Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Indonesia Teroris. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Indonesia Teroris. Tampilkan semua postingan

    Pemerintah, polisi, kejaksaan, dan tentara diam, membiarkan ISIS beroperasi di Indonesia.”

    "Di papua, orang yang mengibarkan bendera Bintang kejora Ditembak mati. Saya betul- betul tidak mengerti melihat polisi, kejaksaan, dan tentara diam, membiarkan ISIS beroperasi di Indonesia.”

    Pemerintah Tak Tegas Tindak ISIS, Papua Ancam Pisahkan Diri
                                   Deklarasi menolak keberadaan ISIS di Indonesia (foto: Klara Verencia)
     
     

    KBR, Jakarta - Papua mengancam akan melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia jika pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tegas menindak kelompok negara Islam Irak dan Suriah ISIS di Indonesia. 

    Ketua Majelis Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika,  Phill Erari mengatakan  pemerintah harus dapat menjamin dan melindungi hak hidup masyarakat Indonesia.

    "Kami tidak percaya dgn pemerintah apabila pemerintah tak mampu melindungi rakyat.Kami (Papua) mau lepas kalau tidak dijaga dan dilindungi oleh negara ini,” tegasnya. 

    Phill mengatakan selama ini ia melihat aparat penegak hukum tidak tegas dalam  menindak ISIS di Indonesia. Ia menilai bahwa penegakan hukum pada ISIS tidak sebanding dengan penegakan hukum pada Organisasi Papua Merdeka. Penegak hukum cenderung membiarkan operasi ISIS di Indonesia.

    "Di papua, orang yang mengibarkan bendera Bintang kejora Ditembak mati. Saya betul- betul tidak mengerti melihat polisi, kejaksaan, dan tentara diam, membiarkan ISIS beroperasi di Indonesia.” 

    Phill dengan tegas menolak keberadaan institusi agama yang mengkhianati Pancasila. Penolakan terhadap ISIS juga disampaikan para tokoh agama dan kepercayaan lainnya. Perwakilan yang hadir yakni dari Kelompok Islam Ahmadiyah, Vihara Mahavira Graha Pusat, Persatuan Gereja Indonesia, Gereja Bethel Indonesia, Forum Masyarakat Kristiani Indonesia, dan Badan Kerjasama Organisasi-organisasi kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa ( BKOK).

    ISIS merupakan gerakan yang bertujuan untuk mendirikan negara kekhalifaan Islam di kawasan Timur Tengah. Gerakan ini dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi. ISIS dikenal menggunakan cara kekerasan  dalam melakukan misinya seperti pembunuhan massal dan bom bunuh diri. Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebutkan ISIS termasuk dalam kelompok terorisme.

    Editor: Antonius Eko

    AKSI TEROR OLEH APARAT KEAMANAN INDONESIA DI WAMENA, PAPUA BARAT

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew

    AKSI TEROR OLEH APARAT KEAMANAN INDONESIA DI WAMENA, PAPUA BARAT

    Photos of Indonesian Military Terror West Papuan05Activis Independence Papua Barat melaporkan dari Wamena bahwa Aparat Keamanan Indonesia telah dan sedang melakukan terror yang berlebihan di lingkungan masyarakat Asli Papua di Wilayah Pegunungan Tengah Papua, dimana menggunakan Panser dan semua jenis peralatan perang.

    Teror ini dilakukan dengan cara pawai keliling kota Wamena dengan menggunakan perlatan perang, layaknya di medan perang. Hal ini telah dan sedang dilakukan di beberapa kota di Pegunungan Tengah Papua, yang antara lain Lanny Jaya, Tolikara, Puncak Papua, Yalimo, Yahukimo, Ndugama, dan Wamena kota sendiri.

    Dengan aksi teror ini, Aparat Keamanan Indonesia juga telah dan sedang melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap masyarakat asli Papua di pegunungan Tengah Papua. Penangkapan ini diluar prosedur Hukum, tanpa mengikuti aturan-aturan hukum sebagaimana lasimnya.

    Dalam aksi ini, Aparat Keamanan Indonesia telah menangkap 30 orang masyarakat sipil di Bolakme dan sampai saat yang kami menulis laporan ini masih di tahan tanpa alasan katanya dalam article yang telah dikirim kepada Admin KOMNAS-TPNPB.NET pada Senin 20 October 2014.

    Dilaporkan juga bahwa Aparat Keamanan Indonesia melakukan patroli dari pagi hingga malam atau 24 jam setiap hari, yang mengakibatkan masyarakat Asli Papua di Pegunungan Tengah Papua tidak bebas dalam melakukan activitas sehari-hari.

    Faktanya boleh lihat dalam gambar yang Activis Independence kirim ke Admin KOMNAS-TPNB terlampir. Photos itu membuktikan bahwa Aprat Keamanan indonesia telah dan sedang melakukan teror yang berlebihan di Masyakarat Asli Papua di Pegunungan Tengah Papua Barat. Dilaporkan langsung dari Wamena, oleh Activis Independence Papua Barat (SB).

     Lampiran Photos Teror Aparat Keamanan Indonesia terhadap Orang Asli Papua di Pegunungan Tengah Papua Barat (Appendix Photos of  Indonesian Security Forces  Terror of the Papua native to the Central Highlands of West Papua)
    Photos of Indonesian Military Terror West Papuan02
    Photos of Indonesian Military Terror West Papuan02
    Photos-of-Indonesian-Military-Terror-West-Papuan03.jpg
    Photos-of-Indonesian-Military-Terror-West-Papuan03.jpgPhotos of Indonesian Military Terror West Papuan06
    Photos of Indonesian Military Terror West Papuan06
    Photos of Indonesian Military Terror West Papuan05
    Photos of Indonesian Military Terror West Papuan05   
    Publishing by Admin Komnas-TPNPB 2013
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif