Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

    Divisi Utama 2014: 2 Pemain Persiwa Rebut Pemain Terbaik dan Top Skor

    Skuad Persiwa DU 2014. Foto: Ist.

    Surabaya, HEART OF PAPUA -- Dua Pemain Persiwa Wamena masing-masing Abblode Yao Rudy dan Sengbah Kennedy berhasil merebut pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak pada Divisi Utama 2014.

    Abblode Yao Rudy mendapat sepatu emas usai menjadi pencetak gol terbanyak Divisi Utama 2014.  Selain sepatu emas, pencetak 17 gol ini juga mendapat hadiah Rp 25 juta.

    Sementara, rekan Rudy, Sengbah Kennedy mendapat gelar pemain terbaik. Selain trofi bola emas, Kennedy juga mendapat hadiah Rp 25 juta.

    Mahmudiana, sang arsitek tim julukan "Badai Pegunungan" mengaku gembira dengan pencapaian anak asuhnya. Ia menyebut kedua pemain layak menerima prestasi tersebut.

    "Dua pemain ini memang memiliki kemampuan individu menonjol. Mereka juga selalu bekerja keras untuk bisa menampilkan permainan terbaik. Saya ikut bangga dengan prestasi mereka," ujar Mahmudiana, tulis Bola.net.

    Meski gagal meraih gelar juara Divisi Utama 2014, pelatih Persiwa tidak kecewa skuadnya menghuni runner-up setelah dikalahkan Pusamania Borneo FC dengan skor 2-1 pada partai final yang berlangsung di Stadion Delta Sidoarjo, Kamis (27/11/2014) kemarin.

    "Dari awal, saya tidak menuntut pemain untuk melakukan yang lebih. Saya hanya menyuruh pemain menikmati pertandingan saja. Fokus kita memang di laga semi-final kemarin," jelasnya.

    "Saya ucapkan selamat kepada Borneo yang telah menjadi juara. Tidak ada permasalahan dalam pertandingan. Kedua tim sama-sama melakukan tekanan yang keras, namun ada rasa menikmati permainan di situ. Terbukti, aliran bola berjalan lancar," tutur Mahmudiana.

    Persiwa Wamena maupun Pusamania Borneo FC berhak lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. (MC2/bola.net/HP)

    Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina?

    Indonesia kontra Fillipina, besok malam WIB, mengingatkan saya pada Rahma Azhari. Perempuan seronok yang kerapkali menciptakan gosip-gosip miring itu pernah membuat heboh di gelaran AFF Cup 2010. Ia dipergoki tengah asyik masyuk dengan pelatih Filipina Simon McMenemy dalam sebuah acara dugem.

    Ujud keintiman adik Ayu Azhari dengan pria ber-KTP Inggris yang kala itu berusia 33 (lahir 6 Desember 1977) ini antara lain tergambar dalam foto berikut:
    14168086671756453805
    McMenemy memeluk Rahma Azhari. (sumber: catatanbola.com)
    Entah bagaimana prosesnya, tahu-tahu McMenemy lengket pada Rahma, berfoto-foto, dan dugem pula. Konon bukan cuma sang pelatih. Sejumlah pemain — yang sebagian naturalisasi — juga turut dugem dan peluk-pangku wanita-wanita seksi di kelab malam tersebut, misalnya Phil Younghusband. Bule itu, konon, ditemani wanita seksi bernama Arumi seperti terlukis dalam foto ini:
    14168087831430282855
    Phil Younghusband dan Harumi. (sumber: catatanbola.com)
    Syahdan, keberadaan sekelompok perempuan, termasuk Rahma Azhari, diutus oleh bandar judi untuk memenangkan Indonesia, seperti dipaparkan oleh sport.detik.comini. Namun, Manajer Tim Andi Darrusalam Tabusala membantahnya. “Kenal Rahma (Azhari) saja tidak,” dengus Andi.

    Faktanya Filipina memang keok dalam dua partai semifinal di Gelora Bung Karno. Dalam dua leg, Indonesia unggul masing-masing 1-0, dua-duanya hasil genjotan Cristian Gonzales. Entah disengaja atau tidak, foto-foto mesra McMenemy-Rahma beredar 12 jam sesudah Filipina terjungkal, alias menegaskan bahwa pesta di tim berjuluk The Azkals tersebut digelar sebelum semifinal, dan kemungkinan besar mereka ‘kelelahan’ setelah menghirup aroma parfum wanita dan bau alkohol.

    Mari kita kesampingkan adanya unsur kesengajaan lahirnya “teman tapi mesra” ini guna membekap Filipina. Anggap saja Rahma memang naksir berat pelatih ganteng itu, dan si pelatih pun terkesima memandang Rahma yang menggiurkan gaya maupun tutur kata.  Lalu terjadilah cinta satu malam. Maka, ketika Filipina yang diperkuat 8 pemain naturaliasi dari Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Islandia, dan Inggris akhirnya menyerah dari Indonesia, ‘jasa’ Rahma Azhari patut diapresiasi.

    Kalau kemudian ada sanggahan, “Loh, bukankah Timnas Indonesia saat itu memang hebat setelah mengalahkan Malaysia 5-1, Laos 6-0, dan Thailand 2-1 di babak grup? Wajar dong Filipina kalah lantaran cuma menang 2-0 atas Vietnam, imbang 1-1 lawan Singapura dan ditahan Myanmar 0-0!” Itu pun tidak keliru. Tapi jangan lupa, saat itu Timnas Indonesia mabuk pujian, diboyong kesana kemari dalam pusaran politik, makan-makan, mendapat bonus duit kontan yang diwadahi kotak mie instan, padahal baru lolos dari semifinal dan ada Malaysia yang menunggu di final! Euforia yang membuat tim kita menjadi kerdil karena dibonsai, dan kemudian diganyang Malaysia!

    Belum menapak semifinal, kemudian bertemu Filipina yang barangkali saja mengusung dendam kesumat karena menanggung “tiga malu”: 2 kali dikalahkan Indonesia di Jakarta, plus ‘diusir’ dari Manila gara-gara stadionnya tak layak untuk pertandingan internasional (sehingga dua leg semifinal harus digelar di GBK), M Roby dan kawan-kawan patut was-was dan waspada. Lebih-lebih kali ini  negara berpenduduk 98.900.000 (2013) ini mengusung 20 pemain naturalisasi dari 10 negara, Spanyol, Italia, Inggris, Amerika Serikat, Swiss, Jerman, Jepang, Iran,  Belanda, dan Denmark.

    Walhasil, skuad besutan pelatih Amerika Serikat Thomas Dooley ini bukan kesebelasan Filipina 2010. Situasi yang rawan bagi Indonesia mengingat dalam pertarungan perdana melawan Vietnam tampak benar bahwa tim ini kelelahan setelah mendayung kompetisi panjang di tlatah Liga Indonesia, sementara Filipina amat perkasa dengan menggilas Laos 4-1.

    Menghadapi Vietnam yang gesit, para punggawa Merah Putih begitu kedodoran. Dua gol yang disarangkan Zulham Zamrun dan Samsul Arif pun, harus kita akui, berbau keberuntungan. Menantang Filipina, bila situasi dan performa Indonesia tak berubah, maka akan kalah. Dan apakah kita perlu kembali mengharap munculnya faktor nonteknis macam blusukan Rahma Azhari ke relung hati pelatih Thomas Dooley?

    Itu rasanya mustahil. Selain karena pergelaran dihelat di Vietnam nun jauh, juga karena Thomas Dooley mungkin bukan pria hidung belang macam Simon McMenemy. Usia Dooley yang kini menapak 53 (kelahiran 5 Desember 1961) membuatnya fokus pada profesi yang dia geluti. Bandingkan dengan McMenemy yang berusia 33 saat meracik Timnas Filipina di AFF Cup 2010. Lagipula, sejumlah pemain Filipina yang dulu ikutan dugem dengan sang pelatih, macam Phil Younghusband itu, pasti kapok didekati wanita Indonesia, meski mereka artis hot sekalipun macam Rahma!

    Namun, apapun, zonder faktor-faktor nonteknis, dengan kekuatan tim dan doa seluruh warga negara termasuk saya, semoga Timnas Indonesia memenangi partai ini, dan kemudian tinggal membekuk Laos untuk menjumput tiket semifinal, kemudian menjejak final, dan juara! Sebal rasanya sepakbola negeri ini keok melulu!

    Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak Artis

    Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak Artis

     

    Mendengar kabar hubungan cinta Syamsir Alam dan Tyas Mirasih kandas di tengah jalan belum lama ini, saya tidak terkejut.
    1416549258350532584
    Syamsir Alam dan Tyas Mirasih saat masih pacaran. (kapanlagi.com)
    Pemain sepakbola di negeri ini nasibnya bumi dan langit dengan pesepakbola Eropa. Di sana pemain sepakbola lebih tenar ke seantero dunia ketimbang selebritis yang dinikahi atau dipacarinya, sementara di Indonesia justru sebaliknya: pemain bola seolah hanya menumpang popularitas artis yang dipacari/dinikahi.

    Contohnya saja Mandy Capristo. Meski dia penyanyi, penulis lagu, dan pedansa serta model, namun namanya tak bakal melambung kemana-mana jika tak dipacari Mesut Ozil, punggawa Timnas Jerman. Begitu pula Shakira. Oke dia penyanyi dan penari perut top, tapi bila saja ia tak dinikahi Gerard Pique yang identik dengan Timnas Spanyol plus megaklub Barcelona, tentu saja Shakira hanya akan ada di rak-rak toko CD dan kaset. Irina Shayk, Mellisa Satta, atau Gabriella Lenzi pun tak akan dikenal banyak orang bila tak dipacari Cristiano Ronaldo, Kevin Boateng, dan Neymar.
    Nah, di sini, di negeri ini, Gaston Castano itu tadinya juga cuma pria yang dikenal oleh pecandu sepakbola nasional. Tapi gara-gara dipacari dan kemudian bertunangan dengan Julia Perez, maka namanya ngetop. Bahkan, ketika ia muncul di TV bersama Jupe dalam iklan kondom, publik terkadang lupa Gaston itu pemain bola.
    141654941376640581
    Gaston-Julia Perez. (tribunnews.com)
    Malah, Diego Michiels itu lebih dikenal sebagai pacar Nikita Willy ketimbang sebagai pemain naturalisasi yang harus membuat gagah Timnas Indonesia. Dan karena berpacaran dengan bintang film muda kaya raya, Michiels boleh dikata lebih disorot soal aktivitasnya di luaran ketimbang di lapangan bola.
    1416549545922101034
    Diego Michiels-Nikita Willy. (tribunnews.com)
    Baik Gaston-Jupe maupun Diego-Nikita kini sama-sama tak lagi berhubungan asmara, menemani Tyas-Samsir yang bulan Oktober lalu resmi putus. Putusnya hubungan cinta pemain bola dengan selebritis ini tampaknya tak jauh-jauh dari kesenjangan sosial. Celakanya, tak jarang artis juga menggunakan pemain sepakbola untuk mengatrol popularitasnya — yang ini hampir sama dengan artis manca — sehingga rasanya tak adil bila penilaian negatif pada pemain bola di negeri ini.
    14165496101930659948
    Markus Horison-Kiki Amalia. (tribunnews.com)
    Perceraian kiper Markus Horison dengan Kiki Amelia, Juni tahun lalu, penyebabnya masalah uang. Begitu pula fakta yang terkuak dari perceraian Kurniawan Dwi Yulianto dengan Dewi Kartika pada 2003.
    1416549681889369081
    Kurniawan Dwi Yulianto-Kartika Dewi. (tempo.co.id)
    Saya kira putusnya hubungan cinta para pesepakbola lain dari para selebriti di negeri ini juga disebabkan jarak yang renggang antara penghasilan artis laris dengan pemain sepakbola Indonesia. Sementara itu, artis-artis tidak laris berharap berpacaran dengan pemain sepakbola akan menuai sensasi. Dengan begitu popularitasnya menjulang.
    Atau, bisa pula para selebriti kurang laris itu berharap bisa tertopang oleh si pemain guna menutupi kebutuhan-kebutuhan tampilannya. Sayangnya belum tentu pacaran dengan pemain bola mendongkrak popularitas, dan penghasilan pemain juga tidak cukup mampu mendukung pemenuhan kebutuhan glamor sang artis. Kasus perceraian Markus-Kiki Amelia bisa jadi acuan. Kisruh keduanya lahir lantaran nasib Markus di lapangan bola terlunta-lunta akibat PSSI pecah.

    Sistem kontrak dan penggajian pemain di Indonesia memang belum bisa menjadi gantungan untuk hidup wah. Klub-klub di Indonesia memberlakukan kontrak setahun/permusim dengan pola penggajian yang dicicil. Satu musim diasumsikan 10 bulan. Jadi misalnya seorang pemain dikontrak Rp 100 juta/permusim, maka ia akan menerima Rp 10 juta/perbulan, atau bila saat teken kontrak ia sudah menerima DP sebesar 25 persen (yang berarti menerima panjar Rp 25 juta), maka perbulan ia cuma mendapat Rp 7,5 juta.

    Pemain-pemain asing di ISL bisa mendapat kontrak di atas Rp 500 juta, sementara di divisi utama sering di bawah angka itu. Sementara pemain-pemain lokal kelas bintang ada yang mencapai Rp 1 miliar, tapi juga banyak yang kisaran Rp 100 juta-Rp 200 juta. Itu pun tidak setiap musim mereka direkrut klub. Saat jeda kompetisi (yang berarti status mereka bebas kontrak), pemain-pemain ini tak punya penghasilan.

    Dengan penghasilan sebesar itu, pemain sepakbola tak mampu memacari (apalagi memperistri) kaum selebritas. Maka, alangkah salutnya kita pada pasangan pemain Gunawan Dwi Cahyo dan artis Okie Agustina. Pria Jepara itu bisa jadi tak secanggih Pasha Ungu saat menyuplai kebutuhan Okie saat keduanya masih berstatus suami istri, tetapi Gunawan-Okie adalah pasangan bahagia yang saling memahami.
    1416549764270147165
    Gunawan-Okie Agustina. (kapanlagi.com)
    -Arief Firhanusa-

    Anak-Anak Koteka Badai Pegunungan Papua“Mengamuk“

    Putra-Putra Koteka Badai Pegunungan Papua“Mengamuk“

    Penyerang Fransiskus Mumpo berjubaku dengan pemain Persebo
    Penyerang Fransiskus Mumpo berjubaku dengan pemain Persebo
    Wamena,-Persiwa menang telak 6 gol tanpa balas atas tamunya Persebo Bondowoso dalam lanjutan dalam lanjutan 16 besar besar Divisi Utama Liga Indonesia, Rabu 10 September 2014 di Stadion Pendidikan Wamena, dengan kemenangan ini tim berjuluk “Badai Dari Pegunungan Tengah” itu baru mengumpulkan 4 poin dari dua laga kandang dan satu laga tandang.
    Saat kick off babak pertama Persiwa langsung tampil menyerang untuk mengejar poin penuh demi membuka peluang lolos ke putaran 8 besar Divisi Utama Liga Indonesia. Menit ke 10 Persiwa mapu menjebol gawang Persebo yang dikawal, Aditya Wibowo melalui pemain tuan rumah Sengbah Kennedy usai kerja sama satu duanya dengan Fransiskus Mumpo memanfaatkan kelengaan pemain bertahan Persebo Bondowoso skor berubah 1-0 untuk keunggulan Persiwa.Pieter Rumaropen cs terus menggempur tim tamu namun hingga wasit Askari menutup babak pertama skor tetap 1-0 untuk tuan rumah.
    Usai turun minum Persiwa kembali lagi mengambil inisiatif menyerang dan pada menit 53 You Rudy berhasil menambah skor buat Persiwa 2-0 berkat umpan Sengbah Kennedy. Persiwa kembali lagi menambah keunggulan 3-0 melaui aksi sang kapten Pieter Rumaropen di menit 59 dengan memanfaatkan bola liar di kotak finalti Persebo.Tidak puas dengan keunggulan 3-0, pemain Persiwa terus melancarkan serangan ke jantung pertahanan Persebo bondowoso dan lagi-lagi Sengbah Kennedy yang kedua kalinya membobol gawang Persebo menit 71 dan menambah keunggulan menjadi 4-0.
    Tidak mau banyak kebobolan pelatih Persebo Bambang Simatri menarik keluar penjaga gawang Aditya Wibowo di gantikan Rae Sanjaya. Menit 86 umpan lambung Fransiskus Mumpo kembali tidak di sia-siakan You Rudy tendangan di sisi kanan gawang Persebo memperlebar keunggulan menjadi 5-0
    Pesiwa yang bermain sangat baik akhirnya menutup kemengan telak atas tamunya Persebo dengan gol penutup di penghujung babak ke dua tepatnya di menit 88 oleh Fransiskus Mumpo dengan melewati dua pemain bertahan tendangan kerasnya tidak mapu ditepis kiper Rae Sanjaya.
    Usai pertandingan Pelatih Persiwa Mahmuddiana sangat puas dengan hasil yang didapatkan.
    “Sangat memuaskan dari segi permainan dari segi hasil sangat luar biasa, kami memang jaga betul untuk kita ada konsentrasi karena peluang kita hanya ada di sini ya ini, saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemain karena bermain sesuai dengan yang kita harapkan dan hasilnya seuai dengan kerja keras pemain,” tuturnya.’
    Mahmuddiana menambahkan peluang Persiwa untuk lolos ke putaran 8 besar Divisi Utama Liga Indonesia masih terbuka lebar. “Peluang kita masih ada yang penting para pemain berkonsentrasi dan mempunyai keinginan untuk memenangkan pertandingan, dimanapun kita tidak aka nada masalah,” jelasnya
    Sementara menurut pelatih Persebo Bondowoso, Bambang Simatri kekalahan karena faktor cuaca sehingga mempengaruhi permainan timnya.
    “Cuaca sangat dingin dan kami juga baru pertama kali bermain di sini, sehingga penyesuaian cuaca sangat berpengaruh pada permainan, namun di segi permainan kita tidak seberapa kalah karena faktor cuaca tetapi nanti kita akan balas mereka di kandang,”tegasnya. (Taburay/worldpapuanews.com)
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif