Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Aksi AMP. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Aksi AMP. Tampilkan semua postingan

    1 Mei 2015: AMP Jawa-Bali Demo, 3 Ditangkap, Jogja Kibarkan Bintang Kejora

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
    Aksi AMP. Foto: Ist.

    Bogor, MAJALAH SELANGKAH -- Tanggal 1 Mei 1963, secara administratif, Papua Barat diserahkan kepada kekuasaan Negara Indonesia. Selanjutnya, orang Indonesia memperingatinya sebagai hari integrasi Papua ke dalam Indonesia. Orang Papua merayakannya sebagai hari aneksasi.

    Hari ini, 1 Mei 2015, rakyat Papua menolak aneksasi Papua Barat ke dalam Indonesia.

    Di Papua, KNPB diberi mandat oleh NFRPB, WPNCL dan PNWP untuk mengoordinir rakyat Papua Barat dalam demo damai serentak menolak aneksasi Indonesia atas tanah Papua. Di tanah Jawa, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) mengambil alih tanggungjawab mengoordinir mahasiswa Papua di rantauan turun jalan.

    AMP Komite Kota Yogyakarta mengibarkan bendera Bintang Kejora sebagai tanda penolakan Indonesia atas wilayah Papua. Mereka long march dari Asrama Papua Kamasan I menuju Malioboro, Nol Kilometer. Disana, ada gelar mimbar orasi.

    Mengenai aksi AMP KK Yogyakarta, baca: Tolak Indonesia di Papua, Ratusan Mahasiswa Papua di Yogyakarta Turun Jalan. Nonton AMP Komite kota Yogyakarta kibarkan Bintang Kejora, Klik!

    Di Surabaya, AMP komite kota juga turun jalan. Sumber majalahselangkah.com di Surabaya melaporkan, tiga mahaiswa atas nama Frans Madai, Elias Pekey dan Hendrik Rumaropen dikabarkan ditangkap kepolisian setempat.  Demonstrasi mahasiswa membentangkan gambar-gambar bendera Bintang Kejora dan spanduk Refrendum untuk Papua serta meneriakan yel-yel "Papua Merdeka".

    Mahasiswa menuntut, Indonesia segera memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi Papua sebagai solusi demokratis. "Rreferendum sebagai solusi final dalam penyelesaian West Papua. Tidak pernah ada orang Papua berjuang bagi Indonesia, yang ada adalah Papua pernah dan sedang berjuang bagi kemerdekaan negerinya Papua Barat," kata Waren Magal.

    Mengenai demo AMP kota Surabaya, baca: Tolak Indonesia di Papua, 3 Mahasiswa Papua di Surabaya Ditangkap.

    Di tanah Pasundan, Bogor, AMP komite kota Bogor turun jalan setelah mengoordinir lebih dari seratus mahasiswa Papua majalahselangkah.com mengonfirmasi Yosias Iyai, ketua AMP kota Bogor.

    "Kami turun berpanasan di tanah Pasundan Bogor itu hanya mau menyakinkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia Internasional bahwa 1 mei 1961 adalah hari aneksasi  Papua. Kami ingin mengatakan bahwa kami menolak Indonesia berkuasa dan menjajah bangsa Papua. Kami hanya meminta untuk mengakui kedaulatan Papua Barat yang punya hak untuk menentukan nasib sendiri," tegas Iyai.

    Massa mahasiswa Papua dikawal ketat oleh kepolisian. Tapi hingga aksi berakhir, tak ada kendala berarti.

    AMP komite kota Bandung juga turun jalan. Puluhan orang massa aksi menggelar aksi long march, mulai dari Jalan Cisangkuy menuju Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat  (1/5/2015) pukul 11.51 WIB. Naas karoba, koordinator aksi mengatakan, AMP kota Bandung turun jalan tolak Aneksasi Indonesia atas tanah Papua pada 1 Mei 1963.

    "Untuk itu, hari ini kami meminta kepada perintah Indonesia dan PBB untuk segera menarik Militer (TNI-Polri) organik dan nonorganik dari seluruh tanah Papua. Hentikan eksploitasi dan tutup seluruh perusahaan milik kaum imperealis, dan berikan kebebasan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis," jelas Karoba.

    AMP komite kota Semarang juga turun jalan hari ini. Mereka memulai long march dari kontrakan Koteka menuju Bundaran Simpang Lima.

    "Maka kami meminta Kepada PBB, Amerika, Belanda dan Indonesia agar mengakui kedaulatan Papua Barat dan memberi kebebasan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua Barat sebagai pewaris yang sah atas tanah Papua Barat.  Jika benar Indonesia konsisten menjalankan prinsipnya sendiri yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus di hapuskan maka, membebaskan bangsa Papua adalah konsekuensi logisnya," jelas AMP komite kota Semarang dalam releasenya kepada majalahselangkah.com.

    DI Malang, AMP komite kota melakukan unjuk rasa juga terkait 53 tahun hari Aneksasi Papua, di Jalan Tugu Malang. Dengan meneriakkan yel yel Papua Merdeka, mereka menuntut pemerintah Indonesia memberikan hak kepada rakyat Papua menentukan nasibnya sendiri, atau self determination.

    Koordinator aksi, Salmon Pekei, mengatakan, pemerintah harus menarik perusahaan yang merampas kekayaan tanah Papua. Indonesia dan kapitalis-imperialisglobal hanya mengambil kekayaan kami, kami minta untuk semua angkat kaki dari Papua. Kami ingin merdeka, tegas Pekey.

    AMP di Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Malang, Semarang dan Bandung turun jalan pada 1 Mei 2015 dengan 3 pernyataan sikap yang sama.

    Pertama, mendesak NKRI membubarkan Kodam, Kodim, Korem, Babinsa, dll. AMP desak Indonesia menarik militernya, organik dan non organik dari seluruh Tanah Papua.

    Kedua, AMP minta Indonesia dan kapitalisme global pengeruk kekayaan alam Papua menghentikan seluruh eksploitasi dengan menutup seluruh perusahaan kapitalis-imperialis: Freeport, PB, NG, Tanguh, Corindo, Medco, dan lain-lain dari atas tanah Papua.

    Ketiga, AMP menuntut dibukanya ruang yang sebebas-bebasnya untuk akses rayat Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri, sebagai satu-satunya solusi paling demokratis bagi rakyat bangsa Papua Barat. (Admin/MS)
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali Gelar Aksi Tolak Pembangunan Mako Brimob Wamena


    Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali Gelar Aksi Tolak Pembangunan Mako Brimob Wamena

    Rencana pemerintahan Jokowi-JK yang akan membangun Mako Brimob di Wamena, Papua, mendapat tentangan dari masyarakat Papua di berbagai daerah.
    Hari ini (6/4), Solidaritas Mahasiswa Alam Semesta Papua Se-Jawa dan Bali gelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta, menolak pembangunan Mako Brimob di Papua.
    Alasan penolakan karena kekhawatiran masyarakat Papua akan terulangnya kembali kasus-kasus kekerasan seperti terjadi di masa lalu.
    Sebelum ini, aksi serupa juga telah terjadi berbagai daerah, diantaranya;
    Pada Januari 2015, Ketua DPRD Provinsi Papua menyatakan menolak pembangunan Mako Brimob di wilayah pegunungan ini. Rencana pembangunan tersebut dianggap sebagai cara pendekatan yang salah terhadap masyarakat. Aparat melihat masyarakat dengan sudut pandang negatif, curiga; sehingga membuat rakyat Papua merasa tertekan.
    Februari 2015, Mahasiswa Jayawijaya melakukan aksi penolakan pembangunan Mako Brimob di DPRD Jayawijaya.
    Maret 2015, Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jayapura juga menyampaikan penolakan melalui jumpa pers.Add caption
    Di Jakarta (31/3), Koalisi aktivis dan organisasi HAM dan lingkungan dengan mengusung nama #PapuaItuKita melakukan aksi serupa atas rencana pemerintah tersebut.

    Seru ! Demo Papua Merdeka Merambah Jakarta ! Bintang Kejora Di Ibukota !

     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Aksi AMP Se Jawa Tengah: Trikora Embrio Konflik Papua


    AMP: Trikora Embrio Konflik Papua

    Penulis :
    Yuliana Lantipo

    Massa aksi (list)
    Massa aksi (list)
    Jayapura, Jubi – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Yogyakarta memenuhi alun-alun Selatan Yogyakarta, tak jauh dari Keraton. Mereka berkumpul dikawasan yang dikenal sebagai titik nol kilo meter itu untuk memperingati 45 tahun embrio lahirnya kekerasan di Papua yang dikenal dengan Tiga Komando Rakyat (TRIKORA) pada 19 Desember 1961.

    Menurut AMP Yogya melalui pernyataan yang diterima Jubi, kekerasan di Papua bermula dari tiga perintah Soekarno, presiden Indonesia pertama. Berurutan adalah Bubarkan Ne­gara Boneka buatan Kolonial Belanda; Kibarkan Bendera Merah Putih, dan mobilisasi massa secara besar-besaran ke Irian Barat (Tanah Papua).

    “Trikora merupakan janin, embrio konflik Papua. Ini kejahatan,” tulis AMP Yogya kepada Jubi, Jumat (19/12).

    Dalam pernyataannya, AMP Yogya menyebutkan, peristiwa 45 tahun lalu itu dianggap orang Papua sebagai hari aneksasi kemerdekaan Papua yang telah dideklarasikan 18 hari sebelum pasukan Trikora masuk ke Tanah Pa­pua.

    Mako Oktovianus Pekey, Mahasiswa Pasca Sarjana Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada Yogyakarata mengatakan, Trikora yang mengakibatkan konflik Papua puluhan tahun itu dapat dituntaskan melalui dialog Jakarta-Papua.

    Menurutnya, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla harus didesak untuk melaksanakan penyelesaian masalah Papua melalui dialog, yang telah dipelopori Jaringan Damai Papua (JDP). Ia mengharapkan, Jokowi-JK dapat melaksanakan dialog damai ini seperti yang disampaikan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X. “Dialog adalah suatu keharusan, penting, mendesak demi perdamaian bersama.” (Ernest Pugiye)

    DUKUNG SIMPOSIUM DAN RAYAKAN HUT KE-53 WEST PAPUA, AMP MEDIASI MASYARAKAT PAPUA DI TANAH KOLONIAL, JAKARTA

    DUKUNG SIMPOSIUM DAN RAYAKAN HUT KE-53 WEST PAPUA, AMP MEDIASI MASYARAKAT PAPUA DI TANAH KOLONIAL, JAKARTA


    Foto: AMP dukung Simposium di Port Vila, Vanuatu dan rayakan HUT ke-53 West Papua
    | Dok. AMP

    AMP In Action, Jakarta -- Masyarakat Papua yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 dan mendukung kegiatan Simposium di Port Vila, Vanuatu. Kegiatan berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta dalam bentuk “Aksi Demonstrasi Damai dan Pesta Tarian Adat.” 

    Massa mengenakan atribut Identitas Papua, seperti; Baju warna dasar Putih, bergambar Bendera “Bintang Kejora” bertuliskan Free West Papua, Lambang Negara Papua Barat “Mambruk” bertuliskan Hak Menentukan Nasib Sendiri, Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua, dan semboyan “One People, One Soul.” Dan pengikat kepala bergambar “Bintang Kejora.”

    Kronologis
    Pukul 08:30 Waktu Jakarta (WJ), massa sudah berada di titik kumpul, Bundaran HI, Jakarta. Di waktu yang sama, Tim negosiator dari AMP melakukan negosiasi kepada pihak Kepolisian Metro Jaya.

    Pukul 08:40 WJ, massa menyanyikan pembukaan kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun ke-53 Papua Barat, 1 Desember 1961 – 2014.

    Rakyat Papua Barat sebagai Massa aksi Demonstrasi Damai, merayaan HUT ke-53 Papua Barat berjumlah 800 jiwa lebih. Massa yang tergabung dan solid dalam satu barisan, satu tali komando adalah satu semangat. Yaitu: Pembebasan Nasinal Papua Barat.

    Pukul 09:10 WJ, negosiasi masih berlangsung.

    Negosiasi bersama pihak kepolisian, Akp. Kapolsek Menteng Metro Jaya, Gunawan pada tahap pertama, Negosiator AMP, Zet Tabuni dan Advokator AMP, Emanuel Gobai SH., Pengacara di Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta berujung pada dua pilihan. Pilihan itu dikarenakan, AMP berpenampilan dengan mengenakan atribut Bintang Kejora.

    Pilihan tersebut, ada dua. Yaitu:
    1. Mengenakan atribut Bintang Kejora dan melakukan aksi di titik nol, Bundaran HI. Dan tidak melakukan Long March ke Istana Negara Indonesia.


    2. Lepas atribut Bintang Kejora dan bisa melakukan aksi Long March ke Istana Negara Indonesia.


    AMP duduk bersama dan memutuskan untuk memilih bahwa AMP tetap Long March dengan mengenakan atribut Bintang Kejora.

    Pukul 09:40 WJ, mobil Komando ditahan oleh tim kepolisian dengan melakukan tendangan ke arah Pintu Sopir, tekanan mental pada sopir, melepaskan dua pengeras suara, merampas Bendera Organisasi AMP, menarik massa AMP, melepaskan pukulan sekitar dua kali kepada Kordinator Lapangan (Korlap, Sonny Dogopia), dan mengempeskan Ban depan bagian kanan Mobil Komando.

    Pukul 10:20 WJ, setelah aksi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, Korlap mengambil alih dan menyuruh massa aksi tenang dan duduk.

    Pukul 10:30 WJ, Masing-masing Kordinator AMP berkumpul untuk memutuskan langkah terbaik.

    Pukul 10:40 WJ, AMP tetap akan Long March. Selang waktu tiga menit, Heni Lani berorasi Politik.

    Pukul 10:50 WJ – 11:10 WJ, massa aksi diberi kesempatan untuk melakukan Orasi Politik.

    Pukul 11:15 WJ, negosiator dan advokator AMP melakukan negosiasi terhadap pihak kepolisian.

    AMP menerima pilihan yang ditawarkan oleh kepolisian. Yaitu: Lepas atribut Bintang Kejora dan bisa melakukan aksi Long March ke Istana Negara Indonesia. AMP siap Long March.

    Biro Operasi Polda Metro Jaya, Daniel, ternyata tetap tidak mengizinkan AMP untuk Long March. Padahal, pilihan itu berasal dari Pihak Kepolisian sendiri.
    Pukul 11:25 WJ, Negosiator, Zet Tabuni dan Advokator, Emanuel Gobai SH., mengembalikan pilihan kepada Korlap AMP.

    Korlap dan Koordinator Umum, Jefry Wenda ambil alih dan menyeruhkan kepada massa AMP untuk membuka atribut Bintang Kejora dan melakukan Long March ke Istana Negara Indonesia.

    Pukul 11:40 WJ, AMP dihadang kekuatan Kepolisian yang berjumlah lebih dari massa aksi. AMP menobrak pemblokadean yang dilakukan Tim Kepolisian.

    Peralatan Kepolisian:
    Dua mobil komando siap tembak di bagian depan dan belakang. Tiga truk Sabara, dua Bus Polisi, dua truk gas air mata, dan besi kecil.


    Peralatan AMP:
    Spanduk, Poster, Tali Komando, Satu Mobil Komando jenis Pickup, Disel Generator, Pengeras suara dua toa, satu bendera Organisasi AMP, dan satu motor konsumsi jenis Mio.


    Selang waktu 30 menit, kepolisian Indonesia membentrokan massa dengan pemblokadean mereka.

    Akibat dari sebab yang dipicu oleh Kepolisian Indonesia, Yaitu: Bendera Organisasi AMP masih dibawa Polisi, Ban mobil depan bagian kiri dikempeskan Polisi, beberapa massa aksi luka, dan hal-hal teknis lainnya yang dialami massa aksi.

    Pukul 12:10 WJ, Heni Lani mengambil alih komando dan menarik massa untuk menyatakan sikap Politik AMP.

    Korlap kembali menyeruhkan untuk memakai atribut Bintang Kejora dan nyatakan sikap tegas Politik.

    Pukul 12:30 WJ, Koordinator Umum, Jefry Wenda membacakan pernyataan sikap Politik AMP.

    Massa Aksi Demo Damai peringati Hari Ulang Tahun Negara Papua Barat yang tergabung dalam AMP melakukan pesta Yospan, Besek, Waita, Tumbuk Tanah.

    Masyarakat Papua Barat melakukan tarian adat Papua Barat dari tujuh wilayah adat, kelanjutan dari aksi demo damai.

    Pukul 13:10 WJ, Massa aksi meninggalkan Bundaran HI, Jakarta. Dan kembali ke tempat masing-masing melakukan Ibadah di tempat masing-masing.

    Foto-foto Perempuan Papua, [ KLIK ].  Dan Foto-foto saat kegiatan, [ KLIK ]. 

    Salam Pembebasan!
    Salam Revolusi!


    #Laporan Kronologis oleh Biro Politik KP AMP, Sonny Dogopia

    Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)

     Jefry Wenda        |           Benny Wetipo

    Ketua Umum      |         Sekertaris Umum

    Report: Aliansi Mahasiswa Papua Se-Jawa Dan Bali

    27 Juli 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) hari ini, Minggu (27/07/2014) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke XVI setelah berdiri pada tahun 1998 di Jakarta. Pada ulang tahun kali ini AMP di seluruh Indonesia menggelar kegiatan di masing-masing kota studi. ....       

    27 November 2014 | Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Betempat di halaman Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPA) Provinsi Papua, sebanyak lima belas (15) wadah komunitas, LSM, dan Perguruan Tinggi telah membentuk satu koalisi yang bernama Koalisi 16 Hari Kampanye Anti ....
    17 Agustus 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Yogyakarta dengan tegas mengutuk kelompok yang mengklaim diri Akademisi Mahasiswa-mahasiswi Pecinta Papua di Yogyakarta. Hal itu dikatakan menyusul adanya seruan bertentangan yang pernah dikeluarkan ....
    15 Agustus 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Ratusan aparat keamanan bersenjata lengkap dari Polresta Yogyakarta dibantu Polda DIY, Brimob serta unsur TNI ikut mengamankan aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Yogyakarta, Solo dan Semarang dalam rangka peringati dan memprotes ....
    15 Agustus 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Ratusan aparat keamanan bersenjata lengkap dari Polresta Yogyakarta dibantu Polda DIY, Brimob serta unsur TNI ikut mengamankan aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Yogyakarta, Solo dan Semarang dalam rangka peringati dan memprotes ....
    08 Agustus 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Kepala bidang hubungan masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY,  AKBP Anny Pujiastuti menyesalkan penghadangan ormas paksi Katon yang sempat diwarnai kericuhan saat massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan long march dalam ....
    06 Agustus 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Seperti diberitakan media ini sebelumnya (KLIK), aksi damai Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Yogyakarta, Semarang dan Solo sempat terjadi kericuhan beberapa saat akibat aparat keamanan dan FKPM menghadang massa aksi saat melakukan ....
    06 Agustus 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta, Semarang dan Solo menggelar aksi damai di titik Nol Kilo Meter di Yogyakarta, Rabu (6/8/2014) dalam rangka menolak dan memprotes hasil PEPERA 1969 ....
    06 Agustus 2014 | Press Release ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP)Perebutan wilayah Papua antara Belanda dan Indonesia pada dekade 1960an membawa kedua negara ini dalam perundingan yang kemudian dikenal dengan "New York Agreement/Perjanjian New York". Perjanjian ini terdiri dari 29 Pasal yang ....
    03 Agustus 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) mengklarifikasi seruan gelap berjudul SERUAN DAN PENYESALAN yang beredar beberapa waktu yang lalu di Yogyakarta.Dalam siaran pers yang diterima majalahselangkah.com AMP menilai selebaran yang berisi seruan ....

    28 Juli 2014 | Bogor, MAJALAH SELANGKAH -- Pemuda dan Mahasiswa Papua di Jawa Barat (Bogor, Bandung dan Jakarta) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 AMP, Minggu (27/07/14) di kontrakan Ipmanapandodei di Bogor, Jawa Barat.Ketua

    27 Juli 2014 | Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) hari ini, Minggu (27/07/2014) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke XVI setelah berdiri pada tahun 1998 di Jakarta. Pada ulang tahun kali ini AMP di seluruh Indonesia menggelar kegiatan di masing-masing kota studi. ....       

    1 Desember 2014 AMP Akan Turun Jalan di Jakarta

    1 Desember 2014 AMP Akan Turun Jalan di Jakarta

    Seruan aksi....!!!
    Dalam rangka memperingati 53 Tahun Deklarasi Papua Batat 1 Desember 1961. Kami mengajak seluruh mahasiswa/i Papua Batat yang berada di Jawa dan Bali untuk dapat hadir dalam aksi demo damai pada:
    Hari/tgl : senin 1 Desember 2014

    Pukul : 07.00 s.d selesai
    Rute Aksi : Bundaran HI - Istana Negara
    Titik kumpul : Pasar Minggu, PGC Cililitan, Kampus UKI, Bundaran HI.
    Demikian Seruan aksi ini kami buat, atas partisipasi kawan-kawan kami ucapkan jabat Erat.
    Salam pemberontakan.
     Jakarta-- Mahasiswa dan Mahasiswi Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) siap akan melakukan demonstrasi damai jalannya 53 tahun Deklarasi Negara Papua Barat 1 Desember 1961. 
    Thema yang akan di bawakan yaitu “Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasip Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Barat” Jefry Wenda Ketua Umum AMP mengatakan aksi nasional siap akan dilaksanakannya. 
    Bersama panitia dan pengurus telah mempersiapkan kesiapan dan persiapan atribut dan perangkat aksi 1 Desember nanti. (ungkapnya). 
    Lanjut dia, aksi tahun ini akan dipusatkan ibukota kolonial Jakarta. Konsolidasi masa pun telah cukup kami lakukan, karena pimpinan komite kota serta anggotanya mulai dari tanah air Papua hingga Jawa dan bali akan partisipasi dalam hari besar ini. (Katanya). 
    Ketua Panitia Sem Nawipa mengatakan kini memastikan 500 hingga 1000 masa aksi akan hadir. Kantanya, sebagai mahasiswa kita tidak boleh diam untuk memperjuangkan hak hidup, dan hak politik kita yang telah di rampas oleh Jakarta, kurang lebih 53 tahun yang lalu. 
    Jefry Wenda mengatakan Deklarasi Negara Papua Barat sejak 1 Desember 1961, nyatanya tidak diakui oleh Indonesia dengan beberapa klaim yang tidak berdasar sama sekali. 
    Wujud dari tindakan Indonesia yang mengakui pembentukan Negara Papua Barat dilakukan dengan Invasi militer yang dilakukan sejak dikeluarkannya Trikora (tiga komando rakyat), 19 Desember di Alun-Alun Utara Yogyakarta melalui mobilisasi kekuatan militer dilakukan untuk menggagalkan negara baru yang berumur 18 hari tersebut. 
    Dalam rentetan ini berbagai operasi militer dilancarkan untuk menganekasasi Papua Barat kedalam pangkuan Jakarta-Indonesia. Lanjut Jefry : walau Indonesia berhasil menggagalkan berdirinya negara Papua dan memaksakan rakyat Papua untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perjuangan untuk mewujudkan terbentuknya sebuah Negara Papua tidak pernah surut dan tidak mampu meredam keinginan rakyat Papua untuk mendirikan sebuah Negara yang berdaulat sama seperti negara – negara lain di dunia. 
    Lanjut, Jakarta mengklaim persoalan di Papua persoalan kesejateraan sosial dan ekonomi, namun kami punya hutan, kami punya gunung, kami punya laut serta segala isinya, namun kami tidak membanggakan ke semua ini. 
    Kami memperjuangkan “Ideologi sebagai sebuah bangsa” cakupannya yaitu memperjuangkan harga diri kami sebagai sebuah bangsa, memperjuangkan hidup kami, memperjuangkan jati diri kami sebagai bangsa malanesia, terlebih adalah persoalan ideologi yang telah di rampas oleh Batavia – Jakarta. (Ungkapnya). 
    Oleh   : Marinus Gobai
    Editor : Wandikbonak

    VIDEO : PERNYATAAN SIKAP AMP, BERIKAN KEBEBASAN UNTUK JURNALIS INTERNASIONAL MELIPUT DI PAPUA

    Aliansi Mahasiswa Papua
    Bebaskan Thomas Dandois, Valentine Bourrant dan berikan Kebebasan bagi Jurnalis Internasional di  Papua Barat


    Pernyataan Sikap
    Pembungkaman terhadap ruang demokrasi semakin nyata dilakukan oleh perintah Indonesia melalui aparat negara TNI-POLRI, dengan melarang adanya kebebasan berekpresi bagi rakyat papua didepan umum, serta penagkapan disrtai penganiayaan terhadap aktivis-aktivis pro kemerdekaan Papua Barat.


    Keadaan yang demikian; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasinya indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia.


    Dan berbagai kasus kejahatan terhadap kemanusian yang dilakukan TNI-POLRI  terhadap Rakyat Papua lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.

    Selama 52 tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah melarang semua Wartawan Internasional memasuki Papua Barat dalam upaya untuk menutupi kekejaman yang dilakukan Oleh pemerintah Indonesia.


    Tahun lalu, perdana Mentri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan bahwa, pemerintah Indonesia memungkinkan media internasional untuk mengunjungi Papua Barat dan Gubernur Papua Lukas Enembe juga mengatakan akan menyambut baik wartawan Internasional untuk mengunjungi Papua Barat.


    Namun nyatanya pasangan Jurnalis asal prancis Thomas  Dandois dan Valentine Bourrat di tangkap pada tanggal 6 Agsutus lalu, dan dituduh menyalahgunakan visa kunjugan, mereka terancam dengan pasal 122 A undang-undang imigrasi No 6 tahun 2011 tentang izin Tinggal dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 500 juta. 


    Thomas Dandois dan Valentine Bourrant berada di papua Barat dengan Tujuan membuat sebuah Film Dokumenter tentang situasi nyata di Papua Barat.


    Dengan Penengkapan terhadap Thomas Dandois dan Valentine Bourrant kedua jurnalis ini, membenarkan bahwa kehadiran Indonesia di Papua Barat bertujuan untuk menguasai dan menjajah, tidak untuk membangun Rakyat Papua.



    Maka, Aliansi Mahasiswa Papua menuntut dan mendesak Rezim SBY & Budiyono/atau pemerintahan baru Jokowidodo dan Jusuf kalah untuk segera:


    1.      Bebaskan Thomas Dandois dan Valentine Bourrant  Tanpa syarat

    2.      Mengembalikan secarah utuh! seluruh Perlatan Jurnalistik beserta hasil perlipuran yang sita Oleh pihak kepolisian.

    3.      Mengizinkan Thomas Dandois dan Valentine Bourrant beraktivitas kembali  sebagai jurnalistik di wilayah Papua

    4.      Berikan Kebebasan bagi Jurnalis Internasional lainya untuk hadir di Papua

    Demikian pernyataan sikap ini dibuat, kami akan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan, penindasan dan penghisapan terhadap Bangsa dan Rakyat Papua Barat.
    Salam Pemberontakan!
    Bandung, 13 Oktober 2014
    Kordinator Umum
                                                                     
     Nix Wenda
    ..............................

    SEO: Download Free software,Learn Photoshop,Free Engineering Notes, TheInfiniteInfo,pb pr

    Selamat Jalan Pejuang Sejati Papua Merdeka di Barisan Militan AMP



    Doc AMP
    Tuan Ottopariaus Kudiai

    BERITA DUKA KEPADA SELURUH PEJUANG PAPUA MERDEKA!!!
    =======================
    Kematiannya para aktifis Pejuang Papua Merdeka atas nama: OTO PARIANUS KUDIAI, tadi, 24 seprmber 2014, RSUD Kab. Nabire. Jam; 04.00 pagi subu wpb.


    Selamat jalan kawanku seperjuangan kami tidak lupahkan, jiwa semangatmu and sikap militanmu dalam perjuangan. Kawanku perjuangan sisa yang engkau tingalkan kami akan lanjutkan sampai titik darah pengabisan, merebut kemenangan kita yang sejati.

    Tuhan...! kenapa ciptakan kami manusia Papua, diatas tanah ini? Jangan!...jangan and jangan tidak boleh hal itu terjadi.


    Kawanku kata-katamu saya tidak akan lupahkan pada saat selesai ibada DUKA NASIONAL kepergianya toko pejuang Papua Merdeka alm; Dr. Jhon Otto Ondowame. Duduk kursi revolusi sambil minum kopy di halaman, sekertariat AMP pusat. Minggu lalu saat jumpah kita mabes AMP Pusat Hutan Rimba Raya New Gunea. Kawan kepergianmu tidak terasa kenapa! Kawan bisa pergi cepat-cepat, kawam pekerjaan kita belum selesai ini. Kawan Hatiku terasa pedih.


    Selamat jalan!...and selamat jalan kawanku.

    Kami seluruh crew AMP dari internasional, nasional, wilayah, konsulat, komite kota, sektor dan sel-sel sampai pusat menyampaikan turut berdukacita, and kami akan doakan. Supaya arwahmu menerima sisi kanan ALLAH.


    Kawan tidak tinggal diam...sisa perjuangan yang engkau tinggalkan ini kami akan selesaikan dan merebut samapai titik darah penghabisan nanti.

    Doc Militan AMP


    Saat Bersama di Jalan kami sampaikan maksud Isi Hati Rakyat di Publik.... kawan selamat jalan Jantungku... pissssssssss (foto, Doc AMP in Action) 

    Telah Terjadi Pelanggaran HAM Kepada Massa AMP Yang Dilakukan Oleh FKPM dan Polisi Indonesia

    Yogyakarta: Telah Terjadi Pelanggaran HAM Kepada Massa AMP Yang Dilakukan Oleh FKPM dan Polisi Indonesia


    Foto: Pembacaan pernyataan sikap AMP di titik nol kilometer/Dok. AMP
    "Demo Damai, Satu Negosiator Aksi dan Tiga Massa AMP Luka – Luka Dilakukan oleh FKPM dan Polisi Indonesia."

    Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demontrasi damai mendukung pernyataan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) mengenai “peringatan, stop! Pemekaran “ dan menolak hasil Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA), 02 Agustus 1969, penutupan hari Pepera, sabtu (02/08/2014) waktu siang.

    Demo Damai dimulai Pukul 09:00 Waktu Yogyakarta (WY), Long March dari Rumah Adat, Asrama Papua menuju titik nol kilometer Yogyakarta. Kamis, 6 Agustus 2014.

    Pada Pukul 09:30 WY, AMP dihadang oleh Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) di depan Taman Makam Pahlawan Kolonial Indonesia, tepatnya di pertigaan lampu merah, butuh sekitar belasan menit untuk tiba dari Rumah Adat.

    Sebelumnya, Negosiator aksi demo melakukan negosiasi kepada kepolisian. Dan kepolisian bernegosiasi kepada FKPM. Hasilnya, FKPM tidak bisa membubarkan barisan yang sedang memblokade jalan.

    “Sebagaimana sesuai aturan main negara yang berlandaskan Hukum dan berdemokrasi, AMP telah memberikan surat izin dan Polisi pun membalas, meresponi baik. Jadi, kami minta! Apakah ada dasar hukum dari FKPM? Tunjukkan ke kami,” kata Negosiator aksi demo, Roy Karoba dan disusul Aldy Uaga.

    Pihak kepolisian menanggapi dan menyuruh AMP untuk tidak melanjutkan aksi Long Marchmenuju titik nol kilometer. Namun, menyuruh AMP agar gelar aksi damai di tempat pem-blokade-an oleh FKPM dan Polisi sendiri.

    “Kami telah melakukan negosiasi dengan Pimpinan FKPM dan mereka tidak bisa bubarkan diri,” kata Pihak Kepolisian.

    Lanjut Polisi, mereka juga sedang melakukan sebuah kegiatan dan bertepatan dengan Mahasiswa Papua.

    Tim negosiator dari AMP memberikan waktu lima menit untuk pihak kepolisian segera bubarkan penghadangan FKPM. FKPM pun menolak dan tetap memblokade.

    Pukul 10:00 WY, AMP menabrak pemblokadean FKPM dan Polisi.

    Sesaat setelah menabrak pemblokadean, FKPM melepaskan beberapa pukulan, memicu perkelahian. Sekitar 30 menit lamanya perkelahian antar gabungan FKPM dan Polisi dengan massa AMP.

    Gabungan FKPM dan Polisi berhasil memukul, menusuk, menembak, dan hampir menabrak massa AMP dengan menggunakan Motor Sabara. AMP pun melakukan perlindungan demi menuju titik nol kilometer.

    Terlihat tiga truk Polisi, dua mobil Polisi jenis kijang dan belasan Motor Sabara Polisi berlalu-lalang mengiringi perjalanan AMP. Polisi di Motor Sabara membawa; Karet Mati, Pistol peluru karet, dan Tembakan Gas Air Mata. Sedangkan, FKPM membawa; Batu, Besi dan piso.

    Kendaraan yang digunakan Polisi awalnya diparkir di depan Rumah Adat hingga sepanjang jalan menuju titik nol.

    Tiga massa aksi dan satu negosiator aksi AMP mengalamai luka – luka yang dilakukan oleh FKPM dan Polisi.

    Nama-nama Korban
    1  1. Agustina Batangga, Perempuan (21 Tahun), mahasiswa papua.

    FKPM memukulnya dengan besi berukuran: Diameter, sekitar 10 cm. Dan panjang, sekitar 1,5 m. Di bahu kiri dan korban mengalami luka bengkak, memerah.

        2. Roy Karoba, Laki-laki (24 Tahun), negosiator aksi.

    FKPM membacok dengan piso di Leher. Luka tusukan mendekati urat nadi.

        3. Yanto Tebai, Laki-laki (19 Tahun), mahasiswa papua.

    Polisi menginjak tangannya ketika hendak jatuh dengan laras. Luka injak di Jari tengah bagian kiri.

        4. Tenus Waker, Laki-laki (22 Tahun), mahasiswa papua.

    Polisi hendak melepaskan dua tembakan dari pistol dengan menggunakan peluru karet. Tembakan ke-2  mengarah ke Tenus dan mengikis di Testa, Kepala.

    Penghadangan FKPM yang didukung Polisi pun berhasil ditabrak massa AMP. AMP melanjutkan aksi Long March menuju titik nol setelah melakukan perlindungan atas bentrok yang dipicu oleh FKPM. Sekitar satu jam, AMP berjalan dan tiba di titik nol.

    Pukul 11:30 WY, AMP tiba di titik nol kilometer dan melakukan Orasi-orasi Politik yang diangkat berdasarkan fakta. Orasi-orasi tersebut, tidak terlepas dari Sejarah Bangsa Papua Barat, Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), pembunuhan terhadap TPN-PB, Tokoh Papua Merdeka, dan Aktivis Papua Merdeka. Perampasan Hak Orang Papua, Pemerkosaan, Pemecahan, Pembungkaman demokrasi, dan lainnya.

    Tentunya, AMP menolak hasil PEPERA 1969, bertepatan dengan hari terakhir, 02 Agustus 2014. AMP juga menolak Militer Organik dan non-Organik Indonesia di Tanah papua, Menutup Perusahaan Asing di Tanah Papua, dan AMP juga mendukung pernyataan TPN-PB di web-nya Komnas TPN-PB.

    Tuntutan AMP adalah Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua Barat di Tanah Papua Sebagai Solusi Demokratis Melalui Mekanisme Referendum. Karena, sebenarnya momen PEPERA itu adalah REFERENDUM bagi rakyat Papua Barat. Namun karena, Amerika Serikat dengan kepentingan Ekonomi-Politik dan Indonesia dengan kepentingan perluasan wilayah jajahannya.

    Pukul 13:30 WY, AMP selesai aksi demo damai. Pukul 14:00 WY, Massa yang tergabung di AMP tiba di Rumah Adat.



     Foto - Foto Korban, Sesuai Susunan Dalam Nama-nama Korban Di Atas.
    Foto: Agustina Batangga (P/21), Korban Pelanggaran HAM.
    Baju putih, posisi di tengah
    Foto: Roy Karoba (L/24), Negosiator Aksi, Korban Pelanggaran HAM

    Foto: Yanto Tebai (L/19), Korban Pelanggaran HAM


    Foto: Tenus Waker (L/22), Korban Pelanggaran HAM


    *) Oleh Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Yogyakarta, 6 Agustus 2014. 


     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif