Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label DEMAK LA PAGO Papua. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label DEMAK LA PAGO Papua. Tampilkan semua postingan

    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Pejuang Papua Merdeka

    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Pejuang Papua Merdeka

    Activis Independence Papua Barat dari Wamena melaporkan bahwa Aparat Keamanan Indonesia (Tim Khusus) dikirim dari Jakarta dan telah tiba di Wamena pada tanggal 17 November 2014, dan kemudian mereka telah dan sedang melakukan pemasangan alat penyadap di semua sektor, di seluruh wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat.

    Hal ini mereka lakukan guna menjaga dan mengawasih aktivitas Para Pejuang Papua merdeka di Wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat, termasuk di Wamena Kota.
    Menurut Activist setempat bahwa aksi teror ini membahayakan semua activist Politik Papua merdeka, yang berdomisili di daerah Pegunungan Tengah pada umumnya, sesuai release yang di terima di redaktur KomnasTPNPB.

    Activis Papua juga melaporkan bahwa Aparat Keamanan Indonesia rencanakan untuk melakukan operasi penangkapan atau penculikan terhadap activist Papua Merdeka, yang akan dimulai dari tanggal 15 Desember 2014, laporan intelejen terpercaya.

    Hal ini merupakan instruksi dari pusat ke daerah, maka tentu saja aparat akan melakukan tindakan represip terhadap activis Papua Merdeka. Sebelum melakukan operasi, aparat Keamanan Indonesia pasang alat penyadap suara lebih dahulu.

    Itu sebabnya, Activis Independence Papua dari Wamena meminta Perhatian oleh masyarakat Internasional serta oleh Lembaga Bekerja HAM Internasional atau advokat.
    Karena Aparat Keamanan Indonesia berniat buruk terhadap Activist Independence Papua Barat, yang berjuang di wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat. Untuk membuktikannya silakan ikuti photos kehadiran Aparat Keamanan Indonesia.

    Demikian, dilapoerkan langsung dari Lembah Baliem, Wamena, Papua Barat. Photos asli terlampir. Laporan langsung yang telah dikirim oleh SB ke redaksi Komnas-TPNPB.
    Publihsing by Admin Komnas TPNPB 2013.
    ————————————————————–
    Appendix photos
    Lampiran photos
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka  
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk  Proteksi  Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka
    Aparat Keamanan Indonesia Telah Pasang Alat Penyadap Di Semua Sektor Di Wamena Untuk Proteksi Aktivitas Perjuangan Papua Merdeka

    PAPUA TETAP PAPUA DAN INDONESIA TETAP INDONESIA

    PAPUA TETAP PAPUA DAN INDONESIA TETAP INDONESIA

    Generasi West Papua (foto, FB)
    Jadi jelas disini bahwa soal mengakui hak masing2 harus mendapat tempat dalam kehidupan Politik dua Bangsa: Indonesia dan Papua. Kita harus bicara sebagai Bangsa dengan Bangsa ....dan bukan bicara sebagai Pemerintah dan Masyarakat atau bukan Yang Berkuasa dan Yang Dikuasai .... 

    Setiap pihak harus berani dan jujur untuk menyatakan kebenarannya ....Jadi disini bukan soal "keseragaman pemahaman terhadap Sejarah Integrasi dan Status Politik" tetapi soalnya adalah "kejujuran dalam mengakui hak masing2"

    Orang Papua terutama para pemimpin perjuangan harus JUJUR menyatakan kepada Rakyat bahwa Bangsa Papua tidak pernah akan menjadi bagian dari NKRI dalam bentuk apapun tetapi berdiri sendiri secara utuh sebagaimana yang telah terjadi sebelum Papua di-Aneksasi oleh Indonesia. 


    Memperjuangkan kebenaran tentang status Politik Papua yang sebenarnya .... Bukan Membangun kebingungan diatas Kebenaran yang diperjuangkan.


    "Hak Menetukan Nasib Sendiri Solusi Demokratis Bagi Rakya Papua Barat''

    By :  Constantinopel Ruhukail

    Hak Penentuan Nasib Sendiri


    Hak Penentuan Nasib Sendiri


    Masyarakat adat memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri, yang berarti bahwa mereka dengan bebas menentukan sistem dan pengembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya mereka.

    Pasal 3 dari UNDRIP mengatakan: “Masyarakat adat mempunyai hak untuk menentukan nasib sendiri. Berdasarkan hak tersebut, mereka secara bebas menentukan status politik mereka dan secara bebas mengembangkan kemajuan ekonomi, sosial dan budaya mereka.”

    Masyarakat adat berhak melestarikan dan memperkuat institusi politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya mereka sendiri, sambil mempertahankan hak mereka untuk ikut serta secara penuh dalam kehidupan bernegara dalam aspek-aspek tersebut. Mereka memiliki hak untuk menentukan sendiri identitas dan keanggotaan mereka; serta struktur dan pemilihan ketua kelembagaan mereka sesuai dengan prosedur, adat dan tradisi mereka sendiri.

    Bocah Mengaku dari Tahun 2035: Indonesia Nanti Tinggal Sumatera dan Kalimantan.

    Putra Kadias

    JAKARTA- TIMIPOTU NEWS. Putra Kandias, bocah yang mengaku berasal dari tahun 2035, berani membuat pernyataan-pernyataan kontroversial terkait Indonesia.

    Selain bakal adanya bencana dahsyat di awal tahun 2015, ia memastikan tahun 2017 akan ada perang nuklir.

    "Bencana alam, perang nulkir atau perang dunia ke 3 akan terjadi di tahun 2017. Indonesia hanya menyisakan pulau sumatera dan kalimantan. Jawa tenggelam, sulawesi dan nusa tenggara menjadi negara sendiri," tulis Putra pada laman Fans Page dirinya di Facebook, Kamis (20/11/2014).

    Bahkan, dalam akunnya, ia juga mengatakan Tim Nasional sepak bola Indonesia bakal memenangkan ajang Piala AFF 2014, yang bakal digelar di Hanoi, Vietnam, pekan depan.

    Sebelumnya, Jagad sosial media di dunia maya dikejutkan oleh kehadiran seseorang yang mengaku berasal dari masa depan. Persisnya, berasal dari tahun 2035, atau 21 tahun mendatang.

    Dirinya mengaku orang Indonesia, bernama Putra Kandias. Keberadaannya, diketahui setelah Putra membuat fans page di media sosial Facebook, Senin (17/11/2014).

    Selang empat hari kemudian, Kamis (20/11/2014), jumlah penyuka (likers) akun tersebut mencapai 1.634 orang.

    Bocah Mengaku dari Tahun 2035: Indonesia Nanti Tinggal Sumatera dan Kalimantan.


    Laporan Media Tribun News. Com

    Repoter Of Timipotu News
    Int. Bidaipouga Mote
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif