 |
| Presiden Rakyat Nusantara, Yudi Syamsudi |
JAKARTA -- Setelah dideklarasikan pada 1
Februari 2015, Negara Rakyat Nusantara (NRN) memiliki beberapa agenda
utama, yaitu membentuk struktur Pemerintahan NRN, Majelis Kerajaan, dan
Budaya. Kemudian setelah itu melakukan perjuangan politik, bubarkan NKRI
dan mengajak wilayah-wilayah se Nusantara membentuk Negara-Negara
merdeka.
Demikian dikemukakan Presiden NRN Yudi Syamhudi Suyuti. Menurutnya
langkah itu merupakan langkah awal sehingga nantinya bisa terjalin
hubungan kemerdekaan, solidaritas, kerjasama bersama Negara Rakyat
Nusantara (NRN).
“Oleh karena itu, di dalam Pemerintahan NRN, terdapat Dewan Tinggi
dari Negara-Negara Merdeka yang merupakan struktur pemerintahan kolektif
kolegial se-Nusantara. Ini adalah manifestasi dari kesejajaran dalam
kehidupan bangsa-bangsa,” kata Yudi dalam keterangannya yang diterima
NusantaraTimes, Rabu (18/02).
“Kita memperjuangkan kemerdekaan tapi kita juga memperjuangkan solidaritas dan kerjasama solid.”
Ia menegaskan, jika bangsa-bangsa di Nusantara ini merdeka tapi masih
dikuasai asing dan penjajahan politik serta ekonomi masih terjadi, itu
berarti belum dikatakan merdeka.
“Di sinilah kita membangun persatuan Negara-Negara merdeka se
Nusantara dengan kerjasama, bukan dengan hegemonisasi monolitik, karena
garis ke Nusantaraan adalah merdeka dan kemerdekaan harus dijaga
bersama-sama dengan azas kekeluargaan,” jelasnya.
Yudi juga menjelaskan bahwa semua pergerakan yang dilakukan NRN
bersifat terbuka sesuai garis konstitusional UUD 45 ,hukum kultural, dan
hukum internasional. Oleh karenanya, perjuangan NRN kata dia, adalah
legal dan tidak bertentangan dengan koridor konstitusional. NRN kata
dia, dibentuk dari kesadaran rakyat dan melakukan aksi berpegang pada
politik, hukum dan kenyataan yang ada.
“Kita ingin bubarkan NKRI sebagai rakyat yang berhak menentukan atas
Negara. Dan tentu, kita akan menyadarkan rakyat terus menerus bahwa NKRI
sudah tidak mungkin dipertahankan, karena tidak akan dan tidak pernah
mampu memberikan kehidupan baik rakyat pemilik Negaranya. Alasan ini
adalah alasan yang berdasar hukum lokal,nasional dan internasional,”
ungkapnya menandaskan.
“Saya optimis, dalam waktu tidak lama lagi Negara Rakyat Nusantara
akan benar-benar berdaulat dan memiliki masa depan yang sangat terang.”
Lebih lanjut, jika NRN bersama gerakan Negara-Negara merdeka ini
bekerja sama dengan baik, jelas dia, kejayaan bangsa Nusantara akan
cepat tercapai. “Apa yang kita rasakan sebagai kemiskinan, kebodohan,
kesengsaraan dan ketidak adilan tidak akan pernah terjadi lagi,”
ujarnya.
Menurutnya, NRN saat ini mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan
Papua, Aceh, Maluku, Borneo, Sumut, Minangkabau, Jawa, Sunda, Bali,
Madura, Sulawesi, dan wilayah-wilayah lainnya untuk menentukan nasibnya
sendiri membentuk Negara.
“Kita akan mengucapkan selamat tinggal masa lalu dan selamat datang
masa depan. Negara Indonesia digantikan Negara Rakyat Nusantara yang
menjamin Rakyat sebagai pemilik Negara dan Bangsa-bangsa Nusantara
adalah bangsa-bangsa merdeka yang kaya raya serta mampu hidup dengan
kemanusiaan dan keadilan sosial yang tinggi.” [ns/nb]
Sumber: Nusantara Times
Joko
Widodo (Jokowi) diminta mundur dari jabatannya sebagai Presiden
Republik Indonesia. Alasannya karena Jokowi dinilai sudah tidak mampu
melaksanakan tugasnya sebagai orang nomor satu di Republik.
Permintaan mundur tersebut terungkap dalam Surat Terbuka yang
dikeluarkan Presiden Negara Rakyat Nusantara (NRN) Yudi Syamhudi.
Menurut Yudi, bila Jokowi tidak mundur, Indonesia akan semakin suram.
Namun demikian, Yudi tetap pesimistis meskipun berganti presiden, Indonesia akan mengalami kemajuan.
"Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi
koruptor dan menipu rakyatnya. Karena Negara Republik Indonesia dari
dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing
yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan
Indonesia sebagai Negara Boneka," kata Yudi dalam surat terbuka yang
diterima wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Berikut petikan surat terbuka dari Presiden NRN untuk Presiden Jokowi:
SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN IR.H.JOKO WIDODO
Jakarta, 4 Februari 2015
Kepada YTH.
Bapak Ir. H. Joko Widodo
Di Tempat.
Bersama ini, saya sampaikan surat terbuka untuk meminta bapak
Presiden mundur dari jabatannya, karena tidak mampu bekerja dan akan
membuat rakyat semakin gelap.
Selain itu dengan kemunduran bapak Presiden, Negara Rapublik
Indonesia sudah tidak perlu dipertahankan lagi, atau dengan kata lain
"dibubarkan."
Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi
koruptor dan menipu rakyatnya, karena Negara Republik Indonesia dari
dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing
yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan
Indonesia sebagai Negara Boneka.
Alangkah indahnya, bapak Presiden saat di kekuasaan ketika mengetahui
kondisi di Negara secara jelas, bahwa hanya dijadikan sapi perahan
untuk para penjajah, dengan rendah hati turun dari kekuasaan dan
mendukung Negara Rakyat Nusantara untuk menggantikan Negara Republik
Indonesia. Dan menempatkan Rakyat sebagai Pemilik Negara.
Demikian surat terbuka ini saya sampaikan untuk dapat dijadikan pertimbangan.
Terima Kasih.
Salam.
Yudi Syamhudi Suyuti
Presiden Negara Rakyat Nusantara.
- See more at:
http://www.konfrontasi.com/content/ragam/negara-rakyat-nusantara-mendesak-mundur-presiden-jokowi#sthash.zej1YkLH.dpuf
Joko
Widodo (Jokowi) diminta mundur dari jabatannya sebagai Presiden
Republik Indonesia. Alasannya karena Jokowi dinilai sudah tidak mampu
melaksanakan tugasnya sebagai orang nomor satu di Republik.
Permintaan mundur tersebut terungkap dalam Surat Terbuka yang
dikeluarkan Presiden Negara Rakyat Nusantara (NRN) Yudi Syamhudi.
Menurut Yudi, bila Jokowi tidak mundur, Indonesia akan semakin suram.
Namun demikian, Yudi tetap pesimistis meskipun berganti presiden, Indonesia akan mengalami kemajuan.
"Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi
koruptor dan menipu rakyatnya. Karena Negara Republik Indonesia dari
dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing
yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan
Indonesia sebagai Negara Boneka," kata Yudi dalam surat terbuka yang
diterima wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Berikut petikan surat terbuka dari Presiden NRN untuk Presiden Jokowi:
SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN IR.H.JOKO WIDODO
Jakarta, 4 Februari 2015
Kepada YTH.
Bapak Ir. H. Joko Widodo
Di Tempat.
Bersama ini, saya sampaikan surat terbuka untuk meminta bapak
Presiden mundur dari jabatannya, karena tidak mampu bekerja dan akan
membuat rakyat semakin gelap.
Selain itu dengan kemunduran bapak Presiden, Negara Rapublik
Indonesia sudah tidak perlu dipertahankan lagi, atau dengan kata lain
"dibubarkan."
Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi
koruptor dan menipu rakyatnya, karena Negara Republik Indonesia dari
dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing
yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan
Indonesia sebagai Negara Boneka.
Alangkah indahnya, bapak Presiden saat di kekuasaan ketika mengetahui
kondisi di Negara secara jelas, bahwa hanya dijadikan sapi perahan
untuk para penjajah, dengan rendah hati turun dari kekuasaan dan
mendukung Negara Rakyat Nusantara untuk menggantikan Negara Republik
Indonesia. Dan menempatkan Rakyat sebagai Pemilik Negara.
Demikian surat terbuka ini saya sampaikan untuk dapat dijadikan pertimbangan.
Terima Kasih.
Salam.
Yudi Syamhudi Suyuti
Presiden Negara Rakyat Nusantara.
- See more at:
http://www.konfrontasi.com/content/ragam/negara-rakyat-nusantara-mendesak-mundur-presiden-jokowi#sthash.zej1YkLH.dpuf