Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label IPMAPUJA News And Media. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label IPMAPUJA News And Media. Tampilkan semua postingan

    Manajemen Freeport semakin semena-mena, Pekerja ancam mogok kerja selama satu bulan

    Manajemen Freeport semakin semena-mena, Pekerja ancam mogok kerja selama satu bulan


    Kawasan Grassberg, Freeport, Papua, Indonesia
    OkeJoss.com – Insiden kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelalaian manajemen PT Freeport Indonesia dalam menerapkan standar operational prosedur akhirnya kembali mendapatkan sorotan dan kecaman dari pekerjanya. Menanggapi hal tersebut, para pekerja PT Freeport Indonesia dan beberapa aliansi subkontraktor mengancam akan melakukan aksi mogok kerja di semua area tambang selama satu bulan penuh.

    Ketua serikat pekerja PT. Freeport Indonesia Sudiro bahkan mengatakan jika manajemen dan pimpinan PT Freeport masih semena-mena dalam melakukan para pekerjanya, maka rencana aksi mogok kerja tersebut akan benar-benar dijalankan mulai tanggal 6 November hingga 6 Desember 2014.

    Selain pimpinan dan manajemen yang bertindak semena-mena, serikat pekerja juga mengganggap jika manajemen dan pimpinan PT. Freeport telah gagal menjalin hubungan baik dengan pihak maupun instansi lain yang berada di lingkungan kerja Freeport di Papua.

    “Manajemen dan pimpinan Freeport semakin semena-mena dalam memperlakukan pekerja. Mereka juga gagal dalam menjalin hubungan baik dengan pihak maupun instansi lain yang berada di lingkungan kerja perusahaan di Papua,” ungkap Ketua Serikat Pekerja Freeport, Sudiro.

    Bersamaan dengan ancaman yang dilakukan oleh para pekerja dan beberapa aliansi subkontraktor tersebut, mereka meminta agar induk perusahaan yang bertempat di Amerika Serikat tersebut segera mengganti manajemen di perusahaan Freeport Indonesia. Sudiro juga mengatakan jika pihak pekerja telah melakukan musyawarah terkait sistem mutasi dan rotasi tugas yang dilakukan manajemen saat ini, namun hingga saat ini masih belum ada penyelesaian dan tindak lanjut dari pihak manajemen.

    Terkait ancaman mogok dari para pekerjanya tersebut, manajemen PT Freeport Indonesia sendiri masih enggan menanggapi. Jika ancaman mogok pekerja benar dilakukan, maka kemungkinan besar pendapatan negara dari royalti dan setoran pajak PT Freeport Indonesia dapat dipastikan akan merosot dan cukup berdampak kepada perekonomian Indonesia.

    Su,ber :  www.okejoss.com

    KOPASUS MENABRAK MATI DUA WARGA DAN BRIMOB MENEMBAKI EMPAT WARGA ASLI DI DOGIYAI PAPUA

    KOPASUS MENABRAK MATI DUA WARGA DAN BRIMOB MENEMBAKI EMPAT WARGA  ASLI DI DOGIYAI PAPUA
    Kronologis  Peristiwa  Penembakan di Kabupeten Dogiyai Propinsi Papua pada hari Senin tanggal 6 Mei 2014
    Pada Senin 06/05/2014 peristiwa ini berawal dari Truk yang bernomor  Polisi DS 9903 sedang mengangkut stok  Beras Rakyat Miskin (RASKIN), untuk di distribusikan ke Kabupaten Dogiyai. Tiba-tiba, truk ini menabrak mati dua warga Dogiyai, atas nama Jhon Anouw dan Jansen Keakoto.
    Nama Lengkap Korban dan tempat kejadian: 
    Nama Korban:
    1. Jhon Anouw, 16 Tahun,  Suku Mee (tertbrak mati)
    2. Jansen Kegakoto, 18 Tahun, Suku Mee (tertabrak mati)
    Tempat Kejadian              : Depan Bank Papua, Cabang Kabupaten Dogiyai-Papua
    Waktu Kejadian                : Pukul 09:00 WPB( Waktu Papua Barat)
    Rtuk Pemilik Usaha          : Haji Lanusi
     
    Okum Sopir yang menabrak adalah anggota  KOPASUS dari Kartasura-Jawa Tengah, dan namanya  belum di ketahui. Sementara jarak  antara  Kantor Polisi di Kamu dan Pos Brimob hanya 50 Meter, maka sopir Truk yang juga anggota KOPASUS ini pergi lindungi diri dari  Tempat  Kejadian  Perkara (TKP) atau menghindar dari tanggung jawab moral. Maka kedua   keluarga korban datangi kantor Polisi dan Pos Brimob Dogiyai dengan maksud baik, untuk  menyelesaikan secara kekeluargaan atas insiden ini.
    Tetapi tindakan oleh pihak Penegak Hukum dalam arti Polisi tidak harmonis dan arogan, maka secara spontanitas kedua keluarga korban meneriaki Polisi dengan mengeluarkan segala macam kalimat terhadap kepolisian,  termasuk meminta atau menuntut pelaku penabrakan agar segera bertanggungjawab.
    Tuntutan kedua keluarga korban ini disampaikan kepada Polisi, namun polisi melindungi  Pelaku dan menembaki ke arah kerumunan kedua keluarga korban yang sedang  menyaksikan kedua mayat  korban ini  secara brutal. Akibatnya, empat warga yang juga keluarga korban tertembak.
    Nama-Nama Korban Penembakan Brimob:
       No       Nama     Usia    Suku      Agama               Keterangan
    1
    Yulius Anouw
      27 Tahun   Mee   GKIP(Kingmi) Tertembak di rusuk dada kanan  peluru tembus di rusuk kiri (di rujuk di RSUD Nabire )
    2 Kayus Auwe   23 Tahun   Mee   GKIP(Kingmi) Tertembak tulang dada kiri dan kaki kanan paha belakang  pergelangan lutut(di rujuk di RSUD Nabire )
     3 Anton Edowai   28 Tahun   Mee   GKIP(Kingmi) Tertembak diperut, kaki dan jari tangan. (di rujuk di RSUD Nabire )
     4 Paulus Anouw   25 Tahun   Mee   GKIP(Kingmi) Masih menjalani perobatan di Puskemas Moenami

    Berikut lampiran Foto  Korban  Penembakan yang sedang di rawat di RSUD Nabire-Papua

       
                                                       KORBAN: KAYUS AUWE

       
                                                      KORBAN: YULIUS ANOUW
     
                                                    KORBAN: ANTHON EDOWAY
    Dilaporkan langsung dari Paniai oleh Activist Independence Papua (G@D), pada hari Rabu tanggal  7 Mei 2014. Dalam hal ini, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) melalui Manajemen Sekretariat Pusat mengutuk keras tindakan Aparat Keamanan Indonesia yang Brutal, yang mana telah dan sedang melakukan penembakan terhadap masyarakat Civil Orang Asli Papua di wilayah Dogiyai dan di seluruh Tanah Papua. Dan Pemerintah Indonesia harus pertanggungjawab atas korban jiwa di Dogiyai-Papua. Berita terkait boleh click disini, “ANGGOTA BRIMOB TEMBAK TIGA WARGA DOGIYAI”, http://tabloidjubi.com/2014/05/06/anggota-brimob-tembak-tiga-warga-dogiyai/
    Demikian, laporan ini merupakan fakta yang valid dan dapat dibertanggungjawabkan.
    Published by Admin KOMNAS TPNPB 2013
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif