Welcome to La Pago ★ Heart of Papua ★ Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua ★ Perjuangan Melawan Antara Tipu dan Benar, Benar Melawan Tipu".
Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg
★LA PGO ★HEART OF PAPUA ★Voice of the Free Papua Central Highlands Region of Papua★. Diberdayakan oleh Blogger.
    ★★★Ingin Bergabung Bersama Kami Kontak Di★★★ =======>>>melanesiapost@gmail.com<<<=======

    ★★★Komando Nasional TPN PB★★★

    ★★★Markas Pusat Pertahanan TRWP★★★

    Tampilkan postingan dengan label TPNPB La Pago. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label TPNPB La Pago. Tampilkan semua postingan

    Goliat Tabuni Bantah 23 Pengikutnya Turun Gunung

     photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpgGoliat Tabuni Bantah 23 Pengikutnya Turun Gunung


    JAYAPURA – Panglima Tertingi Organisasi Papua Merdeka ‘jenderal’ Goliat Tabuni membentah keras jika dirinya bersama pengikutnya dikatakan menyerahkan diri (baca: turun gunung) dan bergabung dengan NKRI. Ia masih tetap berjuang untuk kemerdekaan Papua sesuai mandat yang diberikan rakyat Papua pada Konferensi Tingkat Tinggi OPM tahun 2012. Pernyataan Goliat Tabuni itu disampaikannya kepada salah seorang Tokoh…
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    2 Anggota Brimob Tewas Tertembak di Ilaga Papua 2014


    Brimob Polda Papua/Ilustrasi. Foto: Ist

    Jayapura, LA PAGO --
    Dua anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Papua, Ipda Thomson Siahaan dan Bripda Jeferson dikabarkan tewas tertembak oleh orang tak dikenal di Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, pagi tadi, Rabu, (03/12/14), Pukul 10.15 waktu setempat.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Papua Kombes Polisi Pudjo mengatakan, pelaku penembakan yang belum jelas identitasnya itu membawa kabur dua senjata milik korban, yaitu jenis AK 47.

    Dikabarkan, dua anggota Brimob itu ditembak di depan kantor Bupati Puncak di Ilaga saat membawa kursi ke gereja GKI.

    Sumber majalahselangkah.com mengabarkan, kedua jenazah telah dibawa ke Puskesmas Ilaga dan akan dikirim ke Jayapura besok pagi, Kamis, (04/12/14).

    Kata sumber itu, aparat gabungan TNI dan Polri sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Sementara itu, masyarakat sipil di sana ketakutan dan masih berada di dalam rumah karena situasi belum membaik.

    Dikabarkan, Wakapolda Papua, Kabid Humas Polda Papua, Kasad Brimob, Wadir Intel, dan sejumlah pejabat siang ini terbang ke Ilaga untuk meninjau langsung tempat terjadinya peristiwa ini.
    Hingga berita ini ditulis, belum jelas siapa pelaku penembakan. Polda Papua dan Pangdam Cenderawasih belum umumkan berapa banyak personil yang diturunkan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang belum jelas tersebut. (GE/HI/PK/003/HP)

    2 Anggota Brimob Tewas di Ilaga Papua, Goliath Tabuni Siap Bertanggung Jawab

    Gen. Goaliath Tabuni. Foto: dok komnas-tpnpb.net.

    Jayapura, LA PAGO -- Panglima tinggi, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Gen. Goaliath Tabuni wilah LA PAGO siap bertanggung jawab atas aksi penembakan serta perampasan senjata milik dua anggota brimob yang dilakukan anggotanya di depan kantor bupati, Ilaga, kabupaten Puncak Papua, Rabu (3/12/2014).

    Melalui kepala penerangan Komando Daerah Pertahanan (Kodap) sebagaimana ditulis komnas-tpnpb.net membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, pelaku penembakan dan perampasan adalah anggota dari Lekegak Telenggen dan Militer Murib atas perintah Goliath Tabuni.

    "Tadi pagi anggota TPN tembak 2 anggota Brimob, dua senjata jenis AK47 dan SS1 sudah ditangan kami," kata kepala penerangan.

    Aksi yang dilakukan anggota TPNPB tersebut merupakan revolusi tahapan untuk persiapan revolusi total untuk Papua merdeka secara penuh dan berdaulat. "Penembakan hari ini (kemarin-red) adalah sesuai perintah panglima tinggi, kami masih dalam revolusi tahapan, sambil persiapan revolusi total, tujuan Papua merdeka" kata Gen. Goliath Tabuni melalui asisten pribadinya.

    Kata dia, dua senjata Jenis AK47 dan satunya SS1 milik dua anggota Brimob yang sudah berpindah tangan tidak akan dikembalikan karena sudah menjadi milik TPNPB.

    "Kami tidak akan kembalikan senjata, dua senjata yang anggota kami ambil sudah menjadi milik kami" ujarnya.

    Menurutnya, merampas senjata senjata dari TNI maupun Polri bagi TPNPB bukanlah hal baru. Aksi tersebut adalah upaya menambah senjata untuk kekuatan TPNPB melawan Indonesia.

    Ia bahkan mengatakan aksi serupa masih akan terus dilakukan pihaknya selama masih dalam proses perjuangan. "Selama belum ada pihak mana pun membantu senjata, TPNPB tetap akan merampas milik militer Indonesia, kapan pun dan di mana pun di wilayah Papua Barat. Itu adalah jalan satu-satunnya cara untuk menambah kekuatan untuk lawan militer Indonesia dengan tujuan Nasional Penentuan Nasib Sendiri bangsa dan Rakyat Papua Barat," jelasnya. (MC2/komnas-tpnpb.net/Admin/HP)

    TPNPB-OPM Wilayah La Pago Minta Komunitas Internasional Hentikan Bantuan Militer Untuk Indonesia

    TPN/OPM Minta Komunitas Internasional Hentikan Bantuan Militer Untuk Indonesia
    Panglima TPN/OPM Wilayah La-Pago, Okiman Purom Wenda (kiri) bersama pengawal (Foto: Ist)
     
    PAPUAN, Jayapura --- Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) Wilayah La-Pago, Enden Wanimbo, meminta komunitas internasional untuk menghentikan bantuan militer bagi pemerintah Indonesia, karena dinilai telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat di Lanny Jaya, Papua.
     
    “Yang kami tahu, aparat TNI/Polri yang diturunkan sebanyak 5000 – 7000 personil. Ini sudah keterlaluan, dan sangat banyak jumlahnya, bisa kami katakan bahwa perang di Lanny Jaya itu Negara turunkan kekuatan penuh,” ujar Enden, saat menghubungi suarapapua.com, melalui telepon seluler, dari Lanny Jaya, Jumat (23/8/2014).

    Kata Enden, komunitas internasional, terutama Amerika Serikat, Belanda, Australia dan Inggris tidak pantas memberikan peralatan militer kepada Indonesia, sebab telah digunakan untuk melakukan pelanggaran HAM berat. (Baca: Kelly Tabuni: "Brimob di Lanny Jaya Beri Kami Peluru Untuk Halau Brimob Dari Luar").

    “Dengan peralatan militer yang diberikan oleh Negara-negara luar, Indonesia telah membunuh dan membantai jutaan penduduk Papua, kami minta segera hentikan bantuan militer itu,” tegasnya.

    Enden juga mengatakan, walau Indonesia menurunkan kekuataan militer dalam skala besar, namun tidak ada anak buahnya yang menjadi korban, dan itu disyukuri oleh dirinya sebagai panglima di wilayah Lannya Jaya.

    “Alam dan Tuhan bangsa Papua berada di pihak kami, sehingga tidak ada yang korban. Kalau korban di kubu TNI/Polri sebenarnya banyak, tapi mereka malu jadi tutup-tutup dari pemberitaan media,” tegasnya. (Baca: Panglima TPN/OPM Bantah Ada Anggotanya Yang Tewas Tertembak).

    Ketika ditanya, apakah ia dan anak buahnya sempat melakukan pembakaran rumah-rumah dan honai-honai milik masyarakat seperti pernyataan aparat kepolisian, Enden dengan tegas membantah informasi itu.

    “Bukan kami yang bakar, itu aparat TNI/Polri yang bakar. Masyarakat Lanny Jaya adalah masyarakat kami, dan sudah lama kami saling kenal, tidak mungkin kami mau bakar mereka punya honai,” tegas Enden.

    Enden justru meminta wartawan media ini untuk bertanya langsung kepada masyarakat Lanny Jaya, sebab masyarakat lebih tahu siapa pelaku sebenarnya.

    “Dari pada kami tipu, lebih baik tanya ke masyarakat atau tokoh gereja saja, mereka akan bilang siapa pelaku pembakaran ratusan honai-honai milik masyarakat Lanny Jaya sejak 28 Juli 2014 lalu,” tegasnya.

    Apara kepolisian justru mengklaim tidak ada penambahan pasukan di Lanny Jaya, sebab Brimob Polda Papua, dan TNI dari Kodam XVII/Cenderawasih saja yang diperbantukan ke wilayah tersebut.
     
     
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif