Australia ditindaklanjuti pengacara para terpidana yang mendesak pemerintah Indonesia tidak eksekusi mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, sebelum sebuah pengadilan banding…
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Selamat dan Sukses kepada PNWP, NRFPB dan WPNCL atas Sosialisasi ULMWP

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg  photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Selamat dan Sukses kepada PNWP, NRFPB dan WPNCL atas Sosialisasi ULMWP

    by Papua Post
    Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua menyampaikan SELAMAT DAN SUKSES! atas penyelenggaraan Sosialisasi Hasil Workshop West Papua yang telah berlangsung di Republik Vanuatu akhir tahun lalu. Selanjutnya dari Markas Pusat Pertahanan kami mengusulkan kepada organ politik dan perwakilan rakyat yang mensosialisasikan perkembangan politik dan diplomasi Papua Merdeka ini agar menyebarluaskan informasi perkembangan dimaksud…

    PNWP, NRFPB dan WPNCL Resmi Sosialisasikan Hasil ULMWP

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    PNWP, NRFPB dan WPNCL Resmi Sosialisasikan Hasil ULMWP

    by Papua Post
    Jayapura, Jubi – Parlemen Nasional West Papua (PNWP), Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) dan West Papua Nasional Coalition for Liberation (WPNCL) secara resmi mulai melakukan sosialisasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang dilahirkan di Saralana, Vanuatu awal Desember 2014 lalu kepada seluruh rakyat Papua Barat. Jonah Wenda dari WPNCL mengatakan, lahirnya ULMWP…
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    “Meraba” Peluang ULMWP di MSG

    “Meraba” Peluang ULMWP di MSG


     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    “Meraba” Peluang ULMWP di MSG

    by Papua Post
    Jubi, Jayapura – Kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia ke Papua Nugini (PNG), Kepulauan Solomon dan Fiji meski tak secara terbuka menyebutkan isu Papua Barat ada dalam agenda kunjungan di akhir Februari lalu itu, namun pernyataan Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill menegaskan bahwa isu Papua Barat ada dalam agenda kunjungan bilateral Indonesia ke negara-negara anggota…

    Jubir ULMWP: Kami Turut Belasungkawa!

    Selamat datang di Melanesia Barat ! Melanesia adalah tempat khusus di Pasifik yang memiliki sesuatu untuk semua orang. Kaya akan sumber daya dan dengan banyaknya orang yang kaya dan beragam budaya, adat istiadat, ritual, mitos dan legenda, negara-negara Melanesia yang layak dikunjungi.

    Jubir ULMWP: Kami Turut Belasungkawa!

    Gambar eksekusi mati warga negara Australia (kiri) dan rakyat Papua (kanan) (Foto: Ist)
    Gambar eksekusi mati warga negara Australia (kiri) dan rakyat Papua (kanan) (Foto: Ist)

    SYDNEY, SUARAPAPUA.com — Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Rabu (25/2/2015), mengatakan, ia sangat kecewa karena upaya terbaru untuk menyelamatkan nyawa dua warga Australia yang jadi terpidana mati di Indonesia telah gagal.

    Desakan pemerintah Australia ditindaklanjuti pengacara para terpidana yang mendesak pemerintah Indonesia tidak eksekusi mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, sebelum sebuah pengadilan banding digelar.
    Tetapi, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Selasa (10/3/2015) kemarin, sebagaimana dilansir kompas.com edisi Kamis (12/3/2015), menolak upaya kedua terpidana untuk menghindari eksekusi dengan menggugat penolakan Presiden Joko Widodo terkait permohonan grasi mereka. Hakim menilai, gugatan tersebut tidak masuk dalam wewenang PTUN.

    Permohonan grasi mereka kepada Presiden, yang merupakan kesempatan terakhir bagi para terpidana mati untuk menghindari regu tembak, ditolak Presiden Joko Widodo belum lama ini.

    “Kami sangat kecewa bahwa upaya itu gagal pada saat ini,” kata Bishop kepada Nine Network.
    “Namun, saya tahu bahwa para pengacara sedang mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut dan mereka punya waktu sekitar 14 hari untuk itu,” ujarnya. Meski begitu, kata dia, Canberra akan terus melobi Joko Widodo untuk meminta pengampunan.
    “Kami hanya bisa berharap bahwa mereka (akhirnya) bisa melihat nilai kehidupan dari orang-orang ini. Kedua pria itu telah menjalani proses rehabilitasi dengan cara yang paling luar biasa,”
    tegasnya.
    Bishop menambahkan, pertemuannya dengan ibu dari Sukumaran baru-baru ini sangat memilukan. “Dia memeluk saya begitu erat, sehingga saya hampir tidak bisa bernapas dan hanya meminta saya untuk melakukan semua yang saya bisa demi menyelamatkan nyawa anaknya,” tutur Menlu Australia.

    Presiden Joko Widodo menegaskan, negara-negara asing tidak boleh mencampuri hak Indonesia untuk menerapkan hukuman mati. Indonesia sedang menghadapi tekanan diplomatik tidak hanya dari Australia, tetapi juga dari Brasil dan Perancis, yang warganya telah kehilangan permohonan grasinya dan segera menghadapi eksekusi mati.

    Keprihatinan oleh warga negara Australia juga diungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda.

    Wenda menyatakan turut berbelasungkawa kepada keluarga dan para korban eksekusi mati yang akan dilakukan pemerintah Indonesia karena kasus Narkoba. Bagi bangsa Papua, menurut Wenda, kebijakan Indonesia tersebut tidak manusiawi. Ia menegaskan, kemanusiaan dan hak hidup harus dijunjung dan dihargai di atas segalanya.

    “Banyak dari kami orang Papua juga dieksekusi mati oleh Indonesia, hanya karena mengungkapkan keinginan kami untuk merdeka,” tegas Benny Wenda, seperti dikutip dari radionz.co.nz, Kamis (12/3/2015).
    Menunjuk pada seorang polisi Indonesia yang tersenyum saat berdiri di samping terpidana mati warga Australia, Andrew Chan, yang akan dieksekusi, Benny mengingatkan dunia pada sebuah foto yang mirip sama, militer Indonesia tersenyum senang dengan mayat Yustinus Murib yang telah dieksekusi militer Indonesia juga karena memperjuangkan kemerdekaan Papua.
    “Saya merasa bahwa foto-foto ini menunjukkan kepada dunia bagaimana sikap pemerintah Indonesia terhadap siapapun yang menentang mereka. Begitu banyak orang West Papua seperti Yustinus Murib, tentara dan polisi Indonesia tersenyum sesaat sebelum dibunuh seperti seekor binatang,”
    demikian Wenda.
    Sambil menyesalkan tindakan tersebut, ia menyatakan, bangsa Papua turut berduka terhadap diambilnya hak hidup manusia dengan paksa atas nama hukum.
    “Saya ingin mengingatkan dunia bahwa eksekusi mati adalah apa yang pemerintah Indonesia lakukan untuk orang-orang saya juga. Lebih dari 500.000 orang Papua telah secara sistematis dibunuh oleh Indonesia sejak Indonesia secara ilegal menginvasi bangsa Papua pada tahun 1963,”
    tegas Benny Wenda.

    MIKAEL KUDIAI, , SUARAPAPUA.com,
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ULMWP Milik Rakyat Papua Barat, Bukan Milik Faksi Perjuangan!

    ULMWP Milik Rakyat Papua Barat, Bukan Milik Faksi Perjuangan!
    ULMWP Milik Rakyat Papua Barat, Bukan Milik Faksi Perjuangan!
    Aktivis Papua, Dominikus Surabut (Foto: Agus Pabika/Suara Papua)
     
    JAYAPURA, SUARAPAPUA.com --- Rakyat Papua Barat diharapkan tidak pelihara konflik diantara sesama pejuang, namun harus menyamakan perspesi dan pemamahan untuk tujuan pembebasan nasional Papua Barat, yang telah diperjuangkan sejak tahun 1961.
    Hal ini ditegaskan aktivis Papua, Dominikus Surabut, saat menghadiri perayaan ibadah syukuran mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), yang mendaftarkan keanggotan Bangsa Papua di Sekretariat Melanesia Spearhead Group (MSG), hari ini.

    “Kami rakyat bangsa Papua Barat mengucapkan terima kaasih kepada Pemerintah Vanuatu atas terbentuknya ULMWP dan pendaftaran aplikasi ke MSG hari ini," tegas Surabut, di Asrama Mimika, Jayapura, Papua. (Baca: Mewakili Bangsa Papua Barat ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan ke Sekretariat MSG).

    Menurut Surabut, pertemuan yang melahirkan ULMWP saat itu didukung oleh Dewan Adat Nasional Vanuatu, Dewan Gereja Vanuatu, Konferensi Gereja-gereja Pasifik, dan mantan Perdana Menteri Vanuatu.

    Ia menambahkan, Rakyat bangsa Papua harus bergabung dalam sebuah wadah perjuangan agar dapat menguatkan kapasitas dan menjiwai pembebasan Papua untuk menyelamatkan tanah air Papua Barat. (Baca: Rakyat Papua Barat di Jayapura Gelar Doa Dukung Pengajuan Aplikasi ke Sekretariat MSG).

    “Berjuang agar mencapai kesadaran bahwa semua orang Papua adalah satu bangsa yakni bangsa Papua, rumpun Melanesia, dan ras Negroid di Pasifik dan bukan bangsa Indonesia, rumpun Melayu dari Yunan Kamboja,” tegasnya.

    Sementara itu, Andreas Gobay, Ketua Tim kerja perayaan syukuran mengatakan, ULMWP) yang dibentuk milik semua orang, bukan individu atau organisasi perjuangan. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    “Tanggal 5 Februari 2015 merupakan awal dari kebangkitan kita dari segala pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan, dan kekerasan, serta mengalami trauma yang sangat panjang selama 52 tahun belakangan ini.”

    “Tidak ada orang lain yang datang menyelamatkan Papua, hanyalah orang Papua sendiri yang dapat menyelamatkan Papua,” tegasnya. (Baca: Warinussy: Persatuan Pemimpin Politik Papua di Vanuatu Langkah Maju).

    Ia menambahkan, aplikasi ULMWP akan didaftarkan ke sekretariat MSG pada tanggal 5 Februari 2015 di Port Villa, Vanuatu, bertepatan dengan hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang ke-160 tahun.

    "Aplikasi ULMWP akan dibahas dalam MSG Summit Leaders nanti bulan Juli 2015, rakyat Papua Barat harus memberikan dukungan," tegasnya. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    Pantauan suarapapua.com, dalam perayaan ibadah syukuran aparat keamanan menggunakan dua mobil Dalmas ikut berjaga-jaga di badan Jalan Raya, tepat depan Asrama Mimika.

    Dalam perayaan ibadah tersebut, dihadiri oleh ratusan pelajar, mahasiswa, dan perwakilan berbagai elemen perjuangan yang ada di tanah Papua.

    Editor: Oktovianus Pogau

    AGUS PABIKA
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Rakyat Papua Barat di Jayapura Gelar Doa Dukung Pengajuan Aplikasi ke Sekretariat MSG

    Rakyat Papua Barat di Jayapura Gelar Doa Dukung Pengajuan Aplikasi  ke Sekretariat MSG
    Pdt. Yogi saat membawakan Khotbah di Aula asrama Mimika (Foto: Agus Pabika/ Suara Papua)
    JAYAPURA, SUARAPAPUA.com --- Pengajuan aplikasi keanggotaan Papua Barat yang diwakili United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Kamis (4/02/2015) siang tadi, dirayakan oleh rakyat Papua di Jayapura, dengan doa dan ucapan syukur, di Asrama Mimika, Perumnas III, Abepura, Jayapura, Papua. 
     
    Dalam perayaan ibadah tersebut, dihadiri oleh ratusan pelajar, Mahasiswa, dan perwakilan berbagai elemen perjuangan yang ada di tanah Papua. (Baca: Mewakili Bangsa Papua Barat ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan ke Sekretariat MSG).

    Pendeta Samuel Yogi yang membawakan renungan mengatakan, rakyat bangsa Papua Barat harus mempercayakan kepada Tuhan terkait persoalan yang dihadapi saat ini.

    “Injil Markus 11:20-26 jelas mengatakan, apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikanya padamu,” kata Yogi. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    Ia menambahkan, jika kita berdoa, harus mengampuni sesama kita, juga pemerintah yang sering menyakiti hati orang Papua, supaya Bapa di Surga berkarya dalam setiap perjuangan rakyat Papua."  (Baca: KNPB Dukung ULMWP Ajukan Lamaran Aplikasi ke MSG 5 Februari 2015).

    Sementara itu, salah satu aktivis Papua, Dominikus Surabut, dalam sambutanya menyampaikan ucapkan terima kasih kepada pemerintah Vanuatu yang telah memfasilitas bangsa West Papua untuk membentuk ULMWP.

    “ULMWP pada tanggal 5 Februari 2015 secara resmi mendaftarakan aplikasi West Papua ke Sekretariat MSG, ini menjadi  satu langkah awal maju perjuangan rakyat bangsa west Papua,” ujarnya. (Baca: Sekertaris Jendral ULMWP, Hari ini Mengunjungi Auckland).

    “Kita sekarang sudah punya satu honai besar yaitu ULMWP, dari gabungan organisasi-organisasi perjuangan, kita semua haru memberikan dukungan,” kata Surabut.

    Ia menambahkan, Rakyat Papua Barat wajib menyadari sepenuhnya, dengan berpedoman pada ideologi, nasionalisme, dan juga mengakhiri segala perbedaan pendapat. (Baca: Warinussy: Persatuan Pemimpin Politik Papua di Vanuatu Langkah Maju).

    "Kita juga harus membangun kebersamaan dan persatuan nasional Papua dengan menyamakan pemahaman dan cara pandang. Juga mencegah konflik internal diantara sesama Papua, baik setiap komponen dan individu di tanah Papua," ujarnya. (Baca: KNPB Himbau Rakyat Papua Barat Beri Dukungan Kepada ULMWP).

    Dari informasi yang dihimpun suarapapua.com, hari ini rakyat Papua di berbagai kota di tanah Papua melakukan aksi dukungan kepada ULMWP, agar dapat mendaftarkan keanggotan Papua di MSG. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    Editor: Oktovianus Pogau

    AGUS PABIKA
     
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Tokoh Perempuan Papua Berharap Rakyat Papua Bersatu di Dalam ULMWP

     Tokoh Perempuan Papua Berharap Rakyat Papua Bersatu di Dalam ULMWP
    Tokoh Perempuan Papua Berharap Rakyat Papua Bersatu di Dalam ULMWP
    Mama Fien Yarangga saat memberikan keterangan pers (Foto: Agus Pabika/Suara Papua)
     
    JAYAPURA, SUARAPAPUA.com --- Antusias rakyat Papua Barat mendukung langkah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), mendaftarkan keanggotaan Papua dalam Melanesia Spearhead Group (MSG) hari ini, mendapat dukungan yang besar dari seantero rakyat Papua Barat.

    Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Bazoka Logo, saat memberikan keterangan pers di Asrama Mimika, Kamis (5/2/2015) siang tadi. (Baca: Mewakili Bangsa Papua Barat ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan ke Sekretariat MSG).

    “Wilayah-wilayah yang melakukan aksi demo dan dukungan doa untuk ULMWP tanggal 4 Februari 2015 kemarin berlangsung di Merauke, Sorong, Biak, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Yahukimo,” kata Bazoka.

    Sedangkan hari ini, lanjut Bazoka, dukungan doa dalam bentuk aksi dan ucapan syukur berlangsung di Deiyai, Dogiyai, Fak-fak, Kaimana dan Timika, juga melakukan aksi yang sama, mendukung langkah ULMWP di Port Villa, Vanuatu.

    “Kami menyikapi ini dengan sangat antusias karena ini merupakan satu langkah politik yang sangat luar biasa, dan kami juga menghimbau rakyat Papua untuk terus mendukung proses ini,” tegas Bazoka. (Baca: Rakyat Papua Barat di Jayapura Gelar Doa Dukung Pengajuan Aplikasi ke Sekretariat MSG).

    Lanjut Bazoka, tanggung jawab rakyat Papua maupun organ perlawanan adalah tetap menjawab keutuhan dan persatuan orang asli Papua agar ULMWP bisa terus melakuan diplomasi di tingkat Melanesia, maupun dunia internasional.

    Sementara itu, salah satu tokoh perempuan Papua, Mama Fien Yarangga, mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Vanuatu, Salomon Island, Fiji, PNG, dan Dewan Gereja Pasifik yang memberikan dukungan bagi perjuangan rakyat Papua. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    “Melalui ULMWP, kita diakui sebagai orang Melanesia, dan saya pikir orang Papua harus bersuka cita dan harus didoakan seperti ini."

    "Tetapi saya mengikuti di radio hari ini, tidak ada satupun yang berbicara tentang peristiwa besar yang terjadi di Melanesia hari ini,” kata mama Fien. .

    Mama Fien menambahkan, dukungan dari Pemerintah Vanuatu dan negara-negara Melanesia lainnya merupakan bentuk keimanan orang Melanesia dan orang Kristen. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    “Saya ingin tidak ada lagi bentuk kelompok-kelompok di luar ULMWP, kalau mau berbicara tanah Papua, kita sudah percayakan kepada ULMWP, jadi semua rakyat Papua harus bersatu di dalam ULMWP."

    "Kita kasih mereka yang bicara, sehingga kerinduan dan keinginan untuk Papua Merdeka bisa terwujud di kemudian hari," ujar mama Fien. (Baca: ULMWP Milik Rakyat Papua Barat, Bukan Milik Faksi Perjuangan!).

    Editor: Oktovianus Pogau

    AGUS PABIKA
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Selamat atas Sukses Simposium West Papua Vanuatu 2014

     photo burungrastacopy_zpsde5488d6.jpgSemua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online




     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif