Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Perdana Menteri Vanuatu. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Perdana Menteri Vanuatu. Tampilkan semua postingan

    1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua Barat di Negara Vanuatu

    PM Vanuatu: 1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu

      JAYAPURA,  — Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BP-KNPB) meminta dukungan doa rakyat Papua Barat terkait agenda pertemuan pemimpin-pemimpin pejuang West Papua yang akan berlansung di Vanuatu, 1 Desember 2014 mendatang.

    Juru BIcara KNPB, Bazoka Logo, saat mengelar jumpa pers, Kamis (27/11/14) siang, mengatakan, Perdana Menteri Vanuatu Joe Natuman telah mengumumkan 1 Desember sebagai hari libur nasional Vanuatu dalam memberikan dukungan kepada rakyat Papua.

    “Selain merayakan momen 1 Desember, simposium juga akan digelar untuk menyatukan ide dan persepsi pemimpin politik rakyat Papua Barat, kami juga senang karena Vanuatu menetapkan 1 Desember sebagai hari libur nasional,” kata Bazoka.
    Menurut Bazoka, simposium secara resmi akan dibuka pada 1 Desember 2014, dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2014.

    Aktivis kemerdekaan Papua Barat di beberapa negara, seperti Belanda, PNG, Australia, Inggris,New Zeland, dan Timor Leste dikabarkan juga akan merayakan hari kemerdekaan bangsa Papua Barat.
    “Status Papua Barat secara eksplisit sudah disampaikan oleh Muhammad hatta, ketua delegasi Indonesia, bahwa masalah Irian Barat tidak perlu dipersolakan karena bangsa Papua berhak menjadi Bangsa yang meredeka,” ujarnya.

    Kata Bazoka, hal tersebut terbukti dengan rakyat papua Barat tidak mengambil bagian dalam sumpah pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. “Dalam sumpah pemuda tidak pernah ada wakil Papua yang hadir, karena itu kami tidak pernah mengakui satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yang namanya Indonesia itu.” tegasnya.

    KNPB juga menghimbau perwakilan pemimpin-pemimpin perjuangan Papua Barat untuk tidak mementingkan diri sendiri dan mempertahankan prinsip masing-masing, tetapi mencari jalan terbaik bagi kemerdekaan rakyat Papua. “Kami di tanah air akan menggelar doa untuk pertemuaan nanti, persatuan dan kesatuaan menuju pembebasan nasional bangsa Papua Barat sangat kami butuhkan,” tegasnya.

    (suarapapua.com/Media Papua)

     Editor : Oktovianus Pogau

    Rakyat Papua Menyampaikan Terima Kasih Kepada Pemerintah Vanuatu

    Rakyat Papua Menyampaikan Terima Kasih Kepada Pemerintah Vanuatu


    Pasukan Penjaga tanah Papua (Petapa) dalam perayaan 1 Desember 2014 di Sabron Yaru (HP/BTabuni) 

    Abepura, Jubi – Rakyat Papua menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung Reunifikasi pemimpin Politik Bangsa Papua yang sedang berlangsung dari 30 November hingga 4 Desember di Vanuatu.

    Ucapan terima kasih itu disampaikan, presiden Negara Federal Republik Papua Barat (NRFPB), Forkorus Yaboisembut dalam Pidato HUT embrio kemerdekaan Politik West Papua ke 53 yang dirayakan di Sabron Yaru, Sentani Barat, Jayapura, Papua, Senin (1/12).
    “Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Vanuatu, Dewan Gereja Vanuatu, Kepaa-kepala suku di Vanuatu dan dewan Gereja-Gereja Pasifik yang telah membantu terlaksananyya Reunifikasi Papua Barat di Port Villa, Vanuatu,”
    katanya.
    Yaboisembut menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada panitia penyelenggara, terutama pada Pastor Allen Nafuki sebagai ketua anggota Panitia yang kerja keras menyukseskan kegiatan yang sedang dilaksanakan.
    Ucapan terima kasih juga disampaikan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melalui Juru Bicaranya, Bazoka Logo.
    “Kami menyampaikan terima kasih kepada rakyat Vanuatu bersama pemerintah yang menyambut kehadiran delegasi mengikuti reunifikasi,”
    katanya kepada media dalam jumpa pers, pekan lalu (27/11).
    Harapannya, semua delegasi yang hadir meninggalkan ego masing-masing demi kepentingan rakyat Papua Barat keluar dari cengkraman penjajahan.
    “Kita harap semua bersatu satu suara. Papua Barat harus menjadi anggota MSG,”

    Surat Terbuka Parlemen Nasional West Papua Kepada PM. Vanuatu

    Surat Terbuka Parlemen Nasional West Papua Kepada PM. Vanuatu



     Parlemen Nasional West Papua (PNWP)
    Email: westpapuaparlement@y­ahoo.com, lion_jpr@yahoo.com,
    ——————–­——————–­——
    Ref. Surat Terbuka Ucapan Terima kasih
    Kepada Yang Terhormat,
    Mr. Joe Natuman, Perdana Menteri Vanuatu
     
    Parlemen Nasional West Papua sebagai wadah politik rakyat West Papua yang dibentuk untuk memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anda atas kesetiaan sikap politik pemerintah anda untuk berdiri bersama kami dalam perjuang hak penentuan nasib sendiri.
     
    50 tahun lebih lamanya rakyat West Papua memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri, karena hak ini belum dilaksanakan di West Papua secara adil, damai dan demokrasi berdasarkan prinsip-prinsip hukum international, standart-standart hukum international dan Piagam PBB.
     
    Rakyat West Papua menyambut baik keputusan politik anda untuk mengangkat persoalan hak penentuan nasib sendiri West Ppaua dalam sidang tahunan UN pada bulan September 2014. Ini adalah suatu kemajuan positif yang berarti bagi kami. Dan ini merupakan suatu komitmen anda untuk membantu kami sebagai saudara dalam satu keluarga yaitu Melanesia untuk membantu dan mendukung perjuangan hak penentuan nasib sendiri kami.
     
    Parlemen Nasional West Papua sedang menugaskan Komite Nasional Papua Barat ( KNPB) untuk bersama rakyat di West Papua mengadakan doa syukuran untuk menyampaikan keputusan anda kepada rakyat West Papua dari kampung ke kampung. Dan sekaligus mempersiapkan rakyat West Papua dari kampung ke kampung untuk menyambut kesediaan anda membantu dan memfasilitasi pertemuan untuk West Papua di Port Villa pada akhir bulan November nanti.
     
    Sekali lagi saya atas nama rakyat West Papua yang sedang memperjuangkan hak penentuan nasib sediri dari hati dalam kami menyampaikan terima kepada anda dan rakyat anda yang telah menyatakan sikap politik untuk setia berdiri bersama kami dalam perjuangan hak penentuan nasib sendiri.
    Hormat saya

    Buchtar Tabuni, 
    Ketua Parlemen Nasional West Papua

    Berita Foto : Perayaan HUT ke-53 Papua Barat di Vanuatu 2014. Foto: Peter Woods


     

    Jayapura, LA PAGO --
    Kemarin, 1 Desember 2014, Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman secara resmi mengibarkan bendera Bintang Kejora dengan delegasi Papua Barat di Saralana Park, Port Vila.

    Pengibaran bendera ini dilakukan untuk menandai pembukaan simposium para pemimpin Papua Barat. Namun, Simposium ditunda sebagian delegasi masih belum tiba di Vanuatu.

    Dikuti

    HUT ke-53 Papua Barat, Mahasiswa dan Aktivis Fiji Kibarkan Bintang Kejora

    Mahasiswa dan aktivis Fiji saat merayakan HUT ke-53 Papua Barat. Foto: Ist.

    Jayapura, HEART OF PAPUA -- Fiji adalah salah satu negara yang tidak terlalu baik untuk demokrasi bagi warga negaranya. Warganya tidak bebas berkomentar menentang kebijakan pemerintah dan tentu termasuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan pemerintahnya.

    Fiji walaupun salah satu negara Melanesia, ia secara politik belum menyatakan dukungan atas kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia. Tetapi, tidak untuk warganya, mahasiswa dan aktivis di sana.
    Pada Senin, 1 Desember 2014 kemarin, mahasiswa, aktivis dan masyarakat sipil Suva, Fiji mengibarkan Bintang Kejora sebagai bentuk dukungan atas kemerdekaan Papua Barat.

    Sumber majalahselangkah.com melaporkan, para mahasiswa dan aktivis Fiji berkumpul di PANG (Jaringan Pasifik Globalisasi) untuk pengabdian dan pengibaran bendera Bintang Kejora.

    Di Australia, bendera Bintang Kejora dikibarkan di sepuluh kota. (Baca: Peringati HUT Papua Merdeka, 10 Kota di Australia Kibarkan Bendera Bintang Kejora).

    Sementara itu di Vanuatu, Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman secara resmi mengibarkan bendera Bintang Kejora dengan delegasi Papua Barat di Saralana Park, Port Vila. Pengibaran bendera ini menandai pembukaan simposium Papua Barat di sana. (GE/003/HP)

    PM Vanuatu Kibarkan Bintang Kejora di HUT Papua, Simposium Tertunda Satu Hari


    Jayapura, LA PAGO --
    Kemarin, 1 Desember 2014, Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman secara resmi mengibarkan bendera Bintang Kejora dengan delegasi Papua Barat di Saralana Park, Port Vila.

    Pengibaran bendera ini dilakukan untuk menandai pembukaan simposium para pemimpin Papua Barat. Namun, Simposium ditunda sebagian delegasi masih belum tiba di Vanuatu.

    Dikuti

    Pidato Perdana Menteri Vanuat Pada Perayaan 1 December 2014 di Port Vila Vanuatu

    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila VanuatuPidato PM Vanuatu Pada Perayaan 1 December 2014 di Port Vila Vanuatu

    Perayaan Hari Nasional Papua Barat pada 1 Desember 2014 di Vanuatu sangat meriah dibandingkan sebelumnya, karena perayaan hari ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Joe Y Natuma, Wakil Perdana Menteri dan para Anggota Kabinet, Anggota Parlemen Vanuatu serta seluruh rakyat Vanuatu dan, Pemimpin gereja, tokoh adat, Pasific Konference of Churches, West Papua Comittee Kannak Solidarity.

    Perayaan ini juga telah di dukung penuh oleh seluruh Rakyat dan Pemerintah Vanuatu disertai dengan Upara adat perdamaian, oleh semua suku di Vanuatu, dimana Vanuatu menjadi penengah untuk mempersatukan Orang Papua yang berjuang dalam berbagai Faksi Perjuangan. Tokoh Papua yang telah ikut serta dalam perayaan ini adalah Mr. Benny Wenda, Mr. Jacob Rumbiak, Mr. Otto Mote, Mr. Terryanus Satto, Mr. E. Awom, Mr. HRumbewas, Mr. MYenu, Mr.J. Wanggai, Mr. Sebby Sambom, F. Kabisa, Ms Leoni Tanggama, Ms RM. Mr. Alfons Adadikam, Mr. Adow, Mr. Fransicus Owen.

    Hal ini telah lakukan dengan perdamaian secara simbolis di lapangan, sebelum melakukan long march. Perayaan kali ini long march 5 kilo meter, yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Vanuatu, Joe Y Natuma dan di pandu dengan Drum Band dari Vanuatu Defend Forces Army. Yang menarik lagi adalah Mr. Benny Wenda di Arak di atas pundak Pemuda dan tokoh adat Vanuatu, dimana dinaikan pada rakitan kayu yang pikul babi.

    Indonesia telah mengirim surat peringatan kepada Pemerintah Vanuatu, tetapi Perdana Menteri Vanuatu dalam pidato mengatakan bahwa Vanuatu adalah Negara Demokrasi dan Negara Merdeka, dan Indonesia tidak perlu intervensi dan menenkan kami. Selengkapnya bisa membaca archive liputan Vanuatu Dailly Post Indonesia Warns Vanuatu
    dan Radio New Zerland Indonesia warns Vanuatu over support for separatist Papuans
    Pernyataan Presiden Pasific Conference of Churches Rev Francois Pihaataa bahwa Dewan Gereja Pasific akan dan tetap Mendukung Papua Merdeka dan dukungan kami tidak akan kami robah.
    Jalannya perayaan silakan lihat photos dan videos, yang kami lampirkan dari hasil kegiatan perayaan ini.
    Vudeo Perayaan 1 Dec 2014 di Port Vila Vanuatu:

    Notes:
    Secara adat semua pemimpin telah sipersatukan oleh tokoh-tokoh adat Vanuatu, namun secara politik semua pemimpin Politik Papua Barat akan ditentukan tiga hari yang akan datang.
    Mohon dukungan doa, supaya pemimpin Papua Barat dapat menentukan langkah yang terbaik demi Rakyat dan tanah air kami.

    Publishing by Admin DEMAK LA PAGO
    Lampiran photos:
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu
    Union of West Papua symbolically by Vanuatu Indigenous Leaders
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila VanuatuVanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
     Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
     Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
     Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu (Photo: Vanuatu Defend Forces Army)

    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu

    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu

    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu

    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu

    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu

    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu
    Vanuatu PM Speech On West Papua Celebration on December 1rd 2014 in Port Vila Vanuatu

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14
    West Papua National Day Celebration 1rd Dec 2014 in Port Vila Vanuatu14

    Dukung Papua Merdeka, Filep Karma Berterima Kasih Kepada PM Vanuatu

    Dukung Papua Merdeka, Filep Karma Berterima Kasih Kepada PM Vanuatu

    Filep Karma (Jubi/Aprila)
    Jayapura, 19/8 (Jubi) – Filep Karma, tahanan politik Papua mengucapkan banyak terima kasih kepada PM Vanuatu, Joe Natuman yang menegaskan kembali dukungan pemerintahnya untuk aspirasi kemerdekaan Papua Barat kepada pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu.
    “Puji Tuhan, sikap pemerintah Vanuatu yang mendukung kemerdekaan Papua tidak berubah meski perdana menterinya berganti,” kata Filep kepada tabloidjubi.com di Lapas Klas IIA Abpeura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (19/8).
    Menurut Filep, pemerintahan Vanuatu adalah satu-satunya pemerintah sah di dunia yang terus mendukung kemerdekaan bagi saudara-saudaranya yang menjadi bagian integral dari Indonesia walau pada konteks sesungguhnya adalah dijajah.
     
    “Vanuatu tidak berubah dalam dukungannya terhadap Papua merupakan sesuatu yang patut disyukuri oleh orang Papua,” kata laki-laki asal Biak yang sudah menghuni Lapas Klas IIA Abepura, Jayapura, sejak 2004 lalu.
     
    Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman menegaskan kembali dukungan pemerintahnya untuk aspirasi kemerdekaan Papua Barat kepada Pemerintah Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Duta Besar Indonesia, Nadjib Riphat Kesoema beberapa waktu lalu.
     
    Seperti direlease http://www.radionz.co.nz pada Rabu (13/8), dengan judul berita Vanuatu PM reaffirms West Papua position to Jakarta, PM Vanuatu mengakui hubungan baik antara Vanuatu dan Indonesia namun Natuman mengingatkan Duta Besar Indonesia untuk Vanuatu, Nadjib Riphat Kesoema tentang posisi Vanuatu dalam mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat. (Jubi/Aprila)

    Sumber : http://tabloidjubi.com

    Hut Papua ke-53 “Vanuatu Libur Nasional” Polda Papua Tebar Teror

    Hari ini 1 Desember 2014, disaat para pemimpin politik Papua dari lintas kawasan dan benua serta Papua sendiri berada di Vanuatu, merayakan hut kemerdekaan Tanah Papua ke-53 di Negara mereka. Hal itu dilakukan dengan menyelenggarakan libur nasional sebagai bentuk penghormatan atas delegasi simposium Papua yang hadir disana untuk melakukan upacara pengibaran bendera kebangsaan, demikian pesan delegasi Papua mengabarkan dari port Vila Vanuatu.


    Bukan hal baru di Papua ketika Indonesia sambut hut Papua Barat. Sejak H-4 kepolisian Indonesia di Tanah Papua tebar teror. Dari ancaman membubarkan aksi rakyat sampai penerapan siaga I sampai usai hari keramat. Ketakutan Indonesia begitu menggeliat sehingga mereka was-was terhadap gerakan orang Papua di hari ini. Sampai-sampai public disini dihantui dengan teror akan terjadi kekacauan yang berujung gangguan keamanan. Teror yang ujung-ujungnya dana keamanan cair itu hanyalah patgulipat pihak tertentu semata.
    Konstitusi Vanuatu jelas hanya mengakui sebuah pemerintahan yang merdeka dan berdaulat. Apa yang mereka lakukan bagi penentuan nasib sendiri Papua Barat saat ini bentuk dari rangkaian kampanye ditingkat regional pasifik. Rezim Joe Natuman begitu konsisten menyuarakan pembebasan bagi saudara Melanesian.

    Indonesia Sudah Tahu Poisis Vanuatu soal Papua Barat

    Dari petikan wawancara yang ditayangkan media setempat, bagi Vanuatu, masalah penentuan nasib sendiri bagi rakyat Melanesia di Papua Barat merupakan salah satu yang penting untuk MSG dan menjadi perhatian khusus dari pemerintah Vanuatu. Perdana menteri mengacu kepada hasil pertemuan puncak (MSG) di Noumea pada 2013, di mana Vanuatu melobi agar masalah penentuan nasib sendiri Papua Barat dimasukkan dalam komunike akhir MSG: Untuk pertama kalinya MSG menerima kenyataan bahwa rakyat Papua Barat memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan berdiri sendiri. Dan kami akan terus melakukan itu. Ada kasus penundaan permohonan (keanggotaan) Papua Barat ke MSG yang masih dalam pembahasan. Jadi mudah-mudahan tahun depan kita akan membahas lebih lanjut tentang isu-isu tersebut.

    PM Vanuatu menguraikan bahwa negaranya juga membahas bagaimana Vanuatu menggunakan posisi internasional di PBB untuk menyoroti masalah ini: Jadi orang Indonesia tahu posisi kami. Dan saya mengangkatnya selama debat umum di Majelis Umum PBB tahun ini. Dan kami akan terus mengangkat isu-isu tersebut. Dan apa yang ingin kita lakukan adalah mencoba untuk mendapatkan konsensus regional, dukungan regional sejauh MSG masih memperhatikannya, menarik perhatian Forum untuk memperoleh dukungan dari sana dan kemudian kita bisa melangkah lebih jauh ke tingkat PBB.

    Perdana Menteri Natuman menekankan bahwa pemerintahnya sangat prihatin tentang pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat dan melihat bahwa peran Vanuatu adalah untuk menyiapkan kepemimpinan di kawasan dalam menangani masalah ini: Ini adalah masalah yang setiap negara dalam Forum Pasifik, termasuk Australia dan Selandia Baru, harus menyuarakan keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi manusia. Maksudku, aku mendengar negara menuduh negara-negara lain di luar kawasan kita melanggar hak asasi manusia, tetapi terhadap dalam orang wilayah kita sendiri mereka menutup mulut. Saya tidak tahu mengapa.

    Simposium West Papua dan Harapan Penyelesaian Masalah pada Rezim Jokowi-JK

    Sony Ambudi, mantan wartawan dari Indonesia, sekarang menjadi aktivis HAM pada Asia-Pacific Human Rights Koalisi (APHRC), telah mengikuti Jokowi selama beberapa tahun dan ia optimistis atas kemungkinan perubahan bagi rakyat Papua Barat. 

    “Saya telah melihat apa yang telah dilakukan sebelumnya. Dia telah melakukan hal yang serupa (membawa penentuan nasib sendiri) pada skala yang lebih kecil sebelumnya, dan saya berharap dia bisa melakukannya di Papua Barat juga, “katanya. Sony Ambudi khawatir tentang rezim ini kedepan dimana orang-orang disekitar istana tak bisa dijamin.

    “Melihat orang-orang di sekitarnya Saya sangat khawatir karena saya pikir orang-orang ini adalah pembunuh. Dia memiliki 35 jenderal dalam tim kampanye dan lima dari mereka telah bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan aktivis dan orang-orang Papua Barat, “katanya.
    Kecemasan yang sama datang dari pemerhati lainnya. Catherine Delahunty, dirinya pesimis akan peluang Jokowi mengubah kebijakan terhadap Papua Barat.

    “Saya tidak akan optimis dengan kebijakan Jokowi untuk Papua Barat,” katanya. Lanjutnya, Jokowi sendiri adalah karakter yang lebih progresif, namun militer masih menguasai Papua Barat. Ada tanda-tanda pemikiran progresif di Indonesia adalah hal yang baik, tapi saya tidak yakin bahwa kebijakan baru bagi Papua sedang dilakukan rezim baru itu, katanya.

    Menurut Ross B. Taylor presiden dan pendiri Indonesia Institute Incorporated di Australia Barat, Papua Barat untuk rezim Jokowi-JK jauh dari harapan penentuan nasib sendiri. Dia yakin atas ucapan Jokowi. “Dengan kerendahan hati, kami meminta orang-orang untuk kembali ke negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Jokowi pada malam ia terpilih. Jadi Papua Barat akan saat ini tidak mendapatkan penentuan nasib sendiri. Ross merasa trada perubahan kebijakan di Papua Barat. Jokowi, menurut Taylor akan jauh lebih diplomatis dan konsultatif hadapi masalah Papua Barat, tetapi umumnya Indonesia sangat sensitif terkait disintegrasi wilayahnya, kata Ross.

    Terkait pertemuan Papua di Vanuatu, penyelenggara kegiatan seperti dilansir radio Australia bilng symposium tersebut akan hadir utusan pemerintah yang tergabung pada MSG. “Melanesian Speargead Group akan hadir dalam pertemuan Papua Barat”, ujar penyelenggara

    Sejalan dengan tujuan pertemuan yang menghimpun seluruh pemimpin Papua untuk mencapai kesepakan dan membentuk suatu kelompok yang kuat guna menjawab keinginan bergabung dengan Melanesian Spearhead Group. Pastor Nafuki yang tak lain Dewan Gereja Pasifik menyatakan juga bahwa seluruh anggota Melanesian Spearhead Group yaitu Papua New Guinea, Solomon Island dan Fiji akan mengirim utusan resmi pemerintah untuk menghadiri pertemuan dimaksud.

    Sejauh ini, menurut panitia semua persiapan terkait pertemuan besar pemimpin Papua Barat di Vanuatu berjalan dengan baik. Pastor Alan Nafuki, pemimpin agama yang memimpin panitia persatuan Papua Barat menyatakan kesiapannya menangani sekitar 200 peserta dari Papua Barat yang menghadiri pertemuan tersebut dalam sebuah gereja, yang berlangsung sejak 30 November dan berakhir pada 4 Desember di Port Vila. #Selamatkan Tanah Papua

    http://vanuatudaily.wordpress.com/2014/11/20/vanuatu-daily-news-digest-interview-with-pm-joe-natuman/
    http://www.radioaustralia.net.au/tokpisin/2014-11-10/vanuatu-i-redi-gut-long-west-papua-miting/1387795
    http://pacific.scoop.co.nz/2014/08/new-dawn-jokowi-may-offer-hope-for-west-papuans/
    http://www.tempo.co/read/news/2014/11/30/078625455/HUT-OPM-Polda-Papua-Siaga-Satu

    PIDATO PM VANUATI DALAM SIDANG UMUM PBB 29 SEPTEMBER 2014

    PIDATO PM VANUATI DALAM SIDANG UMUM PBB 29 SEPTEMBER 2014

    PM Vanuatu Joe Natuman (foto, FWP)
    LA PAGO, Internasional - Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman, membayar upeti kepada almarhum Dr John Otto Ondowame dalam pidatonya kepada Majelis Umum pada 29 September 2014 di new York.

    Setelah menyebutkan dukungan penuh dari Vanuatu ke perjuangan untuk penentuan nasib sendiri Rakyat Kanak, Perdana Menteri mengatakan hal berikut di Papua Barat: 

    "Mr Ketua, saya tidak bisa tutup bagian pidato saya tanpa membayar upeti kepada almarhum Dr John Ondowame, pejuang kemerdekaan dari Papua Barat yang meninggal bulan lalu, sementara di pengasingan di negara saya. Ia dimakamkan di negara saya sebagai pahlawan yang telah berjuang untuk hak untuk menentukan nasib sendiri bagi Rakyat Papua Barat. Dia bermimpi bahwa suatu hari PBB dan semua negara yang mendukung dan mempromosikan prinsip-prinsip demokrasi akan mendengar tangisan mereka dan memberikan janji-janji untuk masa depan yang ditentukan sendiri. Saat upacara penguburan, saya menyatakan bahwa perjuangannya untuk kebebasan dan keadilan akan terus menjadi perjuangan kita sampai kolonialisme diberantas. "
     
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif