Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label Seruan Dan Himbauan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Seruan Dan Himbauan. Tampilkan semua postingan

    Selamatkan Tanah dan Manusia Papua, MRP Segera Gelar RDP

    Selamatkan Tanah dan Manusia Papua, MRP Segera Gelar RDP

    by Papua Post
    JAYAPURA - Ketua Pansus Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) MRP, Yakobus Dumupa, menyatakan, terkait permasalahan Tanah dan Manusia Papua, MRP segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan dilaksanakan tanggal 26-29 Mei 2015, dengan fokus masalah penyelamatan Tanah dan Manusia Papua. Dikatakan, RDP ini melibatkan Pemerintah, baik Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat,…
     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg

    TPNPB-OPM Wilayah Saireri : Stop Kambing Hitamkan Kami

    TPNPB-OPM Wilayah Saireri : Stop Kambing Hitamkan Kami

    SERUI -- Komandan Operasi TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) Kepulauan Yapen, Maikel Merani membantah pernyataan pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin ( di Binpa 13 Februari 2015)  yang menyatakan bahwa pelaku penembakan warga sipil di kilometer  6-7 arah Saubeba-Kontiunai, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen,  diduga berasal dari kelompok bersenjata yang dipimpin Maikel Merani. 

     Kepada wartawan di Serui, Senin (16/2) , Maikel Merani, dengan tegas membantah dan mengklarifikasi hal tersebut. Dikatakan,  pernyataan itu  tidak benar,  bahkan ia menuding pernyataan itu sebagai upaya  memutarbalik fakta yang sebenarnya. Ia menuturkan, jika memang  pelakunya adalah anggota dari kelompok TPNPB yang dipimpinnya maka perlu dipertanyakan latar belakang dari penembakan terhadap masyarakat sipil yang tidak bersalah itu apa?, apalagi  korban tewas adalah seorang petani. Ia juga mempertanyakan sejak kapan TPNPB  punya mobil Toyota Avanza berwarna putih  yang digunakan untuk menghadang masyarakat di jalan untuk ditembak tanpa alasan apapun.
    “Penembakan pada malam hari tanggal 11 Februari 2015 sebenarnya ditujukan untuk saya (Maikel Merani-red), namun naas karena justru mengenai masyarakat sipil yang hendak melakukan perburuan kus-kus saat itu. Sementara, pada saat kejadian,  saya sedang berada di rumah salah satu kerabat yang tinggal di Kampung Kontiunai dan melihat sendiri ada mobil berwarna putih yang lewat pada saat itu, dimana menurut informasi mobil tersebut milik  aparat yang sering dipakai mondar mandir di Kampung Kontiunai,”katanya.

    ''Ia juga mengungkapkan, pada malam tanggal 11 Februari 2015 sebelum kejadian warga sipil ditembak mati,  dirinya dihubungi via telepon oleh 2 orang anggota Polsek setempat  yang mengatakan agar dirinya harus segera kembali ke Utara dikarenakan Tim Dalmas akan melakukan penyisiran di Kampung Kontiunai pada malam tanggal 11 Februari 2015 lalu. 

    “Mengingat sejak pagi hingga malam hari pada tanggal 11 Februari 2015,  saya  sedang mengunjungi kerabat di kampung setempat dan rencananya akan kembali pada malam itu juga. Setelah diberi info demikian saya tidak langsung meninggalkan Kampung Kontiunai mengingat baru saja melihat mobil putih tersebut melewati kampung setempat menuju Saubeba. Sehingga saya  memilih tempat persembunyian alternative (dirahasiakan-red) dan beberapa saat kemudian  terdengar kabar bahwa di kilo 4 arah Kontiunai-Saubeba telah terjadi penembakan terhadap seorang warga sipil yang diketahui bernama Sony Fairumbak (33 tahun) yang saat itu hendak berburu kus-kus bersama saudara iparnya Y.S (saksi mata-red),”terang Maikel.

    Maikel Merani dengan tegas mengatakan, penembakan terhadap masyarakat sipil di Kontiunai tidak berasal dari dirinya maupun anggota TNPB lainnya, karena warga sipil yang ditembak masih merupakan kerabat dekat,  sehingga tidak ada alasan kuat untuk membunuhnya dengan cara yang demikian sadis. Maikel juga menyampaikan ucapan terimakasih dari kedua anggota polsek Wenawi yang sengaja memancingnya dengan cara yang sedemikian rupa,  namun perlu diingat bahwa rencana yang dibuat manusia jika tidak di kehendaki Tuhan maka tidak akan terjadi. Ia juga menghimbau kepada Polres Yapen  agar jangan memutarbalikan fakta yang ada dan mengkambing hitamkan OPM maupun pihak-pihak lainnya. 
     
    “Kami berjuang untuk melindungi masyarakat Papua bukan untuk memusnahkan, dan perlu dicek kebenarannya terkait kepemilikan senjata yang dikatakan Kabid Humas Poda Papua Kombes Patrige Renwarin bahwa saya Maikel Merani dilaporkan saat ini memegang satu pucuk senjata organik jenis SS1- V5,”tuturnya. 

    Maikel kembali menegaskan bahwa pihak kepolisian baik Polres Yapen maupun Polda Papua jangan menciptakan persoalan baru guna mencari jabatan atau pangkat semata, karena korban-korban dari tindakan ini hanyalah masyarakat sipil biasa.

    “Saya juga menghimbau kepada Gubernur Papua dan Ketua MRP agar jangan hanya berdiam diri saja melihat masyarakat Papua dijadikan sasaran empuk oleh pihak-pihak yang hanya mengejar pangkat maupun jabatan. Karena jika dibiarkan demikian,  maka masyarakat pribumi asli Papua akan habis lenyap secara perlahan-lahan dari atas tanah sendiri. Selama ini OPM maupun TPNPB selalu dikambing hitamkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,”tegasnya.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    PapuaPost.com diblokir NKRI ?

    • PapuaPost.com diblokir NKRI?


      PAPUApost.com sebagai Corong Kebenaran untuk Keadilan di Tanah Papua tidak merasa kecewa, malahan sangat beruntung bahwa NKRI memblokir situs kami ini sebagai pertanda Tipudaya selalu takut kepada Kebenaran!, walaupun ia tahu pada akhirnya ia akan kalah.

      Untuk TETAP membaca PAPUApost.com di Indonesia, ini sarannya:
      1. Cari di Google Plugins dari Browser Mozila Firefox atau Google Chrome bernama "anonymox" dan install plugins dimaksud di browser Anda.
       
      2. Setelah install, maka browser Anda distart ulang, atau komputer restart lebih bagus.

      3. Begitu Anda ketik papuapost.com, maka Anda dengan aman akan membaca, dan blokir NKRI TIDAK BERLAKU LAGI!

      Kami sarankan isntall PortableApps di Flashdisk anda, di dalamnya anda bisa install browser, dan browser Anda dilengkapi "anonymox", maka Anda aman berselancar, larangan NKRI tidak berlaku, secara TOTAL.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Selamat Jalan Kawan " Camrad Rinto Kogoya"


    HAI...; CAMRAD RINTO KOGOYA ENGKAULAH REVOLUSIONER SEJATI KAMI DI BARISAN AMP-GP3PB
    Engkau membangkitkan generasi muda di barisan AMP untuk berjuang
    demi bangsa dan negara n massa depan anak cucu kami bangsa West Papua
    Engkaulah pengarah untuk menuju kemerdekaan Bangsa West Papua
    Engkau pula perintis jalan menuju kemerdekaan Bangsa West Papua
    Engkau adalah pejuang sejati di barisan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)
    Namun berita itu kudengar, duka yang hadir Rubahkan semua suasana, Tak menyangka tapi takdir berkata lain Hening sesaat tak ada kata untuk wakili setiap kesedihan dihati Kepergianmu terasa begitu cepat, kepergianmu terasa belumlah saatnya

    Terkenang raut wajahmu kawan, dalam setiap aksi dijalanan
    Kau bagian dari kumpulan yang setia digaris ini menuntut pada penjajah untuk kedaulatan bangsamu Masih kami ingat saat itu. Akan tetapi kami setia bangkit untuk melawan klonial Indonesia ini Agar kami menuju kemerdekaan Bangsa dan Tanah West Papua.

    O…h ..CAMRAD RINTO KOGOYA

    Kami slalu dan slalu terbayang wajah-Mu
    Kapan-pun Dimana pun kami berada
    Dimanakah tuturan kata-Mu
    Kapankah Engkau tuturkan kata untuk melawan klonial
    Karena Engkaulah Pahlawan Sejati Bagi Bangsa Papua
    Dimana-kah konsep pemikiran ganteng seperti diri-Mu, RINTO KOGOYA.
    Kami telah dicamkan Nama-Mu di agenda perjuangan West Papua Barat

    Karena Engkaulah Pahlawan West Papua
    Ada kebersamaan tercipta harmoni, walau kadang ada juga
    perdebatan Kini semua tinggal kenangan, kami yang tersisa akan terus
    melanjutkan perjuanganmu. Setiap cerita baik tentangmu jadi inspirasi dan motivasi. Selamat Jalan Camrad Rinto Kogoya, Kawan Lama di Aliansi Mahasiswa Papua Semangat Perjuangan Tetap Kami Lanjutkan Hingga Kebebasan Tercapai. TUHAN Kami Tititipkan Kawan Seperjuangan CAMRAD RINTO KOGOYA di sisimu, Ampunilah Segala Dosanya, Seperti dia juga mengampuni orang-orang yang bersalah padanya. Semoga Bapak yang ada dalam Kerajaan Sorga Menerima di sisinya. AMIN !


    The X1414 Group Wilayah LA PAGO
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Benarkah PapuaPost.com diblokir NKRI ?

      • PapuaPost.com diblokir NKRI ?

        PAPUApost.com sebagai Corong Kebenaran untuk Keadilan di Tanah Papua tidak merasa kecewa, malahan sangat beruntung bahwa NKRI memblokir situs kami ini sebagai pertanda Tipudaya selalu takut kepada Kebenaran!, walaupun ia tahu pada akhirnya ia akan kalah.
        Untuk TETAP membaca PAPUApost.com di Indonesia, ini sarannya:
        1. Cari di Google Plugins dari Browser Mozila Firefox atau Google Chrome bernama "anonymox" dan install plugins dimaksud di browser Anda.

        2. Setelah install, maka browser Anda distart ulang, atau komputer restart lebih bagus.

        3. Begitu Anda ketik papuapost.com, maka Anda dengan aman akan membaca, dan blokir NKRI TIDAK BERLAKU LAGI!

        Kami sarankan isntall PortableApps di Flashdisk anda, di dalamnya anda bisa install browser, dan browser Anda dilengkapi "anonymox", maka Anda aman berselancar, larangan NKRI tidak berlaku, secara TOTAL.
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Mahasiswa Se-Jawa dan Bali Tolak Jokowi Rayakan Natal di Papua

    Mahasiswa Se-Jawa dan Bali Tolak Jokowi Rayakan Natal di Papua
    Spanduk mahasiswa Papua tolak Jokowi rayakan Natal di Papua. Foto: Jekson Ikomouw

    Jakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Mahasiswa Papua yang sedang mengenyam pendidikan di seluruh Jawa dan Bali tegas menolak Natal Nasional yang rencananya akan dihadiri presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo di Jayapura, Papua 27 Desember 2014 mendatang.

    Mahasiswa mendesak Jokowi menuntaskan semua pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Papua sebelum menghadiri Natal bersama masyarakat Papua.

    Hal itu ditegaskan salah satu aktivis Papua, Sonny Wanimbo, melalui keterangan tertulis yang diterima majalahselangkah.com siang ini, Selasa (23/12/2014).

    "Tak ada gunanya Jokowi bernatalan di tanah Papua, sedangkan banyak kekerasan di Papua diabaikan tanpa ada perhatian serius untuk di tuntaskan," kata Wanimbo.

    Pelanggaran HAM yang masih segar dalam ingatan publik, kata Wanimbo, seperti penembakan di Paniai beberapa pekan lalu yang menewaskan 5 orang dengan usia tergolong muda, 4 diantaranya siswa SMA Negeri Paniai serta melukai belasan korban lainnya. Aparat keamanan diduga pelaku atas insiden tersebut.

    "Kami minta pemerintahan Jokowi, segera tuntaskan kekerasan di tanah Papua yang terus meningkat di bulan natal ini, serta kami juga menolak kedatangan Jokowi di Papua," tegas dia.

    Ia meminta Jokowi jangan hanya mengutamakan popularitas diri terhadap dunia internasional dengan mengikuti natal di tanah Papua sementara kekerasan yang terus meningkat di Papua disepelehkan tanpa ada tindakan nyata di lapangan.

    Hal itu dipertegas juru bicara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Bandung, Wenas Kobogau. Pihaknya mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengunjungi Papua karena kekerasan terhadap orang asli Papua (OAP) terus meningkat.

    "Kami minta PBB harus mengunjungi Papua sebelum orang Papua habis. Pemerintah Indonesia tidak mampu menuntaskan kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI dan Polri," kata Wenas.

    Sebab, lanjutnya, hal tersebut tertulis dalam deklarasi Perserikatan Bangsa-bangsa pasal 30 tentang Hak-Asasi Manusia dan diterima serta diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui resolusi 217 A (III).

    Kobogau meminta PBB agar tidak menutup mata dengan berpura-pura tidak tahu atas segala rentetan peristiwa yang terjadi di Papua.

    "PBB jangan pura-pura tidak tahu situasi Papua, tetapi harus mengutus tim untuk memantau tindakan brutal aparat keamanan di seluruh tanah Papua dan menyelesaikan masalah Papua melalui penentuan nasib sendiri atau Referendum," desaknya. (Jekson Ikomouw/MS)

    Pengumuman pemenang finalis lomba Koteka Weblog Competition : “Exploring Your Science’s Shine” 2014

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online

     P A N I T I A L O M B A

    Pengumuman pemenang finalis lomba Koteka Weblog Competition : “Exploring Your Science’s Shine” 2014 diambil 3 (tiga) besar, Dalam ajang kompetisi ini dimenangkan oleh:
    JUARA I
    1. Nama                           : Merdi Walela (Erik Walela).
    2. Tempat tanggal lahir      : Danam,10 Agustus 1995.
    3. Asal                             : (Asal daerah dari, distrik Ilugwa "Suku Walak").
    4. Alamat asal                  : Jl. Ilugwa-Kobakma (Desa Kalarin).
    5. Alamat saat ini             : Jl. Sriwijaya (Gang. teggalwareng II No.15), Semarang, Jawa Tengah.
    6. No. HP                        : 082323238970 dan 085713000774.
    JUARA II
    1. Nama                           : Melkianus Lood Wenda.
    2. Tempat tanggal lahir      : Tiom,..../.....
    3. Asal                             : (Asal daerah dari, distrik Tiom "Suku Lanny").
    4. Alamat asal                  : Jl. Wamena-Tiom (Desa Tiom Kota).
    5. Alamat saat ini             : Jl. Sulawesi (Gang.No.45), Bandung, Jawa Barat.
    6. No. HP                        : 0822xxx dan 085xxx.
    JUARA III
    1. Nama                           : Yumi Lood Wenda.
    2. Tempat tanggal lahir      : Tiom,..../.....
    3. Asal                             : (Asal daerah dari, distrik Tiom "Suku Lanny").
    4. Alamat asal                  : Jl. Wamena-Tiom (Desa Tiom Kota).
    5. Alamat saat ini             : Jl. Danau Maninjau (Gang.No.102), Malang, Jawa Timur.
    6. No. HP                        : 0822xxx dan 085xxx.
    7.  
            #====================  P E R H T I A N  ====================# 

    Untuk peserta lomba yang masuk nominasi (Juara II dan Juara III) kami tidak bisa mendapatkan hadiah ataupun penghargaan dari kami, karena belum ada konfirmasi pendaftaran secara lengkap kepada panitia saat pendaftaran, nami kami tetap di daftarkan sebagai penuli, kontributor, admin, dan koresponden di SMPNews-PMNews Group Online Services.

    Ketiga finalis lomba yang masuk nominasi urutan I,II,danIII kami akan serahkan kepada SPMNews-PMNews Group Online Services untuk:
    1. Menjadi Admin dari WPNews Group Online Services; di mana Anda mengelola salah satu dari situs layanan WPNews Group Online Services seperti papuapost.com, westpapua.net, melanesianews.org,melanesianews.org/wiki, westpapua.net/pmwiki/ dan melanesiapost.com
    2. Menjadi Penulis SPMNews dengan cara mendaftarkan diri ke Blog SPMNews dan ditetapkan sebagai Penulis oleh Admin SPMNews, dengan demikian dapat memposkan dan mengedit berita di SPMNews;
    3. Menjadi Kontributor SPMNews; berarti mengirimkan berita kepada kami dan kami mengupload berita dimaksud;
    4. Menjadi Koresponden SPMNews, menyampaikan berbagai laporan, tidak harus dalam bentuk berita, dan kami akan mengedit serta mengupload ke SPMNews Blog.
    Anda juga dapat membantu kami menjadi donatur dan pendoa.
    SIlahkan hubungi kami di koteka@papuapost.com atau koteka@melanesianews.org

    Bagi Admin, Penulis, Koresponden ataupun Kontributor berhak menggunakan salah satu email dari nama domain yang tersedia, sesuai keinginan masing-masing; misalnya papuasatu@papuapost.com, atau papuasatu@westpapua.net

    Terimakasih,
    MERDEKA HARGA MATI!!!

    SPMNews Crew


    Motto :
    “ Kekompakan dan Kebersamaan Adalah Kekuatan Kita”

    KETUA
    PANINITA PENYELENGGARA
    “Exploring Your Science’s Shine”

    TTD

    Jackson Huby, S.Kom

    “Hendaklah kamu sehati, sepikir, satu jiwa, satu dalam kasih dan satu tujuan”
    FILIPI 2:2



            #====================  SELAMAT DAN SUKSES  ====================#

    Pengambilan dan Penyerahan Hadiah kami akan usahakan pada tanggal 29 Desember 2014 sekaligus kami akan umumkan malam imagurasi natal 2014 dan penjemputan tahun baru 2015.

    Kami akan mengirimkan bingkisan atau hadiah kepada peserta lomba sesuai alamat peserta lomba diatas.

    Acara Ini Dipersembahkan Oleh:
     SPMNews - PMNews Group Online Services


    1 Desember 2014 AMP Akan Turun Jalan di Jakarta

    1 Desember 2014 AMP Akan Turun Jalan di Jakarta

    Seruan aksi....!!!
    Dalam rangka memperingati 53 Tahun Deklarasi Papua Batat 1 Desember 1961. Kami mengajak seluruh mahasiswa/i Papua Batat yang berada di Jawa dan Bali untuk dapat hadir dalam aksi demo damai pada:
    Hari/tgl : senin 1 Desember 2014

    Pukul : 07.00 s.d selesai
    Rute Aksi : Bundaran HI - Istana Negara
    Titik kumpul : Pasar Minggu, PGC Cililitan, Kampus UKI, Bundaran HI.
    Demikian Seruan aksi ini kami buat, atas partisipasi kawan-kawan kami ucapkan jabat Erat.
    Salam pemberontakan.
     Jakarta-- Mahasiswa dan Mahasiswi Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) siap akan melakukan demonstrasi damai jalannya 53 tahun Deklarasi Negara Papua Barat 1 Desember 1961. 
    Thema yang akan di bawakan yaitu “Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasip Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Barat” Jefry Wenda Ketua Umum AMP mengatakan aksi nasional siap akan dilaksanakannya. 
    Bersama panitia dan pengurus telah mempersiapkan kesiapan dan persiapan atribut dan perangkat aksi 1 Desember nanti. (ungkapnya). 
    Lanjut dia, aksi tahun ini akan dipusatkan ibukota kolonial Jakarta. Konsolidasi masa pun telah cukup kami lakukan, karena pimpinan komite kota serta anggotanya mulai dari tanah air Papua hingga Jawa dan bali akan partisipasi dalam hari besar ini. (Katanya). 
    Ketua Panitia Sem Nawipa mengatakan kini memastikan 500 hingga 1000 masa aksi akan hadir. Kantanya, sebagai mahasiswa kita tidak boleh diam untuk memperjuangkan hak hidup, dan hak politik kita yang telah di rampas oleh Jakarta, kurang lebih 53 tahun yang lalu. 
    Jefry Wenda mengatakan Deklarasi Negara Papua Barat sejak 1 Desember 1961, nyatanya tidak diakui oleh Indonesia dengan beberapa klaim yang tidak berdasar sama sekali. 
    Wujud dari tindakan Indonesia yang mengakui pembentukan Negara Papua Barat dilakukan dengan Invasi militer yang dilakukan sejak dikeluarkannya Trikora (tiga komando rakyat), 19 Desember di Alun-Alun Utara Yogyakarta melalui mobilisasi kekuatan militer dilakukan untuk menggagalkan negara baru yang berumur 18 hari tersebut. 
    Dalam rentetan ini berbagai operasi militer dilancarkan untuk menganekasasi Papua Barat kedalam pangkuan Jakarta-Indonesia. Lanjut Jefry : walau Indonesia berhasil menggagalkan berdirinya negara Papua dan memaksakan rakyat Papua untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perjuangan untuk mewujudkan terbentuknya sebuah Negara Papua tidak pernah surut dan tidak mampu meredam keinginan rakyat Papua untuk mendirikan sebuah Negara yang berdaulat sama seperti negara – negara lain di dunia. 
    Lanjut, Jakarta mengklaim persoalan di Papua persoalan kesejateraan sosial dan ekonomi, namun kami punya hutan, kami punya gunung, kami punya laut serta segala isinya, namun kami tidak membanggakan ke semua ini. 
    Kami memperjuangkan “Ideologi sebagai sebuah bangsa” cakupannya yaitu memperjuangkan harga diri kami sebagai sebuah bangsa, memperjuangkan hidup kami, memperjuangkan jati diri kami sebagai bangsa malanesia, terlebih adalah persoalan ideologi yang telah di rampas oleh Batavia – Jakarta. (Ungkapnya). 
    Oleh   : Marinus Gobai
    Editor : Wandikbonak

    Telah berpulang ke rumah Bapak Yang Maha Kuasa atas nama Bapak JHON WAMU HALUK di Wamena

    Telah berpulang ke rumah Bapak Yang Maha Kuasa atas nama Bapak JHON WAMU HALUK di Wamena

    Telah berpulang ke rumah Bapak Yang Maha Kuasa  atas nama Bapak JHON WAMU HALUK di Wamena. Almarhum telah meninggalkan dua putranya yakni Chris Haluk (AMP) dan Yosua Haluk (AMA), keduanyanya masi pelajar di kota malang. 

    Maka dari itu kami sampaikan kepada rekan-rekan ikatan keluarga besar pelajar dan mahasiswa se-pegunungan tengah papua di kota studi malang dan sekitarnya bahwa besok pukul 12.00 akan adakan ibadah bersama sekaligus penutupan acara duka di kediaman almarhum depan kampus UNITRI Malang.



    Sekian dan Terima Kasih.

    TUAN DUKA

    Undangan Hari Ulang Tahun AMP ke - 16

    Undangan Hari Ulang Tahun AMP ke - 16 Bendira Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Salam Sejahtera kami dari Panitia Hari Ulang Tahun Aliansi Mahasiswa Papua (HUT AMP) Ke- 16 mengundang kawan-kawan pemuda, Pelajar, mahasiswa/i dan Rakyat Papua yang berdomisili di kota dan kab. Bogor dan sekitarnya. Untuk dapat hadir dalam Doa dan Peringatan Hari Ulang Tahun Aliansi Mahasiswa Papua (HUT AMP) ke- 16. Adapun acarayang akan di laksanakan pada: Hari/Tanggal : Minggu, 27 Juli 2014 Pukul : 15.00 – Selesai Tempat : Kontrakan IPMANAPANDODE Jln. Baru Perumahan bogor Permai Demikian surat undangan ini kami buat. Atas perhatian dan partisipasi kawan-kawan sekalian kami ucapkan terima kasih. Salam! Bogor, 26 juli 2014 Tim Kerja Ketua Natalis Iyai

    PESAN MORIL BAGI SEMUA PEJUANG PAPUA MERDEKA

    PESAN MORIL BAGI SEMUA PEJUANG PAPUA MERDEKA 

    PERSATUAN ADALAH KEUATAN & KEBENARAN PASTI AKAN MENANG
    (Unity is strength & the Truth will Certainly Cinch)
    Sebby Sambom An Independence Activist of West PapuaBeribahasa ini mempunyai makna yang dalam dan menarik sekali bagi orang yang memiliki jiwa revolusi dalam melakukan suatu perjuangan untuk membelah hak kelompoknya, dimana kelompoknya mengalami penjajahan dan perbudakan dari bangsa Penjajah lain.

    United States of America (USA) mempunyai kekuatan besar dan menjadi negara adidaya, karena menggunakan prinsip yang diajarkan dari beribahasa di atas. Amerika melakukan sistem partnership atau Sekutu dengan Negara-Negara lain di Dunia, maka Amerika mempunyai kekuatan besar untuk menghadapi ancaman dari musuhnya. Ini adalah fakta yang telah dan sedang kami saksikan.

    Bangsa Papua dan Pejuang Papua Barat mesti melakukan atau perlu menuruti beribahasa ini, supaya Rakyat tidak menderita terus. Penderitaan Rakyat Bangsa Papua bisa dapat diakhiri, apabila semua pejuang Papua Merdeka memahami makna beribahasa ini dan dapat mempraktekannya.

    Namun, ternyata kata PERSATUAN hanya menjadi selogan. Semua Pemimpin dan Pejuang Papua Merdeka berusaha untuk menjadi satu payung, namun semuanya sia-sia. Mengapa? Sangat sulit untuk dijawab, karena tidak semudah itu kita jawab.

    Artinya, dulu semua Pejuang Papua Barat berjuang hanya dalam satu payung (Badan Nasioal), yaitu Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan sayap Militernya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN). Hal ini telah terbukti dari sejak tahun 1965 sampai tahun 2000.

    Namun setelah tahun 2001, semua orang Papua telah membuat Organisasi masing-masing berdasarkan suku dan wilayah. Dari Tahun 2001 sampai tahun 2014, telah membuat banyak organisasi, yang antara lain “WPNA, WPNCL, WPIA, TRPB/TRWP, KOBE-OSER, NRFPB, OPMRC”, dan masih beberapa lagi yang tidak kita sebutkan disini. Kita menyebutkan disini adalah organisasi Politik, namun organisasi moral forces seperti AMP, FNMP, KNPB, PARJAL, Front PEPERA dan lain-lain tidak kami salahkan karena itu Organ Taktik dan tidak bermasalah.

    Dengan perubahan ini, banyak konstitusi juga telah lahir berdasarkan pilihan masing-masing Organisasi. Misalnya, Konstitusi 1 Juli 1971 oleh Badan Nasional Papua Barat dimana telah mendeklarasikan Negara “The Republic of West Papua” atau mengawali perjuangan Bangsa Papua Barat, serta Konstitusi 1 Mei 2006 oleh Anton Tabuni dan groupnya, Deklarasi NRFPB 19 October 2011 oleh Forkorus Yaboysembut dan groupnya, Konstitusi 1 Mei 2013 oleh Jonah Penggu dan groupnya dan Konstitusi Negara Revolusi West Papua oleh Sem Karoba dan groupnya.

    Mengapa? Harus demikian? Berasumsi bahwa mungkin orang Papua Barat terlalu pintar kah? Atau kah ini adalah suatu kebodohan kami orang Papua? Kita memperhatikan hal ini sangat lucuh, karena dalam satu perjuangan saja ada banyak Konstitusi. Jika demikian, maka rakyat ikuti yang mana? Semuanya bingun dan ragu-ragu.

    Dengan cara kita orang Papua sendiri menghambat perjuangan dan memperpanjang penderitaan Rakyat. Dengan cara dan tingkah-laku kita orang Papua sendiri yang demikian, maka Tuhan yang empunyai umat dan Tanah Papua tertawa dan sengaja membiarkan kita menderita terus-menerus.

    Jika kita kembali ke sejarah Alkibat (Bible), maka kami Bangsa Papua Barat menghadapi hal yang serupa dengan orang Israel waktu di padang gurun. Maka orang Papua Barat yang membuat banyak organisasi ini sama persis dengan pemberontakan Umat Israel di padang gurun, dimana mereka mulai kacau dan membuat kelompok sendiri-sendiri serta membuat persembahan sendiri-sendiri pulah dan saling tidak senang.

    Itu sebabnya Tuhan MURKAH atas mereka dan Tuhan telah membuat TITAH bahwa semua orang yang membuat kekacauan dan tidak mengakui Tuhan tidak akan masuk Tanah yang Ku-janjikan, melainkan semuanya akan mati di padang gurun dan hanya orang tua-tua yang setia dan percaya bersama orang muda yang berumur 20 tahun kebawah akan masuk Kanaan.

    Ingat, Rahasia Tuhan dimana orang Israel berkeliling 40 tahun di padang gurun karena kesalahan-kesalahan yang demikian. Dan kami Bangsa Papua pun mengalami hal yang demikian, maka semua Pejuang Papua Barat harus sadar dan kembali bersatu ke Konstitusi 1 Juli 1971 supaya kita bersatu dan mempercepat Papua Merdeka dari tangan Penjajah Indonesia. Back to my road, ini lagunya Lucky Dube, sangat menarik. Mari ikuti irama lagunya Lucky Dube, “I haved back to my road” and we will be to stand together get to fighting for the West Papua full Independence immediately as well as possible.

    Namun jika semua mempertahankan ambisi dan ego dengan Faksi-Faksi baru, maka semua orang Tua-Tua yang telah lama mulai berjuang dan juga masih berjuang tidak akan lihat Papua Merdeka. Karena Murkah Tuhan akan menimpah mereka, dan mereka semuanya akan meninggal sebelum Papua merdeka.

    Untuk membuktikannya, silakan mempelajari dalam kitab Bilangan 14:20-38 Tentang “Pemberontakan Umat Israel”. Nas dari Kitab ini adalah suatu penglihatan, dimana Roh Tuhan datang kepada penulis article ini (Activist Independence Papua-Sebby Sambom) pada Hari Jumat tanggal 15 Juli 2011 di LP Narkotika Doyo Baru, Sentani Papua dan memperlihatkan Kitab Bilangan pasal 12:1-16 Tentang Miryam dan Harun Menggadai Musa, dan kemudian atas perintah Roh Kudus Sebby mempelajari bagian selanjutnya dari kitab ini, dan ternyata isinya yang kita cantumkan di atas ini.

    Dalam hal ini, bagi manusia tidak percaya dan akan mengatakan bahwa tidak benar atau tidak mungkin. Tetapi apabila saudara-saudari Pejuang Papua mempelajari seksama, maka akan anda temukan fakta kebenaran, yang mana Tuhan telah melakukan kepada orang-orang benar terdahulu dalam kita Bilangan pasal 12:1-16 di atas.

    Disana sangat jelas. Dan anda akan paham. Firman Tuhan katakan “Nabi-Nabi adalah orang-orang BENAR” yang peduli dengan penderitaan orang lain dan kemudian memperjuangkan Nasib orang yang dijajah atau diperbudak.

    Maka saya (Sebby Sambom), katakan kepada semua Pejuang Papua Merdeka yang Benar dan setia dalam perjuangan Bangsa Papua adalah Nabi-Nabi atau orang-orang Benar. Dan bagi siapa yang melakukan bekerjaan dalam Perjuangan Bangsa Papua adalah mengikuti teladan Sang Guru Revolusi yaitu Jesus Kristus. Jesus Kristus juga adalah Tokoh Separatis Dunia, maka kita semua yang berjuang Papua Merdeka adalah melakukan amanat Tuhan Jesus. Jesus Kristus Tokoh Separatis Dunia, dan Saya bersama Anda sekalian yang ikut memperjuangkan Papua merdeka adalah mempunyai ideolog Separatis. Saya bangga, karena Indonesia bilang Kami Orang Papua adalah Separatis, karena kami telah dan sedang lakukan Amanat Tuhan Jesus Kristus.

    Oleh karena itu, saya pesan kepada semua Pejuang Papua Barat agar kita semua bekerja dengan setia, jujur dan bijaksana, supaya kita tidak membuat kesalahan dalam perjuangan ini, dan perjuangan kita diberkati Tuhan.

    Pesan Akhir:

    Firman Tuhan telah membuktikan bahwa semua orang percaya dan pembelah Umat Tuhan, telah dan sedang dididik oleh TUHAN melalui penjara penguasa. Dari Daniel, Sadrak, Mesak, Obedneko, Rasul Paulus, Rasul Petrus dan Tokoh-Tokoh lain seperti Mathama Gandhi, Nelson Mandela, dan lain-lain.

    Oleh karena itu, saya pesan kepada semua Pejuang Papua Barat agar jangan takut ditangkap dan dipenjarakan. Berjuang terus dengan Motto Perjuangan Tanpa Batas dan Kita Harus mengakhiri. Kata-kata ini adalah ungkapan hati nurani Pejuang-Pejuang Muda Papua Barat. Jangan takut sebelum maju, namun kita harus kalahkan ketakutan sebelum maju melawan penjajah Indonesia.

    Demikian, pesan moril ini ditulis oleh Pejuang Muda Papua Barat yang bekerja dalam perjuangan Papua merdeka sebagai profesi. Semoga tulisan ini membuka cakarawala berpikir kita dan dapat dilaksanakannya. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama yang baik dalam perjuangan Papua. Profile penulis silakan click disini: Profiles of Sebby Sambom . Saya sebagai Pejuang Papua Barat mempunyai beban moril untuk menyampaikan kepada sesama Pejuang, sehingga dalam kesempatan ini saya berusaha untuk memberitakan berita kebenaran. Hal ini kebutuhan mendesak untuk kita semua harus kerja dan mengambil sikap yang tegas.

    Catatan bagi semua Diplomat Papua dan Pejuang Papua Barat di seluruh Dunia:

    Jangan takut kampanye Papua Merdeka dengan Nama Organisasi OPM-TPN karena Organisasi ini bukan Organisasi Terroris, melainkan Organisasi Pembebasan yang telah lama berjuang dari tahun 1965 sampai kini. Sampaikan kepada Masyarakat Internasional bahwa OPM adalah Organisasi Pembebasan Papua Barat, yang sama dengan PLO (Palestine Liberation Organozation). Oleh karena itu, semua Pejuang dan Diplomat Papua Barat yang berada di Luar Negeri perlu mempelajari kembali article yang telah dipublished oleh Admin Komnas TPNPB sebelunnya. Untuk membuktikannya silakan click disini dan dipelajarinya: INDONESIAN STOP CALL THE CRIMINAL & ARMED CIVILIANS OF TPNPB-OPM
    ESP 11 September 2014
    By Sebby Sambom
    An Independence Activist of West Papua
    Former West Papuan Political Prisoner
    From Exile House
    —————————————————–

    PESAN KRITIS BERDASARKAN ANALIS DAN IDENTIFIKASI AKAR MASALAH TERHAMBATNYA PAPUA MERDEKA

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online

    PESAN KRITIS BERDASARKAN ANALIS DAN IDENTIFIKASI AKAR MASALAH TERHAMBATNYA PAPUA MERDEKA



    PESAN KRITIS BERDASARKAN ANALIS DAN IDENTIFIKASI AKAR MASALAH TERHAMBATNYA PAPUA MERDEKA

    Oleh anak-anak bangsa Papua sebagai generasi penerus perjuangan, yang dapat lahir dari sisa-sisa tulang belulang yang telah diremukkan oleh bangsa kolonial Republik Indonesia.  Disampaikan  kepada seluruh komponen perjuangan serta rakyat Bangsa Papua Barat, di Papua dan di seluruh pelosok dunia.

    Menyadari bahwa, kami adalah generasi ketiga dalam perjuangan Bangsa Papua Barat, untuk memperoleh Hak Politik kemerdekaan sebagai bangsa yang berdaulat. Generasi pertama dan kedua kebanyakan telah tiada. Separuhnya masih berjuang. Dan sisahnya lagi menyerah kepada bangsa kolonial Republik Indonesia, yang kemudian sedang melacur ria dengan gadis spionasenya NKRI demi sesuap nasi. Mereka yang melacur ria ini adalah “Nicolas Youwe, Nick Meseet, Frans Albert Yoku dan lain-lain.” Mereka ini salah gunakan hikmat Tuhan, maka Tuhan cabut hikmat-Nya. Akhirnya hasil diplomasi kelompok ini tidak ada kuasa untuk mendapatkan dukungan, sehingga terpaksa menyerah kepada penjajah.
    Dalam hal ini, perlu dicatat oleh semua orang pribumi bangsa Papua Barat
    adalah:
    (1). Mengapa perjuangan belum berhasil?

    (2). Mengapa pula kampanye diplomat-diplomat OPM dari tahun 1962-2002
    tidak berhasil?

    (3). Apa penyebabnya?

    Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, kami uraikan dalam pembahasan selanjutnya pada arlicle ini. Silakan simak!

    Setelah kami belajar dan  mempelajari sejarah perjuangan Papua Merdeka dengan seksama serta penuh analisis, ternyata belum pernah ada suatu proklamasi yang dapat diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pun oleh mayoritas Negara-Negara Anggota PBB.

    Artinya, yang selalu cerita oleh orang-orang tua dari bangsa Papua Barat kepada kami anak-anaknya selama ini bahwa “kami pernah merdeka dan berdaulat.” Yang dimakasud adalah: Semangat seremonial 1 Desember 1961, oleh tokoh-tokoh politik Belanda bersama tokoh-tokoh politik lokal Papua; dan juga semangat deklarasi 1 juli 1971 oleh Zeth Rumkorem dan Yacob Pray bersama rekan-rekan segenerasinya.

    Hal ini terbukti dari FAKTA sejarah perjuangan Bangsa Papua Barat, mulai terhitung dari 1 Desember 1961 hingga kini. Fakta ini juga didukung dan diperkuat dengan kajian Akademisi Belanda (P.J. Drooglever), dalam bukunya yang berjudul “An Act Of Free Choice 1969, Decolonisation and the Right to Self-Determination in West Papua) ”. Dalam hal ini, yang perlu diketahui oleh semua orang Papua adalah:

    Pertama,  seremonial 1 Desember 1961 dan deklarasi 1 juli 1971 tidak mengikat hukum tetap, yaitu baik hukum internasional maupun hukum nasional Belanda-Papua.  Lima puluh tahun telah berlalu, namun belum ada pengakuan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau oleh Negara-Negara anggota PBB di seluruh dunia.

    Kedua,  proses perundingan Belanda Vs Indonesia dari sejak New York Agreement 15 Agustus 1962, proses aneksasi melalui penyerahan administrasi Papua Barat kedalam wilayah NKRI oleh UNTEA pada 1 Mei 1963 serta proses pelaksanaan PEPERA 1969 di Papua Barat, oleh pemerintah Indonesia dibawah pengawasan PBB adalah penuh REKAYASA, Manipulasi, dengan jalan teror dan intimidasi terhadap orang asli Papua oleh TNI, sebagaimana pernyataan Purn. Letjen Sintong Panjaitan dalam bukunya yang berjudul “Perjalanan Seorang Prajurit  Para Komando” (Panjaitan,2009).

    Ketiga, status hukum atas sengketa politik Papua Barat dari tahun 1962-1969 harus ditentukan lebih dahulu, melalui proses dari delik formal hukumnya. Hal ini bisa terlaksana, jika ada forum legal yang berbadan hukum internasional. Ingat, standarisasi ini yang perlu dipahami baik oleh semua orang Papua yang berjuang.

    Artinya, apabila fakta hukumnya terbukti bahwa semua proses aneksasi Papua Barat kedalam wilayah NKRI, yang disebutkan pada bagian kedua di atas, maka disana ada jalan dan harapan-harapan.
    Dengan dasar ini, maka kampanye-kampanye dan diplomasi akan berhasil. Marilah kita laksanakan  perjuangan dengan penuh rasa tanggungjawab. Karena, dengan cara ini ada hikmat dari Tuhan.
    Selanjutknya, dengan melihat, membaca, mencermati seksama serta menganalisis uraian singkat pada point pertama, kedua dan ketiga di atas, maka kita menyimpulkan:

    1). Bahwa, semangat perjuangan yang berlebihan dari orang Papua sendiri, membuat kepuasan tanpa hasil akhir yang maksimal. Artinya, belum apa-apa sudah puas dengan apa yang telah dibuatnya. Misalnya, sudah naikan bendera Bintang Kejora di salah satu tempat atau kampung, rasanya cukup puas dan cerita kemana-mana dari decade ke dekade. Sementara, hal itu belum dapat diakui oleh PBB atau pun oleh negara-negara Anggota PBB dan komunitas internasional;

    2). Bahwa, diplomat OPM-TPN generasi pertama dan generasi kedua, yang telah kampanye dan diplomasi dari tahun 1962 sampai 2002 vakum dan tidak berhasil. Hal ini kami dapat mengetahuinya, tetapi tidak dapat kami jelaskan. Silahkan renungkan masing-masing;

    3). Bahwa, para tua-tua bangsa Papua Barat masih ada yang bertahan dengan prinsip perjuangannya dan sedang berjuang. Oleh karena itu, alangkah baiknya dengarkan suara hati nurani rakyat yang diseruhkan oleh generasi kedua dan generasi ketiga dalam perjuangan Papua Merdeka;

    4). Bahwa, belum ada proklamasi yang berkekuatan hukum tetap dan mengikat, menurut standar hukum internasional;

    5). Bahwa, perlu lahirnya proklamasi baru yang sesuai hukum tata negara, berdasarkan standar
    hukum internasional;

    6). Bahwa, belum pernah ada kedaulatan yang berkekuatan hukum tetap dan mengikat;

    7). Bahwa, oleh karena itu, buanglah wacana klasik dengan kata “ minta pengakuan dan kembalikan kedaulatan Bangsa Papua Barat”;

    8). Bahwa, perlu melakukan reorganisasi dan restrukturisasi organisasi induk perjuangan
    (OPM-TPN), guna lahirnya semangat nasionalisme dan persatuan dalam kekuatan baru yang solid;

    9). Bahwa, perlu adanya tindakan revolusi kerilya tahapan serta revolusi total yang kontinuitas,
    guna lahirnya proklamasi baru yang berkekuatan hukum tetap dan mengikat, sesuai standar hukum internasional;

    10). Bahwa Deklarasi manapun termasuk yang diwacanakan oleh Tuan Anton Tabuni tentang 1 Mei 2006  pada media-media Indonesia dan KRP III adalah belum mengikat Hukum tetap, maka jangan mimpi terus untuk diakui serta mintah pengakuan, tetapi berpikir yang rasional dan possible guna bagaimana adanya suatu Intervensi PBB di Papua dan dapat memediasi untuk lahirnya Negara Papua Barat melalui sebuah Referendum yang demokratis dibawah Pengawasan PBB;

    11. Bahwa perundingan-perundingan serta referendum akan lahir dengan sendirinya melalui
    tindakan-tindakan nyata sesuai bunyi  point 7,8, 9 dan 10 di atas dalam uraian kesimpulan ini;

    Pesan Akhir:

    Pertama, ingat dari kesimpulan di atas mengingatkan kepada generasi penerus perjuangan bangsa Papua Barat bahwa, marilah berjuang dengan sunguh-sunguh dan serius, setia, jujur, bijaksana, aktif serta kontinuitas, guna lahirnya perundingan Internasional serta lahirnya sebuah REFERENDUM ulang yang demokratis dan bermartabat, sesuai prosedur hukum internasional dalam  self-determination;

    Kedua, Oleh karena itu, proses kajian dari prefektif hukum yang dapat dilakukan oleh forum legal (ILWP) di London, UK, atas aneksasi Papua Barat kedalam wilayah NKRI adalah sangat penting dan perlu didukung, oleh semua komponen perjuangan bersama Rakyat Bangsa Papua Barat.

    Demikian, pesan TPN-OPM Generasi ketiga ini kami tulis berdasarkan perintah Roh Kudus, atas nama Bangsa Papua Barat, dari Markas Pusat. Harap pesan ini diperhatikan dan dapat dilaksanakannya oleh bangsa Papua Barat demi mewujudkan cita-cita yang mulia. Pesan dapat diperbaharui dari tanggal 18 Juli 2011, oleh karena itu bagi yang belum sempat membaca silakan mempelajarinya. Terima kasih atas perhatian Anda.

    Dikeluarkan Di   : Markas Pusat
    Pada Tanggal      : 19 Januari 2013
    Admin WPNLA 2013

    Gen. TRPB Mathias Wenda: Pemuda Papua Maju Terus, Bangsa Papua Jangan Pernah Terlengah!

    Gen. TRPB Mathias Wenda: Pemuda Papua Maju Terus, Bangsa Papua Jangan Pernah Terlengah!

    Gen. TRPB Mathias Wenda: Pemuda Papua Maju Terus, Bangsa Papua Jangan Pernah Terlengah!
    Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi Papua Barat (MPP TRPB), menanggapi tindakan-tindakan kaum kolonial NKRI dan dalam rangka mengamankan kemajuan diplomasi dan politik yang sedang terjadi di luar negeri, maka perlu diperhatikan sejumlah hal sebagai berikut:
    1. Penanggungjawab dari segala Aksi dan Demonstrasi Mahasiswa Papua Barat yang sedang berlangsung sejak Peluncuran IPWP di London, Inggris sepenuhnya ada di tangan Panglima Komando Revolusi Tertinggi Tentara Revolusi Papua Barat (PANGTIKOR TRPB) di Markas Pusat Pertahanan TRPB;
    2. Oleh karena itu, kiranya segala tindakan dan kegiatan Mahasiswa dan Pemuda Papua Barat agar memperhatikan garis komando dari TRPB lewat Sekretaris Jenderal, Leut Gen. Amunggut Tabi (kontak:trpb@papuapost.com), dan arahan untuk aksi-aksi demonstrasi dan kegiatan politik mengikuti dari Benny Wenda, SekJend Demmak, Co-Coordinator Free West Papua Campaign di Oxford, United Kingdom (kontak: office@freewestpapua.org).
    3. Masing-masing gerakan dan komponen agar menempatkan satu titik informasi dan pusat koordinasi sehingga berbagai informasi tidak bersebaran sembarang dan meresahkan serta memprovokasi masyarakat, dan agar tidak dimanfaatkan oleh tangan-tangan penghianat, pencundang, pengecut dan kaum Papindo serta kaum penjajah mereka;
    4. Agar gerakan dan aksi yang telah dimulai tidak dihentikan dengan alasan apapun, sampai ada komando dari Markas Pusat TRPB;
    5. Bersamaan waktu pula, kini TRPB telah memberlakukan Siaga I di setiap Pos dan Pusat Pertahanan;
    6. Untuk itu, ada pihak-pihak, khususnya para Calon Legislativ yang sudah mencalonkan diri untuk masuk ke Kursi Parlemen NKRI di tingkat daerah maupun Pusat yang mengkampanyekan bahwa perjuangan di Parlemen NKRI bermanfaat untuk kemerdekaan dan untuk mencari uang demi menyokong perjuangan Papua Merdeka adalah bohong belaka, baik dari pengalaman perjuangan bangsa-bangsa lain di dunia maupun secara khusus pengalaman perjuangan bangsa Papua sejauh ini. Oleh karena itu, agar jangan sampai para pemuda dan mahasiswa dipengaruhi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, yang hanya mencari kepentingan pribadi (perut dan kepentingan keluarga).
    7. Kami dari Markas Pusat Pertahanan TRPB menyatakan bahwa segala kegiatan anak-anak kami Pemuda dan Mahasiswa Papua yang sedang digalang adalah murni ekspresi suara dan hatinurani bangsa Papua yang tidak dapat dimanipulasi oleh siapapun, demi kepentingan apapun.
    8. Untuk itu agar para Pemuda dan Mahasiswa para pejuang sejati aspirasi bangsa Papua agar menyusun kekuatan dan strategi agar tidak terjadi penyusupan dan provokasi dari pihak penjajah;
    Himbauan ini disampaikan agar diketahui dan diikuti oleh segenap Pemuda dan Mahasiswa Papua di mana saja Anda berada, di tanah air, di perantauan maupun di pengasingan.
    An. PANGKORTI
    Sekretaris Jenderal
     
    Amunggut Tabi

    Seruan Aksi AMP, Terkait Indonesia Segerah Bebaskan Dua Jurnalis Prancis

    Seruan Aksi AMP, Terkait Indonesia Segerah Bebaskan Dua Jurnalis Prancis

    Pembungkaman terhadap ruang demokrasi semakin nyata dilakukan oleh perintah Indonesia melalui aparat negara TNI-POLRI, dengan melarang adanya kebebasan berekpresi bagi rakyat papua di depan umum.

    Keadaan yang demikian; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasinya indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia.
    Dan berbagai kasus kejahatan terhadap kemanusian yang dilakukan TNI-POLRI terhadap Rakyat Papua lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.

    Selama 52 tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah melarang semua Wartawan asing memasuki Papua Barat dalam upaya untuk menutupi kekejaman yang dilakukan Oleh pemerintah Indonesia.
    Tahun lalu, perdana Mentri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan bahwa, pemerintah Indonesia memungkinkan media internasional untuk mengunjungi Papua Barat dan Gubernur Papua Lukas Enembe juga mengatakan akan menyambut baik wartawan asing untuk mengunjungi Papua Barat.
    Namun nyatanya pasangan Jurnalis asal prancis Thomas Dandois dan Valentine Bourrant di tangkap pada tanggal 6 Agsutus lalu, dan dituduh menyalahgunakan visa kunjugan, mereka terancam dengan pasal 122 A undang-undang imigrasi No 6 tahun 2011 tentang izin Tinggal dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 500 juta. 

    Thomas Dandois dan Valentine Bourrant, berada di papua Barat dengan Tujuan membuat sebuah Film Dokumenter tentang situasi nyata di Papua Barat. 

    Dengan Penengkapan terhadap Thomas Dandois dan Valentine Bourrant kedua jurnalis ini, membenarkan bahwa kehadiran Indonesia di Papua Barat bertujuan untuk menguasai dan menjajah, tidak untuk membangun Rakyat Papua.

    Maka, kami mengajak Kawan-kawan mahasiswa Papua dalam rangka memberikan dukungan untuk membebaskan Dua Tahanan Jurnalis Thomas Dandois dan Valentine Bourrant. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk aksi demo pada :

    Hari/Tanggal : Senin, 13 Oktober 2014
    Waktu : 09.00 - selesai
    Titik Kumpul : As, Papua Kamasan I yogyakarta
    Rute : As Papua Kamasan I Yogyakarta – Titik Nol (0)

    Demikian seruan aksi ini kami buat, atas partisipasi Kawan-kawan kami ucapkan jabat erat.

    Humas Aksi

    S E R U A N : Untuk Anak Papua

    Untuk Anak Papua

    Sejak pemberitahuan tentang akan digelarnya Conference West Papua – The Road to Freedom (Konfrensi Papua Barat – Jalan Menuju Kemerdekaan) merupakan momentum bersejarah bagi rakyat Papua Barat dalam tahapan skalasi gerakan perjuangan yang semakin meningkat sejak 48 Tahun bangsa Papua Barat berjuang merebut kembali hak kedaulatan polit...ik 01 Desember 1961.

    Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa; Solidaritas Internasional yang sangat kuat terhadap perjungan kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat bukanlah hayalan politik semata untuk kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat tetapi telah dibuktikan secara kongkrit dengan kerja-kerja nyata dilapangan oleh pejuang militan anak-anak bangsa tanpa mengenal rasa haus, lelah dan lapar.

    Perjuangan panjang yang sangat melelahkan yang secara terus menerus dipelopori pejuang-pejuang anak bangsa yang selalu gelisah mendengar kabar buruk tentang kesewenang-wenangan Imprialis dan antek-anteknya penguasa kolonial Indonesia dan Militernya di Tanah Air kita, maka akan segera berakhir tanpa syarat.

    Tanpa mengurangi kesadaran kita, Konfrensi yang akan digelar merupakan Konfrensi Tingkat Tinggi – International Lawyear for West Papua (IPWP) dibawa pimpinan Ms. Melinda Jangki yang akan segera berlangsung pada, Tanggal 02 Agustus 2011, pertemuan ini akan berlangsung selama 2 jam, mulai dari jam 2 siang hingga jam 5 sore bertempat di East School of the Examination Schools, 75-81 High Street, Oxford, OX1 4BG. Kerajaan Inggris Raya (UK).

    Konferensi ini akan dipimpin langsung oleh Adrew Smith, Ketua Internasional Parlemen untuk Papua Barat (IPWP) dan Charles Foster, pendiri ILWP. Konferensi ini dengan menghadirkan beberapa pembicara-pembicara antara lain:

    - Powes Parkop (Gubernur Port Moresby, PNG)
    - Benny Wenda (Pemimpin kemerdekaan Papua Barat di London)
    - Frances Raday (Anggota ahli PBB untuk isu Eliminasi dan Diskriminasi terhadap Perempuan)
    - John Saltford (Peneliti Pelaksanaan PEPERA 1969 di Papua Barat
    - Clement Ronawery (Saksi Pepera 1969 di Papua Barat)
    - Ralph Regenvanu ( Menteri Keadilan Vanuatu)

    Selain itu, Dr. Benny Giay dan Dumma Socrates Sofyan Yoman akan melakukan pembicaraan video langsung dalam konferensi. Dalam konferensi ini akan banyak mendiskusikan jalur-jalur penting menuju penyelesaian masalah Papua Barat. Di laporkan dari Belanda, Free West Papua NL terus mempersiapkan tari-tarian dan musik mambesak untuk memeriahkan konferensi ini.

    Terkait dengan konfrensi ini, maka Komite Nasional Papua Barat – Konsulat Indonesia (KNPB-KI) di Jakarta. Menyeruhkan: Kepada seluruh gerakan-gerakan organisasi perjuangan Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar di seluruh Kota, Jawa – Bali, untuk melakukan persiapan konsolidasi Besar – Besaran secara meyeluruh untuk tujuan mobilisasi.

    Dengan kesadaran politik dan keyakinan teguh yang kami miliki, berdasarkan kebenaran sejarah politik perjuangan bangsa Papua Barat yang kami junjung tinggi, Maka apabila usul di tolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh supersif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata: Lawan!

    Demikian seruan ini kami buat,

    Cp: +6281280005032/+6282135914358

    Catatan.

    01. 02 Agustus 2011 Wajib bagi kita semua untuk hentikan aktifitas, kecuali orang sakit.
    02. Copy dan sebarkan di seluruh wilayah Jawa - Bali,
    03. Kewajiban bagi seluruh orang PB yang ada di tanah perantauan tanpa terkecuali (Tua, muda, anak-anak, bayi sampai tete bengek) untuk terlibat dalam aksi ini.
    04. Kewajiban moril berupa kontribusi berupa biaya logistik aksi, bagi siapa saja yang terdorong hatinya mohon dukungannya, berapapun nilainya akan kami terima dengan penuh ucapan terima kasih.

    Salam Juang. Free West Papua


    Source :
    http://www.facebook.com/neppy.way paste in Nova Guine Group | Room Chat

    E D A R A N : FORUM AKTIF MENULIS ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP

    E D A R A N
    Nomor : 02 /KBKP/FAMKP/I/2014
    Tentang :
    FORUM AKTIF MENULIS ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP)


    Bukti Dan Saksi : Orang Papua Tidak Pernah Berjuang Untuk Indonesia Merdeka


    Orang Papua Tidak Pernah Berjuang Untuk Indonesia Merdeka

    Mengapa AMP menyerukan kepada orang Papua untuk memboikot atau tidak ikut serta dalam perayaan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2014? Jawabannya karena tidak pernah orang Papua berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Mari kita cermati sejarah.
    Sejarah Perjuangan Indonesia dan Perjuangan Papua Barat membuktikan bahwa, Indonesia masa perjuangan sampai dengan proklamasi kemerdekaan wilayah teritorial atau batas negara  Indonesia (Sabang sampai di Amboina) dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, sedangkan Papua Barat (Nederland Nieuw-Guinea) dijajah oleh Belanda selama 64 tahun. Walaupun Papua Barat dan Indonesia sama-sama merupakan jajahan Belanda, namun administrasi pemerintahan Papua Barat diurus secara terpisah. Indonesia dijajah oleh Belanda yang kekuasaan kolonialnya dikendalikan dari Batavia (sekarang Jakarta), kekuasaan Batavia inilah yang telah menjalankan penjajahan Belanda atas Indonesia, yaitu mulai dari Sabang sampai Amboina.  Sedangkan, kekuasaan Belanda di Papua Barat dikendalikan dari Hollandia (sekarang Port Numbay), dengan batas kekuasaan mulai dari Kepulauan Raja Ampat sampai Merauke.

    Tahun 1908, Indonesia masuk dalam tahap Kebangkitan Nasional (perjuangan otak) yang ditandai dengan berdirinya berbagai organisasi perjuangan. Dalam babak perjuangan baru ini banyak organisasi politik-ekonomi yang berdiri di Indonesia, misalnya Boedi Utomo (20 Mei 1908), Serikat Islam (1911), Indische Partij (1912), Partai Komunis Indonesia (1913), Perhimpunan Indonesia (1908), Studie Club (1924) dan lainnya. Dalam babakan perjuangan ini, terutama dalam berdirinya organisasi-organisasi perjuangan ini, rakyat Papua Barat sama sekali tidak terlibat atau dilibatkan. Hal ini dikarenakan  musuh yang dihadapi waktu itu, yaitu Belanda adalah musuh bangsa Indonesia sendiri, bukan musuh bersama dengan bangsa Papua Barat. Rakyat Papua Barat berasumsi bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai musuh yang bersama dengan rakyat Indonesia, karena Belanda adalah musuhnya masing-masing.

    Rakyat Papua Barat juga tidak mengambil bagian dalam Sumpah Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. Dalam Sumpah Pemuda ini banyak pemuda di seluruh Indonesia seperti Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Celebes, Jong Amboina, dan lainnya hadir untuk menyatakan kebulatan tekad sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air. Tetapi tidak pernah satu pemuda pub dari Papua Barat yang hadir dalam Sumpah Pemuda tersebut. Karena itu, rakyat Papua Barat tidak pernah mengakui satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yang namanya “Indonesia” itu.
    Dalam perjuangan mendekati saat-saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tidak ada orang Papua Barat yang terlibat atau menyatakan sikap untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945.

    Tentang tidak ada sangkut-pautnya Papua Barat dalam kemerdekaan Indonesia dinyatakan oleh Mohammad Hatta dalam pertemuan antara wakil-wakil Indonesia dan penguasa perang Jepang di Saigon Vietnam, tanggal 12Agustus 1945. Saat itu Mohammad Hatta menegaskan bahwa “…bangsa Papua adalah  bangsa Negroid, ras Melanesia, maka  biarlah bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri…”. Sementara Soekarno mengemukakan bahwa bangsa Papua masih primitif sehingga tidak perlu dikaitkan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal yang sama pernah dikemukakan Hatta dalam salah satu persidangan BPUPKI bulan Juli 1945.

    Ketika Indonesia diproklamasikan, daerah Indonesia yang masuk dalam proklamasi tersebut adalah Indonesia yang masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda, yaitu “Dari Sabang Sampai Amboina”, tidak termasuk kekuasaan Nederland Nieuw-Guinea (Papua Barat).  Karena itu pernyataan berdirinya Negara Indonesia adalah Negara Indonesia yang batas kekuasaan wilayahnya dari Sabang sampai Amboina tanpa Papua Barat. (Catatan Ones Suhuniap, Sekretaris Umm KNPB)
    Sejak Indonesia mencaplok dan menganeksasi wilayah teritori West Papua pada tahun 1962, Indonesia terus memaksakan nasionalisme Indonesia kepada orang Papua yang berbeda sejarah tadi. Saat ini, pejabat-pejabat Papua yang sedang mengabdi dan menjadi budak penguasa kolonial  sedang memaksa rakyat untuk merayakan kemerdekaan 17 Agustus 2014. Mereka paksa orang Papua untk kibarkan bendera Merah Putih, sebuah bendera yang tidak pernah ada dalam sejarah perjuangan bangsa Papua.
     
    AMP telah menghimbau orang Papua untuk tidak terlibat dalam merayakannya. Orang Papua tidak perlu ikut-ikutan dalam sejarah milik bangsa lain. Orang Papua harus berdiri pada sejarahnya sendiri. AMP menghimbau rakyat untuk tidak terhasut dengan rayuan penjajah, karena orang Papua harus menentukan nasibnya sendiri tanpa ditentukan oleh Indonesia.
     
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif