Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label KPMY Malang. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label KPMY Malang. Tampilkan semua postingan

    MAKODAP TPNPB YAHUKIMO MEMPERINGATI 1 JULI 2014

    MAKODAP TPNPB YAHUKIMO MEMPERINGATI 1 JULI 2014


    Moment 1 Juli 2014 di Papua di Peringati dengan berbagai macam bentuk kegiatan, melalui doa, upacara di Markas KODAP dan aksi di tempat sesuai intruksi Markas Pusat TPNPB.

    Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Markas  Daerah Pertahanan  (MAKODAP) Yahukimo,  secara resmi melakukan upaca memperingati 1 juli 2014 di Markas MAKODAP Yahukimo. Panglima KODAP, Brgjen. Wakman yang bersama kepala Penerangan KODAP melaporkan, “kami telah melakukan upaca secara resmi di MAKODAP. Kami lakukan uapara sesuai instruksi pusat”. Jelasnya.  Intruksi TPNPB pusat kepada setiap kodap se-papua silakan Clik disini : http://www.komnas-tpnpb.net/himbauan-umum-markas-pusat-tpnpb.html Upacara pengibaran benderah bintang fajar dalam rangkamemperingati 1 Juli 2014 telah berjalan aman sampai selesai.
    Selain itu tempat terpisah, perayaan HUT 1 Juli 2014, pejuang kemerdekaan Papua di Jayapura. Kegiatan yang dikordinir Mingo E. Yoal, salah seorang activist dari South Yally berjalan dengan baik. Sedikitnya tiga suku besar yang ikut merayakan moment tersebut, antara lain Suku Ngalum, Suku Yalle dan Suku Yally (South Yally)
    Mereka memegang sebuah Bendera Bintang Kejora di tangan. Yoal, salah seorang yang mengkordinir kegiatan itu menjelaskan,  “kami  melakukan memperingati hari HUT Proklamasi Kemerdekaan dan Delkarasi Konsitusi sementara Republik Papua Barat pada 1 Juli 1971, kami tetap semangat dan melakukan dengan cara dan gaya kami”. Jelasnya.
    Kami Keluarga besar My Land mengucapkan “Selamat Merayakan Ulang  Tahun Proklamasi Kemerdekaan dan Deklarasi Konstitusi Sementara Republik Papua Barat, 1 Juli 1971 – 1 Juli 2014. Semoga melalui perayaan ini, semua elemen perjuangan mesti bersatu guna menyimpulkan suatu formula perjuangan yang lebih spesifik lebaih mantap. Jangan lagi cara kerja masa yang lalu karena lawan sudah menebak sebelum kita beranjak.
    Photo bersama Usai Upacara di Depan MAKODAP Yahukimo
    Photo bersama Usai Upacara di Depan MAKODAP Yahukimo
    Pengibaran Bendera Bintang Fajar di MAKODAP YAHUKIMO
    Pengibaran Bendera Bintang Fajar di MAKODAP YAHUKIMO
    Aktivis Memperingati 1 Juli 2014 di Jayapura
    Aktivis Memperingati 1 Juli 2014 di Jayapura
    Photo Aktivist dari Yahukimo di Jayapura Memperingati 1 Juli 2014
    Photo Aktivist dari Yahukimo di Jayapura Memperingati 1 Juli 2014
    MAKODAP YAHUKIMO
    MAKODAP YAHUKIMO

    Mahasiswa Indonesia di Australia Khawatirkan Serangan Darat dalam Pilpres 2014

    Mahasiswa Indonesia di Australia Khawatirkan Serangan Darat dalam Pilpres 2014

    Capres RI, Joko Widodo saat berkampanye di Jayapura, Papua (Foto: Oktovianus Pogau/SP)
    PAPAN, Australia --- Di tengah hiruk-pikuk politik menjelang pemilihan presiden, Perkumpulan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) cabang Flinders University, Adelaide, Australia Selatan, ikut meramaikan pesta demokrasi dengan menggelar diskusi bertema Menganalisa Indonesia melalui Pilpres 2014.


    Diskusi yang digelar di Flinders University hari ini, Jumat 13 Juni pkl. 9.30–16.00, di antaranya menghadirkan analis Migrant Care Wahyu Susilo, Direktur Pusat Kajian Asia Flinders University Dr. Priyambudi Sulistiyanto, dan pengajar Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang Wawan Sobari yang sedang mengambil Research High Degree di Department of Politics and Public Policy Flinders University.
    Bagi Priyambudi Sulistyanto, siapapun yang terpilih menjadi presiden dari dua pasangan yang bertarung dalam pemilu punya tanggung jawab membawa Indonesia sebagai negara yang mampu membangun dan memelihara stabilitas politik di kawasan Asia Tenggara.
    Namun begitu, rumusan dan pelaksanaan kebijakan politik luar negeri Indonesia nantinya harus melibatkan peran, aspirasi, dan kepentingan masyarakat.
    “Banyak orang Australia yang bertanya kepada saya perihal kekhawatiran mereka jika Prabowo terpilih menjadi presiden. Mereka tahu persis seluruh track record Prabowo di Timor Leste. Tetapi, masyarakat internasional juga tidak tahu banyak siapa Jokowi.”
    “Sehingga, yang paling penting dalam menentukan pilihan adalah siapa calon presiden yang memprioritaskan kepentingan masyarakat Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Budi yang juga pernah menjadi dosen di National University of Singapore.
    Wahyu Susilo sangat kecewa dengan penyelenggaraan pemilu yang meminggirkan buruh migran Indonesia yang mayoritasnya adalah perempuan. Dalam sejarah pelaksanaan pemilu, buruh migran mendapatkan diskriminasi paling vulgar. Mereka tidak menjadi subjek dalam politik electoral.
    “Kembalikan hak politik buruh migran!” demikian adik dari Widji Tukul (aktivis korban penculikan 1998 yang sampai sekarang belum ditemukan) ini menyampaikan tuntutan yang diperjuangkan melalui program Buruh Migran Melek Pemilu 2014 di Migrant Care.
    Ia melanjutkan, banyaknya persoalan pemilu legislatif kemarin mengharuskan KPU dan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) segera memperbaiki DPT luar negeri dan melakukan sosialisasi waktu pemilihan yang serius dan tidak mendadak.
    Sementara itu, sebagai ahli ilmu politik Universitas Brawijaya Malang yang melakukan penelitian di empat wilayah besar di Indonesia tentang apa alasan masyarakat dalam memilih, Wawan Sobari sangat khawatir dengan maraknya black campaign yang memakai isu agama.
    “Di tingkat masyarakat menengah ke bawah dan rural area serangan darat sangat mempengaruhi kepada pasangan mana mereka akan menentukan pilihannya,” ujar Wawan.
    Yang memprihatinkan menyebarnya sms-sms berbau isu agama (SARA) menjelek-jelekkan calon presiden tertentu yang ia sebut aksi tidak bertanggung jawab itu sebagai “serangan darat” terutama di Jawa Timur.
    Terlebih, dari hasil penelitiannya, di Jawa Timur masyarakatnya masih memegang kuat pola “anut grubyuk,” yakni mengikuti mayoritas yang bentuknya adalah patuh pada tokoh-tokoh agama, kyai-kyai.
    Ia pun menambahkan fakta bahwa dalam kasus Jawa Timur pimpinan-pimpinan pesantren sudah banyak terinfiltrasi oleh isu dan kampanye negatif menggunakan agama yang dihembuskan pihak-pihak dari calon atau pasangan yang satu terhadap calon presiden yang difitnah tidak mengakomodir aspirasi umat Islam dan malah memihak agama tertentu di luar Islam.
    Keprihatinan yang sama disampaikan peserta diskusi Mustafa, aktivis muda NU yang sedang belajar di Adelaide University.
    “Saya berduka dengan politisasi agama yang mencuat menjelang pilpres. Ini merusak proses demokrasi yang sedang kita bangun,” kata pria yang mempunyai akun facebook Mochamad Mustafa ini merespon “serangan darat” yang diterima oleh saudara-saudara dekatnya yang tinggal di Lamongan, Jawa Timur.
    Peserta diskusi lainnya, Sultan Fariz Syah, juga mempunyai kekhawatiran terhadap politisasi agama yang terjadi di Aceh.
    Ia memberikan gambaran bahwa agama menjadi isu utama di Aceh. Karena itu, calon presiden yang dianggap akan mendukung politisasi Qanun Jinayat yang akan dipilih masyarakat Aceh.
    “Ini sangat mengabaikan pluralisme, mengingat masyarakat Aceh terdiri dari berbagai agama dan keyakinan,” sesal mahasiswa Flinders University asal Aceh ini.
    Aktivis disabilitas Jaka Anom Ahmad Yusuf Tanukusuma yang ikut aktif dalam diskusi ini menyesalkan penyelenggaraan pemilu yang tidak sensitif terhadap para penyandang disabilitas.
    TPS serta alat-alat pemilu yang tidak ramah terhadap penyandang disabilitas menjadi penyebabnya. Selain itu, sebagai penyandang disabilitas ia juga merasa sangat kecewa dengan cara-cara kampanye, baik dari kubu Prabowo-Hatta maupun Jokowi-Kalla, yang tidak memberikan “bullet” atau pengetahuan tentang profil serta visi dan misi para kontestan pilpres yang mudah diakses para penyandang disabilitas.
    “Penyandang disabilitas tidak menjadi subjek atau target dalam pemilu. Sebaliknya, kami hanya dijadikan objek kampanye saja,” beber Jaka yang sedang mengambil Magister of Disability Study di Flinders University.
    OKTOVIANUS POGAU
    Sumber :  www.suarapapua.com

    Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku Alpius Negro Kogoya

    Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku Alpius Negro Kogoya

    Dengan menundukkan kepala dan mengangkat hati ke hadirat Tuhan Pencipta kita sekalian, dengan ini segenap Crew and Editorial Board Papua Merdeka News, bersama para Perwira Tentara Revolusi West Papua (TRWP) menyampaikan

    BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

    atas wafatnya

    Bapak Kepala Suku Perang Suku Lani, Alpius Negro Kogoya

    yang menghadap ke hadirat Sang Pencipta pada
    Tanggal 21 April 2014
    di Timika, West Papua.
    Semoga apa yang telah ditanam selama sang Kepala Perang hidup menjadi bibit unggul dan berbuah-lebat di seluruh Tanah Papua, untuk membawa kebebasan dan kemerdekaan bagi bangsa Papua.
    Tuhan, Engkau yang memberi tokoh Masyarakat Papua, dan Engkau Mengambilnya kembali. Berikanlah kami orang-tua orang tua pengganti yang akan membantu membimbing kami menuju cita-cita perjuangan bangsa Papua.

    Gen. TRWP Mathias Wenda bersama seluruh perwira TRWP di pulau New Guinea
    Lt. Gen. TRWP Amunggut Tabi bersama seluruh staff Sekretariat-Jenderal TRWP
    Kepala Suku Perang Elly Togodly bersama seluruh Team Kerja DeMMAK (Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka)

    Editor in Chief HPNewsCollective Editorial Board
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif