Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

    Dua Anggota TPN PB dan OPM Yang Ditembak Di Nabire Dirujuk Ke RSUD Jayapura

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    Dua Anggota TPN/OPM Yang Ditembak Di Nabire Dirujuk Ke RSUD Jayapura


    Dua prajurit TPN PB dan OPM pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM)yang ditangkap bersama pimpinannya Leo Magay Yogi, di Nabire, dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kotaraja, Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua.

    Kedua anak buah Leo Yogi itu diterbangkan dari Nabire menggunakan pesawat Skytruck milik Polri setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Nabire akibat luka tembak yang dideritanya.

    Keduanya teridentifikasi bernama Yulianus Nawipa, dan Marcel Muyapa selaku sopir Leo Yogi.
    Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr Raymond kepada Antara di Jayapura, Sabtu, mengatakan, keduanya tengah diobservasi di RS Bhayangkara, sebelum tim dokter melakukan operasi “Yulianus Nawipa yang menderita luka tembak. Sedangkan hanya menjalani pemeriksaan biasa,” kata Kombes Raymond.
    Tim gabungan aparat keamanan, pada Kamis (30/4) siang menangkap Leo Yogi beserta kedua anak buahnya serta satu pucuk senpi .

    Aksi penangkapan itu diwarnai baku tembak yang menyebabkan dua anggota OPM mengalami luka tembak termasuk Leo Yogi.

    Namun nyawa Leo Yogi tidak berhasil ditolong akibat perdarahan yang dialaminya.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Fakta : Transmigrasi Mulai Datang ke Papua


    TERANSMIGRASI MULAI DATANG KE PAPUA

    Foto Milik Nesta pelabuhan Tual


    KNPBNews 29 Desember 2014. Mengirim transmigrasi dari pulau  Jawa ke Papua bukan hanya  wacana namun benar-benar suatu kenyataan. Sejak beberapa bulan lalu Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengumumkan bahwa akan mengirimkan transmigrasi dari berbagai daerah di Indonesia ke Papua. Hal tersebut terbukti beberapa hari terakhir ini, transportasi laut di Wilayah selatan Papua dipenuhi rakyat Pendatang. Dari dermaga Tual kepulauan Maluku, ribuan Rakyat pendatang membanjiri KM. 
     
    TATAMAILAU  dengan tujuan Timika, Agas dan juga Merauke Papua. Hal tersebut  terungkap pada tanggal 29 Desember 2014 di pelabuhal tual kepulauan Maluku. Setelah diwawancarai beberapa penumpang yang naik dari pelabuhan Tual, mayoritas dari mereka merupakan penduduk asli Tual  yang ingin melakukan pelayaran mereka ke Papua. 
    Kebanyakan dari mereka ke Papua karena kebutuhan Ekonomi, dimana kepulauan Key yang dihuni oleh penduduk Tual ini begitu sempit sehingga factor ekonomi memaksa para penduduk ini untuk melakukan transmigrasi ke Papua guna melangsungkan hidup mereka.
     
    Dari pantauan arus transmigrasi terakhir, terjadi penambahan penduduk pendatang yang siknifikan di akhir tahun ini. Perlu diketahui juga bahwa di wilayah timur Indonesia, jumlah penduduk terbanyak adalah suku Key. Mayoritas suku ini sekarang mulai menjamur diberbagai daerah di Papua, khusunya di wilayah selatan Papua mulai dari Fak-Fak, Kaimana, Timika hingga ke Merauke suku ini merupakan penduduk terbanyak ke dua dari suku Makasar dan Jawa. 
    Untuk itu, hal ini perlu menjadi sorotan publik Papua dalam menanggapi Isu tranmigrasi yang dimainkan oleh petinggi-petinggi Negara Indonesia khususnya Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dari pantauan ini  juga dapat dilihat bahwa  transmigrasi yang dimainkan oleh Pemerintah Indonesia ini bukan lagi melalui jalur Kementrian sebagaimana jalur formal, namun yang terjadi disini adalah kaum transmigrasi masuk ke Papua melalui jalur-jalur non formal.  Salah satu factor yang juga merupakan alasan utama bagi para transmigrasi gelap ini membanjiri Papua adalah program pemekaran atau perluasan wilayah pemerintahan ditrik dan kabupaten di Papua oleh Pemerintah Indonesia. 
    Dengan demikian, rakyat Papua dengan sendirinya sedang ada dalam ancaman kekuasaan bangsa pendatang karena transmigrasi saat ini telah terjadi secara gelap. Pertumbuhan penduduk di papua di dominani oleh kaum pendatang, rakyat papua makin terancam punah perlahan-lahan di atas tanah sendiri.
    Berikut  ini adalah alamat Video dan Foto-foto:
     








    Akibat Ulah TNI-POLRI, Kami Semua Ikut Ibadah Minggu di Gereja Baptis Wamena.

    Kami Semua Ikut Ibadah Minggu di Gereja Baptis Wamena.

    Foto: Pos Pengungsian massal Lanny Jaya ke Wamena/dok. ist
    Aksi Kebrutalan oleh Polisi Indonesia di Tanah Papua membakar beberapa Rumah dan dua Gereja di Bakar, berawal dari 28 Juli 2014 s.d. 03 Agustus 2014 Kemarin.
    Rumah milik masyarakat Sipil di Lanny Jaya, Papua di Bakar ditambah dua Gereja dan tekanan gabungan Tentara Indonesia/Polisi membuat masyarakat sipil mengungsi ke Wamena.
    "Saya di tempat pengungsian," kata Riki Kogoya, salah satu pengungsi di media B-TPN melalui via-telepon, minggu (10/08/2014), waktu menjelang siang.
    Kogoya juga menambahkan, Kami semua ikut Ibadah minggu di Gereja Baptis Wamena.
    Di Lanny Jaya aktivitas tidak ada, kami yang biasa meramaikan, seperti; Tiom, Pirime, Awinayu dan Makki semua ke Wamena.
    Di laporan akhirnya, Kogoya mengatakan Tentara Indonesia dan Polisi Indonesia masih berkeliaran di Kota Lanny Jaya, mereka memasuki kampung-kampung dengan alasan pengejaran TPN-PB. Oleh karena itu, kami yang mengungsi tidak bisa tinggal di Lanny Jaya, apalagi rumah kami dibakar Polisi Indonesia. (Denny Kogoya / B-TPN)
    Lihat Rumah Yang Dibakar [ KLIK ]

    TNI-POLRI Bakar 2 Gereja Dan Sejumlah Rumah Warga Di Kab. Lanny Jaya

    TNI-POLRI Bakar 2 Gereja Dan Sejumlah Rumah Warga Di Kab. Lanny Jaya

    Lanny Jaya - Pasca terjadinya penembakan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua West Papua (TPN-WP) beberapa hari lalu, yang menewaskan dua orang anggota Brimob dan satu anggota TNI di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Polda Papua beserta Pangdam XVII Cenderawasih menerjunkan sejumlah pasukan tambahan ke Kab. Lanny Jaya, guna melakukan pengejaran terhadap Tentara Pembebasan Nasional West Papua yang ada di Lanny Jaya, seperti yang telah diberitakan oleh beberapa media lokal Papua(www.tabloidjubi.com), dan beberapa media Indonesia.

    Penambahan sejumlah pasukan militer Indonesia di Lanny Jaya bertujuan untuk melumpuhkan pergerakan para Pejuang Kemerdekaan West Papua, yang terus bergerilya dengan tujuan mengusir penjajah Indonesia keluar dari wilayah West Papua. Namun nyatanya tujuan penambahan pasukan yang dilakukan oleh Polda Papua dan Pangdam XVII cenderawasih ke Kab. Lanny Jaya, ini justru melakukan tindakan membabi buta terhadap rakyat sipil yang ada di distrik Pirime, Kab. Lanny Jaya.
    Dari informasi yang berhasil kami himpun dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa, sejumlah pasukan gabungan (TNI-POLRI) yang diterjunkan ke Distrik Pirime ini, telah membakar sejumlah rumah Rakyat Sipil, dan dua buah Bangunan Gereja, serta berbagai fasilitas umum yang ada di distrik tersebut, yang mengakibatkan trauma agi warga setempat, yang mengakibatkan rakyat sipil yang ada di Distrik Pirime ini harus mengungsi dan melarikan diri ke hutan-hutan demi menghindari tindakan membabi buta yang dilakukan oleh TNI-POLRI.
     
    Selanjutnya diinformasikan bahwa, sejak terjadinya kontak senjata antara Militer Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional West Papua pagi tadi hingga malam ini, TPN-WP berhasil menembak tiga orang anggota Brimob dan satu anggota TNI. Dan ketika kami tanyakan terkait pemberitaan media Indonesia yang menyebutkan adanya 5 anggota TPN-WP yang ditembak oleh militer Indonesia, Informen membantah pemberitaan tersebut, dan menyatakan bahwa pemberitaan tersebut sangatlah tidak benar, tidak ada anggota TPN-WP yang gugur hingga saat ini, termaksud rakyat kami. (wp)


    Manajemen Freeport semakin semena-mena, Pekerja ancam mogok kerja selama satu bulan

    Manajemen Freeport semakin semena-mena, Pekerja ancam mogok kerja selama satu bulan


    Kawasan Grassberg, Freeport, Papua, Indonesia
    OkeJoss.com – Insiden kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelalaian manajemen PT Freeport Indonesia dalam menerapkan standar operational prosedur akhirnya kembali mendapatkan sorotan dan kecaman dari pekerjanya. Menanggapi hal tersebut, para pekerja PT Freeport Indonesia dan beberapa aliansi subkontraktor mengancam akan melakukan aksi mogok kerja di semua area tambang selama satu bulan penuh.

    Ketua serikat pekerja PT. Freeport Indonesia Sudiro bahkan mengatakan jika manajemen dan pimpinan PT Freeport masih semena-mena dalam melakukan para pekerjanya, maka rencana aksi mogok kerja tersebut akan benar-benar dijalankan mulai tanggal 6 November hingga 6 Desember 2014.

    Selain pimpinan dan manajemen yang bertindak semena-mena, serikat pekerja juga mengganggap jika manajemen dan pimpinan PT. Freeport telah gagal menjalin hubungan baik dengan pihak maupun instansi lain yang berada di lingkungan kerja Freeport di Papua.

    “Manajemen dan pimpinan Freeport semakin semena-mena dalam memperlakukan pekerja. Mereka juga gagal dalam menjalin hubungan baik dengan pihak maupun instansi lain yang berada di lingkungan kerja perusahaan di Papua,” ungkap Ketua Serikat Pekerja Freeport, Sudiro.

    Bersamaan dengan ancaman yang dilakukan oleh para pekerja dan beberapa aliansi subkontraktor tersebut, mereka meminta agar induk perusahaan yang bertempat di Amerika Serikat tersebut segera mengganti manajemen di perusahaan Freeport Indonesia. Sudiro juga mengatakan jika pihak pekerja telah melakukan musyawarah terkait sistem mutasi dan rotasi tugas yang dilakukan manajemen saat ini, namun hingga saat ini masih belum ada penyelesaian dan tindak lanjut dari pihak manajemen.

    Terkait ancaman mogok dari para pekerjanya tersebut, manajemen PT Freeport Indonesia sendiri masih enggan menanggapi. Jika ancaman mogok pekerja benar dilakukan, maka kemungkinan besar pendapatan negara dari royalti dan setoran pajak PT Freeport Indonesia dapat dipastikan akan merosot dan cukup berdampak kepada perekonomian Indonesia.

    Su,ber :  www.okejoss.com

    GENOSIDA MANUSIA PRIBUMI PAPUA DI KOTA NABIRE DENGAN SISTEMATIS MEMBARA

    GENOSIDA MANUSIA PRIBUMI PAPUA DI KOTA NABIRE DENGAN SISTEMATIS MEMBARA

     
    Kota nabire salah satu kabupaten di papua barat di negara kolonial negara Indonesia, situasi memakan manusia papua secara sistematik begitu mencekam genosida. Situasi kota nabire dalam trauma genosida atas selalu terjadi, pada masyarakat  pribumi papua di kota Nabire selalu terkesan dengan kejadian-kejadian kota nabire begitu halus memakan melalui berbagai lantaran-lantarannya.

    Pemerintah Kabupaten Nabire pun Buta kebijakan diantara situasi yang begitu mencekam di bawah tekanan Genosida. Yang di permainkan oleh kaki tangan Negara colonial Indonesia Polisi,  Brimob, tentara, Intel, Bin, Bais,  Premania dan bariasan Merah Putih. Persoalan sangat berat Kebijakan Pemerintah begitu membiarkan terkait mengamankan situasi sedang memakan manusia papua secara halus lantarannya.

    Selama tahun 2014 sedang berjalan, Genosida kota nabire sangat kisah parah melalui lantaran-lantarannya di lakukan oleh kaki tangan Merah Putih, Polisih, Brimop, Tentara, Bin, Bais, dan Premania; yaitu :
    1. Genosida melalui Tabrak Mobil dan Motor di beberapa titik di kota nabire sangat rawan, dengan sistematis Mencuri arah jalan kiri dan kanan dibuat  sengaja, sampai nyawa mati tempat.
    2. Genosida melalui Penculikan sangat rawan beberapa titik di kota nabire di lakukan oleh Tim-Tim kaki tangan, Intel, Bin, Bais, Preman dan Barisan Merah Putih. Dengan memakai mobil operasional kaca gelap secara sistematis.
    3. Genosida melalui Pengobatan di rumah sakit Sriwini sangat memakan manusia, sebagai bagian dari saham utama membunuh manusia sistematik di permainkan oleh Intel, Bin, Bais, dan barisan merah putih. Bekerja sama dengan Direktur rumah sakit tanpa kebijakan apapun untuk selamatkan manusia.
    4. Genosida melalui Minuman Keras di dagangkan oleh Polisi, Brimob, Bin, Bais, Intel di titipkan kios-kios pendatang  bercap “Khusus Papua” di campuri dengan obat kimia “air getir dan air tuba” berfungsi bisa membunuh diri dengan tidak sadar.
    5. Dan lain-lain
    Memang kota nabire papua barat di bawah garis merah Genosida manusia pribumi papua barat melalui berbagai lantaran-lantarannya, di bawah senjatai oleh Polisi, Brimob dan tentara misi di tembak tanpa masalah proses hukum.  

    Mengamankan dan meredakan situasi genosida di kota nabire, dimana pemerintaha bupati kabupaten nabire,  Polresta, Danlamir, semua adalah pasilitator semua kejadian situasi nabire dengan kaki tangan sistematis.

    Pasang strategis Semua Lini keterlibatan oleh Polisi, Brimob, Intel, Bin, Bais, Tentara, Premania, dan Barisan Merah Putih merek di libatkan berbagai tempat sebagai berikut :
    1. Menjadi Sopir-sopir mobil angkutan penumpang,
    2. Menjadi Sopir-sopir trek usaha PT, CV, UD,
    3. Menjadi Pangkalan Ojek-ojek di pelosok nabire;
    4. Menjadi pangkalan proyektor di pelosok kata nabire;
    Semua lini telah di libatkan dengan tidak sadar merasa aturan-aturan negara Indonesia telah melanggar oleh Militer negara indonesi sendiri. Menjadi negara pembuatan Buronan Militer negara menjadi buronan diri sendiri.

    Namun Kota nabire perlu di  bicarakan mengenai kebijakan rambu-rambu kewaspadaan  sebab dalam tahun 2014 berjalan sangat parah yang di lakukan dan di jalankannya oleh Militer kaki tangan negara colonial negara Indonesia di nabire tanah.

    Bupati Kabupaten Nabire Mekanismenya di bayar dengan Uang tutup mulut di bawah tekanan todong senjata oleh Polresta, Danlamir, Militer jajarannya. Pimpinan Semua jadi pasilitator bagian dari genosida, aturan Daerah Kabupaten nabire siapa yang atur dan amankan………..???

    Maka berdasarkan situasi pemerintah kabupaten Nabire dengan jajarannya  perlu punya kebijakan terkhusus untuk mengamankan situasi memakan manusia dengan Genosidarakyat pribumi.

    Pantau Situasi Kota nabire Rakyat Pribumi Ppaua di bawah tekanan Genosida sangat berat, maka Rakyat pribumi Kota nabire di pertanyakan kepada :
    1. Siapa Mereka POLISI, dengan tugasnya……???
    2. Siapa Mereka BRIMOB, dengan tugasnya….???
    3. Siapa Mereka Intelijen, dengan Tugasnya…..???
    4. Siapa Mereka INTEL, BAIS dengan tugasnya….???
    5. Siapa Mereka BARISAN MERAH PUTI dengan tugasnya…..???
    6. Siapa Mereka PREMANIA dengan tugasnya…….???
    7. Siapa Mereka TENTARA dengan tugasnya…….???
    Mereka adalah Koki kaki tangan Negara colonial negara Indonesia sedang pasang strategi yang pernah sedang membunuh manusia pribumi papua barat sebagai pelaku diatas tanah papua.

    Maka Rakyat Pribumi kota nabire papua barat  membuka mata dan waspada situasi memakan genosida di lakukan pasilitasi oleh negara penjajahan negara colonial indonesia)*

    Amoyepai Papuans)* ……Pantau Situasi Membara di Kota Nabire……

    Seorang Warga Sipil Dianiaya Dan Dibuang Disungai Maro Oleh Oknum TNI Angkatan Laut (AL)

    Seorang Warga Sipil Dianiaya Dan Dibuang Disungai Maro Oleh Oknum TNI Angkatan Laut (AL)

    Foto Korban
    Merauke, KNPBNews – Seorang pemuda pribumi West Papua asal suku Khima-Khima-Merauke menjadi korban penbunuan. Korba bernama Joseph Dima, usia 23 tahun beralamat tinggal di Jl. Mangga Dua. Korban dianiaya dan dibuang kedalam sungai maro hingga tewas oleh dua orang oknum TNI Angkatan Laut. Peristiwa itu terjadi pada hari Senin (18/08/14) pkl 13:00 WPB dinihari.

    Kejadian bermulai dari seorang warga asal Khima-khima yang membuang ludah pinang dan terkena seorang ibu non-Papua (asal jawa) pada kakinya, namun seorang warga asal Khima-khima tersebut telah meminta maaf kepada ibu non-Papua dan mengapus luda pinang yang terkena pada kaki-nya. Tetapi ia tidak merasa puas dan melaporkan kepada anggota TNI AL dengan menggunakan Hp-nya. Selang beberapa menit dalanglah dua anggota TNI AL, yang satu berpakaian dinas dan yang lainnya lagi berpakain preman ke TKP, namun mereka tidak bertemu dengan seorang warga yang membuang luda pinang disana, mereka hanya melihat korban (Joseph Dima) yang sedang tidur nyenyak di bruk kapal KM Terubuk. Seorang anggota yang berpakaian dinas menunggu di dermaga sementara yang berpakaian preman naik ke atas kapal lalu berjalan ke arah sikorban. Tanpa membangunkan dan dengan perilaku yang tidak manusiawi seorang oknum TNI AL yang berpakaian perman itu langsung menendang sikorban yang sementara dalam keadaan tidur lelap. Pada saat korban ditendang oleh pelaku, dalam keadaan tidur ia terguling hingga pinggir bruk kapal, ketika korban bangun dan sadar ternyata sebagian tubunya (batas pinggul ke bawah) sudah berada di luar bruk kapal. Dalam keadaa demikian lalu ia berupaya untuk menyelamatkan diri tetapi tidak diindahkan oleh pelaku malah korban ditendang dari tangannya yang telah menggengam buritan kapal hingga terlepas dan korban jatuh ke dalam sungai tepat di dermaga. Korban tenggelam seketika itu juga. Jenasahnya diketemukan tim TNI AL sendiri, pada hari Rabu (20/08/2014) pkl 09.00 WPB pagi.
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif