Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Aksi Masa KNPB. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Aksi Masa KNPB. Tampilkan semua postingan

    WILAYAH MEEPAGO: RINGKASAN PERISTIWA PERAYAAN HUT KNPB KE-6

    “Perayaan HUT KNPB ke-6 Dikacaukan Oleh Pihak Kepolisian Gabungan TNI/POLRI”
    Masa Aksi KNPB di Papua
    Yogyakarta. Timipotu News. Hari ini adalah hari ulang tahun berdirinya Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ke enam. KNPB didirikan pada tahun 2008 dengan maksud untuk mengakomodir semua aspirasi rakyat Papua dan melalui organisasi KNPB akan menyuarakan termasuk hak politik Papua Merdeka yang selama ini diperjuangkan oleh Orang Papua.
    Dalam sebuah pernyataan kepada media lokal, Sekretaris Jenderal KNPB, Ones Suhuniap mengatakan, ulang tahun akan diadakan di seluruh Papua Barat, Sorong ke Merauke dalam bentuk aksi demonstran.
    Perayaan HUT KNPB dalam bentuk demonstran ini semuanya tidak berjalan mulus, ada beberapa wilayah yang dapat dibuburkan oleh pihak keamanan Indonesia.
    Sesuai dengan berita di beberapa media lokal mengatakan, Khusus Kota Timika HUT berjalan lancar karena mereka hanya melakukan mimbar bebas dan selanjutnya dibawah dalam renungan ibadah di depan kantor KNPB yang terletak di tengah kota Timika-Papua.
    Namun, ada beberapa wilayah kembali terjadi kekerasan militer yang menyebabkan penangkapan terhadap masyarakat Papua yang ikut merayakan HUT KNPB tersebut.
    Peristiwa di Kabupaten Dogiyai
    Sesuai dengan data yang dihimpun dari berbagai sumber, HUT KNPB yang dirayakan di Kabupaten Dogiyai dapat berakhir dengan penangkapan serta pertumpahan darah manusia. Hal ini terjadi saat masyarakat Dogiyai merayakan HUT dan pihak keamanan gabungan TNI/POLRI datang mengacaukan. Melihat reaksi pihak keamanan yang tidak ber-etika itu, masyarakat tidak bisa menahan emosi. Akhirnya terjadi perlawanan adu mulut.
    Pada akhirnya, pihak polisi mencari solusi primitif dengan tindakan kekerasan yang menembak salah satu anggota KNPB marga Pigai. Sementara itu, sembilan orang lainya masih berada dalam tahanan polisi.
    Sesuai dengan update informasi, mereka yang ditahan itu adalah enam orang perempuan dan empat orang laki-laki. Untuk sementara belum ada nama indentitas lengkap yang dapat dilaporkan. Namun, empat orang laki-laki adalah, Yupinus Dogomo, Eneas Anouw, marga Edowai, marga Pigai yang saat ini menjabat sebagai ketua KNPB Kamu Utara. Sementara yang enam orang perempuan belum ada identitas jelas.
    Melihat situasi seperti itu, masyarakat Dogiyai sedang mengalami kepanikan. Sesuai dengan berita melalui via telepon, masyarakat mengatakan; sampai saat ini pihak polisi bersama TNI/POLRI sedang mengejar masyarakat yang terlibat dalam HUT KNPB yang digelar tadi pagi. Kami sangat merasa ketakutan melihat polisi yang lewat di depan rumah, apabila mereka mengeluarkan peluruh tembakan. Kami sangat takut mendengar bunyi tembakan. Demikian laporan masyarakat dari Dogiyai.
    Peristiwa Kabupaten Nabire
    Semua masyarakat Papua melalui KNPB ikut merayakan HUTnya dengan begitu meriah. Hal ini ditandai dengan kehadiran masyarakat Papua yang berjumlah ratusan Jiwa. Namun demikian, sementara HUT dirayakan dengan baik, pihak kepolisian gabungan TNI/POLRI yang lengkap dengan alat-alat perang itu datang mengacaukan situasi dengan tindakan kekerasan yang berujung pada penangkapan masa.
    Polisi tidak hanya membubarkan masa demonstran dalam rangka merayakan HUT KNPB yang ke-6 secara paksa, namun polisi juga melakukan penangkapan terhadap para aktifis KNPB dan parlemen yang berkedudukan wilayah Nabire.
    Sesuai dengan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, 13 anggota KNPB ditangkap oleh polisi. Berikut ini adalah nama-nama yang dapat ditangkap:
    1. Sadrak Kudiai, Ketua KNPB Nabire
    2. Alex Pigai, Sekertaris KNPB Nabire
    3. Yafet Keiyai, PRDN
    4. Agus Tebai, Kepala Komisariat Diplomasi
    5. Mekii Kadepa, Anggota KNPB Nabire
    6. Kristina Yeimo, Anggota KNPB Nabire
    7. Hans Edowai, Anggota KNPB Nabire
    8. Stevanus Edowai, Anggota KNPB Nabire
    9. Elia Tebai, Anggota KNPB Nabire
    10. Natan Pigai, Anggota KNPB Nabire
    11. Niko Mote, Anggota KNPB Nabire
    12. Albian Kadepa, Anggota KNPB Nabire
    13. Deserius Goo, Aktivis
    Selama ini Pemerintah Indonesia mengstigmasisasi sebagai gerakan separatis terhadap KNPB. Stigma tersebut, sebenarnya tidak rasional. KNPB lahir bukan karena adanya separatis tapi karena sejarah bangsa Papua yang selama ini dibungkam oleh pemerintahan kolonial Indonesia. Untuk mengatakan sejarah yang sebenarnya bahwa Papua sudah merdeka pada tahun 1 Desember 1961, maka Organisasi-organisasi Gerakan perjuangan termasuk KNPB ini hadir di tengah-tengah masyarakat dan pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu, anggota KNPB bukan separatis atau teroris yang mudah ditangkap oleh pemerintah kolonial. (Bidaipouga Mote)
    Reporter Of Timipotu News
    Int. Bidaipouga Mote

    "Tugasmu OAP: Berjuang Hingga Papua Merdeka!" - Petrick Yakobus

    OAP: Perjuangkan Kebebasanmu, Sekarang!
    Penulis : Patrick Yakobus
    Dalam tulisan pertamaku berjudul "Tugasmu OAP: Berjuang Hingga Papua Merdeka!" kita telah mengenali siapa kita di atas tanah air kita. Kita telah mengetahui di sana bahwa kebebasan bangsa kita dikekang sistem negara iblis Indonesia yang menjajah. Maka kini tersisalah pada kita satu tanggungjawab.
    Kita harus berjuang merebut kebebasan kita!
    Di atas puing-puing kehancuran tanah air Papua kita ini, setelah lelah melewati 50 tahun lebih masa berjuang, sampailah kita pada kenyataan ini.
    Pertama: kita masih dijajah negara Indonesia, kapitalis dan imperialis global. Koalisi mereka menjajah dan menjarah setiap inci dari kekuatan kita.
    Kedua: dahulu, penjajahan jelas terlihat karena yang menjalankan sistem yang menjajah adalah kita sendiri. Saat ini, banyak dari antara kita sendiri menjadi budak penjajah, digaji untuk menjalankan sistem yang menjajah itu pada kita. Kita dilatih untuk menjadi penjajah atas kita sendiri. Ada aroma devide et impera di sana.
    Ketiga: dulu, organisasi-organisasi perjuangan jelas. Organisasi apa yang menjalankan fungsi diplomatik, organisasi apa yang menjadi sayap militer, organisasi apa yang bertugas memobilisasi massa dan seterusnya. Kini, banyak muncul organisasi-organisasi tandingan bentukan si Indonesia penjajah itu.
    Keempat: dahulu, kita kenal tokoh-tokoh intelektual kita yang menjadi simbol perjuangan rakyat Papua membebaskan diri dari penjajahan. Saat ini, banyak tokoh yang melacurkan diri dengan mengangkat dirinya sebagai tokoh perjuangan.
    Maka ini jadi celah bagi penjajah untuk menyisipkan tokoh-tokoh mereka sehingga arah gerakan perjuangan menjadi makin kabur.
    Kelima: kenyataan bahwa saat ini, orang yang asli Papua, yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan dengan sungguh-sungguh, sedikit jumlahnya. Walaupun kita tahu bahwa dalam hati, semua orang asli Papua ingin kemerdekaan bangsa Papua Barat terwujud.
    Keenam: banyaknya putera-puteri asli Papua yang menjadi pelayan (atau lebih tepatnya disebut penjilat) penjajah dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
    Mereka hidup enak dengan fasilitas milik penjajah. Mereka cenderung membuat diri pura-pura lupa akan tangisan dalam hati mereka untuk Papua Merdeka. Ini melemahkan psikolgis yang berjuang menuntut kemerdekaan, karena notabene kita semua adalah orang asli Papua.
    Maka dari kenyataan ini, kita lihat cara penjajah mematikan setiap upaya kita menggapai kemerdekaan.
    Pertama: penjajah Indonesia, orang-orang yang menjadi otak sistem kapitalisme dan imperialisme di atas tanah Papua sadar, persatuan menjadi kunci orang Papua menggapai kemerdekaan. Maka diluncurkanlah alat dan media, berupa produk sistem, undang-undang, kebijakan, dan yang lain-lain untuk memecah belah.
    Tugas kita orang asli Papua adalah menolak dan tidak menjalankan (boikot) terhadap semua sistem, desain undang-undang, atau produk hukum apa pun dari penjajah yang selalu punya motif politik! ingat itu.
    Kedua: penjajah membentuk organisasi-organisasi tandingan. Mereka juga menyisipkan orang-orang (baik yang non Papua dan Papua) yang berpikir seperti penjajah, berwatak penjajah. Mereka bertugas menjadi informen. Menjadi aktor pengacau segala agenda. Maka mereka harus merebut posisi-posisi pending dalam struktur perjuangan. Dan itu sudah terjadi.
    Tugas kita orang asli Papua adalah mendata orang-orang asli Papua yang bergabung menjadi penjilat penjajah, dan memberdayakan mereka agar memanfaatkan sumberdaya yang disediakan demi cepat tercapainya Papua Merdeka. Bila tidak memungkinkan, kita sudah tahu apa yang layak bagi penghianat!
    Ketiga: penjajah Indonesia mengadu domba. Pendapat tokoh perjuangan diadu dengan pendapat lain. Ini juga termasuk upaya menghancurkan harga diri para pemimpin perjuangan dan yang berpotensi menjadi pemimpin yang baik di hadapan rakyatnya sendiri.
    Poin ini juga menyangkut adu domba terhadap para pimpinan organisasi perjuangan. Masing-masing ego ada karena ada 'oknum' yang menguatkan dan mendukung. Disana pasti ada orang-orang titipan.
    Tugas kita adalah menganalisis faktor-faktor yang membuat keterpecahbelahan antar kita. Temukan aktor-aktor lapangan dan aktor-aktor perancang. Lebih baik kita jadi penghapus yang menghapus coretan tak beraturan mereka, sebelum pensil perpecahan mulai nakal menggores memecah belah.
    Keempat: Penjajah memanfaatkan kenyataan bahwa banyak orang asli Papua yang diam saja dan menikmati hidup dalam himpitan sistem penjajah sebagai dalih untuk mengatan, orang asli Papua tidak semua menginginkan kemerdekaan. Ini hanya dapat dilawan dengan persatuan.
    Cobalah buktikan. Bila anda merasa diri orang asli Papua yang terpanggil oleh tanah air Papua tempatmu berpijak untuk berjuang, tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa anda benar-benar ingin lepas dari penjajahan Indonesia dan kapitalis/imperialis global.
    Kerelaan anda untuk dengan sadar membuat barisan pendemo semakin panjang akan membuat ketakutan di pihak penjajah satu inci bertambah. Dan untuk hal itu saja, telah menjadi kemenangan di pihak kita.
    Tugas kita orang asli Papua adalah turun jalan. Buat barisan jadi panjang dan gemuk. Beritahu kepada setiap orang asli Papua bahwa sudah menjadi kewajibannya, dan tak ada tawar menawar lagi, bahwa kita dalam posisi tersudut oleh sisitem yang menjajah, dan kita harus turun. Bergerak. Serentak.
    Kelima: banyaknya kelompok PNS asli Papua membuat keuntungan di pihak penjajah. Pertama, penjajah Indonesia untung untuk menjadikan anda sebagai obyek kampanye di dunia internasional, bahwa orang Papua sudah sejahtera. Kedua, anda digunakan sebagai media atau alat yang menjalankan sistem yang menjajah.
    Tugas kita adalah mendata semua orang asli Papua yang jadi PNS. Tugas mereka adalah menyumbangkan sebagian dari penghasilan mereka untuk laskar rakyat yang turun jalan, bergerilya, bekerja demi Papua Merdeka. Sumbangkan terang-terang, jangan sembunyi-sembunyi. Ini di atas tanah kita, untuk kepentingan kita, kepentingan kebebasan bangsa dan tanah air Papua.
    Kau yang tamanan S2, S3, yang magister dan doktor. Anda adalah manusia-manusia paling luar biasa. Ketahuilah, Penjajah Indonesia takut dan menawarimu pekerjaan, ini dan itu. Itu cara penjajah mengalihkan perhatianmu sehingga anda tidak menerapkan keahlianmu untuk mempercepat langkah bangsa ini menuju kemerdekaan Papua Barat.
    Biarkan dunia yang akan bercerita tentang anda bahwa seorang magister dan doktor lulusan universitas terbaik Indonesia memimpin ribuan orang Papua menuntut kemerdekaan dan berhasil menggapainya.
    Warga Indonesia akan mencibir anda, itu pasti. Penjajah akan berusaha sekuat tenaga menghilangkan anda, itu pasti. Tapi sebagian waga dunia akan menghormati anda.
    Apalagi orang-orang anda, warga bangsa Papua Barat, kehadiranmu di tengah mereka membuat semangat berlipat ganda. Air mata yang berlinang di mata mereka kala kau para sarjana dan magister mengangkat pengeras suara di jalanan adalah bukti kebanggaan mereka: seorang doktor di antara mereka dengan gentelmen menjadi penguat barisan perjuangan.
    Kehadiranmu membuat rakyat anda berpikir, garis finish sudah dekat!
    Maka ini yang harus kita perhatikan bersama. Ini menyangkut beberapa rekomendasi yang dapat direfleksikan oleh segenap rakyat Papua, terutama orang asli Papua.
    Pertama: ketika ada demonstrasi damai menuntut kemerdekaan Papua Barat, cobalah, liburkan semua aktivitas anda.
    Yang PNS, saat itu buka baju dinas anda, sebagai simbol bebasnya kau dari kepatuhanmu pada tuan sementaramu (Indonesia) dan ikutlah hati nuranimu untuk berteriak Papua Merdeka di lorong-lorang jalan bersama laskar rakyat. Yang petani, tidak usalah anda ke kebun hari itu. Yang nelayan, tak usalah melaut anda hari itu.
    Yang di pelosok-pelosok, datanglah berbondong-bondong ke pusat kota. Buatlah satu barisan panjang massa pendemo. Tunjukan pada Indonesia dan dunia, bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan adalah keinginan bersama rakyat Papua Barat, bukan seperti propaganda rekayasa mereka!
    Kedua: generasi muda Papua saat ini, janganlah mencita-citakan diri menjadi PNS. Jadilah intelek di jurusan anda, bidang keahlian anda. Dan abdikan hidupmu sesuai dengan dukungan bidang keahlianmu untuk membercepat jalan ini menuju kemerdekaan Bangsa Papua.
    Ketiga: orang-orang tua asli Papua, didiklah anak-anak anda sejak dini bahwa kita hidup dalam zaman penjajahan. Zaman dimana hidup kita diperhamba.
    Jelaskan secara detail menurut apa yang anda ketahui, bahwa tugas anak muda Papua bukan untuk hidup bahagia, tetapi berjuang melahirkan generasi bahagia, penikmat kemerdekaan Papua.
    Keempat: bersatu padulah organisasi-organisasi perjuangan dan para pemimpinnya. Satu-satunya yang dapat menyatukan kita adalah tujuan bersama kita bahwa Papua harus merdeka! Rakyat tanah ini menggantungkan harapan kepada anda, wahai para pemimpin pergerakan.
    Bersatulah bukan karena argumen anda, tetapi karena kita punya visi bangsa bersama, Papua Harus Merdeka!
    Kelima: kau orang asli Papua yang berada di organisasi-organisasi bentukan penjajah Indonesia, manfaatkanlah fasilitas yang mereka beri untuk dukung kemerdekaan Papua.
    Ingat, kau bukan siapa-siapa di tanah ini. Walau kau intel, anggota BIN, anggota TNI, anggota marinir RI, semua orang tahu, kau putera Papua. Kulit gepmu dan rambut keritingmu sdah cukup jelas bagi dunia untuk menyebutmu anak bangsa Papua. Maka tanah Papua juga memanggilmu menjadi pelopor kemerdekaan. Bersiaplah!
    Setiap orang asli Papua, jangan terlena dengan janji-janji manis penjajah. Uang, jabatan, kedudukan, wanita, semua itu akan ditawari padamu. Itu agar kau beralih perhatian dan meninggalkan tanggungjawabmu menjadi barisan terdepan gerakan perjuangan ini. Maka berhati-hatilah.
    Mari, setiap OAP, mulai saat ini, kita memasuki babak bekerja! Kita bekerja 24 jam dalam sehari-semalam demi Papua Merdeka. Relakan pikiran, jiwa, tenaga, waktu dan segala yang ada padamu saat ini demi senyum manis cucu-cicit kita di bawah kibaran Sang Bintang Kejora, esok hari.
    Ingat satu hal lagi: bila Indonesia berpikir bagaimana menjajah kita selama 12 jam dalam sehari, maka kita OAP mutlak menghabiskan waktu minimal 13 jam untuk berpikir bagaimana kita keluar dari penjajahan dan menegakkan tiang kemerdekaan bangsa kita.
    Hanya kesadaran dan persatuan menuju pergerakan kemerdekaan bangsa Papua yang lebih terorganisirlah yang akan menjadi jembatan menuju gerbang pemulihan kemerdekaan bangsa Papua. Kita harus bekerja mengakhirinya, mulai saat ini. Mulai saat ini. Mulai saat ini. Lebih serius lagi.
    Kitalah yang harus melahirkan generasi penikmat kemerdekaan bangsa Papua. Kitalah yang harus mengakhiri sejarah derita ini.
    Patrick Yakobus adalah Aktivis Papua.

    LMA PAPUA BARAT MENDEAK POLRES MANOKWARI MENAGKAP KETUA KNPB DAN MENOLAK TUNTUTAN REFERENDUM


    Aksi Masa KNPB Menuntut Referendum Di PApua
    LMA PAPUA BARAT MENDEAK POLRES MANOKWARI MENAGKAP KETUA KNPB DAN MENOLAK TUNTUTAN REFERENDUM

    Media papua edisi selasa, 21/oktoberr/2014. Lma (Lembaga Masyarakat Adat) papua barat maurids saiba,”

    KESEJATAHAN LEBIH PANTAS DARI REFERENDUM”.

    “Yang paling dibutuhkan adalah kesejatrahan bukanya referendum. Masyarakat papua butuh bebas dari kemiskinan, kebodohan dan korupsi” senin(20/10) .
    Menurutnya kesejahteraan merupakan hal yang paling dibutuhkan, sehingga ini menjadi agenda penting dalam setiap aspek dan golongan. Untuk itu, masyarakat diajak untuk bergandengan tangan dan menuntut kesejahteraan yang lebih baik. “Yang harus disikapi,bagaimana membangun partisipasi dalam menyuarakan kesejahtraan masyarakat adat, melalui kebiyakan pemerintah” terangnya.


    Yang dipertanyaannya adalah,sejak peper 1963 hingga kini usia 52 tahun kami rakyat west papua diintegrasikan kedalam wilayah kesatuan republik indonesia karena kepentingan politik, NKRI dibawah kerja sama pihak asing amerika FT.FI belanda,dan bahakan PBB. Sehingga harus dipertangung jawabkan oleh pihak tersebut.


    Sebenarnya, apa pungsi dari LMA itu sendiri. Yang jelas menaugi,melindungi dan mengaspirasikan suara masyarakat itu sendiri kok,”aneh....beberapa bulan yang lalu masyarakat asli dan pendatang berkelai,korupsi,pembunuhan almarhum yohanes yohame,dan beberapa kasus lainnya di papua barat kok LMA duduk diam sekarang LMA mulai angkat taring tantang KNPB.


    KNPB NILAI HASIL PEPERA 69 CACAT HUKUM
    Media Papua Edisi Rabu 22/10/2014.


    KNPB wilayah manukwar ,Alexander nekenem,menyatakan,wilayah Papua Barat dalam NKRI, belum final/sah secara politik, maupun Hukum ,berdasarkan hukum Internasional pasalnya, hasil PEPERA 1969 penuh manipulasi dan cacat hukum. Pemerintah Indonesia dinilai menduduki wilayah Papua secara ilegal. “selama kurang lebih 50 tahun ,Indonesia menyiksa dan membunuh kami (rakyat papua). Militer Indonesia telah menewaskan lebih dari 500.000 orang papua,baik pria,wanita dan anak-anak,” selasa(21/10) Menurutnya, kekuasaan indonesia terhadap Papua Barat semata berdasarkan pada ancaman sehingga kemerdekaan(referendum) yang dituntut oleh rakyat papua,bukan soal kesejahtraan atau soal pembangunan( makan minum).melainkan kemerdekaan yang diinginkan adalah memisahkan diri dari NKRI.


    Pelangaran HAM yang dilakukan pihak militer,yang hingga kini belum dituntaskan dengan baik. Alex jua menghimbau semua masyarakat pribumi papua barat,jika saat ini masalah Papua sudah masuk ke cacatan PBB.


    Pada kesempatan yang sama, alex menepis pernayaan ketua LMA provinsi papua barat,Maurids Saiba, seperti yang telah diutarakan oleh maurids pada edisi 21/10/2014.”kami sayangkan pernyataan itu,karena masalah papua tidak bisa dikaitkan dengan kesejahtaan atau pembangunan. Papua sudah kaya secara alamia dan oleh karena itu referendum adalah solusinya,” ujarnya ditambahkan ,LMA sebagai salah satu lembaga yang menerima dana otsus sehingga jangan menyalagunakan kewenagan yang dipercayakan.


    MEMINTA KAPOLRES MANOKWARI UNTUK MENANGKAP DAN MENINDAK TEGAS KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB).

    Media papua edisi kamis 23/10/2014. Manokwar, Ketua LMA Papua Barat, Maurids Saiba , Alasannya ,KNPB dinilai berupaya menghasut dan memprovokasi masyarakat dengan isu referendum yang tidak pasti.

    Tidak hanya itu,LMA PB juga mendesak KNPB untuk angkat kaki dari Papua Barat jika kehadirannya hanya untuk mengacaukan situasihttps://draft.blogger.com/blogger.g?blogID=4270609827754402367#editor/target=post;postID=7446218878332203283 di wilayah Papua Barat. Dalam jumpa pers yang digelar rabu (22/10),Maurids mengak,pihaknya akan mencari tahu keberadaan KNPB di manokwari. Jika hadir demi kepentingan pekerjaan diharapkan melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya ,jika melakukan hal yang kurang baik ,sebaiknya angkat kaki dari Papua Barat. “jangan provokasi masyarakat dengan isu referendum karrena belum ada indikator yang yang tepat. Hal ini justru akan merusak harkat dan martabat orang papua.” Tegasnya.

    Jika ada hal lain yang hendak disampaikan,kami akan undang untuk bertatap muka,” sebutnya sembari menambahkan KNPB tidak memiliki parameter untuk menolak kesejahtaan dan meminta referendum.


    LMA PB MINTA POLISI TANGKAP KETUA KNPB
    Media cetak : Cahaya Papua edisi kamis 23/10/2014. Kamis 23 oktober 2014.
    Manokwari ketua lembaga masyarakat adat (LMA) propinsi papua barat Maurits Saiba menuntut polres Manokwari menangkap, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Manokwari beserta Anggotanya. LMA menilai KNPB di Manokwari kerap menjadi kekacauan dan mempengaruhi Masyarakat Pribumi papua barat untuk mendukung referendum sebagai jalan menuju kemerdekaan bangsa papua barat.


    KNPB Wilayah Manokwari diharapkan tidak membicarakan kemerdekaan di papua barat. Ini wilayah teritorial adat Doberai dan Domberai yang masuk wilayah LMA Papua Barat “ kata saiba kepada wartawan dalam Jumpa Pers di kantor LMA PB di Manokwari kemarin Rabu 22 Oktober 2014. Dalam Perpektif LMA, Tuntutan REFERENDUM dan aksi Anarkis bisa mencederai undang-undang. Selain itu LMA berpendapat bahwa kebutuhan rakyat papua saat ini adalah kehidupan yang sejahtra agar generasi muda tidak mengalami ketertinggalan. Katanya lagi. (NTI)
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif