Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Melanesia. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Melanesia. Tampilkan semua postingan

    NTT Tuan Rumah Festival Melanesia

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    NTT Tuan Rumah Festival Melanesia

    KUPANG - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan festival 11 negara ras Melanesia pada minggu terakhir Oktober 2015. Penandatanganan deklarasi Melanesia ini akan berlangsung di Papua pada 1 Mei 2015.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk, Selasa (28/4) petang, menjelaskan bahwa penandatanganan deklarasi Melanesia di Papua itu akan dihadiri Gubernur NTT, bersama Gubernur Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

    Menurutnya, negara-negara yang tergabung dalam ras Melanesia berada di Pasifik Selatan. Sebanyak 11 negara yang masuk dalam ras Melanesia, yakni Fiji, Papua Nugini, Timor Leste, Kepulauan Salomon, dan Vanuatu. Sementara itu, Indonesia baru bergabung menjadi anggota pada 2014 yang digelar di Papua.

    "Kelompok Melanesia itu adalah kelompok masyarakat yang berkulit hitam dan berambut keriting. Di Indonesia, hanya lima provinsi saja yang menjadi kelompok Melanesia, yakni NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat," katanya.

    Ia menjelaskan, terkait budaya Melanesia, Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan... SUMBER
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ULMWP Milik Rakyat Papua Barat, Bukan Milik Faksi Perjuangan!

    ULMWP Milik Rakyat Papua Barat, Bukan Milik Faksi Perjuangan!
    ULMWP Milik Rakyat Papua Barat, Bukan Milik Faksi Perjuangan!
    Aktivis Papua, Dominikus Surabut (Foto: Agus Pabika/Suara Papua)
     
    JAYAPURA, SUARAPAPUA.com --- Rakyat Papua Barat diharapkan tidak pelihara konflik diantara sesama pejuang, namun harus menyamakan perspesi dan pemamahan untuk tujuan pembebasan nasional Papua Barat, yang telah diperjuangkan sejak tahun 1961.
    Hal ini ditegaskan aktivis Papua, Dominikus Surabut, saat menghadiri perayaan ibadah syukuran mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), yang mendaftarkan keanggotan Bangsa Papua di Sekretariat Melanesia Spearhead Group (MSG), hari ini.

    “Kami rakyat bangsa Papua Barat mengucapkan terima kaasih kepada Pemerintah Vanuatu atas terbentuknya ULMWP dan pendaftaran aplikasi ke MSG hari ini," tegas Surabut, di Asrama Mimika, Jayapura, Papua. (Baca: Mewakili Bangsa Papua Barat ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan ke Sekretariat MSG).

    Menurut Surabut, pertemuan yang melahirkan ULMWP saat itu didukung oleh Dewan Adat Nasional Vanuatu, Dewan Gereja Vanuatu, Konferensi Gereja-gereja Pasifik, dan mantan Perdana Menteri Vanuatu.

    Ia menambahkan, Rakyat bangsa Papua harus bergabung dalam sebuah wadah perjuangan agar dapat menguatkan kapasitas dan menjiwai pembebasan Papua untuk menyelamatkan tanah air Papua Barat. (Baca: Rakyat Papua Barat di Jayapura Gelar Doa Dukung Pengajuan Aplikasi ke Sekretariat MSG).

    “Berjuang agar mencapai kesadaran bahwa semua orang Papua adalah satu bangsa yakni bangsa Papua, rumpun Melanesia, dan ras Negroid di Pasifik dan bukan bangsa Indonesia, rumpun Melayu dari Yunan Kamboja,” tegasnya.

    Sementara itu, Andreas Gobay, Ketua Tim kerja perayaan syukuran mengatakan, ULMWP) yang dibentuk milik semua orang, bukan individu atau organisasi perjuangan. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    “Tanggal 5 Februari 2015 merupakan awal dari kebangkitan kita dari segala pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan, dan kekerasan, serta mengalami trauma yang sangat panjang selama 52 tahun belakangan ini.”

    “Tidak ada orang lain yang datang menyelamatkan Papua, hanyalah orang Papua sendiri yang dapat menyelamatkan Papua,” tegasnya. (Baca: Warinussy: Persatuan Pemimpin Politik Papua di Vanuatu Langkah Maju).

    Ia menambahkan, aplikasi ULMWP akan didaftarkan ke sekretariat MSG pada tanggal 5 Februari 2015 di Port Villa, Vanuatu, bertepatan dengan hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang ke-160 tahun.

    "Aplikasi ULMWP akan dibahas dalam MSG Summit Leaders nanti bulan Juli 2015, rakyat Papua Barat harus memberikan dukungan," tegasnya. (Baca: Ini Hasil Simposium di Vanuatu; Tiga Faksi Besar Bersatu di Badan Nasional ULMWP).

    Pantauan suarapapua.com, dalam perayaan ibadah syukuran aparat keamanan menggunakan dua mobil Dalmas ikut berjaga-jaga di badan Jalan Raya, tepat depan Asrama Mimika.

    Dalam perayaan ibadah tersebut, dihadiri oleh ratusan pelajar, mahasiswa, dan perwakilan berbagai elemen perjuangan yang ada di tanah Papua.

    Editor: Oktovianus Pogau

    AGUS PABIKA
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Gubernur Hela: Operasi Militer di PNG Berhasil Hentikan Perang Suku

    Gubernur Hela: Operasi Militer di PNG Berhasil Hentikan Perang Suku
     
    Penulis : Yuliana Lantipo
    -Admin La Pago
    Perang Suku di Papua Nugini (IST)
    Perang Suku di Papua Nugini (IST)
    Jayapura, LA PAGO News – Sepuluh daerah di Papua Nugini (PNG) yang menjadi wilayah perang antar suku telah berhenti setelah pemerintah menurunkan pasukan gabungan polisi dan militer. 

    Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi Hela, Papua New Guinea, Anderson Agiru kepada surat kabar The National, Minggu (21/12). Ia mengatakan, operasi militer yang diterapkan selama lebih dari tiga bulan itu telah berhasil menghentikan pertempuran antar suku di 10 daerah di provinsi tersebut.

    Kendati demikian, Agiru tak menampik bahwa ketegangan masih tinggi di dua wilayah konflik dan hanya delapan lainnya yang berada di tahap penyelesaian damai.

    “Dua wilayah masih ada ketegangan dan delapan lainnya ditahap penyelesaian damai,” kata Agiru seperti dikutip Radio New Zealand, Minggu (21/12). Agiru tak menyebutkan daerah yang masih tegang tersebut.
    Sebuah kekuatan keamanan gabungan dari polisi dan tentara telah dikerahkan ke provinsi bulan lalu untuk menghentikan pertempuran antar suku yang telah menewaskan setidaknya 30 orang termasuk seorang anak sekolah.

    Namun, Agiru mengatakan banyak pemimpin dilingkaran kekerasan itu yang telah meninggalkan propinsi Hela sejak operasi gabungan ini dimulai. (/B.M.Kilungga)

     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif