Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

    Papua, Wilayah yang Penuh Ancaman

    Papua, Wilayah yang Penuh Ancaman

    Perayaan ibadah peringatan 1 Desember 1961, yang disebut-sebut Hari Kemerdekaan Papua Barat, berlangsung di Taman Peringatan Kemerdekaan dan Pelanggaran Hak Asazi Manusia, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (1/12). Acara ini diwarnai dengan hadirnya puluhan Bendera Bintang Kejora kecil yang dikibar-kibarkan warga seusai ibadah.

    [JAYAPURA] Papua, tanah yang penuh ancaman, karena sampai saat ini ribuan orang Papua hidup dalam ketakutan, 4.000 di antaranya meninggal dunia karena menderita HIV/Aids, bahkan tidak sedikit yang tewas karena kecelakaan lalu lintas, dibunuh, dan menderita berbagai sebab hingga menemui ajalnya. Padahal, jumlah penduduk asli Papua hanya sekitar 1 juta orang.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Presidium Dewan Papua (PDP) Thaha Al Hamid, ketika menyampaikan pidato politiknya pada peringatan hari ulang yang disebut sebagai Tahun Kemerdekaan Papua Ke- 47, Senin, (1/12) di Taman Peringatan Kemerdekaan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Papua, di Sentani, Jayapura, Papua. Taman tersebut adalah area pemakaman Ketua PDP, Theys Hiyo Eluay yang meninggal dunia karena tindakan kekerasan aparat TNI tanggal 10 November 2001 di Jayapura.

    Thaha Al Hamid mengakui dengan kondisi yang ada merupakan indikasi bahwa masyarakat asli Papua sedang menuju pada proses pemusnahan. Oleh karena itu, melalui perayaan tersebut, pihaknya mengajak seluruh rakyat Papua untuk merenungkan hal itu.

    “Sejak integrasi ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1 Mei 1963, orang Papua selalu termarginalkan. Mereka hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Dalam bidang ekonomi misalnya, mereka hanya berjualan di emperen pasar atau duduk berjualan di atas tanah,” tegas Thaha. [GAB/154]

    SP Daily

     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Pater Nato Gobay : Orang Papua Bukan Binatang Buruan !

     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Pater Nato Gobay : Orang Papua Bukan Binatang Buruan!

    Nabire, Jubi – Sekretaris Jenderal keuskupan Timika, Pater Nato Gobay, dihadapan ribuan umat Katolik yang hadir dalam acara pentabisan 10 imam di lingkungan keuskupan Timika, Selasa (6/1), mengatakan, orang Papua adalah manusia.

    Bukan kus-kus yang selalu diburu oleh manusia. “Pemerintah dan aparat militer baik TNI mapun Polri, tolong jangan lakukan penembakan terhadap umat saya. Tidak lama ini aparat sudah menembak mati lima anak muda yang menjadi harapan bangsa ini. Itu terjadi di kampung saya. Saya minta jangan lagi melakukan penembakan terhadap umat saya,” tegasnya di gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam, Nabire.
    “Saya tidak mau lihat lagi. Saya tidak mau dengar lagi kamu (aparat-red) tembak lagi umat saya di tanah Papua ini kedua kalinya. ‘Me wagi kouko daa’ tidak boleh membunuh. Manusia Papua itu bukan kus-kus yang harus diburu terus.

    Harus menciptakan damai di tanah Papua. Bukan menciptakan konflik,” tegas Pater Nato. Sementara itu, Yones Douw, aktivis HAM di Nabire menatakan, penembakan yang baru-baru terjadi di Enarotali, Paniai oleh aparat gabungan TNI/Polri Itu murni pelanggaran HAM berat. “Saya minta aparat hentikan penembakan brutal ke warga sipil di tanah Papua. Jangan lagi terulang, kasus seperti yang terjadi di Enarotali, Paniai, Papua,” tegas Yones saat dihubungi Jubi melalui selularnya dari Nabire.
    Selain itu, lanjut Yones, Presiden Jokowi jangan hanya kasih janji. Tetapi kasus yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI/Polri di Paniai itu harus segera dituntaskan.

    “Karena itu aparat juga kami minta supaya jangan sembunyi-sembunyi. Jokowi harus bentuk KPP HAM untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ungkap Yones. (Arnold Belau)
    Sumber JUBI

    Oknum Polisi Membunuh Mahasiswa Papua di Makassar Selatan

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online


    PEDULI MAHASISWA PAPUA DI MAKASSAR,
    Peduli  Mahasiswa Papua di minta Kronologis Kejadian secara Akurat sesuai di Tempat Kejadian, dan  Kembali melakukan Pengecekan dan meminta keterajan terjadinya masalah ternyata Media-media yang dikeluarkan ternyata tidak sesuai dengan Fakta Kejadian Di Asrama Papua Di Makassar yang terletak di Jalan Mappala, Kecamatan Rappocini.


    Ada media New.Okezone.com dan New.liputan6.comdikeluarkan berita bahwa diserang oleh sejumlah orang tak dikenal itu tidak sesuai beritanya sehingga Kami kembali melakukan pembenahan berita.
    Akibatnya, satu penghuni bernama Carles Sihumbi terkena tikaman di bagian perut Oleh Oknum Polisi dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Faisal untuk mendapat perawatan medis.

    Sudarah yang bernama Charles Enombi telah menghembuskan napas terakhir Pada Rabu 25 November 2014, pukul 19:20 Wita  di rumah sakit Faisal jl.petterani makassar, Pelaku yang ditikam Almarhum Charles Enombi adalah oleh OKNUM POLISI, pada malam sabtu lalu. Kejadian tersebut,pada malam sabtu preman bersenggongol dengan polisi kemudian datang serang dikontrakan Kabupaten Nduga terletak di jln.petterani depan rumah sakit Faisal,pukul 03:45 ada beberapa polisi sengaja berpura-pura panggil keluar dan menanyakan kejadian lalu ada oknum polisi datang dari belakang dan menikam korban tersebut dibagian tangan tembus ke bagian Perut. Kemudian setelah kena tikaman oleh polisi Kemudian Alma. Charles Enombi sendiri langsung larikan ke rumah sakit tanpa diberitahu teman-temannya diasrama karena sudah tidak bisa dikendalikan diri.
    Berobat selama dua hari dua malam Namun sayangnya tidak tertolong dan  pada akhirnya menghembuskan napas terakhir.  karena kena racun badik yang menggunakanya. Sampai hari ini seluruh mahasiswa papua kumpul dan memintah bertanggung jawab dari pihak Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan Dan Polda Sulawesi Selatan, dan Mahasiswa Papua yang ada di kota Studi Makassar dari Sorong Sampai Samarai Menilai pembunuhan ini sangat tidak wajar karena datang serang tanpa ada Penyebab yang jelas. (Mahasiswa Papua Di Makassar Dan Frans E)
    Laporan : P.  Lokon

     photo burungrastacopy_zpsde5488d6.jpg

    NAPAS: Potret politik stigma yang dimainkan di Papua oleh Kolonial Indonesia

    Katanya negara Indonesi negara hukum. Katanya Negara Indonesia Negara demokrasi. Katanya Negara Indonesia bercita-cita menegakkan HAM. Katanya Negara Indonesia mau mencerdaskan bangsa.

    Dan banyak ‘katanya', saya sendiri tidak tahu, karena ternyata itu semua bukan untuk orang Papua. Bahkan, pada suatu titik saya malah bertanya "Adakah kehidupan untuk orang Papua di Negara Oligarki ini?" Hukum di negara ini telah dikebiri atas dasar kompromi kepentingan setiap pihak yang melibatkan penguasa dan kapitalis. Tidak ada hukum bagi Orang Papua, tidak ada demokrasi bagi orang Papua, tidak ada HAM bagi orang Papua, tidak ada pendidikan bagi orang Papua.

    Yang ada adalah stigma separatis bagi orang Papua di negeri ini. Bukankah justru Jakarta yang selalu mempermainkan Papua itulah yang sebenarnya separatis. Tanya kenapa? Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa perlakuan situasi masyarakat Papua saat ini adalah tantangan kemanusiaan kita, bukan saja dalam lingkup Indonesia, melainkan juga dunia. Sampai sekarang, secara tidak sadar, kita terseret pada potret politik stigma yang dimainkan di Papua.

    Papua hanya dilihat dengan mata curiga, atau lebih keras lagi, dilakukan dengan cara demonisasi cap dan tekanan psiko-sosial yang berulang-ulang. Begitu sistematisnya demonisasi ini sampai-sampai tidak sedikit orang yang menganggap adalah lumrah melakukan kekerasan terhadap masyarakat Papua: karena mereka "separatis" karena mereka ras melanesia.bukan ras melayu

    By Wenda Kilungga

    INDONESIA HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MARTINUS YOHAME

    NEGARA HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MARTINUS YOHAME



    Kunjungan kerja Negara dalam hal ini Presiden Rebuplik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) ke Papua dalam rangga peresemian wisata Raja Ampat di Sorong dan presemian Tugu Kristus Raja di Mansinam Manokwari pada tanggal 20-25 Agustus 2014 di Papua telah membunuh Aktivis Papua Merdeka yaitu Ketua komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong Raja kepala burung Martinus Yohame.
    Penculikan dan Pembunuhan terhadap ketua KNPB wilayah Sorong dilakukan untuk mengamankan perjalanan pimpinan Nekara klonial NKRI di Papua, Sebab sebelum kujungan Presiden rebuplik Indonesia (SBY) ke Sorong dan Manokwari Ketua KNPB wilayah sorong Almarhum Martinus Yohame dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) wilayah Sorong telah mengelurkan stekmen dalam jumpa press dengan menghadirkan sejumlah Wartawan yang berada di wilayah sorong kota pada tanggal 19 Agustus 2014 di depan walikota sorong pada pukul 15.00 WPB .

    Dalam konfrensi press dengan wartawan itu ketua KNPB wilayah Sorong Raja Martinus Yohame (almarhum) dengan tegas menolak kedatangan SBY di Papua. Karna peresmian Wisata di raja Ampat waisai itu tidak mengutungkan rakyat pribumi yang berdomisili di wilayah setempat namun hanya mengutungkan devisa negara tanpa memperhatikan rakyat kecil di wilayah tersebut juga pada umumnya tidak mengutungkan orang Asli Papua.

    Sejumlah kekayaan alam yang di kelola oleh Negara di Papua Barat seperti PT.FI di Timika dan minyak di sorong selama sekian tahun beroperasi di Papua namun rakyat tetap miskin diatas kekayaan alamnya sendiri. Maka Ketua KNPB wilayah sorong Martinus Yohame Menolak kedatangan SBY dalam peresmian Wisata di raja ampat yang akan mengutugnkan negara tersebut.

    Dengan demikian untuk mengamankan atau mensuksekan kegiatan presemian Taman Wisata Raja Ampat dan juga persemian Tugu Kristus Raja di Manokari Ketua KNPB wilayah Sorong MARTINUS YOHAME harus diculik dan dibunuh secara sadis oleh Negara untuk mengamankan kepentingan Negara di Papua Barat. Kerena Negara menilai siapa pun yang menghambat kepentingan dan kekuasaan negara setiap aktifis papua yang lantang bersuara menolak semua kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil diangkap musuh Negara dan penghambat maka Martinus Yohame ketua KNPB wilayah Sorong menjadi korban penculikan dan Pembunuhan oleh Negar Kesatuan Republik Indonesia NKRI sebelum SBY berkujung ke Papua.

    Berdasarkan hal tersebut diatas kami KNPB menilai penculikan dan Pembunuhan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame Merupakan korban kejahatan Negara sama seperti penculikan dan pembunuhan tokoh pejuang lainnya seperti THEYS H. ELUAY, KELY KWALIK, MAKO TABUNI,TITUS MURIB HUBERTUS MABEL dan sejumlah pejuang lain yang menjadi korban kekerasan negara.

    Peryantaan Polda Papua dan Pangdam mengatakan melalui media cetak yaitu Suluh Papua edisi hari jumat 29 Agustus 2014 bahwa, polisi sulit percaya terhadap Penemuan Mayat di pulau Dom sorong. Karena keluararga menolak otopsi maka mayat yang ditemukan tersebut belum bisa pastikan itu jenaza Martinus Yohame atau tidak,,,? 

    Hal ini kami menilai bukan baru ketiga aktivis papua merdeka dibunuh dan bahasa seperti ini selalu diungkapkan Oleh Negara terhadap Orang Papua dan menjadi lagu lama. Karena beberapa hal menjadi pertanyaan bagi kami KNPB.


    Pertama Siapa menemukan mayat Martinus Yohame di pulau dom pada tanggal 26 Aggustus 2014, ? menurust media yaitu Tabloid Jubi edisi 26 Agutustus megatakan bahwa Mayat Martinus Yohame di Temukan oleh seorang nelayan pada pukul 07 di pulau dom namun nama nelayan itu tidak disebutkan nama nelayannya jadi nelayan menemukan mayat itu siapa ?

    Kedua siapa yang bawa Mayat Martinus Yohame ke rumah sakit Umum kota Sorong apakah nelayan itu yang bawa ke rumagh sakit ?

    Ketiga menurut tabloid jubi mayat Maritinus Yohame ditemukan di pulau dom jam 07 tetapi kenapa keluarga dan Pengurus KNPB wilayah sorong temukan mayat pada pukul 15.00 WPB, kenapa sejak ditemukan jam 7 tidak diinformasikan kepada keluarga dan KNPB ?


    Keempat menurut Menurut hasil Visum yang dilakukan tim identifikasi rumah sakit umum Kota Sorong , ditemukan sebuah luka tembak di dada sebelah kiri, wajah korban juga hancur oleh pukulan benda keras. “ Kami temukan ada luka tembakan di dada kiri, dia punya muka hancur “ ungkap Yori petugas RSUD Sorong. Kedua kaki dan dan tangan korban juga dalam posisi terikat, diduga jasadnya akan ditenggelamkan ke Laut.

    Pihak rumah sakit tidak perna sampaikan kepada keluarga dan KNPB tentang siapa yang menemukan mayat Martinus Yohame dan siapa yang membawa mayat Martinus Yohame ke rumah sakit Umumum kota sorong ?

    Yang Kelima, Almarhum Martinus Yohame diculik sebelum SBY kujungan datang ke Papua lebih khusus ke Sorong, dan selama 5 hari belum ditemukan, kemudian setelah SBY melakukan kujuangan balik ke Jakarta mayat almarhum Martinus Yohame ditemukan ?

    Yang Keenam Martinus Yohame bukan orang stress bukan orang gila dia bukan bunuh diri dan bukan juga dia mengalami kecelakaan tapi di dibunuh secara sitematis oleh orang terlati..?


    Berdasarkan hal tersebut diatas kami menilai Penculikan dan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame dilakukan oleh orang-orang yang professional dan terlati, dan jejak atau rencana penculikan dan pembunuhan Ketua KNPB dilakukan secara rapi terstrutur dan diatur sedemikian rupah supaya jejak tidak bisa diketahui oleh public dan KNPB serta Keluarga.

    Oleh karena itu apa yang dikatakan oleh polda dan pangdam merupakan lagu lama yang membagun opini yang membigungkan semua orang. Kami tau bahwa Pencuri tidak pernah mengakui bahwa, dia pencurinya demikian juga pembunuh tidak pernah mengakui bahwa dia adalah pembunuh, apa lagi penjajah tidak akan pernah mengaukui terhadap indentitas dan kebenarn orang lain.


    Oleh Karena itu kami bandan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB ) menyampaikan sikap sebagai Berikut:
    1. Presiden Rebuplik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) segera bertanggung jawab atas kejahatan Negara terhadap penculikan dan pembunuhan MARTINUS YOHAME ketua KNPB wilayah Sorong.

    2. Pangdam Cendrwasih Polda Papua , Polres dan Dandim Kota Sorong segera mengungkap pelaku Penculikan dan Pembunuhan terhadap MARTINUS YOHAME ketua KNPB Sorong Raja.

    3. Komnas HAM RI dan Komnas Perwakilan Papua dan Lembaga kemanusia yang Independen Segera melakukan penyelidikan terhadap Penculikan dan Pembunuhan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame.

    4. penculikan dan Pembunuhan terhadap Martinus Yohame Merupakan kejahatan Negara oleh sebab itu Negara bertanggung jawab dan mengadili para penjahat kemanusian di Papua Barat.

    5. Gubernur Provinsi Papua, provisi Papua Barat Pangdam dan Polda Papua Aktor Pembunuhan atau pemusnahan Ras ( Genosida ) di Papua Barat.

    Demikian pernyatan sikap kami terhadap penculikan dan pembunuhan terhadap ketua KNPB wilayah sorong Martinus Yohame .

    Numbay, 28 Agustus 2014
    Badan Pengurus Pusat
    KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT ( BPP-KNPB)

    VICTOR F. YEIMO ONES N. SUHUNIAP
    Ketua Umum Sekertaris Umum

    INI SIKAP DAN PESAN PGBP ATAS KONFLIK LANNY JAYA

    INI SIKAP DAN PESAN PGBP ATAS KONFLIK LANNY JAYA
    Penulis : Mecky Wetipo on August 12, 2014 at 01:57:59 WP
    • Editor : Syam Terrajana
    Semua hasil karya yang dimuat di tabloidjubi baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta tabloidjubi.com
    0
    H E A D L I N E :
    Socrates S. Yoman, ketua Umum BPP - PGBP (Doc. Kilion)
    Socrates S. Yoman, ketua Umum BPP – PGBP (Doc. Kilion)
    Jayapura, 12/8 (Jubi) – Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGBP), menyikapi konflik yang berlangsung di Lanny Jaya. Pendeta Socrates S. Yoman, Ketua Umum PGBP,melayangkan sikap resmi berikut pesan moral yang mendesak para pihak untuk menggunakan pendekatan kemanusiaan sebagai tolak ukur perwujudan perdamaian di daerah itu.

    Berikut sikap resmi PGBP sebagaimana yang dikirimkan kepada tabloidjubi.com:
    Tentang Peristiwa Kekerasan Pada 28 Juli 2014 di Distrik Indawa, Kabupaten Lani Jaya, Papua

    Pra Peristiwa

    Penyerangan polsek Pirime pada 27 November 2012. Tiga polisi tewas yaitu Kapolsek, Iptu Rofli Takubesi dan dua anggotanya yaitu Briptu Daniel Makuker dan Briptu Jefri Rumkorem. Pelaku adalah kelompok OPM berjumlah kurang lebih 50 orang.

    Tewasnya Arlince Tabuni, perempuan, 12 Tahun pada 01 Juli 2013 di Tiom, kampung Popome, Distrik Mukoni, Kabupaten Lani Jaya, ditembak oleh TNI (Kopassus). Sudah ada pembayaran kepada pihak keluarga korban sejumlah Rp 450 juta rupiah dari pihak TNI tetapi pelaku tidak diproses hukum.

    Tanggal 30 Mei 2014, pukul 16.20 WP Bripda Ervan ditembak mati dan korban luka-luka Brigadir Arnol Rani oleh OPM di kampung Yogobak, Distrik Tiom, Kabupaten Lani Jaya

    Tukang ojek bernama Nasito, laki-laki, 30 Tahun tewas tertembak di Kampung Dugume pada Kamis 17 Juli 2014. Pelaku diduga kelompok TPN/OPM (Sumber: Kompas.com). Pelaku masih dalam pengejaran.
    Puncak Peristiwa

    28 Juli 2014, Sekitar Pukul 10.00 WP kelompok Enden Wanimbo melakukan komunikasi dengan seorang anggota Polisi dari Polres Lani Jaya untuk saling Jual-Beli amunisi dan bersepakat ketemu di sekitar jalan raya kampung Indawa Distrik Awinayu.

    Sekitar Pukul 12.30 WP Kelompok Enden Wanimbo bertemu di Jalan Raya Wamena-Tiom di kampung Indawa mulai mau transaksi jual-beli, 4 anggota Polisi dengan seragam dan bersenjata lengkap menggunakan mobil Extrada (Mitsubisi) dari arah distrik Pirime ke arah distrik Maki. Sampai di lokasi anggota polisi dalam keadaan siaga mencari Enden Wanimbo sambil menelpon.

    Kelompok Enden mencurigai bahwa sedang ada mobilisasi pasukan lain untuk melakukan penyerangan. Karena itu kemudian kelompok Enden langsung melakukan aksi tembak ke arah anggota polisi.

    Dalam penyerangan tersebut, 2 anggota polisi tewas dan 6 anggota polisi lainnya luka-luka. Kelompok Enden Wanimbo merampas 4 pucuk senjata dan 1000 amunisi dibawa lari ke hutan menuju arah distrik Pirime atas.

    Pasca Peristiwa

    29 Juli 2014, Pukul 12:30-15:30 WP di sekitar kampung Yugumeya dan kampung Wenam di sekitar Pirime, rumah – rumah di sekitar pinggiran jalan Wamena – Lani Jaya dibakar oleh TNI/POLRI;

    30 Juli 2014, Di Kampung Indawa Distrik Awinayu, terjadi peristiwa sebagai berikut: Ditempat kejadian masih terlihat sebuah mobil Estrada Mitsubishi di jalan raya, Rumah (honai) warga disekitar tempat kejadian lebih dari 10 rumah terlihat sudah dibakar, Puluhan aparat Polisi/Brimob di Pos Polisi Pirime dan Polres Lani Jaya terlihat berjaga-jaga.

    Sore hari ada penambahan aparat Brimob dari Polda Papua dan langsung menuju Lani Jaya menggunakan 22 mobil strada dari Wamena
    31 Juli 2014, Terjadi pembakaran 3 buah rumah sehat dan 1 rumah Honai adat, di sekitar rumah sakit misionaris di kampung ekanom di Distrik Pirime. Dua ekor Babi di tembak oleh anggota TNI/POLRI di kampung Indawa Distrik Awinayu.

    1 Agustus 2014, Pukul 08.30-18.20 WP terjadi baku tembak antara TNI/Polri dan Kelompok Enden Wanimbo dan Purom Wenda di Distrik Prime Kampung Ekanom. Anggota kelompok Enden dan Purom bernama Usirago Wanimbo umur 27 Tahun Agama Kristen Protestan terkena tembakan yang menyebabkan luka pada ibu jari kaki bagian kanan. Dari TNI/Polri seorang anggota tertembak, kritis dan dikirim ke Jayapura.
    Dalam pertempuran tersebut seorang anak kecil bernama Abednego Wakerwa umur 10 Tahun, jenis Kelamin laki-laki hilang saat pertempuran.

    Pada saat itu juga Pdt. Ruten Wakerkwa, Gembala Gereja Baptis Yerusalem, Kampung Tekun, Distrik Pirime, umur 36 Tahun ditangkap oleh anggota TNI/POLRI dan kini sedang ditahan di Polres Tiom.
    2 Agustus 2014, Pukul 08.15-18.20 WP terjadi baku tembak lagi antara TNI/POLRI dan Kelompok Enden dan Purom di kampung ekanom. Tiga (3) anggota TNIdi tembak dan 1 buah mobil Extrada dibakar.

    3 Agustus 2014, Hari Minggu tidak ada insiden penembakan
    4 Agustus 2014, Pukul 08:00 WP, di Desa Juwili, Distrik Golo, Kelompok Enden menembak Mobil Brimob yang hendak ke Lani Jaya dan belum di pastikan berapa korban dalam insiden tersebut.

    5 Agustus 2014, Pertemuan antara Bupati Lani Jaya, Bupati Jayawijaya, Kapolda Papua, Pangdam Cenderawasih, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Polda Papua. Dalam pertemuan itu ada permintaan resmi dari Bupati Lani Jaya kepada pihak Gereja untuk melakukan negosiasi dengan kelompok Enden Wanimbo.

    Pada hari yang sama, Pukul 16:00 WP, Jemaat Gereja Kingmi Betel menyerahkan bantuan Dana dan Bama di Posko Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Lani Jaya di Gereja Baptis Bahtera Wamena.
    Seruan Moral

    Mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh TPN/OPM dan TNI/POLRI sejak tahun 2012 hingga saat ini di Kabupaten Lani Jaya.
    Mendesak Pangdam VXII Cenderawasih dan Kapolda Papua bersama Pemerintah Kabupaten Lani Jaya untuk menarik kembali seluruh aparat TNI-Polri dari Kabupaten Lani Jaya.

    Mendesak TPN/OPM (Enden Wanimbo dan Puron Wonda) untuk tidak menggunakan kekerasan dalam memperjuangkan aspirasi Papua Merdeka. OPM berjuang untuk Merdeka bukan membunuh orang.

    Pemerintah/Aparat Keamanan, hentikan Kriminalisasi Perjuangan damai OPM di tanah Papua dan menolak Stigmatisasi GPK, GPL, KSB dan KKSB. TNI/POLRI harus berhenti menjual senjata dan amunisi kepada TPN/OPM. Prihatin dengan aktivitas masyarakat dan Pemerintah masih lumpuh total di kabupaten Lani Jaya sampai hari ini.

    Pemerintah Kabupaten Lani Jaya dan Provinsi Papua untuk memastikan dan memberikan rasa aman terhadap masyarakat sipil tidak bersenjata (ibu dan anak) yang terpaksa mengungsi mencari tempat aman saat ini.
    Pemerintah harus merehabilitasi dan membangun kembali semua fasilitas (rumah/honai) yang dirusak selama konflik dan kontak senjata di Kabupaten Lani Jaya.

    Mendukung upaya perjuangan damai dalam penyelesaian masalah Papua secara menyeluruh melalui dialog yang difasilitasi oleh pihak ketiga yang netral.

    Mengajak semua umat manusia untuk bersolidaritas demi rasa kemanusiaan terutama terhadap korban pengungsi di Kabupaten Lani Jaya dengan cara memberikan dukungan moril dan materil, seperti bahan makanan dan obat-obatan. (Jubi/Kilion/Mecky)
    Jayapura, 11 Agustus 2014

    BADAN PENGURUS PUSAT PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA BAPTIS PAPUA
    Seruan Moral

    TTD

    Socratez Sofyan Yoman
    Ketua Umum

    Istri simpanan dorong PNS korupsi

    Merdeka.com - Menyimpan istri muda bukan hanya sering dilakukan para pengusaha, tetapi juga para pegawai negeri sipil (PNS).

    Sosiolog, Musni Umar mengkhawatirkan fenomena istri simpanan yang dilakukan PNS ini. Sebab, bisa saja membuat PNS rendahan terpaksa korupsi.

    "Pegawai negeri itu income suami pas-pasan bisa menimbulkan masalah korupsi karena ada desakan ekonomi tidak mungkin kalau tidak ada income tambahan," kata Musni Umar saat dihubungi merdeka.com, Minggu (26/10).

    Problem semakin rumit ketika istri simpanan ingin muncul dengan suami di hadapan masyarakat. Tentunya ini membuat suami merasa tambah was-was karena takut ketahuan.

    "Bisa terbuka kalau tidak hati-hati. Istri simpanan dia kan juga ingin supaya keberada diakui, diakui dia punya suami. Ketika ada event besar maunya suaminya ikut sementara ada pegawai negeri enggak boleh," lanjutnya.

    Musni juga menuturkan berbeda di zaman Orde Baru, fenomena istri muda cenderung lebih terbuka sekarang. Sebab menurut Musni, dulu Bu Tien yang tidak suka dengan isu poligami,ikut mencampuri pengetatan perkawinan pegawai negeri serta menutup bau busuk soal isu perselingkuhan pejabat era Orde Baru.

    Wabup Bogor bantah bayar Rp 100 juta untuk buat video porno

    Wabup Bogor bantah bayar Rp 100 juta untuk buat video porno

    Wabup Bogor bantah bayar Rp 100 juta untuk buat video porno
    Karyawan Faturachman.

    Merdeka.com - Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman (Karfat) membantah bahwa dirinya membayar Rp 100 juta untuk L, yang diduga kuat menjadi pemeran dalam video asusila pimpinan DPRD Jabar Rudy Harsa Tanaya. Karfat biasa disapa, malah heran dengan pernyataan yang datang dari mulut orangtua L tersebut.

    "Saya tadi coba lihat si L itu. Tapi saya tidak kenal. Bertemu dia saja belum pernah. Bagaimana saya bisa menjanjikan uang sebesar itu," kata Karfat usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (9/9).

    Jika benar, dia heran, kenapa orangtua L yang mengetahui rencana itu malah membiarkan anaknya untuk berhubungan dengan pemeran yang ada di dalam video.

    "Nah, kok membolehkan. Berarti bapaknya harus dijerat undang-undang perdagangan orang karena dia menjual belikan orang yang notabene anaknya sendiri," katanya.

    Dalam sidang yang berlangsung tertutup, L dihadirkan sebagai saksi bersama Karfat dan istrinya Saptariyani. Mereka secara bergiliran memberikan kesaksian.

    Atas pernyataan L dan orangtuanya tersebut, politisi PDIP itu bakal menggugat balik jika tidak terbukti dalam persidangan.

    "Mana punya saya uang segitu. Gaji saja Rp 4,5 juta per bulan. Kalau ada pun dan niat, ngapain bayar segitu," terangnya.

    Dia berharap sidang tersebut dapat membuka mata bahwa dirinya tidak bersalah. Dia mengaku kasus tersebut sarat dengan muatan politis, apalagi saat ini dirinya tengah bertarung dalam Pilkada Kabupaten Bogor.

    "Saya ingin segera tuntas, semoga tahu siapa dalang dan sponsornya," terangnya.

     

     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif