Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Misterius. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Misterius. Tampilkan semua postingan

    Misteri: Integrasi Papua Kedalam NKRI

    Misteri: Integrasi Papua Kedalam NKRI

    Writed By : Lapendos

    KBK Papua, Beberapa tahun belakangan ini rakyat Papua dibingungkan oleh isu integrasi sudah final yang tertulis dalam sebuah buku hasil karangan oleh bapak Nicolas Meset dan sebaliknya Bapak Pdt. S.S yoman dalam buku barunya tertulis Integrasi belum selesai, kedua buku ini memiliki daya tarik yang masing-masing tidak terkalakan antara satu sama lain.

    Kedua buku ini sedang marak di seluruh wilayah Papua, melihat kondisi ini generasi muda papua bekerja sama dengan KNPB melakukan Seminar Publik untuk mencari tahu bahwa bagaimana sebenarnya Integrasi itu bisa dipersoalkan dalam 2 buku tersebu;

    Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, panitia berupaya semaksimal mungkin untuk menghadirkan kedua tokoh penulis buku tersebut. seminar publik pun telah berlangsung pada tanggal 11 mei 2010 di Balai Pelatihan sisial Kamp Key Abepura, walaupun terlihat tarik menarik antara kelompok pro dan Kontra namun acara berlangsung aman,

    Sementara itu ketua panitia (Moses)meluangkan waktu beberapa menit untuk menyelaskan kepada perss yang hadir dalam kegiatan seminar. moses menyampaikan bahwa kegiatan seperti sangat baik untuk memberikan pemahaman kepada rakyat Papua Barat agar mengetahui dimana letak kesalahan dalam proses integrasi itu dan apa kebenarannya.

    Kegiatan hasil rumusan seminarnya akan dibagikan kepada setiap komponen rakyat Papua Barat dalam waktu dekat ini menurut Ketua Panita kepada KBK Papua.

    INDONESIA HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MARTINUS YOHAME

    NEGARA HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MARTINUS YOHAME



    Kunjungan kerja Negara dalam hal ini Presiden Rebuplik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) ke Papua dalam rangga peresemian wisata Raja Ampat di Sorong dan presemian Tugu Kristus Raja di Mansinam Manokwari pada tanggal 20-25 Agustus 2014 di Papua telah membunuh Aktivis Papua Merdeka yaitu Ketua komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong Raja kepala burung Martinus Yohame.
    Penculikan dan Pembunuhan terhadap ketua KNPB wilayah Sorong dilakukan untuk mengamankan perjalanan pimpinan Nekara klonial NKRI di Papua, Sebab sebelum kujungan Presiden rebuplik Indonesia (SBY) ke Sorong dan Manokwari Ketua KNPB wilayah sorong Almarhum Martinus Yohame dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) wilayah Sorong telah mengelurkan stekmen dalam jumpa press dengan menghadirkan sejumlah Wartawan yang berada di wilayah sorong kota pada tanggal 19 Agustus 2014 di depan walikota sorong pada pukul 15.00 WPB .

    Dalam konfrensi press dengan wartawan itu ketua KNPB wilayah Sorong Raja Martinus Yohame (almarhum) dengan tegas menolak kedatangan SBY di Papua. Karna peresmian Wisata di raja Ampat waisai itu tidak mengutungkan rakyat pribumi yang berdomisili di wilayah setempat namun hanya mengutungkan devisa negara tanpa memperhatikan rakyat kecil di wilayah tersebut juga pada umumnya tidak mengutungkan orang Asli Papua.

    Sejumlah kekayaan alam yang di kelola oleh Negara di Papua Barat seperti PT.FI di Timika dan minyak di sorong selama sekian tahun beroperasi di Papua namun rakyat tetap miskin diatas kekayaan alamnya sendiri. Maka Ketua KNPB wilayah sorong Martinus Yohame Menolak kedatangan SBY dalam peresmian Wisata di raja ampat yang akan mengutugnkan negara tersebut.

    Dengan demikian untuk mengamankan atau mensuksekan kegiatan presemian Taman Wisata Raja Ampat dan juga persemian Tugu Kristus Raja di Manokari Ketua KNPB wilayah Sorong MARTINUS YOHAME harus diculik dan dibunuh secara sadis oleh Negara untuk mengamankan kepentingan Negara di Papua Barat. Kerena Negara menilai siapa pun yang menghambat kepentingan dan kekuasaan negara setiap aktifis papua yang lantang bersuara menolak semua kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil diangkap musuh Negara dan penghambat maka Martinus Yohame ketua KNPB wilayah Sorong menjadi korban penculikan dan Pembunuhan oleh Negar Kesatuan Republik Indonesia NKRI sebelum SBY berkujung ke Papua.

    Berdasarkan hal tersebut diatas kami KNPB menilai penculikan dan Pembunuhan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame Merupakan korban kejahatan Negara sama seperti penculikan dan pembunuhan tokoh pejuang lainnya seperti THEYS H. ELUAY, KELY KWALIK, MAKO TABUNI,TITUS MURIB HUBERTUS MABEL dan sejumlah pejuang lain yang menjadi korban kekerasan negara.

    Peryantaan Polda Papua dan Pangdam mengatakan melalui media cetak yaitu Suluh Papua edisi hari jumat 29 Agustus 2014 bahwa, polisi sulit percaya terhadap Penemuan Mayat di pulau Dom sorong. Karena keluararga menolak otopsi maka mayat yang ditemukan tersebut belum bisa pastikan itu jenaza Martinus Yohame atau tidak,,,? 

    Hal ini kami menilai bukan baru ketiga aktivis papua merdeka dibunuh dan bahasa seperti ini selalu diungkapkan Oleh Negara terhadap Orang Papua dan menjadi lagu lama. Karena beberapa hal menjadi pertanyaan bagi kami KNPB.


    Pertama Siapa menemukan mayat Martinus Yohame di pulau dom pada tanggal 26 Aggustus 2014, ? menurust media yaitu Tabloid Jubi edisi 26 Agutustus megatakan bahwa Mayat Martinus Yohame di Temukan oleh seorang nelayan pada pukul 07 di pulau dom namun nama nelayan itu tidak disebutkan nama nelayannya jadi nelayan menemukan mayat itu siapa ?

    Kedua siapa yang bawa Mayat Martinus Yohame ke rumah sakit Umum kota Sorong apakah nelayan itu yang bawa ke rumagh sakit ?

    Ketiga menurut tabloid jubi mayat Maritinus Yohame ditemukan di pulau dom jam 07 tetapi kenapa keluarga dan Pengurus KNPB wilayah sorong temukan mayat pada pukul 15.00 WPB, kenapa sejak ditemukan jam 7 tidak diinformasikan kepada keluarga dan KNPB ?


    Keempat menurut Menurut hasil Visum yang dilakukan tim identifikasi rumah sakit umum Kota Sorong , ditemukan sebuah luka tembak di dada sebelah kiri, wajah korban juga hancur oleh pukulan benda keras. “ Kami temukan ada luka tembakan di dada kiri, dia punya muka hancur “ ungkap Yori petugas RSUD Sorong. Kedua kaki dan dan tangan korban juga dalam posisi terikat, diduga jasadnya akan ditenggelamkan ke Laut.

    Pihak rumah sakit tidak perna sampaikan kepada keluarga dan KNPB tentang siapa yang menemukan mayat Martinus Yohame dan siapa yang membawa mayat Martinus Yohame ke rumah sakit Umumum kota sorong ?

    Yang Kelima, Almarhum Martinus Yohame diculik sebelum SBY kujungan datang ke Papua lebih khusus ke Sorong, dan selama 5 hari belum ditemukan, kemudian setelah SBY melakukan kujuangan balik ke Jakarta mayat almarhum Martinus Yohame ditemukan ?

    Yang Keenam Martinus Yohame bukan orang stress bukan orang gila dia bukan bunuh diri dan bukan juga dia mengalami kecelakaan tapi di dibunuh secara sitematis oleh orang terlati..?


    Berdasarkan hal tersebut diatas kami menilai Penculikan dan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame dilakukan oleh orang-orang yang professional dan terlati, dan jejak atau rencana penculikan dan pembunuhan Ketua KNPB dilakukan secara rapi terstrutur dan diatur sedemikian rupah supaya jejak tidak bisa diketahui oleh public dan KNPB serta Keluarga.

    Oleh karena itu apa yang dikatakan oleh polda dan pangdam merupakan lagu lama yang membagun opini yang membigungkan semua orang. Kami tau bahwa Pencuri tidak pernah mengakui bahwa, dia pencurinya demikian juga pembunuh tidak pernah mengakui bahwa dia adalah pembunuh, apa lagi penjajah tidak akan pernah mengaukui terhadap indentitas dan kebenarn orang lain.


    Oleh Karena itu kami bandan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB ) menyampaikan sikap sebagai Berikut:
    1. Presiden Rebuplik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) segera bertanggung jawab atas kejahatan Negara terhadap penculikan dan pembunuhan MARTINUS YOHAME ketua KNPB wilayah Sorong.

    2. Pangdam Cendrwasih Polda Papua , Polres dan Dandim Kota Sorong segera mengungkap pelaku Penculikan dan Pembunuhan terhadap MARTINUS YOHAME ketua KNPB Sorong Raja.

    3. Komnas HAM RI dan Komnas Perwakilan Papua dan Lembaga kemanusia yang Independen Segera melakukan penyelidikan terhadap Penculikan dan Pembunuhan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame.

    4. penculikan dan Pembunuhan terhadap Martinus Yohame Merupakan kejahatan Negara oleh sebab itu Negara bertanggung jawab dan mengadili para penjahat kemanusian di Papua Barat.

    5. Gubernur Provinsi Papua, provisi Papua Barat Pangdam dan Polda Papua Aktor Pembunuhan atau pemusnahan Ras ( Genosida ) di Papua Barat.

    Demikian pernyatan sikap kami terhadap penculikan dan pembunuhan terhadap ketua KNPB wilayah sorong Martinus Yohame .

    Numbay, 28 Agustus 2014
    Badan Pengurus Pusat
    KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT ( BPP-KNPB)

    VICTOR F. YEIMO ONES N. SUHUNIAP
    Ketua Umum Sekertaris Umum

    Lantaran Komunitas Anak Jalanan

    Koteka Creating Weblog
    Paling tidak enak jika bertemu dengan orang yang selalu memaksakan sudut pandangnya kepada orang lain, seolah-olah hanya dia saja yang paliBerbicara mengenai perspektif atau sudut pandang saya jadi teringat dengan ungkapan tentang dua orang yang melihat gajah dari sisi yang berbeda, orang yang pertama melihat gajah tersebut dari depan sehingga dia akan mengatakan bahwa gajah belalainya panjang dan kupingnya lebar, namun orang yang kedua melihat gajah tersebut dari belakang sehingga dia hanya melihat ekor dan dua kaki belakng yang besar dari sang gajah, ke dua orang tersebut bisa berselisih paham tentang apa yang paling menonjol dari sang gajah tersebut padahal keduanya melihat binatang yang sama, namun masalahnya adalah dari sisi mana mereka melihat. Itulah yang saya sebut sebagai problematik dari perspektif.Sebut saja contoh kecil, rata-rata orang eropa tidak suka mencium bau buah duren, tapi coba jika anda sebagai orang Indonesia ditawari duren, apalagi duren montong, wah pasti anda akan berbutan untuk menyantapnya, karena disamping buahnya harum rasanya juga enak, itu menurut perspektif anda sebagai orang Indonesia, tidak demikian halnya bagi orang barat. Nah hal inilah yang kadang-kadang dapat menjadi problem horizontal di antara makhluk sosial yaitu sesama manusia. Tak jarang masalah perbedaan perspektif dapat menimbulkan pertikaian yang serius di antara kita manusia, karena perbedaan perspektif akan mengarah kepada perbedaan pendapat dan prinsip tiap-tiap orang. Masalahnya adalah jarang sekali orang yang mau mengalah terhadap pendapat orang lain, kecenderungan manusia adalah berargumen untuk membenarkan pendapatnya sebisa-bisanya. Hanya orang yang memiliki sifat rendah hati dan suka damai sajalah yang bersedia mengalah selama problematik perspektif tersebut hanyalah masalah yang tidak terlalu bersifat prinsipil.

    Memang ada beberapa perbedaan perspektif yang harus diselesaikan dengan suatu standard baku seperti perbedaan yang terkait dengan masalah benar atau salah, baik atau buruk, hal ini biasanya akan mengacu kepada hukum, undang-undang, prosedur dll. Misalnya perbuatan membunuh tidak bisa hanya dilihat dari segi perpektif, tapi juga harus dari segi hukum. Halnya juga berkenaan dengan kebenaran prinsipil seperti misalnya tentang dogma atau doktrin agama. Perbedaan perspektif berkenaan dengan dogma agama atau kepercayaan memang harus bermuara pada konsep dasar fundamental yaitu kitab suci dari masing-masing agama yang bersangkutan. Tetapi jika perbedaan perpektif hanyalah hal-hal yang menyangkut selera lebih baik menggunakan dasar kasih, rendah hati, suka damai, dan mengalah ketimbang ngotot untuk selalu memenangkan dan membenarkan pendapat pribadi, padahal pendapat orang belum tentu salah.ng tahu, paling benar, paling hebat dan segala jenis paling lainnya. Padahal belum tentu pendapat orang tersebut benar dan belum tentu juga pendapat orang lain itu salah, mengapa? Karena tiap-tiap orang memiliki perspektif masing-masing sehubungan segala hal sehingga jika terjadi suatu perbedaan pendapat berkenaan dengan suatu hal tertentu biasanya lebih banyak disebabkan oleh karena perbedaan sudut pandang, dan dalam hal ini tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, karena benar atau salah sifatnya relatif tergantung dari sudut pandang mana sebuah problem dilihat oleh tiap-tiap individu orang. Ada ungkapan lama yang mungkin pernah anda dengar “lain ladang lain pula lalangnya, lain danau lain pula ikannya” yang mengartikan bahwa tidak ada manusia yang memiliki kesamaan persis, tiap-tiap orang berbeda-beda pola berpikirnya dan sudut pandangnya. Perbedaan orang dapat ditentukan oleh berbagai latar belakang, bisa latar belakang sosial, budaya, etnis, pendidikan, pengalaman, karakter, selera, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki ciri khas fisik tertentu seperti sidik jari, bahkan konon ceritanya anak kembar sekalipun dapat berbeda selera dan sifat. Maka janganlah heran kalau anda akan sulit sekali menemukan orang lain yang persis sama dengan sifat atau karakter anda. Saya menganjurkan anda janganlah berharap untuk mendapatkan teman yang memiliki sudut pandang yang sama atau selera yang sama dengan anda.

    Created By Watikam
     

    Anggota Brimob Polda Papua ditembak orang misterius


     

    Merdeka.com - Seorang anggota polisi kembali menjadi korban penembakan di Papua, Sabtu (30/11). Polisi itu diketahui bernama Bripka Suhendra.

    Seperti dilansir dari Antara, korban sehari-hari bertugas sebagai anggota Brimob Polda Papua. Bripka Suhendra ditembak oleh orang tak dikenal di Kawasan Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

    Korban saat ini langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisi korban masih belum diketahui.
    Kasus ini menambah panjang daftar penembakan terhadap polisi. Di Papua, polisi kerap kali menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal.

    Misteri Pegunungan Jayawijaya

    Misteri Pegunungan Jayawijaya

    BAGI pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah impian. Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu terdapat titik tertinggi di Indonesia, yakni Carstensz Pyramide dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).Jangan heran jika pendaki gunung papan atas kelas dunia selalu berlomba untuk mendaki salah satu titik yang masuk dalam deretan tujuh puncak benua tersebut. Apalagi dengan keberadaan salju abadi yang selalu menyelimuti puncak itu, membuat hasrat kian menggebu untuk menggapainya.Tetapi, siapa yang menyangka jika puncak bersalju itu dahulunya adalah bagian dari dasar lautan yang sangat dalam!

    “Pulau Papua mulai terbentuk pada 60 juta tahun yang lalu. Saat itu, pulau ini masih berada di dasar laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Pengendapan intensif yang berasal dari benua Australia dalam kurun waktu yang panjang menghasilkan daratan baru yang kini bernama Papua. Saat itu, Papua masih menyatu dengan Australia,” jelas ahli geologi Fransiskus Benediktus Widodo Margotomo saat memaparkan sejarah terbentuknya Pulau Papua.

    Keberadaan Pulau Papua saat ini, lanjutnya, tidak bisa dilepaskan dari teori geologi yang menyebutkan bahwa dunia ini hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Pada kurun waktu 240 juta hingga 65 juta tahun yang lalu, benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia, yang menjadi cikal bakal pembentukan benua dan pegunungan yang saat ini ada di seluruh dunia.

    Pada kurun waktu itu juga, benua Eurasia yang berada di belahan bumi bagian selatan pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.

    “Saat itu, benua Australia dengan benua-benua yang lain dipisahkan oleh lautan. Di lautan bagian utara itulah batuan Pulau Papua mengendap yang menjadi bagian dari Australia akan muncul di kemudian hari,” tambah sarjana geologi jebolan Universitas Pembangunan Nasional, Yogyakarta, pada 1986 ini.

    Pengendapan yang sangat intensif dari benua kanguru ini, sambungnya, akhirnya mengangkat sedimen batu ke atas permukaan laut. Tentu saja proses pengangkatan ini berdasarkan skala waktu geologi dengan kecepatan 2,5 km per juta tahun.

    Proses ini masih ditambah oleh terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

    Akhirnya proses pengangkatan yang terus-menerus akibat sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.

    Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.
    Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.

    Sementara terpisahnya daratan Australia dengan Papua oleh lautan berawal dari berakhirnya zaman es yang terjadi pada 15.000 tahun yang lalu. Mencairnya es menjadi lautan pada akhirnya memisahkan daratan Papua dengan benua Australia.

    “Masih banyak rahasia bebatuan Jayawijaya yang belum tergali. Apalagi, umur Pulau Papua ini masih dikategorikan muda sehingga proses pengangkatan pulau masih terus berlangsung hingga saat ini. Ini juga alasan dari penyebutan Papua New Guinea bagi Pulau Papua, yang artinya adalah sebuah pulau yang masih baru,” tambah peraih gelar master di bidang Economic Geology dari James Cook University, Townswille, Australia ini.

    Sementara keberadaan salju yang berada di beberapa puncak Jayawijaya, diyakininya akan berangsur hilang seperti yang dialami Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Hilangnya satu-satunya salju yang dimiliki oleh pegunungan di Indonesia itu disebabkan oleh perubahan iklim secara global yang terjadi di daerah tropis.
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif