Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan

    52 Tahun Kembalinya Papua ke NKRI Bakal Diperingati

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg52 Tahun Kembalinya Papua ke NKRI Bakal Diperingati

     

    JAYAPURA – 52 tahun kembalinya Papua ke dalam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan diperingati oleh Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Papua. Hal itu terungkap ketika Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan beraudensi dengan Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Papua, Rachman Iba beserta rombongan, di ruang Cycloops Makodam XVII/Cenderawasih, pada (26/3)…
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Terima kasih Bapak Gus Dur atas perubahan Irian jadi Papua

    Gus Dur, Bapak Orang Papua
    Oleh : Frans Tomoki K | KabarIndonesia

    KabarIndonesia - Thaha Al-Hamid, Sekretaris Jenderal Presidium Dewan Papua (PDP) itu tidak dapat menahan haru ketika berbicara mengenai sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dengan terbata-bata dan mata memerah dia mengambil tisu di atas meja dan menyeka air matanya. Thaha menganggap, Gus Dur sangat paham akan jati diri orang asli Papua. Selama bergaul dengan Thaha, ketika dia menjadi sekretaris saya di Lembaga Hukum Mahasiswa Islam (LHMI/HMI) Cabang Jayapura, 1978-1979 dan 1979-1980, saya menilai Thaha adalah orang yang berprinsip, berani dan tegar. Orangnya sederhana, dan rendah hati. Oleh karena itu ketika saya melihat Thaha menitikkan air mata yang diliput oleh salah satu stasiun televisi nasional, saya pun tersentak untuk menulis.

    Thaha yang tegar itu larut dalam suasana ketika menceriterakan kunjungan Gus Dur sebagai seorang Presiden RI ketika dia dan kawan-kawan ditahan. Pada kunjungannya di tahun 2000, Gus Dur sempat mengunjungi para anggota PDP di tahanan yang saat itu ditahan atas tuduhan makar. Beliau minta ke Kepala Kepolisian Daerah Papua yang waktu itu dijabat Pak Wenas.

    "Lalu Gus Dur katakan, saya harus ketemu ke lima orang PDP, Theys dan kawan-kawan. Hubungan Gus Dur dengan Theys luar biasa sekali. Terus pada kunjungannya di tahun 2006, Gus Dur juga sempat minta pemerintah Indonesia agar almarhum Ketua PDP, Theys Hiyo Eluay dinobatkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Thaha.

    Theys, nama lengkapnya adalah Theys Hiyo Eluay. Dia tewas saat berumur 64 tahun, tepat pada Hari Pahlawan 10 November 2001, setelah menghadiri upacara Hari Pahlawan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah (Pemda) Irian Jaya di Jayapura. Sepulangnya menghadiri Hari Pahlawan itu menuju rumahnya di Jalan Bestirpos 5, Sentani Kota, yang berjarak sekitar 55 km, Theys tidak pernah lagi pulang ke rumah. Setelah dicari-cari, akhirnya jenazah Theys ditemukan tertelungkup di jok mobil miliknya, jenis Toyota Kijang bernomor polisi B 8997 TO dengan wajah babak belur dan luka dipelipis, dahi dan leher. Posisi mobil nyaris masuk jurang. Mobil yang kaca depannya hancur itu, masih tertahan pada sebatang pohon. Dari kondisi jenazah, muncul dugaan, Theys dibunuh setelah diculik.

    Sebagaimana sosok Thaha Al-Hamid yang taat beragama Islam, Theys sebenarnya bukanlah tokoh oposisi. Theys adalah mantan anggota Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969. Dia sangat berjasa dalam mempertahankan masuknya Irian Jaya ke wilayah Indonesia. Bahkan pernah juga menjadi anggota DPRD Irian Jaya dari Golkar selama tiga periode. Tetapi entah apa yang melatarbelakanginya, akhirnya Theys menyebut dirinya Pemimpin Besar Dewan Papua Merdeka sekaligus menjadi Ketua Presidium Dewan Papua. Kembali ke sosok Gus Dur, Thaha menganggap bukan hanya dirinya merasa cukup dekat dengan Gus Dur, juga hampir seluruh orang Papua merasa dekat dengan Gus Dur. Misalnya, Gus Dur juga sangat dekat dengan Ketua Dewan Adat Papua dan tokoh-tokoh adat lainnya di Papua, termasuk Tom Beanal.

    "Bahkan beberapa kali jika kami sudah jarang mengunjunginya, Gus Dur akan tanya dan pasti kami datang mengunjungi beliau. Jadi silaturahmi kami dengan beliau tetap jalan, walau sudah tak menjabat presiden,” ungkapnya.

    Makna sosok Gus Dur, kata Thaha, terlalu luar biasa bagi Papua dan orang Papua. “Kita tak hanya kehilangan seorang kiai, seorang bekas presiden, dan seorang guru, tapi sebenarnya kita kehilangan kitab hidup. Sebuah kitab yang terus memberikan nasihat,” tutur Thaha mengenang sosok Gus Dur. Beberapa alasan menurut Thaha, ada beberapa alasan masyarakat di Papua tak pernah melupakan sosok Gus Dur. Misalnya, pada 31 Desember 1999, tanpa perlu berpikir panjang, Gus Dur yang saat itu sebagai Presiden Indonesia, mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua. Tentang nama ini, seperti diketahui, pada tahun 1961, Komite Nasional Papua yang pertama menetapkan nama PAPUA BARAT bagi Papua. Pada masa Pemerintahan Sementera PBB (UNTEA), digunakan dua nama, WEST NEW GUINEA/WEST IRIAN. Selanjutnya pada tanggal 1 Mei 1963, Republik Indonesia menggunakan nama IRIAN BARAT. Setelah Proklamasi kemerdekaan tanggal 1 Juli 1971, Pemerintah Revolusioner sementara Republik West Papua di Markas Victoria, menggunakan nama WEST PAPUA. Pada tahun 1973, Pemerintah Republik Indonesia telah mengubah nama menjadi IRIAN BARAT dan kemudian menjadikan IRIAN JAYA. Pada tahun 2000 nama Irian Jaya kembali menjadi Papua oleh hingga kini.

    Menurut beberara sumber, nama Papua, aslinya Papa-Ua, asal dari bahasa Maluku Utara. Maksud sebenarnya bahwa di pulau ini tidak terdapat seorang raja yang memerintah di sini sebagai seorang bapak, itulah sebabnya pulau dan penduduknya disebut demikian. Papa-Ua artinya anak piatu. Dari sekian nama yang sudah disebut, Komite Nasional Papua pada tahun 1961, memilih dan menetapkan nama PAPUA, karena rakyat di sini kelak disebut bangsa Papua dan tanah airnya Papua Barat (West Papua). Alasan memilih nama Papua, karena sesuai dengan kenyataan bahwa penduduk pulau Papua sejak nenek moyang tidak terdapat dinasti yang memerintah atau raja di sini sebagaimana yang ada dibagian bumi yang lain. Orang Papua berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Tidak ada yang dipertuan untuk disembah dan tidak ada yang diperbudak untuk diperhamba. Raja-raja yang tumbuh seperti jamur di Indonesia, adalah akibat pengaruh pedagang bangsa Hindu dan Arab di masa lampau. Inilah sebabnya, rakyat Papua mengatakan anti kolonialisme, imperialisme dan neo-kolonialisme karena nenek moyang mereka tidak pernah menyembah-nyembah kepada orang lain, baik dalam lingkungan sendiri. Mereka lahir dan tumbuh diatas tanah airnya sendiri sebagai orang merdeka.

    Berbicara mengenai nama Irian, adalah satu nama yang mengandung arti politik. Frans Kaisiepo, almarhum, orang yang pertama mengumumkan nama ini pada konperensi di Malino-Ujung Pandang pada tahun 1945, antara lain berkata:
    “Perubahan nama Papua menjadi Irian, kecuali mempunyai arti historis, juga mengandung semangat perjuangan: IRIAN artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. (Buku PEPERA 1969 terbitan tahun 1972, hal. 107-108). Nama Irian diciptakan oleh seorang Indonesia asal Jawa bernama Soegoro, bekas buangan Digul-Atas tetapi dibebaskan sehabis Perang Dunia kedua dan pernah menjabat Direktur Sekolah Pendidikan administrasi pemerintahan di Hollandia antara tahun 1945-1946.

    Perubahan nama Irian Barat menjadi Irian Jaya, terjadi pada tahun 1973, juga mengandung arti politik. Rejim Militer Indonesia tidak menginginkan adanya pembagian Pulau Papua menjadi dua dan berambisi guna menguasai seluruhnya. Pendirian ini berdasarkan pengalaman tentang adanya dua Vietnam-Selatan dan Utara, tentang adanya dua Jerman-Barat dan Timur, dan tentang adanya dua Korea-Selatan dan Utara. Irian Jaya, Irian yang dimenangkan. Jaya, victoria atau kemenangan. Jika huruf “Y” dipotong kakinya, maka akan terbaca Irian Java alias Irian Jawa. Sumbernya bisa dilihat di http://digoel. wordpress.com tentang-nama- papua.

    Selama hidupnya, Gus Dur beberapa kali mengunjungi ke Papua, yakni pada tahun 1999 untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan disitulah dijinkan Kongres Papua II di Jayapura, serta menjadikan Bintang Kejora sebagai symbol budaya sehingga di ijinkan untuk berkibar berdampingan dengan bendera merah putih, selanjutnya pada tahun 2000 nama Irian Jaya dikembalikan menjadi Papua dan terakhir pada 2006. Inilah sekilas catatan dimana Gus Dur mengambil hati rakyat Papua sehingga tidak heran kalau dikalangan masyarakat Papua mengatakan bapak orang Papua, seperti dirilis sebuah lagu oleh kamasan biak dengan judul Terima kasih Bapak Gus Dur atas perubahan Irian jadi Papua.   (*) 


    "PAPA-UA" - Berdiri Sama Tinggi Duduk Sama Rendah

    Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
    Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
    Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
    www.kabarindonesia.com

     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    PM PNG Sewa Pesawat Berangkatkan Delegasi Papua Barat ke Vanuatu

    PM PNG Sewa Pesawat Berangkatkan Delegasi Papua Barat ke Vanuatu

    PM Papua Nugini, Peter O'Neil (Dok. www.suarapapua.com)
    PM Papua Nugini, Peter O’Neil

    PAPUA NUGINI,  — Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neil dikabarkan menyewa sebuah pesawat untuk memberangkatkan delegasi Papua Barat yang akan mengikuti pertemuan di Port Villa, Vanuatu, sejak 1–4 Desember 2014 mendatang.

    “Sekitar 100 delegasi Papua Barat yang ada di PNG akan diberangkatkan dengan pesawat charteran oleh PM O’Neil ke Vanuatu,” tulis media Vanuatu Daily, Jumat (28/11/2014) siang.

    Dikabarkan, keberangkatan delegasi Papua Barat tersebut untuk keperluan mengikuti Simposium rakyat Papua Barat yang akan berlangsung di Saralana, Vanuatu, tiga hari kedepan.

    “Hari Senin akan berlangsung libur nasional Negara Vanuatu memperingati kemerdekaan Papua Barat. Pertemuan tersebut difasilitas sebuah organisasi gereja, dan mendapatkan dukungan dari Negara Vanuatu,” tulis Vanuatu Daily. (Baca juga : PM Vanuatu : 1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu)
    Selain itu, pengibaran bendera Bintang Kejora sebagai lambang dari pembebasan Papua Barat akan dilangsungkan di seluruh kota di Vanuatu, termasuk menggelar pawai dari Fatumauru Bay ke Saralana.

    Sebelumnya, Ketua Panitia penyelenggara, Pastor Allan Nafuki mengatakan, simposium rakyat Papua Barat yang mengalami penundaan beberapa kali sudah dipastikan digelar pada 1 Desember 2014.

    Kata Pastor Nafuki, pertemuan diharapkan membentuk tawaran konsep baru dari rakyat Papua untuk menjadi anggota Melanesia Spearhead Group (MSG).
    “Sebuah aplikasi keanggotaan formal oleh Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan akan mengetuk kembali MSG, sebab para pemimpin minta organisasi yang lebih representatif,” kata Nafuki.
    Nafuki mengatakan, ia juga berharap konferensi dapat menghasilkan keputusan otonom pada penentuan nasib sendiri untuk kemerdekaan.

    “Kami meminta setiap kelompok, baik pro, atau tidak pro untuk datang, sehingga pada akhir KTT, tidak ada yang akan mengatakan KTT Vanuatu tidak diwakili. Jadi, kami ingin memberikan semua orang kesempatan di KTT ini,” kata Nafuki.

    MEDIA MASA INDONESIA MEMBALIKAN FAKTA ISU PAPUA MERDEKA


    Editor: Wandikbonak
    “MEDIA INDONESIA MENGKLABUI
    FAKTA PERJUANGAN TPN DI PAPUA”

    PAPUA-- Usaha perjuangan Papua merdeka, perjuangan melalui sayap militer Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (Tpn-Opm), media masa Indonesia membalikkan  fakta kebenaran mengklabui  dengan Isu lain yakni; Gerakan Pengacau Keamanan (GPK), Orang Tak Kenal (OTK), Kelompok Separatis (KP), dan teroris. Pada hal yang sebenarnnya adalah TPN-OPM  Murni memperjuangkan Papua Merdeka, hal ini disampaikan Oleh anggota Staf TPN-OPMTeryanus Satto . melalui sms singkat

    Data yang diterima malanesia.com, dia juga memperjelaskan singkat mengenai,  salah satu contoh kasus, beberapa waktu lalu, dari Tpn berhasil menewaskan 15 Prajurit Tni (Versi TPN) di Tingginambut dan sinak Puncak Jaya, media Indonesia mengabarkan bahwa yang menembak 8 prajurit (versi Indonesia) adalah kelompok sipil bersenjata, Separatis, GPK, OTK, dan sebagainya, hal ini media Indonesia benar-benar melanggar kode Etik Yurnalistik Indonesia .

    Jelasnya, aksi-aksi Tpn melakukan penembakan terhadap Pasukan Tni dan Polisi,  hanya untuk membelah mempertahanan  Papua adalah wilayah sudah  merdeka sejak 1 desember 1961. Perjuangan TPN untuk mengusir Penjajah Indonesia dari Tanah Papua, itu tujuan visi, misi utama Tpn.

    Jadi, media masa Indonesia harus Independen, jangan memihak kepada Pemerintah penjajah dan stop Propaganda memihak Kepada Aparat Penegak Hukum (Tni-Polri). Jika benar-benar fakta kebenaran lapangan berdasarkan 5W1H, untuk menyampaikan ke publik. supaya masyarakat luas mengetahuinya soal Perjuangan murni dari Tpn.

    Jadi, Indonesia harus, mengetahui bahwa Persoalan Utama Papua adalah  “Sejarah”. Sejarah Yakni, Papua jelas merdeka sejak 1 desember 1961, nama Negara (West Papua), Lambang Negara (Burung Mambruk), Lagu Kebangsaan (Hai Tanah Ku Papua), bendera Negara (Bintang Kejora), dan Mata uang (Golden). Nilai-nilai atribut negara, TPN memperjuangkan dan mempertahankan sampai saat ini.

    Tetapi, media masa  Indonesia menutupi  semua inti Perjuangan sebenarnya orang asli Papua berjuang, dan perjuangan murni TPN. Itulah kondisi dan situasi kenyataan di Papua.


    Media Internasional mengunci ke Papua melalui Indonesia seperti diliris media http://www.abc.net.au, menyampaikan Pengamat Pemerintah Indonesia Larang Pengamat Internasional masuk ke Papua, dan media Internasional masuk ke Papua.

    Dan banyak wartawan Indonesia,  yang bertugas di Papua, juga mengakui, mereka juga di kontrol dan teror dari pihak militer Indonesia, hal ini dikabarkan melalui mediawww.tabloidjubi.com. pada tahun 2012 dua belas kasus kekerasan terhadap Jurnalis terjadi di Papua. dimuat pada (27/12/2012) tahun lalu (M/Admin)
    Sumber: Jubi, abc.net, facebook, wpnla.net., sms./http://www.malanesia.com

    TNI/POLRI AKTOR KEKERASAN DI PAPUA

    TNI/POLRI AKTOR KEKERASAN DI PAPUA


    Pengungsi Masyarakat Lani Jaya di wamena
    Pembakaran 2 Gereja dan Rumah warga di Lani jaya

    Pembakaran rumah-rumah, Gedung-gereja dan pembunuhan yang di lakukan terhadap masyarat di lany jaya sangat disayangkan karena Fungsi dan tugas aparat TNI/ POLRI adalah menjaga dan mengayomi rakyat sipil, tetapi kenyataan hari ini aparat kepolisian menjadi aktor kekerasan.

    TNI /POLRI ternyata aktor yang selalu menjakiti hati rakyat dan bunuh rakyat sipil takberdosa dengan stikma SPARATIS, OPM, GPK dan KSB  Stikma ini selalu dipakai untuk memusnakan orang papua .

    Hal ini tidak bisa dibenarkan orang Indonesia ada di papua Ilegal oleh karena itu indonesia tidak layak mengayakan orang Papua separatis, dan anda tidak punya hak untuk membunuh orang papua.
     
    Bupati Lani Jaya Boneka NKRI anda harus tau bahwa anda tidak punya hak untuk mengutuk Pejuang Papua Seperti TPN-OPM karena mereka berjuagan atas dasar sejarah.

    Bupati lany jaya seharusnya mengutuk TNI-POLRI yang bakar rumah warga dan gereja di lani jaya, masa Bupati mengutuk TPNPB? Itu sama saja mengutuk diri sendiri dan rakyatnya, omnya mamanya kakak adik sendiri . Ini sangat memalukan kita jadi pejabat diatas negeri sendiri bukanya membela dan melindungi Rakyayanya mala kutuk rakyat sendiri anda jadi pemimpin buat siapa...???

    Tuhan Allah menciptakan tanah Jawa, kalimantan,toraya , bali , Sumatra sulawesi dan maluku untuk orang melayu kami tidak pernah pergi rebut tanah mereka bukan !!!

    Tapi mereka datang diatas tanah kita membunuh rakyat merampas hak kita tapi peminpin kita seperti bupati walikota dan gubernur  mendukung mereka ini sangat di sayangkan dimana hati nurani mereka???
    Pelangkaran hak asasi manusia yang di lakukan oleh TNI/POLRI terhadap bangsa papua dari waktu ke waktu yang jadi korban rakyat sipil.

    Penangkapan yang sewenang-wemag tanpa praduga tak bersalah dilakukan oleh aparat atau militer Indoneansia terhadap rakyat Papua dan Aktivis dan pejuang kebenaran dan keadilan di tanah ini selalu jadi korban.

    Kami rakyat papua Sorong sampai Merauke mengutuk dengan keras pembunuh- pembunih Rakyat papua diatas tanah dan negeri kami sendiri Atas nama tulang belulang, atas nama Allah bangsa papua kami menolak dan Mengutuk keberadaan TNI/POLRI di Papua Barat.  Jangan membunuh kami diatas tanah kami sendiri, yang berhak mencabut nyawa kami bukan TNI/­POLRI.INDONESIA tetapi Tuhan yang berhak mengambil nyawa orang papua.
    Ones Suhuniap 
    Sekertaris Umum KNPB

    HARAPAN PAPUA



    Peta West Papua, (foto, WK)

    HARAPAN PAPUA
    =================================
    Idealisme Papua bebas yang selalu di nyanyikan oleh semesta rakyat Papua yang betul-betul membutuhkan sebuah perubahan adalah sebuah idealisme yang datangnya dari hati nurani. Muncul dari hati karena hati memang tidak bisa di bohongi.


    Selalu orang Papua menjerit, menangis karena harapan dan angin segar untuk bebas kadang kala sukar di temukan titiknya. Orang asli Papua dan orang luar Papua adalah dua ras yang sangat berbeda. Dan sudah tidak mungkin disatukan lagi. Tangisan ini, sudah tentu harus menjawab itu sebenarnya.

    Hati telah di sakiti. Gambaran pelanggaran HAM yang di lakukan tidak mungkin bias digambarkan oleh kata, pikiran dan tulisan, karena sangat biadab perlakuannya. Melihat berhamburan darah manusia setiap saat di tanah Papua yang, tanah yang telah di berkati Tuhan.

    by : Mecky Yeimo
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif