Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Mee Pago. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Mee Pago. Tampilkan semua postingan

    Anak Adat Papua Jangan Rebutan 14 Kursi

    Ramses Ohee: Anak Adat Jangan Rebutan 14 Kursi

    Ketua Umum DPP Barisan Merah Putih (BMP) Ramses OheeJAYAPURA – Ketua Umum DPP Barisan Merah Putih (BMP) Ramses Ohee mengimbau   seluruh elemen masyarakat di 5 wilayah adat di Provinsi Papua, masing-masing Mamta/Tabi, Saireri, La Pago,Mee Pago dan Animha, untuk tidak rebut-rebutan dan tetap menanti digelar musyawarah dan mufakat terkait pembagian 14 Kursi DPRP.
    Ramses Ohee mengatakan hal ini ketika dikonfirmasi Bintang Papua di Waena, belum lama ini. Dikatakan, pihaknya juga mengimbau kepada elemen masyarakat adat, untuk menyambut  putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan masyarakat adat Papua menduduki kursi di DPRP pada 1 Februari 2010 lalu No.116/PPU-VII, dengan penuh damai, penuh kebersamaan dan saling menghargai satu sama lain di dalam komunitas masyarakat di Provinsi Papua sebagaimana di Provinsi Papua Barat. 

    “Kita belum berpikir tentang ini, dapat begini Saireri, dapat begini Animha, dapat begini Mee Pago,  La Pago, dapat begini nanti Tabi/Mamta dapat begini. Tapi mari kita duduk bersama  di para-para adat, untuk musyawarah dan mufakat menyelesaikan masalah 14 Kursi DPRP,” tegas Ramses Ohee.

    Dikatakan Ramses Ohee, pihaknya juga mengimbau seluruh elemen masyarakat di 5 wilayah adat di Provinsi Papua, untuk cermat dan hati-hati memproses UU Otsus dari 11 Kursi DPRP meningkat 14 Kursi DPRP ini. Pasalnya, setelah 14 Kursi DPRP nanti di Pemilu berikutnnya meningkat terus, baik kursi parpol maupun kursi adat.

    Namun demikian, lanjut Ramses Ohee, pihaknya mengusulkan kepada seluruh elemen masyarakat adat diseluruh di Provinsi Papua minta Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Pemerintahan untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang 14 Kursi DPRP, agar kedepan pemerintah dan masyarakat adat Papua mampu membuat regulasi dan Perdasus untuk dipergunakan di Tanah Papua. Sebagaimana UU Otsus pasal 6 ayat  2 mengatakan anggota DPRP terdiri dari anggota yang dipilih dan anggota yang diangkat.    Sedangkan ayat 4 mengatakan jumlah seperempat dari anggota DPRP terpilih.
    Menurut Ramses Ohee, pihaknya mengusulkan agar Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP., M.H., segera membentuk Tim Seleksi (Timsel) terdiri dari 5 orang perwakilan 5 wilayah adat di Provinsi Papua. Masing-masing Tabi/Mamta, Saireri, La Pago, Mee Pago dan Animha. (mdc/don/l03)
     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg  photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Marko Okto Pekei Terpilih Jadi Ketua DAP Wilayah Mee-Pagoo

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    Ketua DAP Mee-Pago yang baru, Marko Okto Pekei. Foto: Dok. MS.

    Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Marko Oktovianus Pekei dipercayakan menjadi Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Mee-Pago melalui konferensi II masyarakat adat wilayah 7 (Mee-Pago) yang digelar di Balai Aweida, Karang Tumaritis, Nabire, Papua, Sabtu (28/03/2015).

    Menurut Ruben Edowai, meski belakangan banyak orang yang memandang Dewan Adat Papua dengan banyak versi, namun melalui konferensi ini menjadi momen yang terpenting untuk menyatukan hati semua pihak guna melindungi hak-hak dasar manusia yang ada di wilayah Mee-Pago.

    "Kadang juga, Dewan Adat menamakan diri untuk kepentingan tertentu. Ada yang menamakan diri dewan adat, masyarakat, tapi hari ini menyatukan hati kita untuk bersama-sama untuk bergandengan tangan untuk melindungi hak-hak dasar atas sistem kekerabatan kehidupan manusia Papua khususnya di wilayah Mee-Pago," kata ketua Dewan Adat Papua Wilayah Mee-Pago yang lama itu dalam sambutannya.

    Menurut Edowai, terselenggaranya Konferensi II Masyarakat Adat Papua Wilayah Mee-Pago merupakan puncak dari proses konsolidasi yang dilakukan pihaknya belakangan ini.

    "Kami adalah pemilik di negeri ini dan tertuang secara jelas dalam manivesto butir-butir dewan adat. Tanah, air dan udara adalah milik masyarakat adat, bukan milik orang lain," tegas Edowai.

    Sementara itu, ketua Dewan Adat Papua Wilayah 7 terpilih, Marko Oktovianus Pekei mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban tugas yang baru. Ia mengaku akan mengeluarkan segala kemampuan yang dimilikinya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di wilayah Mee-Pago yang meliputi, Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya.

    "Saya sangat bersyukur atas hasil ini dan saya bersama pengurus harian lainnya akan bergandeng tangan berupaya membangun bersama-sama menata kehidupan masyarakat adat yang berbudaya serta melindungi sumber daya alam dan potensi kebudayaan yang ada di wilayah Mee-Pago," ungkap Pekei kepada majalahselangkah.com.

    Pekei mengaku dengan tugas yang baru, ia memiliki tanggung jawab yang besar untuk membangun kekuatan besar dengan tujuan melindungi hak-hak dasar kehidupan manusia. "Gerakan bersama masyarakat adat itu sangat dibutuhkan untuk menata kehidupan masyarakat yang berbudaya sekaligus melindungi sumber daya alam dan potensi kebudayaan yang ada," jelas mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini. (Yohanes Kuayo/MS)
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Mahasiswa Papua Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

    Mahasiswa Papua Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan


    BANDUNG --  Seorang mahasiswa asal kabupaten Timika Papua, bernama Welinus Magai yang saat ini sedang menimba Ilmu di kota studi Bandung, di temukan tewas dan jasatnya tergeletak di pinggir jalan raya cipacimg jatinanggor kabupaten Sumedang pada pukul 01 malam dini hari, di lehernya terkena semacam tusukan sangkur dan motor korbannya sedang di parkir di pinggir jalan.pada saat kejadian itu tdk ada warga yang melihat hal itu .

    Menurut temannya Aminus Tinal, bahwa ada dua orang lelaki yang lewat pas di depan IPDN Jatinaggor memakai sepeda motor berpakianan jaket hitam, celana panjang hitam mengatakan bahwa ada teman kamu yang kecelakan di pinggir jalan . Dan kedua orang itu menelpon patroli untuk amankan jasatnya Di rumah sakit. Temannya ini lambat ke tempat kejadin. Polisi sudah duluan amankan W.M. saudara nya Aminus Tinal sampai di tempat kejadian jasatnya tidak ada, yang ada hannya motor .ketika Aminus Tinal teman korban, bertannya kepada warga kata warga Korban itu sudah meninggal lalu di aman kan polisi ke RS AMC. Hasil olah TKP dari Polisi setempat ,menyatakan Kecelakaan Tunggal, ketika teman-temannya  bertanya lg kepada keluarga terdekatnya, mereka menyangka bahwa hal kejadian ini bukan kecelakan tapi pembunuhan berenca oleh OTK karena tidak ada bekas luka gores satu pun di badannya, yang ada hanya  tusukan sagkur. Kejadian ini masih di selidiki oleh polres jatinanggor dan sumedang. [ney]

    Sumber:  https://www.facebook.com/PapuaCheko
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    ANGGOTA HIMPPAR SIAP MEMPERSEMBAHKAN TARIAN ADAT KOLABORASI LA PAGO DAN MEE PAGO PADA PSBI UKSW 2014

    ANGGOTA HIMPPAR SIAP MEMPERSEMBAHKAN TARIAN ADAT KOLABORASI LA PAGO DAN MEE PAGO PADA PSBI UKSW 2014

    Salatiga-Komnews, Rapat anggota Himppar terbatas dilakukan di kontrakan Jayawijaya, Jl Cungkup Salatiga, Minggu (23/03/14) membahas rencana Pentas Seni Budaya Indonesia (PSBI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bulan april mendatang. Kegiatan PSBI merupakan Program tahunan yang selalu diselenggarakan oleh UKSW sebagai bentuk pelestarian Budaya Indonesia dan juga mengangkat citra “Indonesia Mini” di kota Salatiga. Untuk kegiatan ini,  putra-putri Papua yang berstudi di UKSW juga diminta untuk menampilkan dan memperkenalkan budaya Papua. 

    Gasfer Tabuni, S.Si, selaku sekertaris Himppar mengawali pertemuan tersebut mengatakan “ dari tahun ketahun, tarian adat Papua yang ditampilkan hanya itu-itu saja (Yosim pancar, Kontemporer, Pangkur sagu dan Balada Cenderawasih) untuk itu pada tahun 2014 kita diminta untuk menampilkan tarian Papua yang lainnya. Papua terkenal dengan kekayaan seni budaya sehingga perlu untuk mengangkat hal lain yang belum pernah ditampilkan dalam PSBI sebelumnya, agar orang luar mendapatkan pengetahuan baru dari Papua,” katanya. 

    Untuk PSBI kali ini BPH Himppar meminta anggotanya untuk mempersembahkan tarian kolaborasi dari daerah Pegunungan Papua (gabungan dari tarian wilayah adat La Pago dan Mee Pago). Dengan demikian, berdasarkan kesepakatan forum, yang akan ditampilkan adalah tarian atraksi perang-perangan. Konsep dan narasi akan disiapkan oleh Melkior N.N Sitokdana, S.Kom. Menurut Melkior, “ kita belum sadar bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi didunia berkembang pesat karena adanya perang. Artinya perang mengandung nilai-nilai positif sehingga momen ini kita akan menyampaikan sisi positif dari perang bagi orang Papua. Yang perlu dicatat bahwa sejak dulu kala perang tidak dilakukan antar suku tetapi antar daerah/kampung dalam satu suku. Itupun dilakukan untuk mempertahankan nilai kebenaran yang diturunkan oleh sang pencipta manusia Papua. Jika sekarang ada perang suku, maka itu buatan orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi sekali lagi, perang suku yang sekarang terjadi adalah permainan pihak tertentu, bukan murni perang untuk kebaikan seperti dulu kala. 

    Selain itu, disela-sela pertemuan tersebut disepakati bahwa akan diadakan Malam Keakraban mahasiswa wilayah adat La Pago dan Mee Pago. Tujuannya adalah untuk mempererat ikatan kekerabatan serta membentuk rasa kepercayaan diri dan juga kemampuan-kemampuan lainnya yang diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi dikalangan orang Papua sendiri. “ Adanya isu dan hal-hal senstitif yang tidak bisa dibicarakan secara langsung karena muncul begitu banyak tanggapan bahkan stigma negatif sehingga kita harus mampu berdiri dan memperbaiki diri sendiri sebelum nanti harus berbaur dan bersaing secara merata dalam kehidupan sosial khususnya diantara orang Papua sendiri. Pada momen tersebut dilakukan diskusi unuk mengetahui dan mengenal Papua secara lebih dalam untuk membangkitkan nasionalisme orang Papua seperti yang diajarkan Almarhum Arnol Ap,” ujar Melkior Sitokdana.

    Saat kesempatan itu juga, untuk bursa Ketua HIMPPAR Periode 2014-2016, mahasiswa Lapago dan Meepago sepakat mendukung Markus Kalakmabin untuk bertarung bersama kandidat lainnya. Hal ini dilakukan karena dalam waktu dekat, setelah LKTD akan dilakukan pergantian BPH Himppar. Hal ini dilakukan karena beberapa tahun terakhir berbagai persoalan sili berganti menghantui mahasiswa Papua, antara lain: sekertariat organisasi Himppar selama ini adalah milik GKI Papua sehingga beberapa bulan lalu meminta BPH untuk mencari sekertariat baru, belum berjalannya fungsi organisasi, ketidakaktifan anggota dalam berorganisasi, berbagai persoalan juga timbul akibat miras, sewa motor,dsb. Untuk itu, dibutuhkan pemimpin yang benar-benar punya hati dan mau bekerja untuk membangkitkan semangat berorganisasi dan persatuan antara mahasiswa Papua. (Holak Reyni Wabdaron)
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif