Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Aktivis Papua Merdeka. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Aktivis Papua Merdeka. Tampilkan semua postingan

    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Pejuang Papua Merdeka

    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Pejuang Papua Merdeka

    Activis Independence Papua Barat dari Wamena melaporkan bahwa Aparat Keamanan Indonesia (Tim Khusus) dikirim dari Jakarta dan telah tiba di Wamena pada tanggal 17 November 2014, dan kemudian mereka telah dan sedang melakukan pemasangan alat penyadap di semua sektor, di seluruh wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat.

    Hal ini mereka lakukan guna menjaga dan mengawasih aktivitas Para Pejuang Papua merdeka di Wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat, termasuk di Wamena Kota.
    Menurut Activist setempat bahwa aksi teror ini membahayakan semua activist Politik Papua merdeka, yang berdomisili di daerah Pegunungan Tengah pada umumnya, sesuai release yang di terima di redaktur KomnasTPNPB.

    Activis Papua juga melaporkan bahwa Aparat Keamanan Indonesia rencanakan untuk melakukan operasi penangkapan atau penculikan terhadap activist Papua Merdeka, yang akan dimulai dari tanggal 15 Desember 2014, laporan intelejen terpercaya.

    Hal ini merupakan instruksi dari pusat ke daerah, maka tentu saja aparat akan melakukan tindakan represip terhadap activis Papua Merdeka. Sebelum melakukan operasi, aparat Keamanan Indonesia pasang alat penyadap suara lebih dahulu.

    Itu sebabnya, Activis Independence Papua dari Wamena meminta Perhatian oleh masyarakat Internasional serta oleh Lembaga Bekerja HAM Internasional atau advokat.
    Karena Aparat Keamanan Indonesia berniat buruk terhadap Activist Independence Papua Barat, yang berjuang di wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat. Untuk membuktikannya silakan ikuti photos kehadiran Aparat Keamanan Indonesia.

    Demikian, dilapoerkan langsung dari Lembah Baliem, Wamena, Papua Barat. Photos asli terlampir. Laporan langsung yang telah dikirim oleh SB ke redaksi Komnas-TPNPB.
    Publihsing by Admin Komnas TPNPB 2013.
    ————————————————————–
    Appendix photos
    Lampiran photos
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka  
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka

    MENDESAK DIPLOMAT DAN ORGANISASI PERJUANGAN BERSATU DI VANUATU

    MENDESAK DIPLOMAT DAN ORGANISASI PERJUANGAN BERSATU DI VANUATU

    MENDESAK DIPLOMAT DAN ORGANISASI PERJUANGAN BERSATU DI VANUATU.
    Semua Pemimpin oraganisasi perjuangan maupun diplomat luar negeri yang mengikuti simposium untuk mengakomodir kepentigan peyelamatan nasib rakyat Papua Barat.
    Yang mau merdeka bukan organisasi dan bukan juga diplomat yang mau merdeka tapi rakyat oleh karena itu, tidak mempertahankan ego masing-masing di vanuatu namun merumuskan langkah -langkah yang menjawab tuntutan rakyat Papua.
    Simposium di Vanuatu harus melahirkan sebuah keputusan untuk menjawab hak penentuan Nasib sendiri (Self Determinationa ) bagi Bangsa Papua Barat.
    oleh karena Itu kami rakyat Papua Barat Sorong Sampai merauke, melalui Komite Nasional Papua Barat - KNPB menyampaikan bahwa:
    1. peretuan Simposium di Vanuatu semua pimpimnan Organisasi perjuagan para diplomat Luar negeri mengambil satu langkah yang tepat untuk menyelamatkan Rakyat Papua barat dari kepunahan.
    2. mendesak semuan pimpimnan organisasi perjuagan dalam negeri maupun luar negeri dan Para diplomat untuk bersatu dalam sebuah wadah atau lembaga yang refresentatif untuk menuju keanggotaan West Papua dalam MSG
    4. Dilomat luar negeri membagi peran sesui dengan keahlian dan bidang masing melalu satu wadah dalam berdiplomasih sesui dengan wilayah masing-masing untuk mendorong persoalan papua ke porum PBB.
    5. Hilangkan semua ego masing masing diplomat maupun pemimpin Organisasi gerakan dalam dalam negeri menjusun langkah yang starategis untuk mengahiri penderitan Rakayat Papua Barat, dan Pertemuan Vanuatu tidak harus detlok atau melahirkan perpecahan.

    By: Ones Nesta Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB

    Presiden West Papua Melanesia, Ben Kaisiepo Open Office in New York

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online

    Presiden West Papua Melanesia, Ben Kaisiepo Open Office in New York 

    Besok, Novelis Pertama Perempuan Papua Akan Tour ke Kampus Uncen


    Aprilla R.A Wayar saat menunjukkan dua karyanya. Foto: Ist .

    Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Novelis pertama perempuan Papua, Aprilla R.A Wayar  mengatakan, pihaknya akan melakukan tour ke beberapa kampus di kota Jayapura untuk melihat antusiasme mahasiswa, diskusi dan mengenalkan dua novel karyanya berjudul "Mawar Hitam Tanpa Akar" dan "Dua Perempuan".

    "Besok, Senin (31/03/2014) saya akan tour ke Uncen (Universitas Cenderawasih:red). Saya ingin melihat antusiasme mahasiswa Papua terhadap karya sastra sekaligus diskusi dan mengenalkan dua karya saya," tuturnya kepada majalahselangkah.com di Jayapura, Minggu (30/03/2014)

    Setelah di Uncen, pada Rabu (02/04/2014) mendatang, Aprila akan melakukan perjalanan yang sama ke kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura. Selanjutkan akan dilakukan ke beberapa kampus, tetapi jadwal tour belum ditentukan.

    "Saya berharap ada hubungan kerja sama yang dibangun oleh kampus-kampus yang berada di kota Jayapura bersama saya dan beberapa teman-teman penulis buku agar generasi muda khususnya generasi muda Papua benar-benar mulai menulis tentang apa yang mereka lihat dan rasakan di atas Tanah ini," harap wartawati di tabloidjubi.com itu. 

    Diketahui, karya pertama, "Mawar Hitam Tanpa Akar" Aprilia berhasil mengulas kisah keluarga muda kelas menengah Jayapura dengan segala dinamika kehidupan, mulai dari percintaan sampai kaitan-kaitan dengan persoalan-persoalan politik yang dialami masyarakat Papua.

    Sedangkan pada novel berjudul "Dua Perempuan" ia mengulas tentang kisah cinta Pemuda Papua dengan gadis Timor Leste dan budaya patriarkhi di Papua. (Theresia F. Tekege/MS)
    Editor : Yermias Degei

    Peradaban Melanesia dan Perkembangan Cargo System di Papua Barat

    Peradaban Melanesia dan Perkembangan Cargo System di Papua Barat 

    Orang kulit putih datang ke Melanesia dan mengatakan bahwa rumah-rumah, makanan dan kerja kita tidak bagus. Mereka mengatakan bahwa kerja yang baik adalah kerja uang, hanya makanan toko yang baik, dan hanya rumah yag baik adalah rumah yang beratapakan seng. Namun ini tidak benar. 

    Pekerjaan kebun adalah yang baik, bahan rumah tradisional itu sangat baik, dan makanan kampung itu bagus, makanan yang mengandung banyak protein. Dan bahan-bahan tersebut tiding membutuhkan ongkos uang. Jikalau kita mulai yakin bahwa barang-barang kita tidak baik dari barang – barang orang kulit putih, itu berarti kita mulai untuk percaya bahwa kita tidak baik dan orang kulit putihlah yang baik.

    Barang-barang yang kita dapat dari rakyat kita itu bebas dan kita control sendiri. Sedangkan Barang- barang mewah yang berasal dari negara-negara lain membutuhkan nilai uang dan pastinya dikontrol orang kulit putih. Jika kita kehilangan kepercayaan akan barang-barang milik kita sendiri, maka kita akan membutuhkan uang untuk membeli barang-barang mewah yang didatangkan oleh orang kulit putih. Orang kulit putih menggunakan barang-barang mereka untuk membuat kita percaya perkembangan yang berasal dari mereka dan membuat kita tidak menetap pada perkembangan tradisional kita sendiri. Perkembangan masyarakat tradisional memberikan kekuasaan kepada kita akan tanah yang luas dan kita pekerjaan tetap. Namun jika kita tidak percaya akan perkembangan masyarakat kita sendiri dan kita yakini perkembangan orang kulit putih, kita akan kehilangan kekuasaan atas tanah dan kerja kita.  Jikalau ini terjadi maka orang kulit putih akan mengontrol tanah dan kerja kita.

    Perkembangan dibawah control, semua masyarakat kita akan menikmati  hasil-hasil yang baik dari tanah dan kerja kita, tetapi bila dibawah perkembangan barang –barang mewah, barang-barang baik yang berasal dari tanah dan kerja kita akan dikontrol dan diserahkan ke orang-orang asing dan perusahaan-perusahaan mereka.

    Dalam tradisi orang Melanesia, laki-laki dan perempuan sama derajatnya. Tetapi perkembangan orang kulit putih membuat laki-laki dan perempuan tidak sama derajatnya. Dalam perkembangan yang diturunkan oleh orang kulit putih, laki-laki yang pertama mendapat ruang . contoh, laki-laki yang diutamakan untuk bersekolah, berpolitik, dan yang pertama berbaur dangan perusahaan-perusahaan. Ruang perkembangan berbentuk segi tiga yang didalamnya keluarga itu sendiri dengan laki- laki yang diposisi atas.

    Sebagai orang Melanesia kita harus percaya pribadi kita sendiri dan bangga akan rakyat dan tradisi kita. Kita harus mengerti bahwa rakyat Melanesia kita didesa berkembang dan terdidik. mereka memiliki pendidikan yang utuh dari kampung, yang memberikan ruang untuk memberikan makan diri mereka sendiri dengan baik dan memberikan hidup yang layak baik bagi mereka sendiri. Sebagai orang Melanesia, jangan menerima segala sesuatu yang disampaikan orang kulit putih kepada kita untuk dilakukan. Kita harus percaya terhadap diri kita sendiri dan kemampuan kita sendiri untuk membuat keputusan dan untuk memilih tingkah laku kita sendiri untuk berkembang.

    Ada dua tipe pendidikan, pendidikan rakyat (masyarakat) dan pendidikan orang kulit putih (Pendidikan cargo). Pendidikan masyarakat adalah sistem pendidikan adat dari nenek moyang kita dan mendidik rakyat untuk hidup dan bekerja di kampung mereka. Pendidikan cargo yang didatangkan oleh orang kulit putih dan mengajar rakyat untuk menghidupkan dan bekerja didunia mereka, dimana orang akan tergantung pada uang dan barang-barang toko.

    Orang-orang kulit putih mendatangkan pendidikan menurut budaya mereka kepada rakayat Melanesia untuk merubah pola pikir dan kehidupan kita. Mereka menginginkan kita untuk berpikir bahwa cara hidup orang Melanesia buruk, agar kita memberikan tanah milik kita kepada mereka kemudian kita bekerja untuk mereka.

    Pendidikan masyarakat Melanesia, merangkul rakyat kita bersama dan membuat mereka lebih kuat. Pendidkan cargo merusak sebagian persatuan. Pendidikan rakyat mengajarkan mereka untuk berkebun, berburu, mencari ikan, dan untuk membangun perumahan. Pendidikan cargo mengajar rakyat bekerja untuk uang. Ketika mereka bekerja untuk uang, mereka tidak menyalurkan uang seperti mereka menyalurkan uang tidak sama seperti dikampung, mereka menjaga uang mereka untuk diri sendiri dan hanya untuk  keluarga dekat.

    Pendidikan rakyat itu bebas, beda dengan pendidikan cargo yang membutuhkan uang. Pendidkan masyarakat menggunakan pemimpin kampong sebagai pendidik, dan materi local untuk pembelajaran. Sekolah orang kulit putih menggunakan buku petunjuk, ruang kelas yang permanen, perlengkapan, dan orang luar sebagai pengajar. Hal-hal tersebut membutuhkan ongkos uang.

    Di Amerika, Austrlia, Eropa dan Jepang, pemeritah membayar semua keperluan pendidikan dan tidak ada biaya sekolah, namun orang tua di Melanesia membayar biaya-biaya sekolah. Biaya sekolah sama seperti pembayaran pajak dan orang kulit putih menggunakan biaya sekolah untuk memaksa orang tua Melanesia untuk menukarkan tanah dan tenaga  mereka untuk mendapatkan uang membayar biaya-biaya sekolah anak mereka.

    Sekolah-sekolah orang kulit putihpun hanya belajar satu tipe pekerjaan, tetapi didalam sekolah tradisional, kita belajar untuk melakukan banyak tipe pekerjaan. Diuniversitas seseorang belajar hanya untuk bisa membuat satu hal saja. Pendidikan rakyat mengajar semua agar masyarakat tahu bagaimana untuk malakukan banyak hal yang berbeda—berkebun, berburuh, melaut, bangunan perumahan, membuat keranjang-keranjang atau bilums, masak, dan banyak hal yang lain. Di Eropa, Australia, jepang dan Amerika, anak-anak belajar membaca, menulis, dan semua mata pelajaran lain yang menggunakan bahasa mereka sendiri. Tatapi di Melanesia, sekolah mewah (orang kulit putih ) memaksa anak untuk membaca, menulis dan belajar bahasa Inggris,  perancis atau bahasa Indonesia. Bahasa-bahasa ini tidak dimengerti oleh anak-anak dan tentunya menjadi bingung dan kebanyakan tidak selesai sekolah. Dalam Sistem pendidikan rakyat kita gunakan bahasa kita sehingga setiap orang mengerti dan dapat belajar apa yang perlu untuk mereka pelajari. Jika kita menginginkan anak kita untuk belajar bahasa inggris, atau bahasa Indonesia, cara terbaik untuk melakukannya adalah mendidik mereka dengan menggunakan bahasa-bahasa local kita sendiri. Ketika anak belajar untuk menulis dan membaca dalam bahasa mereka lebih awal, maka kemudian mereka akan lebih muda untuk membaca dan menulis dalam menggunakan bahasa-bahasa yang lain. Kebanyakan para pelajar  yang berhasil di Melanesia saat-saat ini adalah yang belajar membaca dan menulis dalam bahasa mereka lebih dulu.

    Pendidikan untuk setiap orang. Setip belajar apap yang mereka butu tahu untuk tinggal dalam sebuah kehhidupan yansg baik. Dalam system pendidikan orang asing, hanya bebrapa orang saja yang selesai sekolah. Dalam jangak waktu 6 tahun dan 10, para pelajar harus mengikuti ujian sehingga beberapa pelajar didorong untuk keluar dari sekolah karena tidak ada tempat yang cukup untuk masing-masing pelajar. Hanya 2 siswa yang tamat dari 10 yang megikuti ujian. Yang tidak selesai mereka merasa buruk dan nemikirkan diri sendiri sesuai dengan kekurangan mereka. Masyarakat yang selesai sekolah mereka berpikir bahwa mereka yang lebih baik dari yang lain. Di amerika, Australia, eropa dan jepan tidak ada istilah dipaksa untuk keluar dari sekolah sebelum sampai pada 10 atau 12 tahun tamat..

    Pendidikan system cargo adalah system yang memusnahkan pendidikan rakyat. Dalam sekolah – sekolah, pelajar belajar tentang budaya-budaya orang kulit putih yang membuat mereka merasa bahwa budaya tradisi mereka  itu buruk. Sekolah-sekolah cargo mengajar masyarakat bahwa kehhidupan kota itu lebih baik daripada kehidupan dikampung sehingga mereka menolak pekerjaan dikampung dan mencari pekerjaan di kota, kemanakah mereka akan pergi? Kita harus gunakan ide-ide rakyat kita untuk mengontrol kehidupan kita, sementara kita membiarkan orang kulit putih untuk mengontrol kita, diseluruh Melanesia, ribuan masyarakt sudah lebih  mengontrol pendidikan mereka sendiri. Mereka sudah mengawali dari bahasa local sebelum terjun ke sekolah-sekolah dimana anak mereka belajar tentang bahasa  dan budaya mereka sendiri. Mereka juga sudah memulai persekolahan ketika masih mudah dan dewasa untuk menulis dan membaca, dan melakukan hal-hal lain yang akan membantu mereka untuk menghidupi kehidupan yang lebih baik. DBen.-


    Alasan mendasar rakayat Papua perjuangkan Kemerdekaanya

    1. A. Alinea Pertama Pembukaan UUD1945
    ” Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu maka segala bentuk penjajahan diatas muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri keadilan dan peri kemanusiaan”. Konstitisi Indonesia ini telah jelas membenarkan Rakyat Papua Barat yang adalah bangsa Melanesia mutlak harus bebas dari berbagai bentuk penjajahan termasuk yang datangnya dari pemerintah NKRI sendiri.
    1. B. Hak Azasi Manusia
    Manusia sejak dilahirkan individu, keluarga dan bangsa,  bersamaan/ melekat langsung dengan hak hidup, hak milik dan hak kebebasan pemberian Tuhan Sang Penciptanya. Rakyat Papua secara individu, 312 suku  yang adalah satu bangsa Melanesia memiliki hak ini pemberian Tuhan Allah kepadanya, dimana siapapun dia dari bangsa manapun diatas dunia ini termasuk Penguasa Pemerintah NKRI sama sekali TIDAK dibenarkan menggunakan segala macam bentuk alasan untuk memusnahkan hak azasi manusia rakyat Papua Barat yang berkeinginan keras memisahkan diri dari  NKRI .
    1. C. The South Pacific Commission tahun 1947
    Dimasa lampau Dunia kita ini dibagi dalam beberapa kawasan oleh negara-negara Barat, dimana Kawasan Pasifik dan pemiliknya Bangsa Micronesia, Polynesia dan Melanesia ketika itu di Jajah oleh enam post colonial yakni ; Amerika, Perancis, Inggris, Belanda, Australia dan New Zealand. Enam negara penjajah ini  telah menyepakati suatu perjanjian ditahun 1947 yang dikenal dengan nama South Pacific Commission (SPC) bertempat di Canberra ketika itu, bertujuan mempersiapkan pembangunan social berupa pendidikan, kesehatan serta bidang ekonomi kepada rakyat ketiga bangsa pemilik Pacific ini sebagai langka awal persiapan menuju kemerdekaan mereka.
    1. D. Piagam  PBB 1960
    Tigabelas tahun kemudian (yakni 14 Desember 1960) Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 1514 (XV) mengenai “Pemberian Kemerdekaan kepada rakyat wilayah-wilayah terjajah” Resolusi ini menegaskan kembali apa yang telah dimuat dalam Piagam PBB khususnya Pasal 73 ayat a dan b yang mengisyaratkan perlunya negara-negara penjajah(colonial) mempersipkan upaya mengatasi berbagai kekurangan khususnya bidan politik, ekonomi, social berupa kesehatan dan pendidikan. Berdasarkan Piagam inilah enam negara colonial dikawasan Pacific mempersiapkan kemerdekaan bagi rakyat bangsa Micronesia, Polynesia dan Melanesia, dimana Forum (SPC) ini berfunsi sebagai penasehat dan konsultan berkaitan dengan program-program yang dikoordinir antara negara-negara penjajah (colonial) terhadap rakyat wilayah-wilayah jajahan mereka. Relaisasi  Piagam PBB 1960 sehubungan dengan SPC 1947, maka:

    1. New Zealand telah memberikan kemerdekaan kepada:
    a. Samoa Barat pada tahun 1962
    b. Kepulauan Cook tahun 1974.
    c. Tokelau tahun 1982 (namun masih ingin dibawah New Zealand sekalipun sudah diberi kesempatan untuk menentukan nmasib sendiri lewat sebuah referendum)

    2. Inggris telah memberika kemerdekaan kepada:
    a. Fiji, tahun 1970
    b. Tonga, tahun 1970
    c. Kepulauan Solomon, tahun 1978
    d. Tuvalu, tahun 1978
    e. Kiribati, tahun 1979

    3. Australia memberikan kemerdekaan kepada:
    a. Nauru, tahun 1968
    b. Papua New Guinea, tahun 1975

    4. Inggris dan Prerancis memberikan kemerdekaan kepada Vanuatu, tahun 1980

    5. Perancis juga telah mempersiapkan New Caledonia, Willis dan Fotuna mendapatkan kemerdekaannya. Selain itu diawal tahun 2005, Preancis telah menyerahkan kekuasaan penuh ketangan Polynesia Tahity memperoleh kemerdekaanya.

    6.  Sikap pemerintah Netherlands terhadap Netherlands Nieuw Guinea (sekarang Papua)
    Atas dasar SPC 1947 dan Piagan PBB 1960 maka Papua dipersiapkan untuk merdeka. Buktinya ketika Konferensi Meja Bundar (the Roundtable Conference) 27 December 1949 pemerintah kerajaan Belanda hanya mengakui kedaulatan atas Indonesia saja. Netherlands Nieuw Guinea ketika itu TIDAK termasuk dalam pengakuan, karena pengaturannya telah diatur tersendiri.

    1. E. Hukum Allah (Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 17: 26)
    Allah mengatakan bahwa: “Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi, dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman bagi mereka”. Allah telah memberikan batas-batas kediaman bagi berbagai bangsa didunia, termasuk untuk bangsa Indonesia. Begitu pula terhadap rakyat Bangsa Melanesia diwilayah kediamannya Papua Barat. Yang dimaksud musim-musim dalam Kisah Para Rasul ini adalah berbagai kekayaan alam yang Allah telah letakkan dalam wilayah bangsa-bangsa dengan batas-batasnya. Allah telah menciptakan Rakyat Papua Barat selaku Bangsa Melanesia mendiami wilayahnya Papya Barat yang berlimpahruah dengan kekayaan alamnya bagaikan surga di pacific TIDAK layak di jajah oleh bangsa asing siapapun dan kapanpun. Demikian Firman Allah.
    1. F. Hukum Allah dalam Al-Qur’an
    “Semua orang dilahirkan dalam keadaan merdeka, mempunyai martabat dan hak yang sama”….(Pasal 1 DUHAM). Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan….”(Pasal 2 DUHAM).

    DASAR HUKUM INTEGRASI
     
    Untuk menghentikan dan mengakhiri neo kolonialisme, militerisme, terorisme di tanah air Papua Barat, kita dituntut untuk lebih dahulu memahami dengan benar ‘apa sebenarnya Akar Persoalan Kolonisasi, mengapa dan oleh siapa’. Maka akan dengan bijaksana masalah tersebut diselesaikan.
    Yang menjadi dasar hukum integrasi wilayah Papua Barat ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah:

    A. Sejarah kerajaan Majapahit.

    Berdasarkan Sejarah Nasional Indonesia, Pemerintah Indonesia mengklaim Papua Barat bagian dari wilayah kekuasaan Majapahit. Sejarah Indonesia menyatakan bahwa wilayah kekuasaan Majapahit meliputi Kepulauan Madagaskar(sekarang Republik of Malagasy)  sebelah Timur negara Mozambiq benua Afrika hingga Pulau Pas disebelah Barat negara Chili Benua Amerika bagian Selatan, dinama wilayah Papua masuk kedalamnya.

    TANGGAPAN RAKYAT PAPUA BARAT:

    Rakyat Papua Menolak Alasan Sejarah Majapahit dan menilai alasan tersebut TIDAK BENAR. Mengapa?

    1. Karena hingga saat ini TIDAK PERNAH ditemukan satu bukti atau tulisan nyata penandatanganan wilayah penaklukan antara para raja-raja kerajaan Majapahit dengan para pemimpin pemerintahan adat Papua ketika itu, padahal ketika itu hanyalah wilayah-wilayah penaklukan sajalah yang selalu diklaim sebagai bagian dari kekuasaan sebuah kerajaan yang kuat.

    2. Jika Indonesia mengklaim Papua bekas wilayah kekuasaan Majapahit bagian dari Indonesia, maka MENGAPA INDONESIA TIDAK MENGKLAIM Malagasi, Mauritius, Srilangka, Thailand, Malaysia, Singapore, berbagai negara Micronesia, Melanesia dan Polynesia termasuk Pulau Pas di Chili bagian  dari Negara Kesatuan Republik Indonesia?

    B. Papua Barat bekas jajahan Belanda bagian dari Indonesia.

    Pemerintah Indonesia mengklaim bahwa wilayah Papua Barat yang dulunya bekas jajahan pemerintah colonial Belanda adalah bagian dari NKRI.

    TANGGAPAN RAKYAT PAPUA:

    Rakyat Papua Menolak Alasan Bekas Jajahan Belanda Bagian Dari Indonesia.
    Alasan ini TIDAK dapat dibenarkan sebagai alasan pemerintah Indonesia untuk mengklaim wilayah Papua Barat bagian dari NKRI. Sebab jika pemerintah tetap berpegang pada alasan ini, maka megapa pemrintah Indonesia TIDAK mengklaim negara Suriname di Amerika Latin, Afrika Selatan dan Guinea Antilen di  Benua Afrika bagian dari Negara Kesastuan Republik Indonesia?

    C. New York Agreement 15 Agustus 1962 Menjamin Wilayah Papua Bagian Dari Indonesia.

    Pemerintah Indonesia berpegang pada New York Agreement sebagai dasar hukum internasional yang menjamin wilayah Papua bagian dari Indonesia karena lewat hukum inilah proses pengembalian Papua Barat oleh Belanda kepada Indonesia, selanjutnya lewat hukum ini pula PEPERA terlaksana dan mendapat pengakuan 84 negara ketika itu (tahun 1969).

    TANGGAPAN RAKYAT PAPUA
    Rakyat Papua Menyatakan New York Agreement Ilegal. Mengapa?

    Karena ketika New York Agreement ditulis oleh Elsword Bunker (dipolomat Amerika ketika itu) sampai pada diratifikasikan oleh PBB, Badan dunia ini termasuk Amerika dan sekutunya sama sekali TIDAK pernah melibatkan wakil rakyat Papua membahas isi dari pasal-pasal agreement tersebut. Terlebih lagi ketika Pemerintah Kerajaan Belanda menyerahkan wilayah Papua Barat kepada PBB, Pemerintah kerajaan Belanda sama sekali TIDAK pernah melakukan konsultasi atau melibatkan wakil rakyat Papua membicarakan masalah peralihan kekuasaan wilayah Papua Barat ini dari Pemerintah Kerajaan Belanda kepada PBB dan sebagainya.

    D. Pelaksanaan PEPERA tahun 1969 Menjamin Wilayah Papua Barat bagian dari NKRI
    Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia berpegang kokoh pada alasan PEPERA tahun 1969 yang menurut mereka telah melibatkan rakyat Papua Barat memilih bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    TANGGAPAN RAKYAT PAPUA BARAT:
    PEPERA 1969 TIDAK melaksanakan :
    • Pasal XVIII d New York Agreement yang menyatakan bahwa, semua orang dewasa perempuan dan laki-laki Papua diwajibkan HARUS memberikan suaranya dalam menentukan masa depan Papua (status politik Papua Barat kedepan). Melaikan HANYA mewakilkan 1.022 orang Papua yang DITUNJUK SECARA PAKSA dibawah todongan senjata TNI lewat extra intelligent tingkat tinggi dibawah komando langsung Majen  Ali Mortopo, yang dikoordinir secara rapih oleh pemrintah Indonesia di bawah Presiden Indonesia Letjen Soeharto.

    • Pasal XXII New York Agreement yang mejamin kebebasan rakyat Papua bergerak, berpikir,  mengeluarkan pendapat serta bebas berpicara mengungkapkan hak-hak politiknya.

    Terhitung 1 Mei 1963 wilayah Papua Barat dialihkan kepada Indonesia oleh PBB, ketika itu pula Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soekarno mengeluarkan INPRES 1 Mei 1963 yang isinya:

    (a).  Wilayah Papua tertutup terhadap dunia luar/internasional. Mengapa?
    Tentunya pemerintah Indonesia telah memiliki rencana jahat berupa penangkapan terhadap rakyat Papua, penyiksaan, penculikan hingga pembunuhan secara sistematik terhadap rakyat Papua Barat yang akan menyuarakan hak kemerdekaannya enam tahun kedepan (1963-1969).

    (b). Wilayah Papua Barat dinyatakan sebagai Daerah Operasi Militer/DOM
    Ketika wilayah Papua Barat dirtutup oleh pemerintah militerisme Indonesia penjajah bangsa asing baru ketika itu dari dunia luar, disitulah militer Indonesia dengan leluasa melakukan penangkapan, penculikan, penyiksaan hingga pembunuhan kilat secara sistematik terhadap rakyat Papua Barat yang menyuarakan hak politiknya saat itu antara 1963 -1969 (enam tahun kedepan).

    (c)  Diberlakukannya Undang-Undang Subversive nomor 11/PNPS/Tahun 1963.
    Undang-undang ini diberlakukan sebagai landasan hukum negara NKRI guna menjerat dan menghukum siapapun aktivis Papua yang hendak memperjuangkan hak kemerdekaannya, dengan tuduhan merongrong kewibawaan NKRI/penjahat negara.

    Berdasarkan data Indonesia human Rights TAPOL yang berkedudukan di London England mengatakan bahwa untuk membungkam suara rakyat Papua antara 1963 – 1969 (selama enam tahun itu) ABRI telah membunuh lebih dari 10.000 jiwa rakyat Papua Barat yang menuntut hak politiknya. Tindakan pembunuhan, penyiksaan, penculikan,  pemejaraan dan sebagainya adalah tindakan TERROR yang telah direncanakan secara sadar terkendali bagian STRATEGIS CIPTA RASA TAKUT agar rakyat Papua tidak buka mulut menyatakan hak kemerdekaannya. Tindakan ini telah membuktikan bahwa Pemerintah Indonesia dan PBB BELUM PERNAH atau sama sekali TIDAK MENJALANKAN Pasal XXII New York Agreement 15 Agustus 1962.

    F. Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 2504, 19 NOVEMBER 1969

    Pemerintah Indonesia mengklaim wilayah Papua bagian dari Indonesia dengan alasan bahwa “HASIL PEPERA tahun 1969” menunjukan rakyat Papua memilih bergabung dengan NKRI yang dilanjutkan lewat Resolusi Majelis Umum PBB tanggal 19 November 1969 menunjukan 84 negara anggota PBB mendukung Indonesia menyatakan bahwa wilayah Papua bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    TANGGAPAN RAKYAT PAPUA BARAT

    Dukumen PBB menyangkut pelaksanaan, pelaporan hasil PEPERA hingga proses penyelesaian di tingkat Majelis PBB untuk mengeluarkan Resolusi PBB  yang dikopi oleh Departemen Penerangan Indonesia dalam Buku yang berjudul: PEPERA di Irian Barat, Departemen Penerangan RI, 1969, halaman 488-497” memuat terlampau banyak penyimpangan yang patut dipertanyakan sebagai berikut:

    • ketika Sidang Majelis Umum PBB sedang berlangsung, tuan Ortiz Sanz TIDAK HADIR untuk memberikan kesaksian sebenarnya tentang ya tidaknya prosedur pelaksanaan PEPEARA  berdasarkan Pasal XVIII ayat d dan Pasal XXII New York Agreement 15 Agustus 1962 (halaman 488).
    • Pada tanggal 27 Oktober 1969 delegasi Indonesia telah mendesak Sekjen PBB  U Thant lewat wakilnya Mr Rols Bennet agar TIDAK mengadakan perobahan atau perbaikan hasil laporan Indonesia yang telah diserahkan langsung oleh pihak pemerintah Indonesia kepada PBB lewat Ortiz Sanz tanggal 18 Agustus 1969, dan U Thant menerima usul ini lewat wakilnya Mr Rols Bennet. Dengan demikian Indonesia dan PBB telah melakukan tindakkan KOLUSI dan NEPOTISME (halaman 489), ini artinya PBB dan Indonesia telah megeluarkan resolusi sebelum Majelis Umum PBB mengadakan konferensi PBB tanggal 19 November 1969.
    • Mr Ortiz Sanz mengakui bahwa PEPERA yang dilaksanakan itu TIDAK SESUAI dengan praktek-praktek penyelesaian internasional (halaman 491).
    • Berdasarkan penyimpangan ini maka 30 negara mayoritas negara-negara Afrika + Israel dari Timur Tengah MENOLAK mendukung Indonesia + 12 negara lainnya TIDAK HADIR sebagai protes bahwa PBB TELAH BERSIKAP TIDAK JUJUR dalam menjalankan misinya selaku Badan Dunia bagi penyelesaian masalah Bangsa-Bangsa di dunia ini (halaman 497)

    MASALAH
    Rakyat Papua Barat menuntut hak kemerdekaannya yang telah diperjuangkan selama 42 tahun (1 Mei 1963 – sekarang ini), namun selalu saja terkandas. APA DAN MENGAPA rakyat Papua selalu gagal dan gagal? Padahal kemauan seluruh rakyat Papua Barat telat bulat dan menyatu.

    Jawabannya adalah sangat sederhana sekali. Karena rakyat papua Barat BELUM memahami INTI masalah ini dengan benar, BELUM memahami TAHAPAN PROSEDUR penyelesaian kemerdekaan dengan BENAR.

    Saudara-saudari rakyat Papua Barat yang kami sangat kagumi, hargai dan hormati, masalah INTI yang HARUS kita pahamai saat ini adalah “ARGUMEN/ALASAN INTI Pemerintah Indonesia menklaim Wilayah Papua bagian tak terpisahkan dari NKRI” sebagai berikut:

    SEJARAH MAJAPAHIT
    WILAYAH PAPUA BARAT BEKAS JAJAHAN BELANDA BAGIAN INDONESIA
    NEW YORK AGREEMENT 15 AGUSTUS 1962
    PEPERA TAHUN 1969 DAN HASILNYA
    RESOLUSI MAJELIS UMUM PBB 19 NOVEMBER 1969

    Ke- lima alasan ini selalu dijadikan pedang ampuh pemerintah Indonesia untuk meyakinkan masyarakat dunia dan badan-badan dunia bahwa Papua bagian tak terpisahkan dari NKRI.

    UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH

    Untuk meraih kemerdekaan yang berjalan sangat lama ini, maka rakayat Papua diwajibkan HARUS  mampu memberikan ARGUMENTASI yang kuat guna MENOLAK atau MENGGUGURKAN lima (5) point argument/alasan pemerintah NKRI tersebut diatas yang harus didukung  BUKTI-BUKTI kebenaran yang kuat dan dapat dipertanggunjawabkan secara local, nasional dan internasional. Untuk mencapai penanggulangan masalah ini kita dituntut melewati TAHAPAN penyelesaian yang berprosedur.

    Untuk memberi dan mengkanter agumentasi pemerintah Indonesia, rakyat Papua HARUS kembali melibatkan PBB dan masyarakat dunia sebagai pihak PENENGAH. Mengapa? Alasannya sangat sederhana pula, bahwa ketika pertikaian dua pemerintah bangsa asing Belanda  terhadap Indonesia merebut Tanah Papua Barat pihak PBB dan masyarakat dunia terlibat langsung maupun tak langsung mengeluarkan Belanda dari wilayah Papua Barat dan memasukan penjajah Bangsa asing baru Pemerintah Indonesia kedalam wilayah Papua Barat. Itu sebabnya PBB dan masyarakat dunia HARUS DILIBATKAN KEMBALI dalam upaya penanggulangan masalah yang mereka telah lakukan dengan mengizinkan Indonesia kedalam wilayah Papua Barat sejak 1963 TANPA HAK sedikipun rakyat Papua Barat selaku pemilik sah negeri ini.
    MASALAH PAPAUA BARAT HARUS DIGIRING KEMBALI KE PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
    Papua dan Indonesia HARUS digiring kembali ke PBB adalah pekerjaan yang tidak gampang. Hal ini memerlukan kerja keras, mau tak mau rakyat Papua HARUS kerjakan dengan memenuhi criteria dan tata terib internasional bertahap agar masalah Papua dapat di AGENDAKAN pada agenda PBB.

    PERTANYAAN:

    1. Siapa yang berwenang mengagendakan masalah Papua Barat ke agenda PBB?
    2. Bagaimana caranya mendapat negara merdeka resmi mendukung masalah Papua di PBB?
    3. Agenda dan Program inti macam mana yang telah menjadi kesepakatan nasional Papua Barat yang  akan diajukan untuk ditinjau kembali ditingkap PBB dan tingkat Nasional Indonesia?

    JAWAB

    1. Yang bewenang dan bertanggung jawab mendaftarkan masalah Papua Barat dalam Agenda PBB adalah lebih dari separoh negara merdeka penuh yang juga anggota PBB. Bukan perorangan atau sebuah kelompok organisasi perlawanan Papua Merdeka.

    2. Cara untuk mendapatkan negara pendukung menuju PBB, maka rakyat Papua Barat HARUS memiliki suatu kesatuan gerakan perjuangan terpadu yang terdiri dari KAMIP POLITIK, KAMIP DIPLOMATIK, KAMIP MILITER DAN KAMIP INTELLIGENT yang jelas yang HARUS berada dibawah sebuah Badan Perjuangan Kemerdekaan yang jelas yang sering disebut Pemerintahan Transisi atau Otoritas Nasional atau sering disebut dengan BADAN POLITIK NASIONAL. Terobosan ke tingkat PBB MEMBUTUHKAN kemampuan individu, maupun kelompok diplomat guna mendapatkan paling sedikit satu atau lebih dari satu negara merdeka resmi  selaku penyambung lidah rakyat Papua Barat dalam memenangkan lebih dari separoh negara anggota PBB untuk mendaftarkan masalah Papua di PBB. Langkah – langkah efektif sebaiknya dimulai dari negara-negara sekawasan, seperti lewat The Melanesian Spearhead Group (MSG), the Pacific Islands Forum (PIF) dan seterusnya berkembang ke negara-negara Afrika, Caribbean dan seterunya.

    Jika masalah Papua Barat telah mendapat dukungan lebih dari separoh negara-negara anggota PBB;
    v  TAHAPAN PERTAMA adalah MENDAFTARKAN masalah Papua Barat ini KE DALAM AGENDA PBB lewat seksi Dekolonisasi PBB.

    v  TAHAPAN KEDUA yaitu wakil-wakil rakyat Papua Barat didampingi negara-negara pendukung Papua MENDAFTARKAN masalah Papua Barat ini ketingkat lanjut the SECTION OF LEARNING AND LIAISON PBB. Kalau masalah Papua Barat akan tiba di the Section of Learning and Liaison maka lima point masalah argumentasi Indonesia itu sudah dapat didebat  dengan melibatkan langsung wakil-wakil resmi rakyat Papua Barat yang memiliki pemahaman luas dan khusus ahli dalam administrasi PBB, sehingga peninjauan kembali lima argumentasi/alasan Indonesia dapat terlaksana dengan segera oleh PBB. Dengan demikian rakyat Papua Barat akan tahu dengan pasti kapan mereka akan meraih kemerdekaan yang diperjuangkan itu.

    3. Agenda dan Program yang dimaksud disini adalah materi apa yang disepakati bersama SECARA NASIONAL yang akan menjadi agenda dan program prioritas nasional jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

    CONTOH.
    Dokumen Papua Barat yang telah dipersiapkan ke PBB berjudul:

    Re-view Act Of Free Choice (peninjauan kembali PEPERA 1969) (SASARAN/TARGET)

    TAHAP PERTAMA         : Menyiapkan Biaya pendukung Lobing.
    TAHAP KEDUA             : Melakukan Lobing.
    TAHAP KETIGA        : Target memperoleh lebih dari separoh negara anggota PBB mendaftar masalah Papua Barat the section of decolonization PBB.
    TAHAP KE-EMPAT     : Negara-negara anggota PBB pendukung Papua mendampingi wakil resmi nasional Papua Barat mendaftarkan masalah Papua Barat ke the Section of Learning and Liaison PBB.
    TAHAP KE-LIMA     : setelah melewati tahap pertama hingga tahap ke-empat, maka rakyat Papua akan memperoleh  Wakil Papua di PBB yang akan bertugas MENGAJUKAN peninjauan kembali PEPERA tahun 1969 sebagai SASARAN atau TARGET dari Agenda dan Program Nasional Papua Barat.

                                                                     _____wpna____

    "Tugasmu OAP: Berjuang Hingga Papua Merdeka!" - Petrick Yakobus

    OAP: Perjuangkan Kebebasanmu, Sekarang!
    Penulis : Patrick Yakobus
    Dalam tulisan pertamaku berjudul "Tugasmu OAP: Berjuang Hingga Papua Merdeka!" kita telah mengenali siapa kita di atas tanah air kita. Kita telah mengetahui di sana bahwa kebebasan bangsa kita dikekang sistem negara iblis Indonesia yang menjajah. Maka kini tersisalah pada kita satu tanggungjawab.
    Kita harus berjuang merebut kebebasan kita!
    Di atas puing-puing kehancuran tanah air Papua kita ini, setelah lelah melewati 50 tahun lebih masa berjuang, sampailah kita pada kenyataan ini.
    Pertama: kita masih dijajah negara Indonesia, kapitalis dan imperialis global. Koalisi mereka menjajah dan menjarah setiap inci dari kekuatan kita.
    Kedua: dahulu, penjajahan jelas terlihat karena yang menjalankan sistem yang menjajah adalah kita sendiri. Saat ini, banyak dari antara kita sendiri menjadi budak penjajah, digaji untuk menjalankan sistem yang menjajah itu pada kita. Kita dilatih untuk menjadi penjajah atas kita sendiri. Ada aroma devide et impera di sana.
    Ketiga: dulu, organisasi-organisasi perjuangan jelas. Organisasi apa yang menjalankan fungsi diplomatik, organisasi apa yang menjadi sayap militer, organisasi apa yang bertugas memobilisasi massa dan seterusnya. Kini, banyak muncul organisasi-organisasi tandingan bentukan si Indonesia penjajah itu.
    Keempat: dahulu, kita kenal tokoh-tokoh intelektual kita yang menjadi simbol perjuangan rakyat Papua membebaskan diri dari penjajahan. Saat ini, banyak tokoh yang melacurkan diri dengan mengangkat dirinya sebagai tokoh perjuangan.
    Maka ini jadi celah bagi penjajah untuk menyisipkan tokoh-tokoh mereka sehingga arah gerakan perjuangan menjadi makin kabur.
    Kelima: kenyataan bahwa saat ini, orang yang asli Papua, yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan dengan sungguh-sungguh, sedikit jumlahnya. Walaupun kita tahu bahwa dalam hati, semua orang asli Papua ingin kemerdekaan bangsa Papua Barat terwujud.
    Keenam: banyaknya putera-puteri asli Papua yang menjadi pelayan (atau lebih tepatnya disebut penjilat) penjajah dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
    Mereka hidup enak dengan fasilitas milik penjajah. Mereka cenderung membuat diri pura-pura lupa akan tangisan dalam hati mereka untuk Papua Merdeka. Ini melemahkan psikolgis yang berjuang menuntut kemerdekaan, karena notabene kita semua adalah orang asli Papua.
    Maka dari kenyataan ini, kita lihat cara penjajah mematikan setiap upaya kita menggapai kemerdekaan.
    Pertama: penjajah Indonesia, orang-orang yang menjadi otak sistem kapitalisme dan imperialisme di atas tanah Papua sadar, persatuan menjadi kunci orang Papua menggapai kemerdekaan. Maka diluncurkanlah alat dan media, berupa produk sistem, undang-undang, kebijakan, dan yang lain-lain untuk memecah belah.
    Tugas kita orang asli Papua adalah menolak dan tidak menjalankan (boikot) terhadap semua sistem, desain undang-undang, atau produk hukum apa pun dari penjajah yang selalu punya motif politik! ingat itu.
    Kedua: penjajah membentuk organisasi-organisasi tandingan. Mereka juga menyisipkan orang-orang (baik yang non Papua dan Papua) yang berpikir seperti penjajah, berwatak penjajah. Mereka bertugas menjadi informen. Menjadi aktor pengacau segala agenda. Maka mereka harus merebut posisi-posisi pending dalam struktur perjuangan. Dan itu sudah terjadi.
    Tugas kita orang asli Papua adalah mendata orang-orang asli Papua yang bergabung menjadi penjilat penjajah, dan memberdayakan mereka agar memanfaatkan sumberdaya yang disediakan demi cepat tercapainya Papua Merdeka. Bila tidak memungkinkan, kita sudah tahu apa yang layak bagi penghianat!
    Ketiga: penjajah Indonesia mengadu domba. Pendapat tokoh perjuangan diadu dengan pendapat lain. Ini juga termasuk upaya menghancurkan harga diri para pemimpin perjuangan dan yang berpotensi menjadi pemimpin yang baik di hadapan rakyatnya sendiri.
    Poin ini juga menyangkut adu domba terhadap para pimpinan organisasi perjuangan. Masing-masing ego ada karena ada 'oknum' yang menguatkan dan mendukung. Disana pasti ada orang-orang titipan.
    Tugas kita adalah menganalisis faktor-faktor yang membuat keterpecahbelahan antar kita. Temukan aktor-aktor lapangan dan aktor-aktor perancang. Lebih baik kita jadi penghapus yang menghapus coretan tak beraturan mereka, sebelum pensil perpecahan mulai nakal menggores memecah belah.
    Keempat: Penjajah memanfaatkan kenyataan bahwa banyak orang asli Papua yang diam saja dan menikmati hidup dalam himpitan sistem penjajah sebagai dalih untuk mengatan, orang asli Papua tidak semua menginginkan kemerdekaan. Ini hanya dapat dilawan dengan persatuan.
    Cobalah buktikan. Bila anda merasa diri orang asli Papua yang terpanggil oleh tanah air Papua tempatmu berpijak untuk berjuang, tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa anda benar-benar ingin lepas dari penjajahan Indonesia dan kapitalis/imperialis global.
    Kerelaan anda untuk dengan sadar membuat barisan pendemo semakin panjang akan membuat ketakutan di pihak penjajah satu inci bertambah. Dan untuk hal itu saja, telah menjadi kemenangan di pihak kita.
    Tugas kita orang asli Papua adalah turun jalan. Buat barisan jadi panjang dan gemuk. Beritahu kepada setiap orang asli Papua bahwa sudah menjadi kewajibannya, dan tak ada tawar menawar lagi, bahwa kita dalam posisi tersudut oleh sisitem yang menjajah, dan kita harus turun. Bergerak. Serentak.
    Kelima: banyaknya kelompok PNS asli Papua membuat keuntungan di pihak penjajah. Pertama, penjajah Indonesia untung untuk menjadikan anda sebagai obyek kampanye di dunia internasional, bahwa orang Papua sudah sejahtera. Kedua, anda digunakan sebagai media atau alat yang menjalankan sistem yang menjajah.
    Tugas kita adalah mendata semua orang asli Papua yang jadi PNS. Tugas mereka adalah menyumbangkan sebagian dari penghasilan mereka untuk laskar rakyat yang turun jalan, bergerilya, bekerja demi Papua Merdeka. Sumbangkan terang-terang, jangan sembunyi-sembunyi. Ini di atas tanah kita, untuk kepentingan kita, kepentingan kebebasan bangsa dan tanah air Papua.
    Kau yang tamanan S2, S3, yang magister dan doktor. Anda adalah manusia-manusia paling luar biasa. Ketahuilah, Penjajah Indonesia takut dan menawarimu pekerjaan, ini dan itu. Itu cara penjajah mengalihkan perhatianmu sehingga anda tidak menerapkan keahlianmu untuk mempercepat langkah bangsa ini menuju kemerdekaan Papua Barat.
    Biarkan dunia yang akan bercerita tentang anda bahwa seorang magister dan doktor lulusan universitas terbaik Indonesia memimpin ribuan orang Papua menuntut kemerdekaan dan berhasil menggapainya.
    Warga Indonesia akan mencibir anda, itu pasti. Penjajah akan berusaha sekuat tenaga menghilangkan anda, itu pasti. Tapi sebagian waga dunia akan menghormati anda.
    Apalagi orang-orang anda, warga bangsa Papua Barat, kehadiranmu di tengah mereka membuat semangat berlipat ganda. Air mata yang berlinang di mata mereka kala kau para sarjana dan magister mengangkat pengeras suara di jalanan adalah bukti kebanggaan mereka: seorang doktor di antara mereka dengan gentelmen menjadi penguat barisan perjuangan.
    Kehadiranmu membuat rakyat anda berpikir, garis finish sudah dekat!
    Maka ini yang harus kita perhatikan bersama. Ini menyangkut beberapa rekomendasi yang dapat direfleksikan oleh segenap rakyat Papua, terutama orang asli Papua.
    Pertama: ketika ada demonstrasi damai menuntut kemerdekaan Papua Barat, cobalah, liburkan semua aktivitas anda.
    Yang PNS, saat itu buka baju dinas anda, sebagai simbol bebasnya kau dari kepatuhanmu pada tuan sementaramu (Indonesia) dan ikutlah hati nuranimu untuk berteriak Papua Merdeka di lorong-lorang jalan bersama laskar rakyat. Yang petani, tidak usalah anda ke kebun hari itu. Yang nelayan, tak usalah melaut anda hari itu.
    Yang di pelosok-pelosok, datanglah berbondong-bondong ke pusat kota. Buatlah satu barisan panjang massa pendemo. Tunjukan pada Indonesia dan dunia, bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan adalah keinginan bersama rakyat Papua Barat, bukan seperti propaganda rekayasa mereka!
    Kedua: generasi muda Papua saat ini, janganlah mencita-citakan diri menjadi PNS. Jadilah intelek di jurusan anda, bidang keahlian anda. Dan abdikan hidupmu sesuai dengan dukungan bidang keahlianmu untuk membercepat jalan ini menuju kemerdekaan Bangsa Papua.
    Ketiga: orang-orang tua asli Papua, didiklah anak-anak anda sejak dini bahwa kita hidup dalam zaman penjajahan. Zaman dimana hidup kita diperhamba.
    Jelaskan secara detail menurut apa yang anda ketahui, bahwa tugas anak muda Papua bukan untuk hidup bahagia, tetapi berjuang melahirkan generasi bahagia, penikmat kemerdekaan Papua.
    Keempat: bersatu padulah organisasi-organisasi perjuangan dan para pemimpinnya. Satu-satunya yang dapat menyatukan kita adalah tujuan bersama kita bahwa Papua harus merdeka! Rakyat tanah ini menggantungkan harapan kepada anda, wahai para pemimpin pergerakan.
    Bersatulah bukan karena argumen anda, tetapi karena kita punya visi bangsa bersama, Papua Harus Merdeka!
    Kelima: kau orang asli Papua yang berada di organisasi-organisasi bentukan penjajah Indonesia, manfaatkanlah fasilitas yang mereka beri untuk dukung kemerdekaan Papua.
    Ingat, kau bukan siapa-siapa di tanah ini. Walau kau intel, anggota BIN, anggota TNI, anggota marinir RI, semua orang tahu, kau putera Papua. Kulit gepmu dan rambut keritingmu sdah cukup jelas bagi dunia untuk menyebutmu anak bangsa Papua. Maka tanah Papua juga memanggilmu menjadi pelopor kemerdekaan. Bersiaplah!
    Setiap orang asli Papua, jangan terlena dengan janji-janji manis penjajah. Uang, jabatan, kedudukan, wanita, semua itu akan ditawari padamu. Itu agar kau beralih perhatian dan meninggalkan tanggungjawabmu menjadi barisan terdepan gerakan perjuangan ini. Maka berhati-hatilah.
    Mari, setiap OAP, mulai saat ini, kita memasuki babak bekerja! Kita bekerja 24 jam dalam sehari-semalam demi Papua Merdeka. Relakan pikiran, jiwa, tenaga, waktu dan segala yang ada padamu saat ini demi senyum manis cucu-cicit kita di bawah kibaran Sang Bintang Kejora, esok hari.
    Ingat satu hal lagi: bila Indonesia berpikir bagaimana menjajah kita selama 12 jam dalam sehari, maka kita OAP mutlak menghabiskan waktu minimal 13 jam untuk berpikir bagaimana kita keluar dari penjajahan dan menegakkan tiang kemerdekaan bangsa kita.
    Hanya kesadaran dan persatuan menuju pergerakan kemerdekaan bangsa Papua yang lebih terorganisirlah yang akan menjadi jembatan menuju gerbang pemulihan kemerdekaan bangsa Papua. Kita harus bekerja mengakhirinya, mulai saat ini. Mulai saat ini. Mulai saat ini. Lebih serius lagi.
    Kitalah yang harus melahirkan generasi penikmat kemerdekaan bangsa Papua. Kitalah yang harus mengakhiri sejarah derita ini.
    Patrick Yakobus adalah Aktivis Papua.

    MENUJU HUT KE-6 KNPB, 19 NOVEMBER 2014

    MENUJU HUT KE-6 KNPB, 19 NOVEMBER 2014

    Bendera dan Logo KNPB***
    Gerakan dan hanya gerakan yang mampu membuat perubahan. Mendambakan Papua Merdeka tidak sebatas permainan kata-kata dan pikiran. Perjuangan Papua Merdeka tidak boleh berada di ruang tunggu. Ia tidak boleh tersembunyi di ruang sunyi dan hampa. Ia harus terus berjalan maju walau setiap langkah harus dibayar dengan pengorbanan.

    Jiwa-jiwa pemberontakan tidak boleh dipasung oleh kolonialisme. Jangan sekali-kali membiarkan Kesenangan sesaat dalam kolonialisme menggerogoti jiwa anda yang terlahir sebagai pemberontak sejati. Jangan biarkan pesimisme dan ketakukan membunuh api pemperontakan dalam diri bangsa Papua. Laksana batu karang yang teguh, KNPB tetaplah teguh dan kokoh.

    6 tahun lalu, tepatnya 19 November 2008, disaat kolonialisme berbangga atas “penghancuran” gerakan Papua Merdeka, KNPB menorehkan tahap baru gerakan perlawanan yang revolusioner. KNPB menyadari bahwa hanya metode mediasi yang mampu membuat rakyat menentukan masa depan politiknya sendiri. KNPB tidak menginginkan rakyat dan pejuang West Papua hanya duduk meratapi kondisi objektif, tetapi rakyat harus bangkit dan menjadi subjek perjuangan.

    Sudah banyak patriot revolusioner KNPB yang mempertaruhkan nyawa atas perlawanan damai dan bermartabat yang dilakukan selama 6 tahun. Tetapi setiap kisah-kisah tragis membuat KNPB semakin sadar arti dari sebuah kedewasan perjuangan revolusi West Papua, bahwa perjuangan harus terus berjalan sampai cita-cita pembebasan nasional West Papua tercapai.

    Tanggal 19 November 2014, bertepatan dengan HUT ke-VI KNPB, akan berlangsung pertemuan International Parliamentarians for West Papua (IPWP) di Netherland, Belanda. Pertemuan ini akan membahas hal-hal strategis dalam penyelesaian West Papua (Parlement Nasional West Papua dan Free West Papua Campaign akan menyampaikan secara terbuka).

    Pengurus KNPB Pusat menyeruhkan kepada Pengurus KNPB Wilayah, maupun di Konsulat agar segera mempersiapkan diri menyambut perayaan HUT KNPB ke-6 dan agenda pertemuan IPWP di Belanda. Berbagai kegiatan harus dilakukan, yakni:
    1. Evaluasi menyeluruh di tingkat KNPB Pusat, maupun Wilayah sebelum hari H.
    2. Kegiatan disambut dengan Aksi dan ibadah

    Demikian arahan ini dibuat secara terbuka dan dilanjutkan sesuai situasi basis perlawanan masing-masing.
    “Kita Harus Mengakhiri”

    Port Numbay, 27 Oktober 2014

    Victor F. Yeimo                                         Ones Suhuniap
    Ketua Umum                                              Sekretaris
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif