Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Aktivis Independence Papua. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Aktivis Independence Papua. Tampilkan semua postingan

    Dukung Papua Merdeka, Filep Karma Berterima Kasih Kepada PM Vanuatu

    Dukung Papua Merdeka, Filep Karma Berterima Kasih Kepada PM Vanuatu

    Filep Karma (Jubi/Aprila)
    Jayapura, 19/8 (Jubi) – Filep Karma, tahanan politik Papua mengucapkan banyak terima kasih kepada PM Vanuatu, Joe Natuman yang menegaskan kembali dukungan pemerintahnya untuk aspirasi kemerdekaan Papua Barat kepada pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu.
    “Puji Tuhan, sikap pemerintah Vanuatu yang mendukung kemerdekaan Papua tidak berubah meski perdana menterinya berganti,” kata Filep kepada tabloidjubi.com di Lapas Klas IIA Abpeura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (19/8).
    Menurut Filep, pemerintahan Vanuatu adalah satu-satunya pemerintah sah di dunia yang terus mendukung kemerdekaan bagi saudara-saudaranya yang menjadi bagian integral dari Indonesia walau pada konteks sesungguhnya adalah dijajah.
     
    “Vanuatu tidak berubah dalam dukungannya terhadap Papua merupakan sesuatu yang patut disyukuri oleh orang Papua,” kata laki-laki asal Biak yang sudah menghuni Lapas Klas IIA Abepura, Jayapura, sejak 2004 lalu.
     
    Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman menegaskan kembali dukungan pemerintahnya untuk aspirasi kemerdekaan Papua Barat kepada Pemerintah Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Duta Besar Indonesia, Nadjib Riphat Kesoema beberapa waktu lalu.
     
    Seperti direlease http://www.radionz.co.nz pada Rabu (13/8), dengan judul berita Vanuatu PM reaffirms West Papua position to Jakarta, PM Vanuatu mengakui hubungan baik antara Vanuatu dan Indonesia namun Natuman mengingatkan Duta Besar Indonesia untuk Vanuatu, Nadjib Riphat Kesoema tentang posisi Vanuatu dalam mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat. (Jubi/Aprila)

    Sumber : http://tabloidjubi.com

    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Pejuang Papua Merdeka

    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Pejuang Papua Merdeka

    Activis Independence Papua Barat dari Wamena melaporkan bahwa Aparat Keamanan Indonesia (Tim Khusus) dikirim dari Jakarta dan telah tiba di Wamena pada tanggal 17 November 2014, dan kemudian mereka telah dan sedang melakukan pemasangan alat penyadap di semua sektor, di seluruh wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat.

    Hal ini mereka lakukan guna menjaga dan mengawasih aktivitas Para Pejuang Papua merdeka di Wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat, termasuk di Wamena Kota.
    Menurut Activist setempat bahwa aksi teror ini membahayakan semua activist Politik Papua merdeka, yang berdomisili di daerah Pegunungan Tengah pada umumnya, sesuai release yang di terima di redaktur KomnasTPNPB.

    Activis Papua juga melaporkan bahwa Aparat Keamanan Indonesia rencanakan untuk melakukan operasi penangkapan atau penculikan terhadap activist Papua Merdeka, yang akan dimulai dari tanggal 15 Desember 2014, laporan intelejen terpercaya.

    Hal ini merupakan instruksi dari pusat ke daerah, maka tentu saja aparat akan melakukan tindakan represip terhadap activis Papua Merdeka. Sebelum melakukan operasi, aparat Keamanan Indonesia pasang alat penyadap suara lebih dahulu.

    Itu sebabnya, Activis Independence Papua dari Wamena meminta Perhatian oleh masyarakat Internasional serta oleh Lembaga Bekerja HAM Internasional atau advokat.
    Karena Aparat Keamanan Indonesia berniat buruk terhadap Activist Independence Papua Barat, yang berjuang di wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat. Untuk membuktikannya silakan ikuti photos kehadiran Aparat Keamanan Indonesia.

    Demikian, dilapoerkan langsung dari Lembah Baliem, Wamena, Papua Barat. Photos asli terlampir. Laporan langsung yang telah dikirim oleh SB ke redaksi Komnas-TPNPB.
    Publihsing by Admin Komnas TPNPB 2013.
    ————————————————————–
    Appendix photos
    Lampiran photos
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka  
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka

    MENDESAK DIPLOMAT DAN ORGANISASI PERJUANGAN BERSATU DI VANUATU

    MENDESAK DIPLOMAT DAN ORGANISASI PERJUANGAN BERSATU DI VANUATU

    MENDESAK DIPLOMAT DAN ORGANISASI PERJUANGAN BERSATU DI VANUATU.
    Semua Pemimpin oraganisasi perjuangan maupun diplomat luar negeri yang mengikuti simposium untuk mengakomodir kepentigan peyelamatan nasib rakyat Papua Barat.
    Yang mau merdeka bukan organisasi dan bukan juga diplomat yang mau merdeka tapi rakyat oleh karena itu, tidak mempertahankan ego masing-masing di vanuatu namun merumuskan langkah -langkah yang menjawab tuntutan rakyat Papua.
    Simposium di Vanuatu harus melahirkan sebuah keputusan untuk menjawab hak penentuan Nasib sendiri (Self Determinationa ) bagi Bangsa Papua Barat.
    oleh karena Itu kami rakyat Papua Barat Sorong Sampai merauke, melalui Komite Nasional Papua Barat - KNPB menyampaikan bahwa:
    1. peretuan Simposium di Vanuatu semua pimpimnan Organisasi perjuagan para diplomat Luar negeri mengambil satu langkah yang tepat untuk menyelamatkan Rakyat Papua barat dari kepunahan.
    2. mendesak semuan pimpimnan organisasi perjuagan dalam negeri maupun luar negeri dan Para diplomat untuk bersatu dalam sebuah wadah atau lembaga yang refresentatif untuk menuju keanggotaan West Papua dalam MSG
    4. Dilomat luar negeri membagi peran sesui dengan keahlian dan bidang masing melalu satu wadah dalam berdiplomasih sesui dengan wilayah masing-masing untuk mendorong persoalan papua ke porum PBB.
    5. Hilangkan semua ego masing masing diplomat maupun pemimpin Organisasi gerakan dalam dalam negeri menjusun langkah yang starategis untuk mengahiri penderitan Rakayat Papua Barat, dan Pertemuan Vanuatu tidak harus detlok atau melahirkan perpecahan.

    By: Ones Nesta Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB

    Presiden West Papua Melanesia, Ben Kaisiepo Open Office in New York

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online

    Presiden West Papua Melanesia, Ben Kaisiepo Open Office in New York 

    "Tugasmu OAP: Berjuang Hingga Papua Merdeka!" - Petrick Yakobus

    OAP: Perjuangkan Kebebasanmu, Sekarang!
    Penulis : Patrick Yakobus
    Dalam tulisan pertamaku berjudul "Tugasmu OAP: Berjuang Hingga Papua Merdeka!" kita telah mengenali siapa kita di atas tanah air kita. Kita telah mengetahui di sana bahwa kebebasan bangsa kita dikekang sistem negara iblis Indonesia yang menjajah. Maka kini tersisalah pada kita satu tanggungjawab.
    Kita harus berjuang merebut kebebasan kita!
    Di atas puing-puing kehancuran tanah air Papua kita ini, setelah lelah melewati 50 tahun lebih masa berjuang, sampailah kita pada kenyataan ini.
    Pertama: kita masih dijajah negara Indonesia, kapitalis dan imperialis global. Koalisi mereka menjajah dan menjarah setiap inci dari kekuatan kita.
    Kedua: dahulu, penjajahan jelas terlihat karena yang menjalankan sistem yang menjajah adalah kita sendiri. Saat ini, banyak dari antara kita sendiri menjadi budak penjajah, digaji untuk menjalankan sistem yang menjajah itu pada kita. Kita dilatih untuk menjadi penjajah atas kita sendiri. Ada aroma devide et impera di sana.
    Ketiga: dulu, organisasi-organisasi perjuangan jelas. Organisasi apa yang menjalankan fungsi diplomatik, organisasi apa yang menjadi sayap militer, organisasi apa yang bertugas memobilisasi massa dan seterusnya. Kini, banyak muncul organisasi-organisasi tandingan bentukan si Indonesia penjajah itu.
    Keempat: dahulu, kita kenal tokoh-tokoh intelektual kita yang menjadi simbol perjuangan rakyat Papua membebaskan diri dari penjajahan. Saat ini, banyak tokoh yang melacurkan diri dengan mengangkat dirinya sebagai tokoh perjuangan.
    Maka ini jadi celah bagi penjajah untuk menyisipkan tokoh-tokoh mereka sehingga arah gerakan perjuangan menjadi makin kabur.
    Kelima: kenyataan bahwa saat ini, orang yang asli Papua, yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan dengan sungguh-sungguh, sedikit jumlahnya. Walaupun kita tahu bahwa dalam hati, semua orang asli Papua ingin kemerdekaan bangsa Papua Barat terwujud.
    Keenam: banyaknya putera-puteri asli Papua yang menjadi pelayan (atau lebih tepatnya disebut penjilat) penjajah dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
    Mereka hidup enak dengan fasilitas milik penjajah. Mereka cenderung membuat diri pura-pura lupa akan tangisan dalam hati mereka untuk Papua Merdeka. Ini melemahkan psikolgis yang berjuang menuntut kemerdekaan, karena notabene kita semua adalah orang asli Papua.
    Maka dari kenyataan ini, kita lihat cara penjajah mematikan setiap upaya kita menggapai kemerdekaan.
    Pertama: penjajah Indonesia, orang-orang yang menjadi otak sistem kapitalisme dan imperialisme di atas tanah Papua sadar, persatuan menjadi kunci orang Papua menggapai kemerdekaan. Maka diluncurkanlah alat dan media, berupa produk sistem, undang-undang, kebijakan, dan yang lain-lain untuk memecah belah.
    Tugas kita orang asli Papua adalah menolak dan tidak menjalankan (boikot) terhadap semua sistem, desain undang-undang, atau produk hukum apa pun dari penjajah yang selalu punya motif politik! ingat itu.
    Kedua: penjajah membentuk organisasi-organisasi tandingan. Mereka juga menyisipkan orang-orang (baik yang non Papua dan Papua) yang berpikir seperti penjajah, berwatak penjajah. Mereka bertugas menjadi informen. Menjadi aktor pengacau segala agenda. Maka mereka harus merebut posisi-posisi pending dalam struktur perjuangan. Dan itu sudah terjadi.
    Tugas kita orang asli Papua adalah mendata orang-orang asli Papua yang bergabung menjadi penjilat penjajah, dan memberdayakan mereka agar memanfaatkan sumberdaya yang disediakan demi cepat tercapainya Papua Merdeka. Bila tidak memungkinkan, kita sudah tahu apa yang layak bagi penghianat!
    Ketiga: penjajah Indonesia mengadu domba. Pendapat tokoh perjuangan diadu dengan pendapat lain. Ini juga termasuk upaya menghancurkan harga diri para pemimpin perjuangan dan yang berpotensi menjadi pemimpin yang baik di hadapan rakyatnya sendiri.
    Poin ini juga menyangkut adu domba terhadap para pimpinan organisasi perjuangan. Masing-masing ego ada karena ada 'oknum' yang menguatkan dan mendukung. Disana pasti ada orang-orang titipan.
    Tugas kita adalah menganalisis faktor-faktor yang membuat keterpecahbelahan antar kita. Temukan aktor-aktor lapangan dan aktor-aktor perancang. Lebih baik kita jadi penghapus yang menghapus coretan tak beraturan mereka, sebelum pensil perpecahan mulai nakal menggores memecah belah.
    Keempat: Penjajah memanfaatkan kenyataan bahwa banyak orang asli Papua yang diam saja dan menikmati hidup dalam himpitan sistem penjajah sebagai dalih untuk mengatan, orang asli Papua tidak semua menginginkan kemerdekaan. Ini hanya dapat dilawan dengan persatuan.
    Cobalah buktikan. Bila anda merasa diri orang asli Papua yang terpanggil oleh tanah air Papua tempatmu berpijak untuk berjuang, tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa anda benar-benar ingin lepas dari penjajahan Indonesia dan kapitalis/imperialis global.
    Kerelaan anda untuk dengan sadar membuat barisan pendemo semakin panjang akan membuat ketakutan di pihak penjajah satu inci bertambah. Dan untuk hal itu saja, telah menjadi kemenangan di pihak kita.
    Tugas kita orang asli Papua adalah turun jalan. Buat barisan jadi panjang dan gemuk. Beritahu kepada setiap orang asli Papua bahwa sudah menjadi kewajibannya, dan tak ada tawar menawar lagi, bahwa kita dalam posisi tersudut oleh sisitem yang menjajah, dan kita harus turun. Bergerak. Serentak.
    Kelima: banyaknya kelompok PNS asli Papua membuat keuntungan di pihak penjajah. Pertama, penjajah Indonesia untung untuk menjadikan anda sebagai obyek kampanye di dunia internasional, bahwa orang Papua sudah sejahtera. Kedua, anda digunakan sebagai media atau alat yang menjalankan sistem yang menjajah.
    Tugas kita adalah mendata semua orang asli Papua yang jadi PNS. Tugas mereka adalah menyumbangkan sebagian dari penghasilan mereka untuk laskar rakyat yang turun jalan, bergerilya, bekerja demi Papua Merdeka. Sumbangkan terang-terang, jangan sembunyi-sembunyi. Ini di atas tanah kita, untuk kepentingan kita, kepentingan kebebasan bangsa dan tanah air Papua.
    Kau yang tamanan S2, S3, yang magister dan doktor. Anda adalah manusia-manusia paling luar biasa. Ketahuilah, Penjajah Indonesia takut dan menawarimu pekerjaan, ini dan itu. Itu cara penjajah mengalihkan perhatianmu sehingga anda tidak menerapkan keahlianmu untuk mempercepat langkah bangsa ini menuju kemerdekaan Papua Barat.
    Biarkan dunia yang akan bercerita tentang anda bahwa seorang magister dan doktor lulusan universitas terbaik Indonesia memimpin ribuan orang Papua menuntut kemerdekaan dan berhasil menggapainya.
    Warga Indonesia akan mencibir anda, itu pasti. Penjajah akan berusaha sekuat tenaga menghilangkan anda, itu pasti. Tapi sebagian waga dunia akan menghormati anda.
    Apalagi orang-orang anda, warga bangsa Papua Barat, kehadiranmu di tengah mereka membuat semangat berlipat ganda. Air mata yang berlinang di mata mereka kala kau para sarjana dan magister mengangkat pengeras suara di jalanan adalah bukti kebanggaan mereka: seorang doktor di antara mereka dengan gentelmen menjadi penguat barisan perjuangan.
    Kehadiranmu membuat rakyat anda berpikir, garis finish sudah dekat!
    Maka ini yang harus kita perhatikan bersama. Ini menyangkut beberapa rekomendasi yang dapat direfleksikan oleh segenap rakyat Papua, terutama orang asli Papua.
    Pertama: ketika ada demonstrasi damai menuntut kemerdekaan Papua Barat, cobalah, liburkan semua aktivitas anda.
    Yang PNS, saat itu buka baju dinas anda, sebagai simbol bebasnya kau dari kepatuhanmu pada tuan sementaramu (Indonesia) dan ikutlah hati nuranimu untuk berteriak Papua Merdeka di lorong-lorang jalan bersama laskar rakyat. Yang petani, tidak usalah anda ke kebun hari itu. Yang nelayan, tak usalah melaut anda hari itu.
    Yang di pelosok-pelosok, datanglah berbondong-bondong ke pusat kota. Buatlah satu barisan panjang massa pendemo. Tunjukan pada Indonesia dan dunia, bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan adalah keinginan bersama rakyat Papua Barat, bukan seperti propaganda rekayasa mereka!
    Kedua: generasi muda Papua saat ini, janganlah mencita-citakan diri menjadi PNS. Jadilah intelek di jurusan anda, bidang keahlian anda. Dan abdikan hidupmu sesuai dengan dukungan bidang keahlianmu untuk membercepat jalan ini menuju kemerdekaan Bangsa Papua.
    Ketiga: orang-orang tua asli Papua, didiklah anak-anak anda sejak dini bahwa kita hidup dalam zaman penjajahan. Zaman dimana hidup kita diperhamba.
    Jelaskan secara detail menurut apa yang anda ketahui, bahwa tugas anak muda Papua bukan untuk hidup bahagia, tetapi berjuang melahirkan generasi bahagia, penikmat kemerdekaan Papua.
    Keempat: bersatu padulah organisasi-organisasi perjuangan dan para pemimpinnya. Satu-satunya yang dapat menyatukan kita adalah tujuan bersama kita bahwa Papua harus merdeka! Rakyat tanah ini menggantungkan harapan kepada anda, wahai para pemimpin pergerakan.
    Bersatulah bukan karena argumen anda, tetapi karena kita punya visi bangsa bersama, Papua Harus Merdeka!
    Kelima: kau orang asli Papua yang berada di organisasi-organisasi bentukan penjajah Indonesia, manfaatkanlah fasilitas yang mereka beri untuk dukung kemerdekaan Papua.
    Ingat, kau bukan siapa-siapa di tanah ini. Walau kau intel, anggota BIN, anggota TNI, anggota marinir RI, semua orang tahu, kau putera Papua. Kulit gepmu dan rambut keritingmu sdah cukup jelas bagi dunia untuk menyebutmu anak bangsa Papua. Maka tanah Papua juga memanggilmu menjadi pelopor kemerdekaan. Bersiaplah!
    Setiap orang asli Papua, jangan terlena dengan janji-janji manis penjajah. Uang, jabatan, kedudukan, wanita, semua itu akan ditawari padamu. Itu agar kau beralih perhatian dan meninggalkan tanggungjawabmu menjadi barisan terdepan gerakan perjuangan ini. Maka berhati-hatilah.
    Mari, setiap OAP, mulai saat ini, kita memasuki babak bekerja! Kita bekerja 24 jam dalam sehari-semalam demi Papua Merdeka. Relakan pikiran, jiwa, tenaga, waktu dan segala yang ada padamu saat ini demi senyum manis cucu-cicit kita di bawah kibaran Sang Bintang Kejora, esok hari.
    Ingat satu hal lagi: bila Indonesia berpikir bagaimana menjajah kita selama 12 jam dalam sehari, maka kita OAP mutlak menghabiskan waktu minimal 13 jam untuk berpikir bagaimana kita keluar dari penjajahan dan menegakkan tiang kemerdekaan bangsa kita.
    Hanya kesadaran dan persatuan menuju pergerakan kemerdekaan bangsa Papua yang lebih terorganisirlah yang akan menjadi jembatan menuju gerbang pemulihan kemerdekaan bangsa Papua. Kita harus bekerja mengakhirinya, mulai saat ini. Mulai saat ini. Mulai saat ini. Lebih serius lagi.
    Kitalah yang harus melahirkan generasi penikmat kemerdekaan bangsa Papua. Kitalah yang harus mengakhiri sejarah derita ini.
    Patrick Yakobus adalah Aktivis Papua.
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif