Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

    Indonesia Diprediksi Pecah Menjadi Tujuh Negara Bagian

    Indonesia Diprediksi Pecah Menjadi Tujuh Negara Bagian

    JAKARTA -- Indonesia akan pecah jadi tujuh Negara. Hal itu dinyatakan mantan penasehat KPK Abdullah Hemahahua dalam acara diskusi di panggung utama Islamic Book Fair siang ini (3/3). Ramalan itu diungkap oleh pengamat asing kepada Indonesia.
    “Yang jelas Papua akan menjadi negara sendiri, tinggal nunggu waktu. Kemudian Aceh, Riau, Makasar dan seterusnya,” kata mantan Ketua Umum HMI ini.
    Abdullah juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini mengalami penjajahan ekonomi yang parah. Hutang Indonesia kini tercatat Rp 3.500 triliun. “Kepemilikan asing untuk bank di Indonesia boleh sampai 99 persen. Padahal di Malaysia asing hanya boleh 30 persen. Di Cina hanya boleh 25 persen,” terangnya.
    Abdullah juga menyayangkan tidak sinkronnya keputusan ulama dengan kebijakan pemerintah. “Contohnya MUI mengharamkan bunga bank. Tetapi pemerintah membolehkan Bank Indonesia menetapkan bunga bank,” paparnya.
    Sedangkan Prof Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa di dunia ini sekarang sistem Sosialisme dan Kapitalisme sebenarnya sudah ambruk. “Sosialisme sejak ada Perestroika dan Glastnost tahun 1989 jelas telah ambruk. Orang nggak mungkin dibuat sama rata dan sama rasa,” terang Guru Besar Ilmu Kelautan IPB.
    Begitu pula kapitalisme. Negara-negara Barat tingkat pertumbuhannya sekarang minus atau paling 1 persen. “Mereka mempertahankan ekonominya dengan melakukan penjajahan ekonomi ke bangsa lain. Makanya mereka menghutangkan uangnya ke negara-negara lain. Jadi bukan negara besar itu membantu kita. Tapi kita yang membantu mereka sehingga uangnya bisa beredar. Kalau tidak mereka tidak bisa mempertahankan ekonominya,” terang mantan Menteri Kelautan ini.
    Rokhmin berharap dunia sekarang kembali ke sistem Islam yang merupakan aturan dari Allah. Profesor ini juga menegaskan bahwa kegagalan sistem kapitalisme ini diakui sendiri oleh intelektual Barat. Diantaranya oleh Josep Stiglitz dan George Soros.
    Rokhmin juga mengharapkan umat Islam Indonesia tidak bodoh dalam memimpin. Jangan sampai tiap lima tahun salah memilih.
    “Jelas bahwa pemimpin harus shalih, beriman dan bertaqwa. Pilihlah mereka,”tegasnya.(*NH)
    Sumber: Sharia.co.id
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Presiden NRN: Mari Kita Merdeka Saja!

    Presiden NRN: Mari Kita Merdeka Saja!

    Presiden Rakyat Nusantara, Yudi Syamsudi
    JAKARTA -- Setelah dideklarasikan pada 1 Februari 2015, Negara Rakyat Nusantara (NRN) memiliki beberapa agenda utama, yaitu membentuk struktur Pemerintahan NRN, Majelis Kerajaan, dan Budaya. Kemudian setelah itu melakukan perjuangan politik, bubarkan NKRI dan mengajak wilayah-wilayah se Nusantara membentuk Negara-Negara merdeka.

    Demikian dikemukakan Presiden NRN Yudi Syamhudi Suyuti. Menurutnya langkah itu merupakan langkah awal sehingga nantinya bisa terjalin hubungan kemerdekaan, solidaritas, kerjasama bersama Negara Rakyat Nusantara (NRN).

    “Oleh karena itu, di dalam Pemerintahan NRN, terdapat Dewan Tinggi dari Negara-Negara Merdeka yang merupakan struktur pemerintahan kolektif kolegial se-Nusantara. Ini adalah manifestasi dari kesejajaran dalam kehidupan bangsa-bangsa,” kata Yudi dalam keterangannya yang diterima NusantaraTimes, Rabu (18/02).

    “Kita memperjuangkan kemerdekaan tapi kita juga memperjuangkan solidaritas dan kerjasama solid.”
    Ia menegaskan, jika bangsa-bangsa di Nusantara ini merdeka tapi masih dikuasai asing dan penjajahan politik serta ekonomi masih terjadi, itu berarti belum dikatakan merdeka.

    “Di sinilah kita membangun persatuan Negara-Negara merdeka se Nusantara dengan kerjasama, bukan dengan hegemonisasi monolitik, karena garis ke Nusantaraan adalah merdeka dan kemerdekaan harus dijaga bersama-sama dengan azas kekeluargaan,” jelasnya.

    Yudi juga menjelaskan bahwa semua pergerakan yang dilakukan NRN bersifat terbuka sesuai garis konstitusional UUD 45 ,hukum kultural, dan hukum internasional. Oleh karenanya, perjuangan NRN kata dia, adalah legal dan tidak bertentangan dengan koridor konstitusional. NRN kata dia, dibentuk dari kesadaran rakyat dan melakukan aksi berpegang pada politik, hukum dan kenyataan yang ada.

    “Kita ingin bubarkan NKRI sebagai rakyat yang berhak menentukan atas Negara. Dan tentu, kita akan menyadarkan rakyat terus menerus bahwa NKRI sudah tidak mungkin dipertahankan, karena tidak akan dan tidak pernah mampu memberikan kehidupan baik rakyat pemilik Negaranya. Alasan ini adalah alasan yang berdasar hukum lokal,nasional dan internasional,” ungkapnya menandaskan.

    “Saya optimis, dalam waktu tidak lama lagi Negara Rakyat Nusantara akan benar-benar berdaulat dan memiliki masa depan yang sangat terang.”

    Lebih lanjut, jika NRN bersama gerakan Negara-Negara merdeka ini bekerja sama dengan baik, jelas dia, kejayaan bangsa Nusantara akan cepat tercapai. “Apa yang kita rasakan sebagai kemiskinan, kebodohan, kesengsaraan dan ketidak adilan tidak akan pernah terjadi lagi,” ujarnya.

    Menurutnya, NRN saat ini mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Papua, Aceh, Maluku, Borneo, Sumut, Minangkabau, Jawa, Sunda, Bali, Madura, Sulawesi, dan wilayah-wilayah lainnya untuk menentukan nasibnya sendiri membentuk Negara.

    “Kita akan mengucapkan selamat tinggal masa lalu dan selamat datang masa depan. Negara Indonesia digantikan Negara Rakyat Nusantara yang menjamin Rakyat sebagai pemilik Negara dan Bangsa-bangsa Nusantara adalah bangsa-bangsa merdeka yang kaya raya serta mampu hidup dengan kemanusiaan dan keadilan sosial yang tinggi.” [ns/nb]

    Sumber: Nusantara Times
    Joko Widodo (Jokowi) diminta mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Alasannya karena Jokowi dinilai sudah tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai orang nomor satu di Republik.
    Permintaan mundur tersebut terungkap dalam Surat Terbuka yang dikeluarkan Presiden Negara Rakyat Nusantara (NRN) Yudi Syamhudi. Menurut Yudi, bila Jokowi tidak mundur, Indonesia akan semakin suram.
    Namun demikian, Yudi tetap pesimistis meskipun berganti presiden, Indonesia akan mengalami kemajuan.
    "Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi koruptor dan menipu rakyatnya. Karena Negara Republik Indonesia dari dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Boneka," kata Yudi dalam surat terbuka yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2015).
    Berikut petikan surat terbuka dari Presiden NRN untuk Presiden Jokowi:

    SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN IR.H.JOKO WIDODO

    Jakarta, 4 Februari 2015
    Kepada YTH.
    Bapak Ir. H. Joko Widodo
    Di Tempat.
    Bersama ini, saya sampaikan surat terbuka untuk meminta bapak Presiden mundur dari jabatannya, karena tidak mampu bekerja dan akan membuat rakyat semakin gelap.
    Selain itu dengan kemunduran bapak Presiden, Negara Rapublik Indonesia sudah tidak perlu dipertahankan lagi, atau dengan kata lain "dibubarkan."
    Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi koruptor dan menipu rakyatnya, karena Negara Republik Indonesia dari dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Boneka.
    Alangkah indahnya, bapak Presiden saat di kekuasaan ketika mengetahui kondisi di Negara secara jelas, bahwa hanya dijadikan sapi perahan untuk para penjajah, dengan rendah hati turun dari kekuasaan dan mendukung Negara Rakyat Nusantara untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. Dan menempatkan Rakyat sebagai Pemilik Negara.
    Demikian surat terbuka ini saya sampaikan untuk dapat dijadikan pertimbangan.
    Terima Kasih.
    Salam.
    Yudi Syamhudi Suyuti
    Presiden Negara Rakyat Nusantara.
    - See more at: http://www.konfrontasi.com/content/ragam/negara-rakyat-nusantara-mendesak-mundur-presiden-jokowi#sthash.zej1YkLH.dpuf
    Joko Widodo (Jokowi) diminta mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Alasannya karena Jokowi dinilai sudah tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai orang nomor satu di Republik.
    Permintaan mundur tersebut terungkap dalam Surat Terbuka yang dikeluarkan Presiden Negara Rakyat Nusantara (NRN) Yudi Syamhudi. Menurut Yudi, bila Jokowi tidak mundur, Indonesia akan semakin suram.
    Namun demikian, Yudi tetap pesimistis meskipun berganti presiden, Indonesia akan mengalami kemajuan.
    "Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi koruptor dan menipu rakyatnya. Karena Negara Republik Indonesia dari dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Boneka," kata Yudi dalam surat terbuka yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2015).
    Berikut petikan surat terbuka dari Presiden NRN untuk Presiden Jokowi:

    SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN IR.H.JOKO WIDODO

    Jakarta, 4 Februari 2015
    Kepada YTH.
    Bapak Ir. H. Joko Widodo
    Di Tempat.
    Bersama ini, saya sampaikan surat terbuka untuk meminta bapak Presiden mundur dari jabatannya, karena tidak mampu bekerja dan akan membuat rakyat semakin gelap.
    Selain itu dengan kemunduran bapak Presiden, Negara Rapublik Indonesia sudah tidak perlu dipertahankan lagi, atau dengan kata lain "dibubarkan."
    Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi koruptor dan menipu rakyatnya, karena Negara Republik Indonesia dari dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Boneka.
    Alangkah indahnya, bapak Presiden saat di kekuasaan ketika mengetahui kondisi di Negara secara jelas, bahwa hanya dijadikan sapi perahan untuk para penjajah, dengan rendah hati turun dari kekuasaan dan mendukung Negara Rakyat Nusantara untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. Dan menempatkan Rakyat sebagai Pemilik Negara.
    Demikian surat terbuka ini saya sampaikan untuk dapat dijadikan pertimbangan.
    Terima Kasih.
    Salam.
    Yudi Syamhudi Suyuti
    Presiden Negara Rakyat Nusantara.
    - See more at: http://www.konfrontasi.com/content/ragam/negara-rakyat-nusantara-mendesak-mundur-presiden-jokowi#sthash.zej1YkLH.dpuf
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif