100% kita orang papua perlu bebas.
Indonesia membunuh begitu banyak dari kita selama 53 tahun. Sekarang
500.000 orang Papua sudah dibunuh. oleh karena itu,kami dari Anak anak
sekolah DKI Yahukimo 100% Mendukung (KNPB) Untuk Perjuangan Tanah Kami
Tampilkan postingan dengan label KNPB Wilayah La Pago. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KNPB Wilayah La Pago. Tampilkan semua postingan
kami dari Anak anak sekolah DKI Yahukimo 100% Mendukung (KNPB) Untuk Perjuangan Tanah Kami West Papua
Rakyat Papua Barat, Wilayah Lapago (Lani Jaya) Memperingati HUT Kemerdekaan West Papua 1 Desember 2014
Rakyat Papua Barat, Wilayah Lapago (Lani Jaya) Memperingati HUT Kemerdekaan West Papua 1 Desember 2014
Dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan West Papua yang ke 53, 1 Desember 2014, di seluruh tanah air West Papua, rakyat Papua Barat telah melakukan beberapa kegiatan, yaitu membuka forum diskusi, membuka pangung terbuka, dan tertutup di seluruh territory West Papua.
Lebih khusus di wilayah Pengunungan tengah (LAPAGO) memperingati HUT kemerdekaan West Papua, 1 Desember 2014, di Pusatkan di Kabupaten Lani Jaya, Distrik Pirime-West Papua, dalam perayaan HUT ini, dihadiri oleh seluruh komponen rakyat Papua Barat, dari berbagai Kabupaten yang ada di Pengunungan tengah Papua Barat.
Dalam acara HUT kemerdekaan West Papua, yang ke 53, 1 Desember 2014 rakyat Papua Barat di wilayah Lapago, telah melakukan kegiatan dengan aman, rakyat Papua Barat memeriakan dengan tari-tarian, kibarkan Bendera Bintang Fajar, hias-hias muka, badan, lagu-lagu tradisional Papua, kasih bunyi lagu-lagu Papua.
Dukungan Pertemuan IlWP Di Belanda TGL, 19-21 November 2014, Serta Peringati HUT KNPB Se-pengunungan Tengah Yang Ke VI Di Wilayah Lapago West Papua
Dukungan Pertemuan IlWP Di Belanda TGL, 19-21 November 2014, Serta Peringati HUT KNPB Se-pengunungan Tengah Yang Ke VI Di Wilayah Lapago West Papua
Dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan
Yesus, 19 November 2014, merupakan hari lahirnya komite nasional papua
barat, pada hari yang sama pula sedang berlangsung pertemuan
internasional lawyer for West Papua (ILWP) di Belanda maka knpb sebagai
media rakyat telah memediasi rakyat wilayah Lapago untuk memberikan
dukungan pertemuan internasional di Belanda sekaligus memperingatai HUT
KNPB yang ke VI.
Pada peringatan HUT KNPB yang ke VI,
hari ini rabu tanggal 19 November 2014, di wilayah pengunungan (Lapago)
di pusatkan di Wamena. Dalam acara ibadah syukuran serta dukungan
pertemuan internasional lawyer for West Papua di Belanda, telah
berlangsung aman dan terkendali, dalam peringatan HUT KNPB ini, di
hadiri beberapa komite wilayah se-pengunungan tengah, anggota-anggota
Parlemen Daerah serta seluruh rakyat Papua Barat yang ada di wilayah
Lapago, sekaligus memberikan dukungan penuh pertemuan Internasional di
Belanda.
KNPB Wilayah LA PAGO : Pernyataan Dukungan Pertemuan ILWP Di Belanda
Pernyataan Dukungan Pertemuan ILWP Di Belanda
PERNYATAAN SIKAP:
PARLEMEN, BESERTA SELURUH RAKYAT PAPUA BARAT
WILAYAH SE-PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA BARAT.
- 1. Parlemen Rakyat Daerah (PRD), bersama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat Wilayah se-Pegunungan Tengah Papua (Lapago), mendukung penuh ILWP yang akan menggelar kegiatan Konferensi pada tanggal 19-21 November 2014 di Belanda,
- Berdasarkan sejarah dimana Pemerintah Belanda perna mendirikan Negara Papua Barat dengan perangkat – perangkatnya seperti: nama negara West Papua, lambang negara Burung Mambruk, bendera negara Bintang Fajar, lagu kebangsaan Hai Tanahku Papua, mata uang Gulden, badan politik Nieuw Guinea Raad, pagar Negara PVK (TPN-PB). Berkaitan dengan hal ini, maka Rakyat Papua sejak tahun 1961 sampai sekarang menjadi korban, baik harta kekayaan alam Papua bahkan nyawa kami. Maka pemerintah Belanda segera bertanggung jawab atas persoalan ini dalam waktu dekat sebagai wujud kewajiban berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),
- Parlemen, bersama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat menyatakan bahwa New York Agreement 15 Agustus 1962, Roma Agreement 30 September 1962, adalah Ilegal karena kami tidak perna dilibatkan dalam perjanjian tersebut. Oleh karena itu, kami menuntut pengembalian hak demokrasi bagi kami,
- Parlemen Rakyat Daerah (PRD), bersama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat Wilayah se-Pegunungan Tengah Papua (Lapago), mendesak Pemerintah Belanda dan ILWP untuk segera mengambil keputusan dalam Konferensi untuk menyelesaikan persoalan Papua Barat dalam waktu dekat melalui Referendum,
- Parlemen Rakyat Daerah (PRD), bersama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat, Wilayah se-Pegunungan Tengah Papua (Lapago), menuntut Pemerintah Belanda, Amerika Serikat, Indonesia dan PBB segera bertanggung jawab atas persoalan PEPERA 1969 yang penuh dengan cacat Hukum dan Moral serta melanggar prinsip – prinsip hukum Internasional dalam waktu dekat,
- Rakyat Papua Barat, melalui Parlemen sebagai badan Politik menuntut ILWP segera mendorong seluruh persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua Barat menuju penyelesaian di Mahkama Internasional.
Balim-Wamena 19 November 2014.
Penanggung jawab
Parlemen Rakyat Daerah,
Wilayah Lapago
HERMAN KOSSY
Ketua Fraksi
KNPB Se-Pengunungan Membantah Pernyataan Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Dalam Pertemuan Dengan Media Aljazeera.
KNPB Se-Pengunungan Membantah Pernyataan Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Dalam Pertemuan Dengan Media Aljazeera.
Wamena-KNPBNews, Polda
Papua telah menerima tiga Jurnalis asing dari media Aljazeera, selasa
(25/11/2014), cepos Edisi Rabu (26/11/2014, kedatangan tiga jurnalis
asing tersebut untuk melihat secara langsung kondisi Papua, namun
kedatangan mereka di terima oleh penjaja sendiri, dalam pertemuan ini
Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono menjelaskan
kepada tiga jurnalis asing bahwa “ Papua sangat maju dibandingkan
ketika masih Zaman penjajahan Belanda, yang mana sekarang sudah ada
dokter, doctor maupun professor yang di sadang orang Papua.”
Foto Pertemuan Antara Polda Papua dan Media Aljazeera
Komite nasional Papua Barat (KNPB)
wilayah pengunungan (Lapago) membantah” pernyataan Polda Papua melalui
Kabidhumas Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono; sebaliknya dari
pernyataan diatas karena zaman Belanda orang Papua di persiapkan secara
luar biasa dalam waktu yang singkat, waktu itu sudah ada orang Papua
yang menjadi dokter, suster, tentara angkatan laut, darat dan udara,
sudah ada yang ahli reparasi radio, ahli geology, dan sebagainya.
Pada saat Zaman Belanda, orang Papua
tidak pernah dibunuh, ditembak oleh tentara Belanda, Belanda di
perlakukan manusia Papua sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang mulia,
dihargai, dihormati, bahkan dipersiapkan untuk menjadikan sebuah Negara
merdeka dengan perangkat Negara lengkap yaitu nama Negara West Papua,
lambang Negara Mambruk, Bendera Negara Bintang Fajar, Lagu Kebangsaan
Hai Tanahku Papua.
Namun Indonesia datang ke Papua untuk
memusnakan semua yang dipersiapkan Belanda, yaitu melalui operasi
militer, besar-besaran di Papua, “ Bubarkan Negara Boneka, buatan
Belanda” selama pemerintah Indonesia berkuasa di Papua, orang Papua
mengalami pembunuhan, penembakan, pemenjaraan, penculikan, pemerkosaan,
bahkan pemusnahan etnis Melanesia.
Polda Papua silahkan menutupi kebenaran
dan fakta, apa yang terjadi diatas tanah Papua tetapi ingat bahwa dunia
tahu apa yang anda lakukan di tanah Papua, bauh busuk menyembunyikan
dengan cara apapun tetap akan tercium oleh orang lain, dan ““Komunitas
internasional telah mengetahui apa yang anda kerjakan, bukan apa yang
anda katakana.”
Komite Nasional Papua Barat sebagai
media nasional bangsa Papua, mendesak kepada pengacara internasional
melalui ILWP dan PBB segera mengadili Indonesia, America dan Belanda
atas pencablokan Papua Barat ke Indonesia. Pencuri datang untuk mencuri,
pencuri tidak akan pernah mengaku perbuatannya, kecuali ditangkap dan
diadili.
Label:
ILWP,
IPWP,
KNPB,
KNPB LA PAGO,
KNPB News,
KNPB Wilayah La Pago





