Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Radar Pegunungan Tengan Papua. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Radar Pegunungan Tengan Papua. Tampilkan semua postingan

    “Apa yang Anda Pikirkan?”

    “Apa yang Anda Pikirkan?”

    Mungkin Anda tak menyadari keberadaan pertanyaan di atas. Namun sebelum keberadaan facebook, kita tak pernah mendengar atau melihat tulisan pertanyaan tersebut. Sekarang pertanyaan tersebut ada, dan terpampang di depan kita ketika kita membuka akun facebook.

    Pertanyaan tersebut terpampang di sana, dan kita diminta untuk mengisinya, di sana. Artinya, facebook minta input kepada kita, seperti seseorang yang minta sesuatu dan berharap diberi. Yang menjadi pertanyaan adalah, jika kita memberikan apa yang diminta (yaitu “apa yang Anda pikirkan”), benarkah kita memberikannya kepada facebook. Jika jawabannya “ya”, lantas siapakah facebook itu? Apakah kita memberi jawaban itu kepada korporasi facebook. (Saya tak yakin mereka meminta kepada saya, karena saya yakin mereka tak kenal saya.) Apakah facebook itu makhluk hidup? Atau sebuah persona lain yang tidak saya sebutkan?

    Saya pikir, jawabannya bukan seperti itu. Dan menurut saya, facebook adalah dummy. Menurut wikipedia, dummy adalah “Mannequin, a model of the human body used for various purposes.” Sebuah tiruan yang digunakan untuk tujuan tertentu. Logika yang saya gunakan adalah bahwa sebenarnya facebook menghubungkan pembuat status dengan pembacanya. Jadi, kita membuat status itu bukan untuk perusahaan facebook. Kita membuat status untuk para pembaca. Namun kita memberikannya kepada facebook.

    Lalu apa status yang kita isikan? Ada banyak hal, namun saya membaginya menjadi dua: yang sebenarnya berguna dan yang sebenarnya tak berguna. (Kata “sebenarnya” untuk menegaskan obyektifitas. Karena subyektifitas hanya membawa perdebatan yang kadang tak bermutu.) Yang berguna, menurut saya hanya ada dua, yaitu berbagi pengalaman dan berbagi pengetahuan. Lainnya hanyalah status yang tak berguna, alias omong kosong.

    (Dikembangkan dari salah satu gagasan dalam buku “Hiruk Pikuk Jaringan Sosial Terhubung,” B. Melkyor Pando, S.J, Kanisius 2014)

    Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku Alpius Negro Kogoya

    Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku Alpius Negro Kogoya

    Dengan menundukkan kepala dan mengangkat hati ke hadirat Tuhan Pencipta kita sekalian, dengan ini segenap Crew and Editorial Board Papua Merdeka News, bersama para Perwira Tentara Revolusi West Papua (TRWP) menyampaikan

    BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

    atas wafatnya

    Bapak Kepala Suku Perang Suku Lani, Alpius Negro Kogoya

    yang menghadap ke hadirat Sang Pencipta pada
    Tanggal 21 April 2014
    di Timika, West Papua.
    Semoga apa yang telah ditanam selama sang Kepala Perang hidup menjadi bibit unggul dan berbuah-lebat di seluruh Tanah Papua, untuk membawa kebebasan dan kemerdekaan bagi bangsa Papua.
    Tuhan, Engkau yang memberi tokoh Masyarakat Papua, dan Engkau Mengambilnya kembali. Berikanlah kami orang-tua orang tua pengganti yang akan membantu membimbing kami menuju cita-cita perjuangan bangsa Papua.

    Gen. TRWP Mathias Wenda bersama seluruh perwira TRWP di pulau New Guinea
    Lt. Gen. TRWP Amunggut Tabi bersama seluruh staff Sekretariat-Jenderal TRWP
    Kepala Suku Perang Elly Togodly bersama seluruh Team Kerja DeMMAK (Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka)

    Editor in Chief HPNewsCollective Editorial Board
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif