Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

    MEDIA RILIS. ABBOTT HARUS MENAIKKAN PAPUA BARAT DENGAN PRESIDEN YUDHYONO

    YOGYA. TIMIPOTU NEWS. Abbott harus menaikkan Papua Barat dengan Presiden Yudhyono.

    Perdana Menteri Tony Abbott adalah untuk menghadiri perayaan ulang tahun D- hari di Perancis dan akan berhenti di Indonesia sebentar untuk bertemu dengan Presiden Yudhyono untuk mencoba dan hubungan yang mulus dengan Jakarta atas skandal mata-mata dan Australia menghentikan kebijakan perahu.

    Joe Collins dari AWPA mengatakan "kami mendesak Tony Abbott untuk meningkatkan situasi hak asasi manusia di Papua Barat dengan Pemerintah Indonesia dan mendorong Presiden Indonesia untuk membebaskan semua tahanan politik Papua Barat tanpa syarat. Ini keterlaluan bahwa ada 72 orang Papua Barat di penjara, banyak hanya karena mereka mengibarkan bendera Papua Barat di demonstrasi damai".

    Joe Collins mengatakan, "hal terburuk Pemerintah Australia dapat Anda lakukan adalah untuk terus mengabaikan situasi di Papua Barat. Hanya ada satu masalah yang dapat menyebabkan gesekan besar antara kedua negara dan itu bukan skandal mata-mata tetapi masalah Papua Barat. orang-orang Papua Barat telah menyerukan dialog dengan Jakarta dan Australia harus mendorong presiden Indonesia untuk memulai proses.


    Reporter Of Timipotu News.
    Int. Bidaipouga Mote

    MEDIA MASA INDONESIA MEMBALIKAN FAKTA ISU PAPUA MERDEKA


    Editor: Wandikbonak
    “MEDIA INDONESIA MENGKLABUI
    FAKTA PERJUANGAN TPN DI PAPUA”

    PAPUA-- Usaha perjuangan Papua merdeka, perjuangan melalui sayap militer Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (Tpn-Opm), media masa Indonesia membalikkan  fakta kebenaran mengklabui  dengan Isu lain yakni; Gerakan Pengacau Keamanan (GPK), Orang Tak Kenal (OTK), Kelompok Separatis (KP), dan teroris. Pada hal yang sebenarnnya adalah TPN-OPM  Murni memperjuangkan Papua Merdeka, hal ini disampaikan Oleh anggota Staf TPN-OPMTeryanus Satto . melalui sms singkat

    Data yang diterima malanesia.com, dia juga memperjelaskan singkat mengenai,  salah satu contoh kasus, beberapa waktu lalu, dari Tpn berhasil menewaskan 15 Prajurit Tni (Versi TPN) di Tingginambut dan sinak Puncak Jaya, media Indonesia mengabarkan bahwa yang menembak 8 prajurit (versi Indonesia) adalah kelompok sipil bersenjata, Separatis, GPK, OTK, dan sebagainya, hal ini media Indonesia benar-benar melanggar kode Etik Yurnalistik Indonesia .

    Jelasnya, aksi-aksi Tpn melakukan penembakan terhadap Pasukan Tni dan Polisi,  hanya untuk membelah mempertahanan  Papua adalah wilayah sudah  merdeka sejak 1 desember 1961. Perjuangan TPN untuk mengusir Penjajah Indonesia dari Tanah Papua, itu tujuan visi, misi utama Tpn.

    Jadi, media masa Indonesia harus Independen, jangan memihak kepada Pemerintah penjajah dan stop Propaganda memihak Kepada Aparat Penegak Hukum (Tni-Polri). Jika benar-benar fakta kebenaran lapangan berdasarkan 5W1H, untuk menyampaikan ke publik. supaya masyarakat luas mengetahuinya soal Perjuangan murni dari Tpn.

    JadiIndonesia harus, mengetahui bahwa Persoalan Utama Papua adalah  “Sejarah”. Sejarah Yakni, Papua jelas merdeka sejak 1 desember 1961, nama Negara (West Papua), Lambang Negara (Burung Mambruk), Lagu Kebangsaan (Hai Tanah Ku Papua), bendera Negara (Bintang Kejora), dan Mata uang (Golden). Nilai-nilai atribut negara, TPN memperjuangkan dan mempertahankan sampai saat ini.

    Tetapi, media masa  Indonesia menutupi  semua inti Perjuangan sebenarnya orang asli Papua berjuang, dan perjuangan murni TPN. Itulah kondisi dan situasi kenyataan di Papua.


    Media Internasional mengunci ke Papua melalui Indonesia seperti diliris media http://www.abc.net.au, menyampaikan Pengamat Pemerintah Indonesia Larang Pengamat Internasional masuk ke Papua, dan media Internasional masuk ke Papua.

    Dan banyak wartawan Indonesia,  yang bertugas di Papua, juga mengakui, mereka juga di kontrol dan teror dari pihak militer Indonesia, hal ini dikabarkan melalui mediawww.tabloidjubi.com. pada tahun 2012 dua belas kasus kekerasan terhadap Jurnalis terjadi di Papua. dimuat pada (27/12/2012) tahun lalu (M/Admin)
    Sumber: Jubi, abc.net, facebook, wpnla.net., sms./http://www.malanesia.com
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif