Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label KNPB LA PAGO. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label KNPB LA PAGO. Tampilkan semua postingan

    Musa Mako Tabuni, Sang Pejuang Pembebasan Bangsa Papua Barat

    Musa Mako Tabuni, Sang Pejuang Pembebasan Bangsa Papua Barat
    Almarhum Musa Mako Tabuni (kiri) saat berorasi di depan ribuan massa rakyat Papua semasa hidupnya. Foto: Dok MS

    MUSA MAKO TABUNI dikenal dengan tokoh Papua yang berani membela kaum tertindas bangsa Papua. Mako, itu nama yang biasa dipanggil orang secara luas. Mako menjadi salah satu sang pembela pembebasan bangsa Papua karena berbagai cara dan perjuangan yang dibuatnya dalam memperjuangkan kesamaan dan kesederajatan pembebasan bangsa Papua dengan cara yang damai.

    Mako Tabuni di masyarakat luas mengenalnya dengan sang revolusioner yang sejati. Ada banyak hal yang sudah dibuatnya selama dia masih hidup. Cara berpidato, orasi-orasi politik yang selalu nyaring berbunyi di berbagai aksi-aksi yang sering dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

    Mako Tabuni menjadi Ketua Umum KNPB memimpin organ gerakan pembebasan bangsa dengan menggunakan cara yang sederhana dan membuat banyak terobosan baru dalam perjuangan pergerakan merebut pembebasan Papua barat.

    Damai dalam perjuangannya membuat banyak sekali masyarakat Papua yang merasa kehilangan adik, kakak, sahabat, teman dekat, saudara kandungnya sendiri. Dia disapa sebagai tokoh pemberani dan revoludsioner dalam perjuangannya.

    Berikut adalah perjalanan hidupnya dari lahir, masa sekolah, hingga tempat besarnya dan terakhir pembunuhan terhadap sang pahlawan pembela pembebasan bangsa Papua.

    Kelahiran dan Masa Pendidikan

    Musa Mako Tabuni lahir di Kampung Pyramid, Jayawijaya, Papua pada 24 April 1976. Tempat kelahiran Mako merupakan salah satu kampung  yang menjadi basis perlawanan rakyat Papua terhadap operasi dan pendudukan militer yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada tahun 1977.

    Mako menghabiskan masa kecilnya dengan cerita-cerita derita konflik keluarga Papua.

    Semasa Sekolah Dasar (SD), Mako sering mendengarkan cerita dari para orang tua, termasuk orang tuanya sendiri, tentang perlawanan orang-orang Papua terhadap kekuatan militer Indonesia. Mako kecil, tumbuh sebagai anak-anak yang hidup di daerah konflik. Ia secara langsung merasakan derita sebagai anak-anak Papua.

    Ia mendapatkan cap dan stigma sebagai anak pemberontak. Setiap tanggal 12 atau 13 Agustus sampai 18 Agustus, ia menyaksikan bapaknya digiring dan ditahan di Polres Distrik Asologaima, Jayawijaya, Papua.

    Sejak Orde Baru, negara melalui militer memberlakukan hukuman itu bagi mereka yang ikut atau orang tuanya tersangkut dalam makar atau merongrong kekuasaan negara, seperti cap komunis di Jawa.
    Karena masih kecil, Mako tak mengerti mengapa ayahnya mesti ditahan setiap menjelang tanggal 17 Agustus, hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ia juga tidak mendapatkan jawaban tiap kali ia bertanya.

    Hingga di suatu saat, di bulan Agustus, di mana Mako sudah duduk di kelas 5 SD, Mako pergi ke dalam sel penjara di Koramil Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, untuk bertemu dan mengantar makanan buat bapaknya. Dan di situlah bapaknya menjelaskan mengapa dia ditahan dan rakyat Papua melawan.

    Saat Mako berusia empat tahun, ibunya meninggal. Sejak itu, Mako dibesarkan oleh ayah dan dua ibu tirinya hingga masuk Sekolah Dasar pada usia 7 tahun di SD YPPGI Pyramid pada 1984.

    Lulus SD 1987 dan melanjutkan ke SMP Negeri Kimbim lulus 1990, dan melanjutkan ke SMA Negeri Kimbim Wamena. Dan pada 1994 Mako melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi di Manado, Sulawesi Utara. Ia meraih gelar sarjana hukum pada 2006.

    Masa Kariernya

    Mako pulang ke Timika, Papua tahun 2006. Di sana dia tersangkut sebuah kasus dan ditangkap aparat keamanan dan masuk penjara selama setahun lebih, kemudian dibebaskan.

    Selepas bebas dari penjara di Mimika, Mako pulang ke Wamena menemui ayah dan saudara-saudaranya. Saat itu Mako disarankan agar ikut testing masuk calon pegawai negeri, namun ditolaknya.

    Pada 2007, Mako ke Jayapura bersama Buchtar Tabuni mendirikan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Sebelumnya, Mako juga membidani lahirnya Parlemen Jalanan (Parjal) dan Front Pembebasan Nasional Papua Barat (FPNPB). Beberapa organisasi massa ini adalah organ perjuangan Papua merdeka melalui jalan damai dan menjauhi perjuangan tanpa kekerasan.

    Isu-isu utama yang mereka usung di antaranya: menuntut peninjauan ulang pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 Papua, menolak pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua, menuntut penutupan PT. Freeport Indonesia, adili pelaku pelanggar HAM di Papua dan menuntut pelaksanaan referendum di Papua untuk menentukan nasib sendiri yang ditengahi pihak ketiga.

    Pada 2009, Musa Mako Tabuni, Buchtar Tabuni bersama beberapa teman mereka ditangkap dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Abepura dan dibebaskan pada pertengahan 2011 dan meneruskan aksi-aksi mereka menanggapi berbagai kondisi ketidakadilan yang terjadi di tanah Papua.

    Saudara kelima Mako mengatakan, Musa Mako Tabuni mengenal Buchtar Tabuni sejak sekolah di SMP Negeri Kimbim, Wamena. Sejak itu mereka berteman akrab selama pendidikan hingga mendirikan KNPB untuk memperjuangkan Papua tanah Damai tanpa kekerasan. Setelah keduanya mendirikan KNPB, Buchtar menjadi Ketua dan Mako menjadi Wakil Ketua I.

    Musa Mako Tabuni menjadi sang pejuang muda tanpa kekerasan yang karismatik. Dia sangat merindukan adanya suatu pembebasan dan kedamaian yang diperjuangkan melalui cara-cara damai, hingga dengan membuat organisasi-organisasi yang mampu membangun perjuangan-perjuangan bangsa Papua dengan melalui cara damai. Perjuangan Mako berlanjut hingga tahun 2012.

    Kronologi Pembunuhan Musa Mako Tabuni

    Salah satu warga di sekitar lokasi kejadian bernama Indah mengatakan, sebelum Mako Tabuni ditembak, ada tiga mobil yang berada di lokasi kejadian dan begitu Mako Tabuni melintas di jalan raya menuju kampus Uncen Baru Perumnas III Waena, Distrik Heram, ia langsung ditembak orang yang berada di salah satu mobil tersebut, Kamis (14/06/12) sekitar 09.30 WIT.

    "Jadi saat itu Mako Tabuni berjalan bersama beberapa rekannya. Namun saya tidak tahu pasti berapa kali ia ditembak. Hanya saja setelah ditembak, salah satu mobil dengan DS 447 AJ datang dan Mako Tabuni langsung dinaikkan ke mobil itu," kata Indah.

    Menurutnya, melihat peristiwa itu, warga yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung marah dan mengamuk sehingga terjadilah pembakaran mobil, sepeda motor serta pengrusakan rumah warga dan beberapa ruko.

    "Jadi, saat melihat Mako tertembak, warga mengamuk dan menyerang rumah warga lainnya yang tidak tahu apa-apa," jelas Indah.

    "Ada tiga mobil dari arah gapura Uncen. Satu mobil Hitam jenis Jeep DS.447 AJ," kata JM, seorang saksi mata kepada tabloidjubi.com di lokasi kejadian, Perumnas III Waena, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis.

    Menurut JM, seorang pria berpakaian preman turun dari salah satu mobil itu lalu melakukan penembakan.

    "Mereka pakaian preman. Bawa sejanta laras panjang seperti yang bapak pegang ini," kata seorang pria yang berada di lokasi kejadian sambil menunjuk senjata anggota Brimob Polda Papua yang mendengar penjelasannya.

    Beberapa tembakan itulah yang menewaskan Mako Tabuni di hadapan warga masyarakat. "Siapa yang tega melihat kejadian tadi. Ia jatuh mati seperti binatang. Jatuh berputar-putar, darahnya tercecer," kata JM kepada tabloidjubi.com.

    Pengakuan yang nyaris senada diungkapkan salah satu warga keturunan Tiong Hoa yang ada di sekitar lokasi kejadian. Menurutnya, ada beberapa polisi yang berbaju preman dan membawa senjata lalu menembak korban. Setelah itu mereka langsung kabur.

    "Jadi, yang mengundang masalah sebenarnya adalah polisi. Saat itu sebuah mobil Avanza berjalan di depan dan diikuti mobil Pick Up. Nah, orang bersenjata yang ada di mobil Pick Up inilah yang melakukan penembakan. Melihat kejadian itu, warga mengamuk dan melakukan tindakan anarkis," kata warga keturunan yang tidak ingin disebutkan namanya.

    Warga Tionghoa ini juga menyayangkan lambatnya aparat keamanan datang ke lokasi kejadian yang membuat massa brutal dan membakar beberapa kendaraan roda dua dan empat ruko, dan beberapa rumah warga sekitar.

    "Kejadian pengrusakan telah berlangsung sekitar satu jam barulah aparat datang. Jadi tugas polisi sebenarnya apa? Kami coba hubungi Polsek Abe, namun teleponnya diputus. Kalau memang aparat mau melakukan penangkapan harusnya di back up agar tidak terjadi hal seperti ini," keluhnya.

    Salah seorang warga India, Nabila menjelaskan hal yang sama. "Saya kaget karena bunyi tembakan senjata dari belakan saya, dan saya melihat tiba-tiba di samping saya ada orang terjatuh dan daranya tercecer mengalir di tanah, saya langsung lari menyelamatkan diri dan saya melihat ke kebelakang, pelaku itu langsung mengangkatnya ke mobil yang mereka tumpangi itu dan kabur," katanya dengan nada ketakutan.

    Dan ia menduga mereka adalah Polisi preman. "Memang saya pikir mereka adalah Polisi Preman, karena yang tertembak adalah pengurus KNPB yang dituduh sebagai penembakan-penebakan itu adalah mereka, karena saya dengar dari teman-teman bahwa yang tertembak adalah Mako Tabuni yang saya kenal sebagai Ketua I KNPB," katanya.

    Aktivis HAM independen Sebby Sambom, saat dihubungi tabloidjubi.com menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, Mako ditembak saat makan pinang. "Mereka ada lima orang ke putaran taxi (Perumnas III). 2 orang mau ke Sentani. Salah satunya adik DK. Ia bilang Mako bahwa ada 2 mobil (satu avansa putih) kejar mereka tapi Mako tidak hiraukan dan makan pinang yang mama-mama jual disitu. Orang-orang itu turun dan tembak mako," kata Sebby Sambom.

    Informasi terpercaya dari RS Bhayangkara mengatakan enam peluru bersarang di tubuh Mako Tabuni hingga menyebabkan ia tewas. "Mako Tabuni tertembak 6 peluru di bagian perut, paha kanan dan kiri," kata sumber tabloidjubi.com di RS Bhayangkara melalui pesan singkat.

    Dari data yang dihimpun tabloidjubi.com di lapangan diketahui jika kerugian mencapai ratusan juta rupiah dimana ada empat unit mobil terbakar, 26 unit sepeda motor serta beberapa ruko dan rumah warga dirusak massa.

    Penembakan dan Pembunuhan

    Sejak akhir Mei hingga 14 Juni 2012 telah terjadi berbagai aksi penembakan oleh orang tak dikenal di Jayapura. Aksi penembakan itu membuat seluruh warga Jayapura ketakutan keluar rumah maupun bepergian kemana-mana. Aparat keamanan pun belum mampu menangkap pelakunya.

    Akhirnya, aparat menuduh KNPB sebagai dalang penembakan itu dan menangkap Ketua KNPB Buchtar Tabuni.

    Dua minggu kemudian, aparat keamanan berpakaian preman menembak mati Wakil Ketua I KNKPB, Musaa  Mako Tabuni di putaran angkutan umum Perumnas Tiga Waena, Jayapura pada Kamis 14 Juni 2012 pukul 09.00 pagi.

    Pada tanggal 14 Juni 2012, Mako tewas, ketika ia sedang berjalan di dekat rumahnya di Waena perunas 3, tanpa peringatan lebih lanjut oleh polisi Indonesia berpakaian preman, memicu protes dan kerusuhan besar-besaran dan kekerasan.

    Juru bicara polisi mengatakan bahwa Mako ditembak karena dia menolak penangkapan, Namun, pandangan polisi ditentang oleh saksi mata. Ini juga mengklaim bahwa Mako masih hidup ketika ia memasuki rumah sakit polisi di Jayapura dan bahwa ia meninggal saat dalam tahanan polisi. Dari  tempat penembakan, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kotaraja untuk diotopsi.

    Melihat penembakan Mako Tabuni, warga yang berada di lokasi kejadian marah dan secara spontan membakar bangunan, rumah-rumah, toko, kios, bengkel, meubel, mobil dan motor roda dua yang ada di sekitarnya.

    Suasana mencekam menyelimuti kota Jayapura, Abepura, Waena dan Sentani. Isu kerusuhan pun menebar kemana-mana. Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri digerakan menjaga ketat di setiap titik yang dianggap rawan di seluruh wilayah Jayapura.

    Pemakaman

    Pada Jumat 15 Juni 2012 pukul 09.00 pagi jenazah Mako dibawa ke Pos 7 Sentani disemayamkan selama sehari, dan keesokan harinya, Musa Mako Tabuni dimakamkan di pekuburan umum Kampung Sereh Sentani, Kabupaten Jayapura pada Sabtu 16 Juni 2012 pukul 17.00 petang.

    Ribuan kaum kerabat dan massa pendukungnya dari berbagai komponen rakyat Papua hadir dalam pemakaman itu. Mako dibunuh militer Indonesia, tetapi bukan karena dia mencuri, membunuh, korupsi uang rakyat atau memperkosa. Mako dijadikan sebagai tumbal oleh aparat keamanan Indonesia atas berbagai aksi penembakan misterius yang dilakukan oleh orang tak dikenal yang tak terungkap pelakunya.

    Mako dibunuh dengan sangat tidak manusiawi, yang juga merupakan cara aparat keamanan Indonesia untuk menghentikan perjuangan damai rakyat Papua Barat.

    Kesedihan yang mendalam dan deraian air mata mengiringi pemakaman Musa Mako Tabuni yang digelari Pahlawan Nasional Papua Barat oleh pendukungnya di Sentani, Sabtu 16 Juni 2012 lalu. Prosesi pemakaman Mako dijaga ketat aparat gabungan TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia selama dua hari di mata jalan masuk Jalan Pos 7 Sentani. [3]

    Respon Pemerintah dan Lembaga-lembaga

    Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa pasukan keamanan Indonesia telah bereaksi berlebihan pada waktu itu tapi juga menyebutkan bahwa serangan itu "dalam skala kecil dengan korban yang terbatas."

    Dalam sebuah pernyataan resmi, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan bahwa Mako tewas setelah ia meraih senjata dari polisi berusaha menangkapnya dan melarikan diri, sementara juga menambahkan penyelidikan yang mengungkapkan bahwa Tabuni memiliki pistol dengan peluru 18. Dia ingin untuk "menyebabkan kerusuhan di provinsi", menurut polisi Papua Mayor Jendral Bigman Lumban Tobing.

    Perwakilan dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, yang mewawancarai saksi mata, menyatakan bahwa Tabuni tiba-tiba dan tak terduga ditembak mati oleh penembak ununiformed saat berjalan sendirian di dekat sebuah kompleks perumahan. Setelah kematian Tabuni, sekelompok besar marah pengunjuk rasa mengamuk di Jayapura, banyak dari mereka membawa parang dan panah.

    Toko ditutup selama kerusuhan massa, dan banyak warga yang takut untuk meninggalkan rumah mereka. Tapi seperti kemarahan memburuk, para pemimpin suku dan kemandirian dari mendesak pengikutnya untuk mempertahankan disiplin, takut bahwa reaksi kekerasan akan memberikan polisi Indonesia pembenaran yang mereka butuhkan untuk menghancurkan gerakan kemerdekaan.

    Tahanan politik Selpius Bobii mengatakan, "Pembunuhan Tabuni adalah bagian dari skenario untuk menghancurkan komitmen perjuangan Papua dengan jalan damai dan mendorong orang Papua terhadap kekerasan. Jadi mari kita mengendalikan diri kita sendiri. Jangan terjebak dalam skenario ini yang hanya akan melemahkan perjuangan damai kami yang sekarang adalah bergema di seluruh negara kita dan hingga PBB."

    KontraS juga menilai tuduhan sebagai tersangka penembankan WN Jerman kepada Mako Tabuni terlalu dini, dan dinilai sebagai klaim sepihak polisi yang justru akan merusak citra Jakarta di mata warga Papua.

    "Peristiwa penembakan Mako Tabuni yang kemarin ini ada tiga mobil yang mendekati Mako Tabuni dan langsung ditembak, Mako Tabuni keluar dan ditembak. Jadi pada saat itu Mako Tabuni dianggap pelaku pembunuhan misterius, ternyata hasil investigasi mengatakan tidak," jelas Koordinator Eksekutif KontraS, Haris Azhar di Talk Show DPD RI dengan tema Perspektif Indonesia: Papua Semakin Membara di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (15/6).

    Menurut keterangan masyarakat setempat, dari ketiga mobil yang mendekati Mako Tabuni itu keluar orang dengan berpakaikan sipil dan menembaki Mako. Polisi datang satu jam setelah penembakan itu dan mengatakan ini pembunuhan misterius.

    "Ternyata, polisi tidak mendapat keterangan dari masyarakat setempat, bahwa berarti nggak ada tindakan penegakan hukum saat itu. Ini ada klaim sepihak dari polisi tentang siapa yang jadi pelaku. Tiba-tiba langsung mengeksekusi (itu pembunuhan misterius)," imbuhnya.

    Haris menilai profil Mako Tabuni sengaja dibuat begitu buruk, dibilang memiliki senjata. "Tetapi polisi mengatakan itu setelah jenazah ada di RS Bhayangkara. Saya khawatir ini memperburuk citra pemerintah Jakarta dengan masyarakat Papua," jelasnya. [4]

    Sang Motivasi dan Inspirasi Perjuangan

    Musa Mako Tabuni menjadi jalan dan tokoh kasismatik perjuangan pergerakan bangsa Papua dalam perjuangan memperebut kesamaan hak dan pembebasan bangsa Papua.

    Perjuangan yang tak kenal lelah dan pantang mundur membuatnya tidak luput dari keputusan dan prinsip yang dipegangnya dalam perjuangan secara damai.

    Perjuangan secara damai menjadi perjuangan dalam hidupnya sejak dia membentuk organisasi pergerakan besar yang sekarang disebut sebagai KNPB. KNPB sekarang menjadi suatu organisasi besar yang tersebar di seluruh Papua dan wilayah-wilayah di seluruh tanah air Papua.

    Sang motivasi dan inspirasi bagi bangsa Papua membuat lahirnya regenerasi perjuangan dalam meperjuangkan ideologi bangsa Papua. Orasi yang berapi-api yang selalu dikeluarkan olehnya dalam setiap aksi dan demonstrasi damai di seluruh tanah Papua membuat penerus bangsa tak luput untuk berjuang.

    Sang motivasi untuk kaum muda Papua untuk terus belajar dan berjuang demi tercapainya Papua tanah damai dan bebas dari penjajahan NKRI.

    Sang inspiraror membuat banyak sekali lahir pejuang-pejuang muda dalam rongga pergerakan-pergerakan bangsa Papua dari berbagai dimensi dalam perjuangan. Ideologi yang tidak akan pernah hilang dan luput dari pergerakan nasional bangsa Papua Barat memegang erat tali perjuangan bangsa hingga menang dan merdeka.

    Daftar Bacaan:

     [1] http://lovepapuablog.blogspot.com/2013/11/mako-tabuni.html (Tokoh: Mako Tabuni)

     [2] http://nkribiadap.blogspot.com/2012/06/kronologis-pembunuhan-mako-tabuni-oleh.html(KRONOLOGIS PEMBUNUHAN MAKO TABUNI OLEH OT MILITER NKRI).

    [3] http://en.wikipedia.org/wiki/Mako_Tabuni (Mako Tabuni, From Wikipedia, the free encyclopedia).

     [4] http://www.itoday.co.id/politik/tewasnya-mako-tabuni-perburuk-citra-jakarta (Tewasnya Mako Tabuni Perburuk Citra Jakarta).
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Dukungan Pertemuan IlWP Di Belanda TGL, 19-21 November 2014, Serta Peringati HUT KNPB Se-pengunungan Tengah Yang Ke VI Di Wilayah Lapago West Papua

    Dukungan Pertemuan IlWP Di Belanda TGL, 19-21 November 2014, Serta Peringati HUT KNPB Se-pengunungan Tengah Yang Ke VI Di Wilayah Lapago West Papua

    Wamena-KNPBNews, Pada hari ini tanggal 19 november 2014, dimana hari bangkitnya Komite Nasional Papua (KNP) menjadi Komite Nasional Papua Barat (KNPB), saat ini knpb berumur 6 tahun, yang merupakan umurnya masih belia, namun kerja-kerjanya sangat professional dalam memediasi rakyat West Papua untuk menuju penentuan nasip sendiri ( Self determination) melalui jalur Referendum yang akan terjadi di atas tanah air West Papua.Selama 5 tahun terahkir ini, komite nasional Papua barat, tidak luput dari penembakan, penangkapan, penyisiran, pemenjaraan, pengejaran, penahanan, penculikan bahkan dapat DPO dan DPT, di seluruh wilayah West Papua, namun yang masih hidup tetap memediasi rakyat West Papua  tanpa kekerasan, oleh karena itu komite nasional Papua Barat se-wilayah Lapago  patut mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, karena atas kasih dan kebaikannya sampai saat ini kami masih bernafas, untuk membawah keluar umat Tuhan di atas Tanah Papua, dari cengkraman militer Indonesia.

    Dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan Yesus, 19 November 2014, merupakan  hari lahirnya komite nasional papua barat, pada hari yang sama pula sedang berlangsung pertemuan internasional lawyer for West Papua (ILWP)  di Belanda maka knpb sebagai media rakyat telah memediasi rakyat wilayah Lapago untuk memberikan dukungan pertemuan internasional di Belanda sekaligus memperingatai HUT KNPB yang ke VI.

     Pada peringatan HUT KNPB yang ke VI,  hari ini rabu tanggal 19 November 2014, di wilayah pengunungan (Lapago) di pusatkan di Wamena.  Dalam acara ibadah syukuran serta dukungan pertemuan internasional lawyer for West Papua di Belanda, telah berlangsung aman dan terkendali, dalam peringatan HUT KNPB ini, di hadiri beberapa komite wilayah se-pengunungan tengah, anggota-anggota Parlemen Daerah serta seluruh rakyat Papua Barat yang ada di wilayah Lapago, sekaligus memberikan dukungan penuh pertemuan Internasional di Belanda.
    Tulang saat menyampaikan sambutan, HUT KNPB Yang ke VI di Wamena
    Ketua KNPB Balim bersama Rakyat foto bersama, Dalam rangka HUT KNPB yang ke Vi

    KNPB Wilayah LA PAGO : Pernyataan Dukungan Pertemuan ILWP Di Belanda

    Pernyataan Dukungan Pertemuan ILWP Di Belanda

    PERNYATAAN SIKAP:
    PARLEMEN, BESERTA SELURUH RAKYAT PAPUA BARAT
     WILAYAH SE-PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA BARAT.

    1. 1.    Parlemen Rakyat Daerah (PRD), bersama  seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat Wilayah se-Pegunungan Tengah Papua (Lapago), mendukung penuh ILWP yang akan menggelar kegiatan Konferensi pada tanggal 19-21 November 2014 di Belanda,
    1. Berdasarkan sejarah dimana Pemerintah Belanda perna mendirikan Negara Papua Barat dengan perangkat – perangkatnya seperti: nama negara West Papua, lambang negara Burung Mambruk, bendera negara Bintang Fajar, lagu kebangsaan Hai Tanahku Papua, mata uang Gulden, badan politik Nieuw Guinea Raad, pagar Negara PVK (TPN-PB). Berkaitan dengan hal ini, maka Rakyat Papua sejak tahun 1961 sampai sekarang  menjadi korban, baik harta kekayaan alam Papua bahkan nyawa kami. Maka pemerintah Belanda segera bertanggung jawab atas persoalan ini dalam waktu dekat sebagai wujud kewajiban berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),
    2. Parlemen, bersama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat menyatakan bahwa New York Agreement 15 Agustus 1962, Roma Agreement                30 September 1962, adalah Ilegal karena kami tidak perna dilibatkan dalam perjanjian tersebut. Oleh karena itu, kami menuntut pengembalian hak demokrasi bagi kami,
    3. Parlemen Rakyat Daerah (PRD), bersama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat Wilayah se-Pegunungan Tengah Papua (Lapago), mendesak Pemerintah Belanda dan ILWP untuk segera mengambil keputusan dalam Konferensi untuk menyelesaikan persoalan Papua Barat dalam waktu dekat melalui Referendum,
    4. Parlemen Rakyat Daerah (PRD), bersama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat, Wilayah se-Pegunungan Tengah Papua (Lapago), menuntut Pemerintah Belanda, Amerika Serikat, Indonesia dan PBB segera bertanggung jawab atas persoalan PEPERA 1969 yang penuh dengan cacat Hukum dan Moral serta melanggar prinsip – prinsip hukum Internasional dalam waktu dekat,
    5. Rakyat Papua Barat, melalui Parlemen sebagai badan Politik menuntut ILWP segera mendorong seluruh persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua Barat menuju penyelesaian di Mahkama Internasional.
    Balim-Wamena 19 November 2014.
    Penanggung jawab
    Parlemen Rakyat Daerah,
    Wilayah Lapago

    HERMAN KOSSY
    Ketua Fraksi
    Pembacaan penyataan dukungan, Oleh Ketua PRD Balim
    Parlemen Bersama Rakyat mendukung penuh Konferensi ILWP Di Belanda, dan mengatakan yel-yel” Referendum Yes”

    KNPB Se-Pengunungan Membantah Pernyataan Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Dalam Pertemuan Dengan Media Aljazeera.

    KNPB Se-Pengunungan Membantah Pernyataan Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Dalam Pertemuan Dengan Media Aljazeera. 


    Wamena-KNPBNews, Polda Papua telah menerima tiga Jurnalis asing dari media Aljazeera, selasa (25/11/2014), cepos Edisi Rabu (26/11/2014,  kedatangan tiga jurnalis asing tersebut untuk melihat secara langsung kondisi Papua, namun kedatangan mereka di terima oleh penjaja sendiri, dalam pertemuan ini Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono menjelaskan kepada tiga jurnalis asing bahwa “ Papua sangat maju dibandingkan ketika masih Zaman penjajahan Belanda, yang mana sekarang sudah ada dokter, doctor maupun professor yang di sadang orang Papua.” 
      

    Foto Pertemuan Antara Polda Papua dan Media Aljazeera 
     

    Komite nasional Papua Barat (KNPB) wilayah pengunungan (Lapago) membantah”  pernyataan Polda Papua melalui Kabidhumas  Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono; sebaliknya dari pernyataan diatas karena zaman Belanda orang Papua di persiapkan secara luar biasa dalam waktu yang singkat, waktu itu sudah ada orang Papua yang menjadi dokter, suster, tentara angkatan laut, darat dan udara, sudah ada yang ahli reparasi radio, ahli geology, dan sebagainya.

    Pada saat Zaman Belanda, orang Papua tidak pernah dibunuh, ditembak oleh tentara Belanda, Belanda di perlakukan manusia Papua sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang mulia, dihargai, dihormati, bahkan dipersiapkan untuk menjadikan sebuah Negara merdeka dengan perangkat Negara lengkap yaitu nama Negara West Papua, lambang Negara Mambruk, Bendera Negara Bintang Fajar, Lagu Kebangsaan Hai Tanahku Papua.

    Namun Indonesia datang ke Papua untuk memusnakan semua yang dipersiapkan Belanda, yaitu melalui operasi militer, besar-besaran di Papua, “ Bubarkan Negara Boneka, buatan Belanda” selama pemerintah Indonesia berkuasa di Papua, orang Papua mengalami pembunuhan, penembakan, pemenjaraan, penculikan, pemerkosaan, bahkan pemusnahan etnis Melanesia.

    Polda Papua silahkan menutupi kebenaran dan fakta, apa yang terjadi diatas tanah Papua tetapi ingat bahwa dunia tahu apa yang anda lakukan di tanah Papua, bauh busuk menyembunyikan dengan cara apapun tetap akan tercium oleh orang lain,  dan ““Komunitas internasional  telah mengetahui apa yang anda kerjakan, bukan apa yang anda katakana.”

    Komite Nasional Papua Barat sebagai media nasional bangsa Papua, mendesak kepada pengacara internasional melalui ILWP  dan PBB segera mengadili Indonesia, America dan Belanda atas pencablokan Papua Barat ke Indonesia. Pencuri datang untuk mencuri, pencuri tidak akan pernah mengaku perbuatannya, kecuali ditangkap dan diadili.
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif