Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Brimob. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Brimob. Tampilkan semua postingan

    Anggota Brimob Rela Melepaskan Seragam untuk Berjuang Demi Papua Merdeka

    Elieser Awom: Saya OPM Murni

    Eleazer Awom (Foto : Quinea)
    JAYAPURA – Menanggapi pemberitaan sebelumnya  terkait kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat [TPN-PB] Pimpinan Goliath Tabuni, melalui Anton Tabuni dan dimediasi oleh KNPB  yang mempertanyakan kapasitas dirinya, Elieser Awom, akhirnya berkunjung ke redaksi Bintang Papua untuk memberikan tanggapan atas pertanyaan tersebut. “Saya adalah OPM [Organisasi Papua Merdeka] murni, perlu saya sampaikan hal ini kepada semua, dan saya juga ingin sampaikan bahwa, kita semua berjuang untuk merdeka,” ujar  ELieser Awom, Selasa (6/12) kemarin. Dirinya juga menjelaskan perihal tuduhan bahwa dirinya menyerah,”Kalau saya menyerah kenapa saya ditahan dan harus jalani sebelas tahun di dalam penjara, dan saya dilepaskan tahun 1999 itu karena menerima amnesty dari Presiden Gus Dur,” bebernya. Dalam ceriteranya, Elieser Awom menyampaikan bahwa, berawal dari tahun 1984,”Waktu itu saya adalah anggota Brimob, saya rela melepaskan seragam untuk berjuang demi Papua merdeka, dan saat itu saya langsung bergabung dengan kelompok Pimpinan Richard Yoweni, empat tahun kemudian yaitu tahun 1988 saya ditangkap dan diadili,” ungkap Elieser Awom.

    “Jadi sekali lagi saya sampaikan bahwa saya OPM murni, dan perjuangan yang saya lakukan sampai saat ini nyata, tahun 2007, kami lakukan pertemuan di Malaysia dengan tim diplomasi untuk mencari dukungan dari Negara luar, kemudian tahun 2008 kami masuk ke Vanuatu, dan berhasil meyakinkan Vanuatu sehingga mereka mengakui perjuangan bangsa Papua, dan membuka Kantor Perwakilan Papua di Vanuatu, setelah itu 22 September 2010 kami lakukan dengar pendapat dengan Kongres Amerika Serikat, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika,” tambah Awom.

    Terkait apa yang dipertanyakan kepada dirinya, Elieser menyampaikan bahwa,”Seharusnya kan kita saling mendukung, semua yang kita lakukan adalah perjuangan untuk mencapai kebebasan, Kalau kita terus-terusan saling menuduh dan mempertanyakan satu dan yang lain, tidak akan pernah mencapai tujuan,” tambahnya.
    Ketika ditanya terkait tujuan yang ingin dicapai tersebut, Elieser menyampaikan bahwa,”Sudah jelas, apa yang sudah dideklarasikan pada saat Kongres Rakyat Papua III adalah tujuan kita, yaitu merdeka, kalau anda seorang pejuang dan mengerti politik, pasti akan mendukung hasil Kongres Rakyat Papua III,” beber Elieser Awom.
    “Kedaulatan ada di tangan rakyat, dan Kongres itu adalah hasil keputusan rakyat, itu juga merupakan bagian dari perjuangan kita, mari kita dukung,” tutup Elieser Awom.
     
    Sumber Berita : Bintang Papua

    DOGIYAI: ANGGOTA BRIMOB MABUK, MENGORBANKAN DUA WARGA SIPIL


    bURUTAL mILITER iNDONESIA TERHADAP RAKYAT SIPIL PAPUA DI DOGIYAI
    DOGIYAI-- Kejadian pada 08/10/2014, Brimob yang bertugas di Kabupaten Dogiyai Propinsi Papua, mengkunsumsi Minuman keras “MIRAS” membuat masyarakat yang belum salah dapat tangkap dua Orang laki-laki atas nama Selino Dogomo Umur 22 Tahun dan Amoye Yobe Umur 23 pada pukul 17.00 WIT.

    Sering saja kita dengar bahwa brimob dan militer Negara Idonesia sangat menghargai hukumnya. Tetapi, kenyataan dilapangan kejadian bahwa Militer mengkonsumsi minuman keras dan mengorbankan masyarakatnya sendiri karena tidak sadar dan terlalu mabuk.

    Sangat ironisnya lagi itu tidak menghargai sebagai penegak hukum dan melarang minuman adalah militer Indonesia dan sekarang kita melihat dilapangan kejadian yang terjadi di kabupaten dogiyai papua ini sangat lewat batas Tugas dan Fungsi sebagai seorang militer yang mana amanatkan bahwa militer adalah melindungi dan mengamankan rakyat tetapi sebaliknya militer membawah kehancuran bagi rakyat dan sangat meresahkan rakyatnya.

    Tahun lalu pernah komentar oleh komnas HAM bahwa militer Indonesia jangan datang mengantuk-mengantuk di papua kalau mau bertugas tugas yang benar ungkap (Natalis Pigai). Sesungguhnya sangat disayangkan bahwa kejadian diatas ini ibarat (pagar makan tanaman) sebetulnya itu militer harus melindungi rakyat tetapi mala militer menyiksa masyarakat, membunuh masyarakat, memenjarakan masyarakat dan memerkosa masyarakat.

    Tolong media manapun harus dinaikkan dan karena keadaan moanemani masih belum aman dan sangat meresahkan masyarakat dogiyai. Fia (SMS) Oleh Andy Pigai

    Sumber :  www.umaginews.com
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif